Sifat dan Perilaku Perempuan Yang Tercela

Seorang perempuan haruslah bisa menjaga dirinya dari fitnah serta tidak berbuat durhaka kepada suaminya. Karena Allah akan melaknat seorang perempuan yang tidak berbuat baik pada suami dan selalu melakukan dosa. Ada banyak sekali hadits yang menerangkan tentang tingkah laku perempuan tercela atau durhaka, beberapa diantaranya akan dijelaskan di bawah ini.

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib bersama Siti Fathimah menghadap Rasulullah. Dilihatnya Rasulullah sedang menangis. Kemudian mereka bertanya kepada Rasul, “Apakah yang membuat engkau menangis, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Aku melihat para wanita pada malam aku di isra’ kan ke langit mengalami siksaan berat. Aku ingat nasib mereka dan menangislaah aku.”

Ali bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang engkau lihat?”

Rasulullah bersabda, “Aku melihat:

  • Seorang perempuan yang digantung dari rambutnya dan mendidih otak di kepalanya.
  • Seorang perempuan yang digantung dengan lidahnya dan tangannya dikeluarkan dari punggungnya, sedang cairan aspal panas dituangkan pada tenggorokannya.
  • Seorang perempuan yang digantung dengan dua buah dadanya melalui belakang punggungnya, sedang kayu berduri dimasukkan ke dalam tenggorokannya.
  • Seorang perempuan yang digantung, sedang kedua kaki serta kedua tangannya sampai ke ubun-ubunnya dan beberapa binatang ular dan kalajengking dikuasakan menggigitnya dan mematuknya.
  • Seorang perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api.
  • Seorang perempuan yang wajahnya gelap dan makan usus-ususnya sendiri.
  • Seorang perempuan tuli, buta dan bisu dalam sebuah kotak dari api, darahnya mengalir dari hidungnya dan tubuhnya berbau busuk karena penyakit lepra dan sakit belang.
  • Seorang perempuan yang berkepala babi hutan dan bertubuh keledai. Dia mengalami sejuta macam siksaan.
  • Seorang perempuan yang berbentuk anjing dan beberapa kalajengking dan ular masuk melalui kemaluannya atau mulutnya dan keluar dari duburnya, sedang malaikat-malaikat memukuli kepalanya dengan pemukul dari api.”

Berdirilah Fathimah dan berkata, “Wahai ayah, wahai kegembiraan mataku, ceritakanlah kepadaku amal apa saja yang telah dikerjakan perempuan-perempuan itu?”

Nabi Muhammad bersabda, “Hai Fathimah, adapun perempuan yang digantung dengan rambutnya, maka dia tidak mau menyembunyikan rambutnya dari laki-laki lain. sedang perempuan yang digantung dengan lidahnya, dia selalu menyakiti hati suaminya dengan lidah.”

Kemudian beliau bersabda, “Tidak ada seorang perempuan yang menyakiti suaminya dengan lidahnya kecuali Allah akan menjadikan lidahnya sepanjang tujuh puluh hasta di hari kiamat, kemudian diikatkan ke belakang lehernya.”

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq, dia berkata bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Perempuan manapun yang menyiksa suaminya dengan lidahnya, maka dia mendapat laknat Allah dan kemurkaan-Nya, serta laknat malaikat-malaikat dan manusia seluruhnya.”

Diriwayatkan dari Utsman bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang perempuan yang berkata pada suaminya, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu.’ Kecuali Allah menghapus amalnya selama 70 tahun walaupun dia puasa pada siang harinya dan mengerjakan shalat pada malam harinya.”

Adapun perempuan yang digantung dengan kedua buah dadanya, maka dia telah menyusui anak-anak orang lain tanpa diperintahkan suaminya. Perempuan yang digantung dengan kakinya, adalah perempuan yang keluar dari rumahnya tanpa seizin suaminya dan tidak mandi dari haid dan nifas. Perempuan yang makan tubuhnya sendiri adalah perempuan yang berhiasa diri untuk laki-laki lain dan menggunjing manusia.

Perempuan yang dipotong-potong tubuhnya dengan gunting dari api adalah perempuan yang memperlihatkan tubuhnya. Yakni agar orang-orang dapat melihat perhiasannya dan dia suka setiap laki-laki melihatnya dengan perhiasannya itu.

Perempuan yang diikat kedua kakinya beserta kedua tangannya sampai ke ubun-ubunnya dan beberapa ular dan kalajengking dikuasakan menggigitnya, dia adalah perempuan yang mampu mengerjakan shalat dan puasa, tetapi tidak mau berwudhu, tidak mengerjakan shalat dan tidak mandi janabah.

Perempuan yang berkepala babi hutan, bertubuh keledai adalah perempuan yang suka adu-domba dan berbohong. (Perempuan yang berbentuk anjing adalah perempuan yang suka menyebar fitnah dan membuat jengkel suaminya.”

Wanita Terpuji (Istri Shalihah)

Perempuan shalih merupakan idaman setiap suami (laki-laki), karena istri shalihah merupakan perhiasan terindah. Istri shalihah akan membuat seorang laki-laki bahagia, menyenangkan ketika dipandang, dan tidak bosan untuk bercengkerama.

Istri shalihah merupakan seorang perempuan terpuji dan akan selalu mendapat ridha dari Allah swt.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda, “Sebaik-baik perempuan adalah seorang perempuan yang jika engkau memandangnya dia menggembirakanmu, jika engkau memerintahnya dia akan taat kepadamu dan jika engkau tidak ada dia akan memeliharamu dalam harta bendamu dan dirinya sendiri.” Kemudian membaca ayat Ar rijaalu qawwaamuuna ‘alan nisaa-i, yakni mereka dikuasakan untuk menangani urusan-urusan istri dan mendidiknya.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda, “Seorang perempuan, apabila telah shalat lima waktunya, berpuasa bulan ramadhannya, mmelihara kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dia akan masuk surga dari pintu mana dia mau.”

Nabi Muhammad bersabda, “Seorang perempuan yang shalihah lebih baik daripada seribu laki-laki yang tidak shalih. Perempuan manapun yang mengabdi kepada suaminya selama 7 hari ditutuplah tujuh buah pintu neraka dari dirinya, dan dibuka 8 buah pintu surga baginya serta dia akan masuk dari pintu yang mana dia mau dengan tanpa hisab.”

