Seperti Apakah Usia Yang Bermanfaat (Umur Yang Barokah Tidak Didasarkan Pada Lamanya Hidup)

Umur yang menjadi barokah itu tidak didasarkan pada panjang zamannya. Tetapi umur yang barokah itu adalah yang dibarengi dengan pertolongan Allah dan hidayah dari-Nya.

Sehingga jiwa raganya diolah atau dipergunakan untuk tho’at kepada Allah, serta hatinya dipakai untuk eling/ingat kepada-Nya. Maka dalam waktu sedikit bisa menghasilkan macam-macam pemberian dari Allah. Apakah itu dari macam-macam ilmu dan kema’rifatan, dan pahala/ganjaran yang tidak terhitung, dan tidak bisa diisyaratkan.

Allah swt berfirman: “a’dad tu li’ibaadiyas shaalihiina maa laa ‘ainun ra at walaa udzunun sami’at walaa khutira ‘alaa qalbin basyarin”, “Aku yang Agung menjanjikan kepada ‘abdi-‘abdi-Ku yang shalih, kenikmatan yang tidak bisa terlihat oleh mata, tidak bisa didengar oleh telinga, dan tidak bisa dibayangkan oleh mata hati.”

umur panjang

Ahli ma’rifat bisa beramal dalam zaman atau waktu yang sedikit, bisa menghasilkan keutamaan dari Allah swt yang tidak bisa terhitung. Sehingga sebagian ulama berkata bahwa tiap-tiap malam bagi ahli ma’rifat seperti malamnya lailatul qadar. Nah umur yang seperti inilah yang barokah, dalam umur yang sedikit bisa menjangkau ganjaran yang berlimpah-limpah dari Allah swt.

Berjuanglah di dunia ini dan isilah umur kita dengan hal-hal yang berguna, pergunakanlah waktu sebaik mungkin. Janganlah menjadi orang yang umurnya panjang tetapi jauh dari ibadah dan jauh dari tho’at kepada Allah.

Berusahala dengan maksimal untuk mendapat ridha dari Allah swt, dan lakukanlah amal ibadah kita dengan ikhlas.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus empat puluh sembilan)

Inilah Keutamaan Panjang Umur Yang Dipenuhi Amal Shalih

Sebenarnya faidah dan keutamaan dari Allah itu tidak didasarkan pada panjangnya umur. Banyak sekali orang yang berumur panjang, tetapi keutamaannya hanya sedikit. Umurnya dipakai untuk menyibukkan diri dengan hal-hal yang batal dan gegagah. Sehingga banyak hari-hari yang terlewat, yang tidak ada manfaatnya, tidak ada faidahnya.

Namun banyak juga orang-orang yang umurnya hanya sedikit (pendek), tetapi banyak keutamaannya. Yaitu orang-orang yang bisa menggunakan waktunya untuk berbakti kepada Allah, dipakai eling/ingat, dan mendapatkan faidah dari ilmunya, dan faidahnya amal dan kema’rifatan.

Jadi banyak dan sedikitnya faidah itu tidak bisa didasarkan pada panjangnya umur. Banyaknya faidah itu pastinya adalah dengan mengagungkan Allah.

Allah swt akan mendatangkan taufik, artinya kemampuan untuk bisa tho’at menurut atau berdasarkan persiapan kita semua. Kalau kita banyak mempersiapkan amal kebaikan, maka akan banyak juga dari Allah kemampuannya.

usia

Kita diperintahkan oleh Allah swt untuk mempersiapkan diri, berniat dalam melaksanakan amal yang baik, serta menghadap menuju amal baik, nanti akan diberikan kemampuan untuk melaksanakannya oleh Allah.

Misalkan kalau kita ingin memberi (dermawan) kepada orang lain, karena tergoda oleh janjinya Allah, maka nanti kita akan diberi kemampuan untuk bisa memberi (dermawan). Tetapi kalau kita tidak mempersiapkan, apalagi kalau tidak punya, sudah punya juga tidak ingin, maka itu jauh dari taufik-Nya.

Setiap amal yang baik, seperti kalau kita sehat ingin melaksanakan kebaikan, maka nanti oleh Allah akan diberi kemampuan untuk melaksanakannya. Sehingga dengan adanya mempersiapkan, dengan niatnya juga itu sudah diberi oleh Allah swt salah satu kebaikan.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus empat puluh delapan)