15 Contoh Soal Essay Pergaulan bebas dan Zina beserta Jawaban

Pergaulan bebas jaman sekarang makin marak sehingga menimbulkan perzinahan, berikut ini adalah 15 Contoh Soal Essay Pergaulan bebas dan Zina beserta Jawaban. Mudah-mudahan 15 Contoh Soal Essay Pergaulan bebas dan Zina beserta Jawaban ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1). Sebutkan perilaku menghindari pergaulan bebas!

Jawaban:
a. Menanamkan norma-norma agama pada diri kita, diantaranya dengan cara menghadiri majelis-majelis ilmu, mengikuti kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal kita, melibatkan diri dalam kegiatan keagamaan, baik di ingkungan rumah maupun lingkungan sekolah.
b. Memilih teman dan lingkungan bergaul yang baik, karena teman dan lingkungan sangat berpengaruh pada kepribadian kita.
c. Menyibukan diri dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

Soal No. 2). Jelaskan dampak negatif yang diakibatkan oleh pergaulan bebas!

Jawaban:
Terjerumus ke dalam perbuatan zina, mendapat fitnah yang membuat malu keluarga, menjadi manusia yang tidak bermoral, terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.

Soal No. 3). Jelaskan alasan larangan laki-laki dan perempuan berdua-duaan tanpa didampingi oleh mahram!

Jawaban:
Larangan tersebut dimaksudkan agar terhindar dari fitnah dan terjerumus ke dalam perbuatan zina.

Soal No. 4). Jelaskan pengertian pergaulan bebas!

Jawaban:
Pergaulan bebas merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada.

Soal No. 5). Sebutkan manfaat dan hikmah dilarangnya pergaulan bebas!

Jawaban:
– Terhindar dari perbuatan zina.
– Terhindar dari fitnah yang dapat membuat malu keluarga.
– Menjadi manusia yang bermoral dan bermartabat.
– Terhindar dari penyalahgunaan narkoba.
– Terhindar dari perilaku menyimpang.

Soal No. 6). Hukuman bagi pelaku zina muhsan adalah ?

Jawaban:
dengan cara dicambuk 100 kali dan dirajam.

Soal No. 7). Dalil yang menjelaskan tentang larangan perbuatan zina adalah….

Jawaban:
Q.S. An Nūr {24]: 2.

Soal No. 8). Zina terbagi menjadi berapa macam? Sebutkan!
Jawaban:
– Zina Muhsan
– Zina ghair Muhsan

Soal No. 9). Sebutkan perilaku menghindari perbuatan zina!

Jawaban:

  • Menghindarkan diri dari tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan peluang dan kesempatan untuk berzina.
  • Memilih teman bergaul yang saleh, sebab teman yang saleh akan menebarkan kebaikan kepada temannya, serta selalu mengingatkan tentang bahaya perzinaan.
  • Menambah ilmu pengetahuan agama dengan menghadiri majelis-majelis taklim.
  • Membaca buku-buku keislaman yang secara spesifik mengingatkan pembacanya mengenai bahaya perzinaan.
  • Membaca Al-Qur’an sambil merenungi tafsirnya, mengindahkan sabda-sabda Nabi, dan mendengarkan nasehat ulama tentang pentingnya menjauhi segala macam dosa, termasuk berzina dan mendekati zina.

Soal No. 10). Jelaskan hukuman bagi pelaku perbuatan zina!

Jawaban:
Hukuman pezina yang meliputi zina muhsan dan zina ghair muhsan. Hukuman untuk zina muhsan (pelakunya sudah menikah) adalah dengan cara dicambuk sebanyak 100 kali dan dirajam. Hukuman rajam adalah hukuman bagi pezina dengan cara dilempari batu sampai mati. Adapun hukuman untuk zina ghair muhsan adalah pelakunya dicambuk sebanyak 100 kali dan diasingkan selama 1 tahun.

Soal No. 11). Salah satu dampak negatif dari perbuatan zina adalah

Jawaban:
terjangkit penyakit kotor yang ditimbulkan dari perzinaan, seperti penyakit kelamin dan AIDS.