Diriwayatkan dari Siti Aisyah bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang perempuan yang sedang haid kecuali haidnya itu sebagai penghapus bagi dosa-dosanya yang telah lampau. Jika dalam hari pertama dia membaca: Alhamdulillaahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullaaha min kulli dzanbin (Segala puji bagi Allah dalam segala hal dan aku memohon ampunan kepada Allah dari segala dosa). Maka Allah akan menulis baginya kebebasan dari neraka, dapat lewat di atas Shirath dan aman dari adzab. Dan Allah akan mengangkat derajatnya dengan setiap hari dan malam seperti derajat 40 orang mati syahid apabila berdzikir kepada Allah dalam haidnya.”

Istri Shalihah

Kisah mengenai wanita shalihah

Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang berangkat perang pada zaman Rasulullah. Berkatalah laki-laki itu kepada istrinya, “Janganlah engkau keluar dari rumah ini sehingga aku pulang kepadamu.”

Pada suatu hari ayah perempuan itu sakit, maka dia mengutus seseorang untuk menghadap Rasulullah saw. Rasulullah bersabda, “Suruh dia taat pada suaminya.”

Demikianlah berkali-kali dia mengutus utusan dan tetap diperintahkan Rasulullah supaya taat kepada suaminya.

Taatlah dia kepada suaminya dan tidak keluar dari rumah. Lalu meninggallah ayahnya dan dia tidak dapat melihat ayahnya itu. Dia bersabar atas semua itu sehingga kembali suaminya kepada dirinya.

Lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad bahwa Allah telah mengampuni dosanya sebab taatnya kepada suaminya.

Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Apabila seorang perempuan mencuci pakaian suaminya, maka Allah akan menulis baginya seribu kebaikan, mengampuni untuknya dua ribu kesalahan, memohonkan ampun untuknya segala sesuatu yang matahari terbit dapat menyinarinya dan mengangkat untuknya seribu derajat.”

 

Tugas dan Peranan Wanita Dalam Keluarga Menurut Islam

Alam wanita dalam rumah tangga yang islami, tidaklah sesempit dan segelap seperti yang digambarkan para aktivis wanita, yang berjuang mati-matian untuk emansipasi, padahal mereka sendiri tidak paham maknanya. Bagi wanita islam peranannya bukan sekedar berdiri tekun di dapur dan lumbung saja, tetapi jauh lebih luas dari itu. Mereka adalah instruktur yang amat berjasa dalam mempersiapkan kader pejuang islam di masa depan. Rasulullah bersabda : “Wanita adalah tiang negara, jikalau baik wanita, baiklah negara, jika hancur wanita hancurlah negara.”

Pendidikan anak awalnya adalah oleh ibu dan bapak, terutama ibu. Oleh sebab itu dalam kehidupan islam tidak pernah timbul keperluan akan Play Group. Lembaga seperti ini hanya timbul dalam budaya barat (kafir), atau di kalangan mereka yang bermental munafik. Diantara sebab-sebab timbulnya lembaga seperti ini adalah para ibu sudah tak betah di rumah, atau karena para wanita bekerja, sehingga tidak mempunyai waktu lagi untuk anak. Yang ada dalam islam adalah Maktab atau Kuttab yang biasa dilakukan di mesjid atau surau, atau di rumah guru ngaji. Maktab adalah lembaga tambahan dari pendidikan yang diajarkan orang tuanya di rumah. Di tempat itu putera-puteri islam dididik mengaji Al Qur’an, diajari akhlak, serta hukum-hukum agama.

Di dalam maktab, anak-anak dididik untuk menghayati ayat : “Dan Aku (Allah), tidak jadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. 51;56)
“Katakanlah, sembahyangku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. 3;162)
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja ? Dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (QS. 23;115)

Di dalam islam umur manusia hanya dibagi dua tahap, yaitu sebelum baligh dan sesudah baligh. Apabila seseorang telah baligh, maka ia telah masuk ke ambang dewasa, ia sudah mukallaf (orang yang sudah wajib memikul beban syara dan bertanggung jawab atas segala amalnya). Zaman remaja tidak ada dalam islam. Remaja adalah suatu konsep yang timbul sebagai sesuatu yang artificial (dibuat-buat) dalam budaya kafir barat. Dengan demikian pendidikan di rumah dan maktab itu bertujuan menolong si anak agar bersiap sedia untuk menjadi seorang dewasa, supaya mereka siap memikul kewajiban risalah, membela Al Islam dan bersegera menuju ampunan dan rahmat Allah. Karena hidup ini bukan untuk dihabiskan dalam main-main, tetapi merupakan suatu ujian, suatu perjuangan, yang hasilnya akan dirasakan setelah mati nanti.

Ya, wanita muslimat, pelitanya kehidupan ini. Rumah bukanlah suatu terongko atau penjara gelap, tetapi rumah baginya ialah tempat berteduh ia dengan suami dan anak-anak serta kerabat lainnya. Tempat mereka berlindung dari hujan, panas, badai serta dari gangguan manusia dan hewan. Disitu dia tinggal, memelihara kehormatan dirinya, memelihara harta suami dan menjaga anak-anaknya.

Dalam kehidupan islam, muslim (muslimat) erat kaitannya dengan mesjid. Mesjid merupakan bagian dari hidup mereka, maka seorang wanita yang shalih, bersama-sama suaminya ia akan berusaha menciptakan rumah mirip dengan suasana mesjid. Rumahnya bernuansa tenang lagi nyaman, membawa ketenangan jiwa dan kekhusuan beribadat kepada Allah. Dia bersihkan rumahnya dari hal-hal yang bisa menyebabkan malaikat rohmat tak mau masuk, yaitu perkara-perkara seperti gambar-gambar, arca-arca, serta musik-musik yang melalaikan jiwa dari mengingat Allah.

Kalau laki-laki muslim dituntut untuk shalat berjamaah di mesjid, maka bagi wanita rumah itulah sebagai ganti mesjid baginya, karena wanita lebih afdhol shalat di rumah dari pada di mesjid. Mereka asyik tenggelam dalam kesyahduan tilawah Al Qur’an, mereguk nikmat berdzikir dan melaksanakan amal ibadah lain yang membawa ketenteraman jiwa. Dia menggunakan waktu lapangnya untuk membaca kitab-kitab agama, menambah wawasan ilmunya, dan memperbaiki amalnya. Serta saling berdiskusi, saling menasihati dalam segala hal dengan suaminya.

Sungguh berbahagia seorang lelaki muslim yang dipertemukan Allah dengan seorang wanita shalihah. Karena walaupun waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah, ia masih tetap sempat menambah ilmunya, isterinyalah yang mengajari. Isterinya memberikan kesimpulan dari berbagai macam ilmu agama yang dia telaah di saat suaminya bekerja. Rahmat Allah akan sangat melimpah untuk keluarga ini.

Wanita shaleh akan menceritakan kisah-kisah teladan kepada anak-anaknya. Diceritakan bagaimana para pejuang islam berjuang membela agamanya, bersimbah darah dan mengorbankan nyawanya demi kejayaan islam. Mereka membantu anak-anaknya mencintai islam, mereka mendidik agar anaknya tersebut berakhlak seperti rasul.
Insya Allah, di rumahnya akan menjadi tempat turunnya ketenangan jiwa yang selama ini didamba setiap orang. Serta menjadi benteng teguh, pelindung dari fitnah akhir jaman yang banyak terdapat di luar rumah.

Bagi suaminya, rumah adalah tempat dia memperbanyak amalan sunat, tempat ia mengumpulkan kekuatan kembali menuju jalan Allah. Berjihad menegakkan kalimah Allah. Ya Allah, jika tidak ada wanita shalihah, maka runtuhlah sendi kekuatan umat ini.

Alangkah ruginya seorang suami, apabila setelah letih bekerja mencari nafkah, dia tidak menemukan suasana mesjid di rumahnya. Malahan rumahnya menjadi tempat syaitan-syaitan bersarang dan beranak-pinak.

Bagi anak gadis, rumah merupakan tempat ia belajar menjadi seorang istri yang baik, yang di damba setiap mukmin. Di rumah ia belajar menjadi penolong suami di jalan Allah, ibu dan pengasuh bagi anak-anaknya nanti. Ia belajar secara informal dengan memperhatikan, meneladani dan menolong ibunya atau wanita-wanita lain yang lebih tua dari dirinya. Ia belajar segala hal yang diperlukan oleh seorang wanita dalam mengarungi hidup.

Dalam budaya islam sama sekali tak perlu membuang uang banyak untuk mendidik anak terampil di rumah tangga. Seorang mukminat, wanita yang masih tersimpan mutiara iman didadanya, tentu ia akan senang hati menerima aturan islam untuk tetap tinggal di dalam rumah, dan menjalankan tugas-tugasnya. Ia akan merasakan lezatnya tinggal di lingkungan Hijab, menolong dan membina budaya islam, serta dalam lindungan suaminya. Peranannya tidak kurang penting dari seorang mujahid yang berjuang mati-matian membela agama islam.

Gerakan emansipasi terjadi di lingkungan masyarakat yang kaum prianya tidak taat kepada Allah, berhati lemah, dayust, dan tidak menegakkan hukum Allah dalam kehidupan rumah tangganya. Sehingga istrinya tidak merasakan lezatnya tunduk patuh terhadap suami, bahkan ia merasa ingin melebihi suami dalam bidang yang seharusnya menjadi hak suami. Dia akan menentang apa yang dianggapnya sebagai “Malo Chauvinism” dan dominasi kaum lelaki.

Itulah sedikit gambaran dalam Al-Hijab. Benarlah sabda Nabi Muhammad SAW. “Sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita yang shalehah” (HR. Muslim)

Dirangkum oleh Ustadz M. Aas Satibi (pondok pesantren Pulosari Leuwigoong Kab. Garut) dari berbagai macam kitab fikih

Peringatan Untuk Kaum Wanita Muslimat

Wahai kaum muslimat, jalan surga bagimu memang terbuka lebar jika kamu mentaati Allah, rasulnya, Ulil Amri kaum mukminin. Tetapi jika kalian membantah aturan yang telah ditetapkan islam, api neraka pun tidak akan segan untuk menghancurkan tubuhmu. Kalau kalian ingkar, maka bukan lagi kecantikan diatas bidadari yang kau dapatkan, tetapi hanya gelegak api nerakalah yang kau dapat, yang satu jilatannya mengenai telapak kakimu saja, mendidihlah otakmu. Disana kalian dipaksa meminum darah yang bercampur nanah (QS. 14:16), diberi minuman dari cairan yang mendidih menghancurkan isi perut (QS. 47:15), atau cairan (lelehan) logam yang menghanguskan muka (QS. 18:29).

Didalamnya kalian merintih-rintih tersiksa, tubuhmu cacat tak seelok dulu. Kalian akan dipaksa malaikat untuk tidur di atas tikar api, dan api tersebut sangat bergejolak panas menutup tubuhmu (QS. 7:41). Hatimu hangus, kulit kepalamu terkelupas, kalau kau lapar makananmu adalah Zaqum, lalu perutmu akan mendidih bergelegak tak ubahnya seperti kotoran minyak panas. Kau tersiksa berabad-abad lamanya.

Pendapat dari Hadist

Rasulullah saw. bersabda : “Diperlihatkan padaku surga, aku lihat yang paling banyak penghuninya adalah kaum fakir, dan diperlihatkan kepadaku neraka, aku lihat banyak dihuni kaum wanita.”

Wahai kaum muslimat…
Kenanglah peringatan ini, agar tubuhmu selamat dari kemurkaan Allah :

1. Rasulullah saw. Bersabda : “Pertama urusan yang akan ditanyakan kepada istri di hari kiamat nanti ialah mengenai shalatnya. Dan mengenai suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya dengan baik atau tidak).”

2. Imam Thobroni menceritakan bahwa seorang istri tidak dianggap menjalankan kewajibannya kepada Allah, hingga ia menjalankan kewajiban kepada suaminya. Seandainya suami memintanya (untuk digauli) sedang dia berada diatas punggung unta, maka ia tak boleh menolak.