Soal No. 12). Jelaskan pengertian zina!

Jawaban:
Zina adalah hubungan suami istri tanpa ada ikatan perkawinan yang sah menurut agama. Islam memandang perzinaan sebagai dosa besar yang dapat menghancurkan tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat. Berzina dapat diibaratkan seperti memakai barang yang bukan menjadi hak miliknya.

Soal No. 13). Jelaskan dampak negatif yang diakibatkan oleh perbuatan zina!

Jawaban:

  • menghasilkan keturunan yang tidak jelas nasabnya.
  • menghancurkan kesucian dan martabat manusia.
  • mendapatkan hukuman yang sangat berat.
  • terjangkit penyakit kotor yang ditimbulkan dari perzinaan, seperti penyakit kelamin dan AIDS.
  • terjerumus kedalam kejahatan-kejahatan lain yang diakibatkan setelah melakukan perzinaan, seperti pengguguran janin dan penghilangan nyawa karena ingin menghindar dari rasa malu.

Soal No. 14). Pelaksanaan hukuman cambuk dilakukan di..

Jawaban:
di depan umum.

Soal No. 15). Hukuman bagi pelaku zina muhsan adalah..

Jawaban:
dengan cara dicambuk 100 kali dan di rajam.

Soal Pilihan Ganda Menjaga Martabat dan Zina Beserta Jawaban

Hai teman-teman, di bawah ini admin akan menyajikan Soal Pilihan Ganda Menjaga Martabat dan Zina Beserta Jawaban. Semoga saja Soal Pilihan Ganda Menjaga Martabat dan Zina Beserta Jawaban ini memberikan manfaat yang banyak.

Soal No. 1). Q.s Al-Isra ayat 32 mengandung larangan untuk tidak…
A. Syirik
B. Berjudi
C. Ria
D. Berzina
E. Membunuh
Jawaban: B

Soal No. 2). Dibawah ini yang bukan merupakan syarat saksi orang yang menuduh zina adalah…
A. Dewasa
B. Jujur
C. Sehat jasmani dan rohani
D. Islam
E. Adil
Jawaban: C

Soal No. 3). Saksi zina dapat diterima apabila jumlah saksi sebanyak…
A. 1 orang
B. 2 orang
C. 3 orang
D. 4 orang
E. 5 orang
Jawaban: D

Soal No. 4). Menuduh orang lain berbuat zina tanpa ada saksi dan bukti-bukti yang membenarkan tuduhan disebut..
A. Rujuk
B. Zina Muhsan
C. Zina ghair Muhsan
D. Qazaf
E. Li’an
Jawaban: D

Soal No. 5). Perbuatan zina yang dilakukan oleh seseorang yang masih lajang dan belum Pernah menikah disebut zina…
A. Ghair Muhsan
B. Ghair Ahsan
C. Haram
D. Muhsan
E. Ahsan
Jawaban: A

Soal No. 6). Dosa dalam ajaran Islam ada dua yaitu..
A. Dosa berat dan ringan
B. Dosa besar dan panjang
C. Dosa besar dan kecil
D. Dosa hitam dan putih
E. Dosa kecil dan sedang
Jawaban: C

Soal No. 7). Salah satu dampak negatif pergaulan bebas adalah perbuatan…
A. Syirik
B. Zina
C. Terpuji
D. Riba
E. Ria
Jawaban: B

Soal No. 8). Perzinaan yang dapat dituntut berdasarkan KUHP adalah apabila dilakukan oleh…
A. Orang yang pernah menikah
B. Pelajar
C. Karyawan
D. Janda dan duda
E. Semua Jawaban benar
Jawaban: A

Soal No. 9). Hukum bagi penzina Muhsan adalah..
A. Dicambuk 100x
B. Dirajam
C. Diasingkan
D. Dipukul
E. Dipenjara
Jawaban: B