3. Rasulullah bersabda : “Apabila wanita lari dari rumah suaminya, maka tidak diterima shalatnya, hingga ia kembali dan mengulurkan tangannya kepada suaminya (minta maaf).”

4. Rasulullah bersabda : “Mana-mana perempuan yang memakai wangi-wangian, kemudian ia keluar melintasi kaum lelaki yang bukan muhrim, agar tercium bau harumnya, maka ia adalah perempuan dosa, dan tiap-tiap mata yang memandangnya itu dosa.” (HR. Ahmad, Thabrani, Baihaqi, Hakim)

5. Haram bagi wanita melihat laki-laki, sebagaimana haramnya laki-laki melihat wanita yang bukan muhrim (maksudnya menatap, memperhatikan tanpa ada keperluan yang diizinkan syara, lagi bukan karena tak sengaja), kecuali menuntut ilmu dan jual beli.

6. Bersumber dari Salman Al Farisyi ra, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah berkata, tak ada seorang istri yang memandang kepada selain suaminya dengan syahwat, kecuali kelak di hari kiamat matanya akan dipaku.”

7. Rasulullah bersabda : “Allah telah menciptakan tujuh puluh ribu malaikat di langit dan di dunia yang bertugas melaknati setiap istri yang berkhianat di dalam harta suaminya. Dan kelak di hari kiamat ia bersama-sama para tukang sihir, dan peramal nasib.” Bersumber dari Abu Ayyub Al Anshory ra.

8. Bersumber dari Umar Bin Khatab ra, ia berkata. Rasulullah bersabda : “Istri manapun yang mengeraskan suara melebihi suara suaminya, maka ia akan mendapat laknat dari segala sesuatu yang tersinari matahari”

9. Bersumber dari Salman Al Farisyi. Rasulullah bersabda : “Istri manapun yang berhias dan mengenakan wewangian, kemudian ia keluar rumah tanpa izin suaminya, maka berarti ia berjalan di dalam kemurkaan Allah dan benci-Nya, hingga ia pulang.”

10. Rasulullah bersabda : “Perempuan yang melabuhkan pakaiannya dalam keadaan berhias (bukan untuk suami dan muhrimnya), adalah gelap gulita pada hari kiamat, tiada cahaya baginya.” (HR. Tirmidzi)

11. Rasulullah bersabda : “ Mana-mana wanita yang bermasam muka, menyebabkan tersinggung hati suaminya, wanita itu dimurkai Allah, hingga ia bermanis muka dan tersenyum mesra kepada suaminya.”

12. Hendaklah istri berpuas hati (rela) dengan suaminya, yang telah dijodohkan Allah, baik si suami itu miskin atau kaya.

13. Ibnu Umar berkata : “Apakah hak suami atas istri?” Rasul menjawab : ”Engkau tunaikan hajatnya sekalipun engkau diatas punggung unta, jangan berpuasa sunat melainkan seizin suami, kalau kamu berpuasa juga, maka pahalanya untuk suami dan dosa untuk istri. Jangan keluar melainkan dengan izin suaminya, jika keluar juga, maka dilaknat oleh malaikat rahmat dan malaikat azab, hingga ia kembali ke rumah. “

14. Rasulullah bersabda : “Tidak boleh seorang istri mengerjakan puasa sunat, kalau suaminya ada di rumah, serta tidak seizin suaminya, dan tidak boleh ia memasukkan seorang lelaki ke rumah tanpa izin suaminya.”

15. Bersumber dari Aisyah ra, ia berkata Rasulullah saw bersabda : “Jika seorang istri berkata kepada suaminya. Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikanmu. Maka sia-sialah segala amalnya. (HR. Ibnu Adi & Ibnu Asakir). Walaupun kenyataannya suami seperti itu, si istri harus puasa mulut (tidak bicara), Allah nanti akan menggantinya dengan surga. Jadi jangan rugi dunia akhirat.

16. Bersumber dari Saad Bin Abi Waqqas, ia berkata. Aku mendengar Rasulullah bersabda :”Sesungguhnya istri jika tidak ikut melapangkan kesempitan suaminya, maka ia akan mendapat laknat dan murka Allah, serta kutukan malaikat.”

17. Sabda Rasulullah : “Apabila suami memanggil istrinya tidur, tetapi ia menolaknya, maka wanita itu tidur dalam laknat malaikat hingga pagi”. (HR. Bukhori Muslim)

18. Abu Bakar Ash Shidiq mengatakan, aku mendengar Rasulullah bersabda :“Wanita-wanita yang menggunakan lidahnya untuk menyakiti hati suaminya, ia akan mendapat laknat dari Allah, malaikat dan juga seluruh manusia.”

19. Keterangan dalam kitab Muhimah, Syekh Abdullah bin Abdul Rahim, bahwa termasuk durhaka istri jika :

a. Menghalangi suami dari bersuka cita dengan dirinya, baik untuk bersetubuh maupun menyentuh bagian tubuhnya.
b. Keluar rumah tanpa izin suami, baik ketika suami ada di rumah atau tidak
c. Enggan berhijrah bersama suaminya. (Hijrah : Pindah ideology dari Thogut ke Islam, Pindah dari tempat kafir ke tempat islam, pindah pola pikir, jalan hidup, dll.)
d. Mengunci pintu, tak mengizinkan suaminya masuk.
e. Bermasam muka di hadapan suami.
f. Minta thalaq (tanpa izin syariat).
g. Berpaling / membelakangi ketika bercakap.
h. Menyakiti hati suami baik, dengan sikap atau lisan.
i. Meninggalkan tempat tidur.
j. Memasukkan orang yang tidak disukai suami kerumahnya.

20. Dari Ali bin Abi Thalib, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Tiga golongan dari umatku akan mengisi jahanam selama tujuh kali umur dunia, mereka itu adalah orang yang gemuk kurus (wanita yang gemuk / sehat tubuhnya, tapi malas ibadatnya), orang yang berpakaian telanjang (wanita yang banyak pakaiannya, tetapi tak taat pada aturan agama, berpakaian tipis atau terlalu ketat, sehingga orang bisa melihat tubuhnya). Serta orang alim jahil (ulama yang menghalalkan yang haram, karena kepentingan duniawi.”

21. Rasulullah bersabda : “Aku melihat api neraka, tidak pernah melihatnya seganas hari ini, ada pemandangan yang amat dahsyat di dalamnya. Telah aku saksikan bahwa kebanyakan ahli neraka ialah perempuan. Rasulullah ditanya, mengapa mereka ya Rasulullah ? Dia menjawab, mereka wanita yang mengkufuri kebaikan suaminya. Jika suami berbuat baik kepada istrinya, si istri merasa belum puas dan tidak pernah merasa cukup, betapa pun banyaknya kebaikan suami.” (HR. Bukhari)

22. Sabda Nabi Muhammad saw, “Kebanyakan dari ahli-ahli neraka ialah wanita. Mendengar ini kaum wanita banyak yang menangis, lantas salah seorang dari mereka bertanya. Mengapa mereka jadi demikian ? Apakah karena mereka berzina ? Atau membunuh anak ? Atau kafir ? Nabi menjawab : Tidak ! Mereka shalat, puasa, mengaji, tetapi tidak bersyukur atas nikmat suaminya. Sesungguhnya tiap-tiap kamu dalam nikmat suaminya.”

23. Sayyidina Ali meriwayatkan hadist sebagai berikut : “Suatu hari aku (Ali) bersama istriku (Fatimah) masuk ke dalam rumah Rasulullah, tatkala pintu diketuk, bertanya Rasul. Siapakah Siti Fatimah ? menjawab Fatimah : Saya dan suami saya Ali, hamba datang hendak menghadap ayahku ya Rasulullah. Maka tatkala pintu terbuka, kami dapati Rasulullah sedang menangis teramat sangat. Ya Rasulullah apakah yang membuatmu menangis ? Rasul menjawab : Bahwa sesungguhnya aku telah melihat, pada malam aku diangkat ke langit (Mi’raj), beberapa dari umatku, kebanyakan wanita yang disiksa teramat sangat karena besarnya kesalahan mereka di dunia. Karena itulah aku menangis.

Aku bertanya: Bagaimana keadaan mereka itu ? Rasul menjawab : Aku melihat seorang wanita yang digantung dengan lidahnya, dan api neraka yang sangat panas itu dituangkan ke dalam lehernya. Aku melihat pula seorang wanita yang tergantung atas kedua kakinya dalam keadaan terikat lagi terlipat, malaikat menyiksa dia dengan cara mengeluarkan tangan dari bagian belakangnya, kemudian badannya dilumuri minyak dan air panas, dituangkan ke dalam tenggorokannya. Aku melihat wanita yang tergantung atas dua susunya, dan buah zaqum (buah neraka) itu dipaksa dimasukkan ke dalam mulutnya, amat pahit buah itu. Bila mereka memakan pohon (buah zaqum) itu, niscaya menggelegaklah seluruh isi perutnya, begitu pula otak dan gusi mereka, keluar lidah api dari mulutnya. Aku melihat seorang wanita yang digantung, sedang ia memakan dagingnya sendiri, dan api neraka menyala-nyala dibawahnya.

Aku melihat seorang wanita yang digantung, kakinya oleh malaikat diikatkan pada susunya, dan susunya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian didatangkan beberapa ekor ular dan kalajengking, kemudian binatang-binatang itu memakan daging wanita dan menghisap darahnya. Aku melihat seorang wanita digantung dalam keadaan buta, tuli lagi bisu dalam tenggorokannya menyala api neraka, dari kepala otaknya mengalir ke dalam hidung, seluruh tubuhnya berbau busuk, dia berputar-putar seperti kena penyakit yang berat. Aku melihat seorang wanita yang tergantung, sedang badannya dipotong-potong sampai belakangnya dengan gunting dari api neraka. Aku melihat pula seorang wanita tergantung dalam keadaan hitam, seluruh muka dan susunya, api neraka memakan isi perutnya.

Aku lihat juga seorang wanita digantung, sedang kepalanya seperti babi, tubuhnya seperti keledai dan diatasnya beribu-ribu warna dari azab. Aku melihat seorang wanita digantung, sedang wajahnya mirip anjing dan api neraka masuk dari bawah duburnya tembus sampai keluar dari mulutnya, dan malaikat memukul kepala serta badannya dengan pemukul dari api neraka. Sayyidina Ali berkata : Maka Siti Fatimah berdiri menghampiri Rasulullah saw, lalu berkata : Hai kekasihku, cahaya mataku, kabarkanlah kepadaku atas dosa apa hingga mereka disiksa sedemikian rupa ? Maka Rasulullah berkata :

• Adapun wanita yang tergantung pada rambutnya adalah wanita yang tidak mau menutup rambutnya dari pandangan lelaki yang bukan muhrimnya.
• Adapun wanita yang tergantung pada lidahnya adalah wanita yang menyakiti suaminya.
• Adapun wanita yang tergantung atas dua susunya adalah wanita yang memberikan air susunya kepada anak orang lain (bukan anak kandung) tanpa izin suami.
• Adapun wanita yang tergantung pada kedua kakinya sedang di dalam kerongkongannya membara api neraka adalah wanita yang keluar dari rumah tanpa izin suaminya.
• Adapun wanita yang tergantung dan memakan tubuhnya sendiri, sedang api neraka menyala dibawahnya adalah wanita yang berhias untuk orang lain, sedang untuk suaminya ia tidak mau berhias.
• Adapun wanita yang tergantung dan kedua kakinya diikat pada susunya sedang susunya ditarik diikatkan ke ubun-ubun, tubuhnya di makan ular dan kalajengking lagi dihisap darahnya adalah wanita yang tak hendak bersuci badannya, dan tak hendak mandi dari janabat, haid, nifas dan meringan-ringankan shalat.
• Adapun wanita yang tergantung dengan kepala seperti babi, berbadan seperti himar adalah wanita pengadu lagi pendusta.
• Adapun wanita yang tergantung berwajah seperti anjing keluar api dari mulutnya, masuk api neraka lewat duburnya adalah wanita pembangkit (membuat kesal) manusia dan pendengki.