Soal No. 10). Dibawah ini yang tidak termasuk cara-cara untuk menghindari perbuatan dosa besar adalah…
A. Menghindari akhlak mahmudah
B. Menanamkan keimanan di dalam hati
C. Memperbanyak berzikir kepada Allah Swt
D. Memulai membiasakan diri menghindari perbuatan dosa
E. Memperbanyak aktivitas yang positif
Jawaban: A

Soal No. 11). Menurut macamnya, zina terbagi menjadi…
A. Tiga macam
B. Empat macam
C. Lima macam
D. Dua macam
E. Enam macam
Jawaban: D

Soal No. 12). Melakukan zina hukumnya
A. Sunah
B. Mubah
C. Haram
D. Makruh
E. Boleh
Jawaban: C

Soal No. 13). Pelaku zina akan kehilangan … Dirinya di masyarakat.
A. Teman
B. Keliatan
C. Anak
D. Kehormatan
E. Kekayaan
Jawaban: D

Soal No. 14). Perbuatan zina merupakan salah satu dosa besar sehingga para pelakunya akan mendapatkan murka dari …
A. Manusia
B. Allah Swt
C. Malaikat
D. Jin
E. Setan
Jawaban: B

Soal No. 15). Pada saat hari penghitungan amal(yaumul-hisab), para pelaku zina akan…
A. Bahagia
B. Biasa saja
C. Terkejut
D. Bangga
E. Menyesal
Jawaban: E

Hukum Menuduh Berzina

Menuduh berzina atas homoseks orang-orang yang baik-baik

Allah telah berfirman dalam surat An Nuur ayat 4-5:

Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik[1029] (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik. Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Surat An Nuur ayat 23-24:

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah[1033] lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Rasulullah saw telah menerangkan di dalam sabdanya sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah sebagai berikut:

“Tinggalkan tujuh macam perbuatan yang dapat membinasakan.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah itu wahai Rasulullah?” lalu beliau bersabda:

  1. Menyekutukan Allah.
  2. Sihir
  3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali ada alasan yang hak menurut syar’i.
  4. Memakan harta anak yatim.
  5. Memakan riba.
  6. Lari dari medan perang.
  7. Menuduh berzina perempuan mukmin yang muhshon yang baik-baik.

Imam Hakim juga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda sebagai berikut:

Setiap lelaki atau perempuan yang berkata kepada budak perempuannya, “Wahai perempuan yang berzina.” Padahal ia tidak melihatnya berzina, maka pada hari kiamat nanti akan didera oleh budaknya karena mereka tidak ada hukuman dera di dunia atas perkataan tersebut.

Rasulullah juga bersabda:

Barang siapa yang menuduh budaknya melakukan zina, maka nanti pada hari kiamat akan dilakukan hukuman had padanya kecuali jika budaknya betul-betul melakukannya.

Menuduh berzina kepada orang lain hukumnya adalah haram, demikian menurut ijma atau kesepakatan ulama, bahkan termasuk dosa besar.

Apabila menuduh orang muhshon yang bukan anaknya atau budaknya,maka hukumnya di had. Jika orang lain yang dituduh maka dikenakan ta’zir. Maksud muhshon disini adalah orang mukallaf, merdeka, muslim yang terpelihara dari perbuatan zina, bersetubuh dengan istrinya melalui jalan belakang, atau kepada budaknya sendiri. Dan siapa yang bersetubuh melalui jalan belakang, maka akan dihukum had. Atau jika melakukan persetubuhan dengan istrinya sendiri melalui jalan belakang, maka orang yang menuduh zina padanya tidak dikenakan had, meskipun sudah bertaubat dan perbuatannya menjadi baik.

Apabila menuduh berzina orang lain di hadapan hakim, maka hakim harus mengirim utusan untuk memberitahu pihak tertuduh agar dapat mengajukan tuntutan juga, jika ia menghendakinya. Sebagaimana ia mempunyai hak harta benda orang lain, sedang yang diperkarakan tidak mengetahui, maka harus diberitahu terlebih dahulu.