24. Asma binti Khanyah Fazari diriwayatkan telah menasehati puterinya, di saat puterinya menikah.
“Wahai anakku, berbaktilah engkau kepada orang yang belum engkau kenal betul (itulah suamimu). Jadilah engkau tanah bagi suamimu (taat perintahnya yang baik), niscaya ia akan menjadi langit bagimu (tempat berlindung). Jadilah engkau sebagai lantai, supaya ia bisa menjadi tiang. Jangan engkau bebani ia dengan berbagai kesukaran, karena kalau demikian mungkin ia akan meninggalkanmu. Kalau ia mendekatimu, dekatilah ia dengan baik. Peliharalah dengan baik hidungnya, pendengarannya, matanya, dll. Janganlah suamimu mencium sesuatu darimu, melainkan keharuman (dianjurkan sekali istri memakai wewangian). Jangan pula ia mendengar melainkan yang enak. Jangan pula ia melihat melainkan yang indah-indah saja pada dirimu.”

25. Para ulama banyak yang menekankan agar wanita :
a. Mengekalkan malu suaminya.
b. Menundukkan mata ketika beradu pandang.
c. Mengikuti kata-kata dan suruhannya (selama tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah).
d. Mendengar dan diam ketika suami berkata.
e. Berdiri menyambut kedatangan suaminya.
f. Berdiri mengantar kepergiannya.
g. Hadir bersamanya ketika masuk tidur.
h. Memakai harum-haruman untuk suami.
i. Membersihkan dan menghilangkan bau mulutnya untuk suami.
j. Tidak berkhianat ketika suaminya pergi.
k. Memuliakan keluarga suaminya.
l. Memandang pemberian suami yang kecil lagi sedikit sebagai pemberian yang besar dan banyak.
m. Ketahuilah, surga dan neraka bagi seorang wanita tergantung dari pada ridho atau tidaknya suami terhadap istri.
Wahai kaum muslimat…

Boleh jadi engkau sempit nurani membaca semua peringatan ini, boleh jadi engkau merasa rugi dijadikan Allah sebagai seorang perempuan, karena harus memikul beban yang berat.

Kami katakan, justru engkaulah makhluk yang beruntung lagi dikasihi Allah. Bacalah hadist di bawah ini, niscaya engkau akan banyak bersyukur kepada Allah karena dicipta sebagai wanita.

Pada suatu hari Rasulullah saw, datang melewati anaknya Fatimah Az Zahra, didapatinya Fatimah sedang menangis, maka Rasul bertanya : “ Apakah yang membuat engkau menangis wahai Fatimah?” Kata Fatimah : “Wahai ayahku, aku menangis disebabkan keletihan yang tak terkirakan karena mengisar tepung dan menyediakan keperluan rumah tangga. Sekiranya ayah menyuruh Imam Ali membeli seorang wanita suruhan, tentu itu merupakan suatu pemberian yang besar artinya bagiku.”

Mendengar perkataan itu hati Rasulullah terharu, hingga berlinang air mata baginda. Lalu baginda duduk dekat alat pengisar itu, lalu mengambil segenggam gandum dan melafadkan Basmalah. Tatkala Rasulullah memasukkan gandum ke dalam alat pengisar, maka bergeraklah alat itu dengan sendirinya, sambil memuji Allah dalam bahasa yang amat indah dan suara yang merdu, hingga habis semuanya dikisar. Lalu baginda Nabi berkata : “Diamlah wahai engkau alat pengisar!”. Waktu itu Allah mengizinkan alat pengisar untuk bisa berkata.

“Demi Allah yang telah menghantarkan kamu dengan kebenaran sebagai Rosul, membawa berita gembira dan diberi amanah. Aku tidak akan diam selagi engkau tidak memberi jaminan dari Allah untuk menempatkan aku di dalam sorga dan menjauhkanku dari neraka.”

Rasulullah berkata : “Kau adalah batu, namun kau takut dengan api neraka.”

Alat pengisar berkata : “Wahai Rasulullah, aku mendengar kata-kata ini dalam Al Qur’an. “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia yang durhaka dan batu yang disembah (dijadikan berhala). Diatasnya terdapat malaikat yang garang dan panas, yang tak ingkar kepada perintah Allah.” (At-Tahrim ayat 6)

Maka Rasulullah berdo’a untuk keselamatan batu itu. Selesai berdo’a turunlah Malaikat Jibril dan berkata : “Wahai Muhammad, Tuhan yang untuk-Nya segala Puji lagi Maha Tinggi, mengirim salam dan penghormatan kepadamu dan berpesan kepadamu, berikanlah batu itu keselamatan dari api neraka, dan meletakkannya di antara batu-batu sorga, di dalam mahligai Fatimah, di mana ia bercahaya seperti matahari bercahaya di siang ini. “ Lalu disampaikanlah berita itu kepada batu.

Baginda memandang Fatimah dan berkata : “Wahai Fatimah, sekiranya begitu kehendak Allah, pengisar ini bisa bekerja otomatis setiap hari. Tapi Allah ingin mencatatkan untukmu perbuatan baik dan meninggikan derajatmu karena tanggung jawabmu yang berat itu. Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang berpeluh ketika membuat roti, Allah akan membina tujuh parit (sebagai dinding) antara dia dan api neraka, jarak antara parit adalah sejauh jarak langit dan bumi”.

“Wahai Fatimah, setiap wanita yang berair matanya ketika memotong bawang untuk suami dan keluarganya, Allah akan mencatatkan untuknya pahala seperti pahala orang yang menangis karena takutkan Allah.”

“Wahai Fatimah, setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak helai-helai benang yang dibuat dan menghapus seratus perbuatan jahat.”

“Wahai Fatimah, bagi wanita yang menganyam benang buatannya, Allah akan menentukan tempat yang khas untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

“Wahai Fatimah, Bagi setiap wanita yang memintal benang dan merajut untuk anak-anaknya, maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang lapar, dan pahala orang yang memberi pakaian kepada seribu orang telanjang”.

“Wahai Fatimah, setiap wanita yang meminyaki rambut anaknya, menyisir, mencuci pakaian mereka dan memandikan tubuh anak-anaknya, Allah akan mencatatkan baginya pahala pekerjaan baik sebanyak helai-helai rambut anak-anaknya, dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan yang jahat, dan dibuatnya diri dia berseri-seri di mata orang yang memperhatikan.” (Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh)

Wahai kaum wanita, tetaplah kamu memegang agama ! Allah hanya memberikan dua pilihan bagimu. Bertakwa kepada Allah dengan segala konsekwensinya, atau ingkar kepada Allah dengan segala akibatnya. Selain itu, tidak ada.