Hukuman Bagi Pelaku Homoseks

Menurut Imam Baghawi bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai hukuman bagi para pelaku homoseks. Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa hukumannya sama dengan orang yang berzina. Jika orang yang melakukannya itu muhshon (telah berkeluarga) maka harus dirajam hingga meninggal dunia, tapi jika ghairu muhshon (belum berkeluarga), maka hukumannya adalah didera seratus kali, demikianlah menurut pendapat Imam Syafii. Menurut beliau, bagi orang yang berada di bawah sewaktu melakukan perbuatan kaum Luth itu didera seratus kali dan dibuang dari daerah tempat tinggalnya selama setahun, baik dia laki-laki maupun perempuan, muhshon maupun ghairu muhshon.

Sedang menurut pendapat Imam Malik dan Ahmad bin Hambal bahwa orang yang berbuat sebagaimana perbuatan kaum Luth itu harus dirajam, baik muhshon maupun ghairu muhshon.

Dan pendapat Imam Syafii yang lain bahwa orang yang di atas atau yang di bawah harus dibunuh sebagaimana yang diterangkan dalam hadis Nabi saw.

Yang termasuk homoseks

Diharamkan pula bersalaman dengan anak yang belum keluar jenggotnya, sekiranya bersyahwat, meskipun sehabis bepergian. Sebagian ulama berkata, “Sebagian orang di kalangan umat Muhammad yang termasuk melakukan perbuatan kaum Luth adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang melihat saja.
  2. Orang yang berjabat tangan dengan sesama jenis dan menimbulkan syahwat.
  3. Orang yang melakukan homoseks.

Lesbian

Rasulullah saw telah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani sebagai berikut:

Tiga macam orang yang tidak akan diterima oleh Allah syahadat mereka bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah, yaitu:

  1. Lelaki yang melakukan homoseks baik yang di bawah maupun yang di atas.
  2. Perempuan yang melakukan lesbian (perempuan yang melakukan hubungan seks sesama jenis) baik yang di atas maupun yang di bawah.
  3. Imam yang tidak adil.

Dalam sebuah riwayat yang diterangkan bahwa Rasulullah telah bersabda:

Jika seseorang perempuan mengadakan hubungan seks dengan sesama perempuan maka termasuk orang yang berzina.

Lesbian itu hukumnya haram dan akan diberi tindakan khusus.

Al Qodhi Abut Thayyib pernah berkata, “Dosa hubungan seks sesama perempuan itu sama dengan berzina.” Al Qadhi Hushain juga berkata, “Dimakruhkan bagi perempuan yang suka sesama perempuan untuk melihat wajah dan bagian tubuh perempuan lain atau tidur bersama, tanpa ada tabir pemisah, begitu juga hukum bagi kaum lelaki yang suka sesama jenis.”

Homoseks Merupakan Perbuatan Zina dan Termasuk Dosa Besar

Hadis Nabi Muhammad SAW tentang Perbuatan Homoseksual

Rasulullah saw telah menegaskan di dalam sabdanya sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Turmudzi dari Jabir bin Abdullah sebagai berikut:

Sesungguhnya perbuatan yang paling aku takuti terhadap umatku adalah perbuatan kaum Nabi Luth.

Imam Thabrani dan Hakim juga telah meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah telah bersabda sebagai berikut:

Allah telah melaknat tujuh orang dari makhluk-Nya dari tingkat langit yang ketujuh, dan kutukan itu diulang-ulang hingga tiga kali untuk masing-masing dari mereka. Padahal satu kali kutukan saja sudah membahayakan mereka, yaitu:

  1. Terlaknat orang yang melakukan homoseks (pelacuran lelaki dengan lelaki).
  2. Terlaknat orang yang menyembelih binatang bukan karena Allah.
  3. Terlaknat orang yang bersetubuh dengan binatang.
  4. Terlaknat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.
  5. Terlaknat orang yang mengawini perempuan beserta anak perempuannya.
  6. Terlaknat orang-orang yang merubah batas-batas tanah.
  7. Terlaknat orang yang mengaku ada hubungan majikan kepada orang yang tidak pernah memerdekakannya.