Dirangkum oleh Ustadz M. Aas Satibi (pondok pesantren Pulosari Leuwigoong Kab. Garut) dari berbagai macam kitab fikih

Keutamaan dan Kedudukan Wanita Dalam Islam

Bersabda Rasulullah saw, : “Dunia adalah kesenangan sementara, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita yang shalihat.” (HR. Muslim) Wanita shalihat adalah sebaik-baik perhiasan dunia, karena darinya lah akan lahir generasi baru yang shalih, mukmin yang konsekwen dengan ajarannya, dan siap dengan segala resiko demi meninggikan kalimah Allah.

Seorang tokoh Yahudi pernah berucap “Jika kalian (kaum yahudi) ingin menghancurkan kekuatan islam, hancurkanlah moral kaum wanita mereka. Adalah suatu hal yang percuma jika kalian mengambil jalan membunuh kaum lelaki mereka untuk menghancur leburkan islam. Karena jika di dunia ini masih terdapat seorang wanita yang berpegang teguh pada ajaran islam, dari dia lah akan muncul kembali pembela-pembela islam yang bekerja keras menegakkan agamanya.”

Dari pernyataan di atas jelaslah bagi kita bahwa kaum wanita berperan besar atas tumbuh tegaknya ajaran Allah ini.

Wahai kaum muslimah…..
Keibuan adalah rahmat yang berhubungan erat dengan nubuwah yang sifat ihsannya ialah sifat ihsan nabi sendiri.
Para ibu adalah pembentuk jalan yang akan dilalui kaum lelaki.
Dengan rahmat keibuan, lebih matanglah pribadi bangsa-bangsa.
Garis-garis di kening bunda menentukan kualitas kita dalam hidup ini.
Dia yang karenanya Allah berfirman : “Jadilah kehidupan.”
Memberi isyarat : “Surga ada di bawah telapak kaki ibu.”
Di dalam memelihara rahim jua, kehidupan umat menjadi sejahtera.
Kalau tidak (karena muslimat), kehidupan menjadi mentah.
Ambillah contoh dari wanita desa.
Yang gemuk, tak cantik, bahasanya tidak halus.
Sakitnya menjadi ibu telah meluluhkan hatinya.
Lipatan-lipatan muram memilukan telah melengkung di bawah kelopak matanya.
Tetapi andaikata dari dadanya, umat ini menerima sebagai muslimah yang begitu cinta terhadap islam, hamba Allah yang setia.

Maka, Segala kesakitan yang ditanggungnya akan menjadi benteng kehormatan agama.
Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, dia menerima qada qadarnya. sambil terus berjuang dengan gigih, serta diiringi do’a.
Kemudian contohnya wanita yang semampai, dada merekah, berbaju ketat, kerling matanya mempesonakan.
Fikirannya gilang gemilang dengan cahaya budaya barat.
Lahirnya dia adalah wanita jelita.
Batinnya bukan lagi seorang wanita shaleh.
Ia telah memutuskan tali ikatan yang memelihara keselamatan kaum muslimin.
Kecantikannya telah terburai semua, kebebasannya membangkitkan……!
Ia sama sekali tak tahu malu, ilmunya tak cukup untuk menanggung beban keibuan.
Didadanya tak ada cahaya iman, gelap gulita.

Akh…..alangkah lebih baiknya kuntum mawar ini tak pernah tumbuh di taman sari kita……jauh….!
Kekayaan suatu kaum, hai saudara yang budiman, tidaklah terletak pada sutera yang bagus dan halus. Tidak pula dalam timbunan emas dan perak.
Tetapi ia terletak pada putera-puterinya yang bersih, lagi kuat tubuhnya, luas pikiran, bertakwa kepada Allah.
Para ibu pemelihara Nur kenabian.
Pemelihara kekuatan Al Kitab dan umat.
Wahai kaum muslimat yang jilbabnya menjadi tirai pemelihara kehormatan kami.
Suatu rahmat bagi kami, apabila dirimu menjadi kekuatan agama.
Bibir putera-puteri kami menerima susu dari dadamu.

Mereka kau ajarkan ucapan Lailahailllallah
Syariatnya, karena cintamulah yang mempola pemikiran kami, amalan kami, kata-kata kami, dll.
Wahai pemelihara nikmat syariat Allah, marilah kita sama-sama untuk meluangkan waktu memikirkan masa depan yang abadi.
Peliharalah kesucian ibu negeri umat ini ! Jangan hanya memikirkan kehidupan untung dan rugi di dunia.

Wahai kaum muslimin…
Waspadalah terhadap kerusakan zaman, dan dekaplah erat anak-anakmu kedadamu. Seperti pepatah mengatakan anak-anak burung di padang rumput ini belum tumbuh bulu untuk bisa terbang, telah jatuh dari sangkarnya yang hangat dan nyaman.
Bulatkanlah tekad, untuk bergelut memerangi nafsu dirimu…
Tauladanlah sempurnanya akhlaq Siti Fatimah.
Meskipun semua menaati perintahnya, namun ia menenggelamkan irodatnya ke dalam keridhoan suaminya yang shalih.
Terdidik tabah dan rendah hati, sedang bibirnya mentilawah kitab suci.
Ia memutar kisaran gandum dirumahnya.

Wahai muslimah…
Kenanglah selalu Siti Fatimah, agar dahanmu membuahkan Sayyidina Hasan & Husen.
Wahai kaum muslimat…..
Tolonglah kami dengan akhlaq baikmu !
Sejarah membuktikan bahwa seorang wanita yang baik (shalehah) akan melahirkan bangsa yang besar.
Kenanglah Ismail ! Dia rela dipenggal kepalanya, demi ketinggian kalimah Laiahaillallah, dia terlahir dari seorang ibu yang shalehah, istri seorang nabi pula.
Kenanglah Siti Maryam ! Seorang wanita suci, yang belum pernah terjamah tubuhnya oleh lelaki. Dia melahirkan nabi Isa, dan ia pun terlahir dari perut ibu shaleh, yang menazarkan apa yang dikandungnya untuk ketinggian nama Allah. (QS. 35-48)

Kenanglah Fatimah Az Zahro ! Seorang wanita teladan umat, dia terlahir dari seorang bunda yang taqwa, Siti Khadijah, dia seorang mujahidah yang tabah.
Ya, dari seorang wanita shalih lah kita bisa mengharap tumbuhnya generasi baru pengibar bendera tauhid, pembawa amanat & risalah Allah seperti tertera dalam QS. 5:54.
Beruntunglah engkau wahai kaum wanita…

Jika engkau mau bernaung di bawah kesucian islam, kau relakan dirimu diatur oleh keindahan agama Ilahi
Kau jadikan rumah sebagai madrasah jihad bagi anak-anakmu (bukan jihad bom bali, itu salah besar)
Mereka kau ajari kalimah Lailahaillallah.
Mereka kau didik mencintai syariat islam.

Maka…..
Setiap anak-anakmu berpeluh letih di jalan Allah.
Setiap mereka tegak berdiri menyembah Allah (shalat).
Setiap darah mereka menetes dari luka Qital Fisabilillah.
Bagimu juga pahala sebagaimana mereka mendapat pahala, karena engkau ibunya.
Karena engkaulah, mereka dapat merasakan kasih sayang Allah.

Betapa baiknya Allah kepadamu, Dia limpahkan pahala yang berlipat ganda bagi setiap baktimu di rumah tangga. Simaklah hadist tentang nasihat Rasulullah kepada Fatimah Az Zahra :“ Ya Fatimah, apabila seorang perempuan itu mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Dan Allah mencatat baginya tiap-tiap hari seribu kebajikan, dan menghapuskan daripadanya seribu kejahatan.
Apabila ia mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah, yakni perang sabil.
Apabila ia melahirkan anak, maka keluarlah ia dari pada dosanya sebagaimana keadaan dia pada saat ibunya melahirkannya untuk orang beriman (dosanya dihapus hingga bersih)

Ya Fatimah…
Mana-mana perempuan yang berkhidmat (melayani) suaminya dengan niat yang benar (semata-mata karena Allah), maka keluarlah ia dari pada dosa-dosanya seperti keadaan dia ketika dilahirkan ibunya, dan tiadalah ia akan membawa dosa sedikit pun ketika mati. Dan dia akan mendapati keadaan kuburnya sebagai sebuah taman dari taman-taman surga, Allah mengaruniakan seribu pahala haji & umroh baginya, serta beristighfar baginya seribu malaikat hingga kiamat. Begitu mulianya seorang wanita muslimat yang mau diatur oleh agama Allah. Allah memakaikan padanya pakaian yang hijau, dan dicatatkan baginya pada tiap-tiap helai bulu atau rambut di tubuhnya seribu kebajikan. Dan Dia mengaruniainya seribu haji dan umroh.

Ya Fatimah….
Barang siapa perempuan yang menghamparkan hamparan atau tilam, atau membereskan rumah untuk menyenangkan hati suaminya, maka menyerulah penyeru dari langit : Hadapilah amalmu (teruslah beramal), Allah akan mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang.

Ya Fatimah…….
Barangsiapa perempuan yang meminyaki rambut suaminya, janggutnya, memotong kumisnya, dan mengerat kuku suaminya, maka Allah kelak akan memberinya minum dari arak anggur yang bening lagi terpateri tak pernah disentuh siapa pun. Dan minuman dari pada sungai-sungai di sorga, dan diringankan Allah baginya sakaratul maut, serta akan didapati kuburnya menjadi sebuah taman dari pada taman-taman sorga, mencatatkan Allah baginya kelepasan dari neraka, selamatlah ia melewati titian Shirotol Mustaqim.”
(Terdapat dalam buku Syarah Uqudul Lujain, dikutip dari buku Al Hijab Hal 69-70, Dewan Pustaka fajar Malaysia, 1984.)

Wahai Muslimat………..
Alangkah bodohnya dirimu jika berpaling dari pangkuan islam.Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud. Rasulullah bersabda, ““Apabila seorang perempuan mencuci pakaian suaminya, maka Allah catatkan baginya seribu kebajikan, dan mengampunkan baginya seribu kejahatan serta mengangkat baginya seribu derajat, tiap-tiap yang terkena sinar matahari beristighfar untuknya.” (Al Hijab hal.70)

Dari beberapa kisah diatas, kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa di dalam ajaran islam ketinggian derajat wanita tidaklah diukur dari sudut besar kecilnya pendapatan di luar rumah, dari jabatannya, dari cara hidup yang kebarat-baratan, dll. Tetapi ketinggian derajat wanita dilihat dari sudut taqwanya kepada Allah, serta setianya kepada ajaran islam.

Dalam peradaban barat, seorang wanita dipandang maju apabila ia memainkan peranan lelaki. Oleh sebab itu di barat (negara mayoritas kafir) sifat keibuan dicemooh, peranan wanita sebagai pengatur rumah tangga, mendidik anak dengan keindahan budi pekerti dipandang hina oleh mereka, dimana mempunyai anak banyak diejek. Bagi orang yang berwawasan luas dan memahami perkembangan sejarah kemanusiaan, tentu ia akan mengerti bahwa ini merupakan tanda-tanda kehancuran moral budaya, bukannya tanda kemajuan.

Sungguh mengherankan memang, Allah sudah ciptakan mereka berjenis kelamin wanita, serta disediakan pahala yang melimpah ruah baginya. Masya Allah ! Mengapa mereka memilih azab, malah ia berpaling dari kodrat keibuannya, lalu bergaya seperti lelaki.

Ibnu Abbas ra, berkata, Rasulullah bersabda : “Allah melaknat laki-laki yang bergaya perempuan, dan perempuan yang bergaya seperti laki-laki.”
Dalam riwayat lain “Rasulullah melaknat laki-laki yang meniru perempuan, dan perempuan yang meniru laki-laki”. (HR. Bukhori RS, 490;1). Timbullah kini apa yang dinamakan kaum lesbi, kaum homo, waria, dsb.

Dirangkum oleh Ustadz M. Aas Satibi (pondok pesantren Pulosari Leuwigoong Kab. Garut) dari berbagai macam kitab fikih