Imam Ahmad telah meriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda sebagai berikut:

Terlaknat orang yang mencaci ayahnya, terlaknat orang yang mencaci maki ibunya. Terlaknat orang yang merubah batas tanah. Terlaknat orang yang menyesatkan orang buta. Terlaknat orang yang bersetubuh dengan binatang. Terlaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth (homoseks).

Imam Baihaqi telah meriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda sebagai berikut:

“Empat macam orang yang selalu dibenci oleh Allah setiap pagi dan sore.” Aku bertanya, “Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?” lalu beliau bersabda:

  1. Orang-orang lelaki yang menyerupai kaum perempuan.
  2. Kaum perempuan yang menyerupai kaum laki-laki.
  3. Orang yang bersetubuh dengan binatang.
  4. Lelaki yang berzina dengan sesama lelaki.

Dalam riwayat Imam Turmudzi dan Nasa’i juga telah diterangkan bahwa Rasulullah pernah bersabda sebagai berikut:

Allah tidak akan melihat dengan penuh kasih sayang kepada seorang lelaki yang berbuat homoseks atau bersetubuh kepada istrinya melalui duburnya.

Imam Thabranijuga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda sebagai berikut:

Tiga orang yang tidak akan diterima oleh Allah persaksiannya bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, yaitu:

  1. Lelaki yang melakukan homoseks, baik yang diatas maupun yang di bawah.
  2. Perempuan yang mengadakan hubungan seks sesama perempuannya, baik di atas maupun di bawah.
  3. Imam yang tidak adil.

Imam Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi telah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

Orang yang kamu jumpai sedang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah baik orang yang diatas maupun orang yang di bawah.

Riwayat tentang perbuatan homoseks

Ibnu Abbas pernah berkata, “Sesungguhnya orang yang mengerjakan perbuatan kaum Luth jika telah meninggal dunia, maka akan diganti dengan rupa babi di dalam kuburannya.”

Dalam sebuah riwayat diterangkan, “Sesungguhnya Khalid bin Walid pernah mengirim surat kepada Khalifah Abu Bakar bahwa ia menjumpai sebagian orang di perkampungan Arab melakukan sebagaimana perbuatan kaum Luth. Lalu Abu Bakar mengumpulkan para sahabat Rasulullah, termasuk Ali bin Abi Thalib, lalu Ali berkata, ‘sesungguhnya perbuatan ini adalah kesalahan yang tidak pernah dilakukan oleh beberapa umat kecuali satu umat yaitu kaum Nabi Luth. Sungguh kamu telah mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Allah kepada mereka. Aku berpendapat hendaknya kamu membakarnya dengan api.’ Lalu para sahabat yang lain menyepakati pendapat ini, sehingga Khalid bin al Walid membakar mereka sesuai dengan perintah Khalifah Abu Bakar.”

Diriwayatkan pula, sesungguhnya Nabi Isa pernah pergi ke salah satu daerah, lalu bertemu dengan seorang lelaki yang sedang dibakar oleh api. Lalu beliau mengambil air dan dituangkan padanya agar dapat padam. Tapi setelah disiram, ternyata api itu berubah menjadi anak kecil dan orang laki-laki itu menjadi api. Nabi Isa merasa heran, lalu berkata, “Wahai Tuhanku, kembalikan masalah dua orang ini sebagaimana mereka hidup di dunia agar aku dapat bertanya tantang asal mula ceritanya.” Lalu Allah mengabulkan permintaan Nabi Isa dan menghidupkan kembali kedua orang itu, lalu mereka menjadi seorang lelaki dan anak kecil, lalu Nabi Isa bertanya, “bagaimana ceritamu dahulu?” lalu yang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya sewaktu aku di dunia kena cobaan mencintai anak kecil ini, lalu aku melakukan perbuatan keji kepadanya (homoseks), lantaran dorongan syahwat yang sulit kutahan. Kemudian aku mati dan anak kecil ini juga mati, lalu Allah menjadikan anak kecil ini menjadi api yang membakar diriku dan terkadang aku yang dijadikan api yang membakar anak kecil itu, demikianlah siksaan kami hingga datangnya hari kiamat.”