Memuliakan Tetangga

Umat islam diharuskan untuk membina hubungan baik dengan sesamanya. Hal ini dilakukan sesuai dengan syariat islam mengenai hablum minallah, mengingat manusia merupakan makhluk sosial, artinya dia memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tetangga merupakan orang terdekat yang berada di sekitar kita, oleh karena itu kita harus mempunyai hubungan yang baik dengan mereka. Bisa dibayangkan bila kita bermusuhan dengan tetangga, apabila kita mengalami kesulitan maka kita tidak bisa meminta tolong kepada tetangga, dan merasa tersingkirkan dari lingkungan sekitar.

Cara kita untuk membina hubungan dengan tetangga banyak sekali, diantaranya ialah sering berkunjung atau bersilaturahmi, memberikan makanan bila ada kelebihan di rumah kita, dan membantu tetangga bila mereka sedang berada di dalam kesulitan.

Ketika hubungan kita dengan tetangga baik, maka hidup kita akan lebih mudah, karena kita akan merasa dihargai dan merasa memiliki saudara. Serta bila kita menemukan kesulitan hidup, tentunya tetangga akan dengan senang hati membantu kita.

tetangga

Dari Anas bin Malik, dirinya pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Tidak akan lurus keimanan seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus lidahnya. Dan seorang mukmin tidak akan masuk surga sehingga tetangganya selamat dari lidahnya.”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang memulikan tetangganya wajiblah surga baginya, dan barang siapa yang menyakiti tetangganya maka Allah melaknatnya, malaikat dan manusia seluruhnya.”

Sumber: Durrotun Nasihin

Hak Tetangga dan Adab Bertetangga

Islam mengajarkan dan menganjurkan agar kita semua berbuat baik kepada tetangga. Banyak sekali dalil, baik dari Al Quran maupun dari hadis yang menerangkan tentang hal tersebut (berbuat baik kepada tetangga). Beberapa diantaranya akan dijelaskan di bawah ini:

Al Bazzar dan Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Tidak beriman kepadaku dengan iman yang sesungguhnya orang yang bermalam dalam keadaan kekenyangan sementara tetangga di sebelahnya dalam keadaan kelaparan dan ia mengetahuinya.”

Imam Thabrani meriwayatkan dari Mu’awiyah bin Jundub:

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah hak tetangga kepada tetangganya?” Rasulullah saw bersabda, “Jika ia sakit, kamu mengunjunginya. Jika meninggal dunia, kamu mengantarkan jenazahnya. Jika minta pinjaman, kamu meminjaminya. Jika kekurangan, kamu yang mencukupinya. Jika memperoleh kebaikan, kamu ucapkan selamat memperolehnya. Jika terkena musibah, kamu yang menghiburnya. Dan janganlah kamu tinggikan bangunanmu melebihi bangunannya sehingga kamu akan menghalangi angin untuk memasuki bangunannya. Dan janganlah kamu menyakitinya dengan bau makananmu di dalam periuk, kecuali jika kamu ambilkan untuknya.”

Tetangga

Imam Baihaqi telah meriwayatkan sebuah hadis sebagai berikut:

Sesungguhnya seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw seraya berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku akan suatu amal perbuatan yang jika aku mengerjakannya maka aku akan masuk surga?” lalu Rasulullah saw bersabda, “Jadilah kamu orang yang suka berbuat baik.”

Lalu lelaki itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya aku mengetahui bahwa aku orang baik?” lalu Rasulullah saw bersabda, “Tanyakan kepada tetangga-tetanggamu, jika mereka mengatakan bahwa kamu adalah orang baik maka berarti kamu orang baik, tetapi jika mereka berkata, “Kamu orang jahat, maka berarti kamu orang yang jahat.”

Al Bazzar dan Abu Nu’aim telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda yang artinya sebagai berikut:

Tetangga itu ada tiga, yaitu:

  1. Tetangga yang mempunyai satu hak. Ia adalah tetangga yang mempunyai hak paling ringan.
  2. Tetangga yang mempunyai dua hak.
  3. Tetangga yang mempunyai tiga hak.

Adapun tetangga yang mempunyai satu hak adalah tetangga yang musyrik. Dan tetangga yang mempunyai dua hak adalah tetangga yang muslim, hak islam dan hak tetangga. Sedang tetangga yang mempunyai 3 hak adalah kerabat muslim yang masih ada hubungan kerabat, ia mempunyai hak islam, hak tetangga dan hak kerabat.

Oleh karena itu, menyimak dari dalil-dalil diatas kita harus yakin senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, jangan sampai menyakitinya dan berbuat dzalim kepadanya.

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga uraian singkat diatas dapat bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat, amin.

Akhlak Islami Dalam Bertetangga

Islam mengajarkan dan menganjurkan agar kita semua berbuat baik kepada tetangga. Banyak sekali dalil, baik dari Al Quran maupun dari hadis yang menerangkan tentang hal tersebut (berbuat baik kepada tetangga). Beberapa diantaranya akan dijelaskan di bawah ini:

Dalam riwayat Imam Turmudzi dan Nasa’i telah diterangkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak, maka perbanyaklah kuahnya dan berjanjilah kamu untuk memberi kepada tetangga-tetanggamu.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda sebagai berikut:

Wahai perempuan yang mukmin, sebagai tetangga perempuan jangan sekali-kali meremehkan (pemberian) kepada tetangga perempuan yang lain, meskipun hanya berupa kaki kambing.

Dalam sebuah riwayat Imam Baihaqi telah diterangkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Hak tetangga itu sampai empat puluh rumah.

Tetangga

Riwayat Nabi Ya’qub dan Nabi Yusuf Yang Mendapat Cobaan Disebabkan Menyakiti Tetangganya

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa sesungguhnya Nabi Ya’qub bersama putranya Nabi Yusuf diberi cobaan oleh Allah swt. adalah lantaran keduanya makan daging panggang unta sambil tertawa-tawa, sementara tetangganya ada anak yatim yang mencium bau makananannya itu, lalu menangis minta kepada neneknya sehingga neneknya pun turut menangis karena tidak dapat memberikan apa yang diminta oleh cucunya. Sedang antara rumah Nabi Ya’qub dengan anak yatim itu hanya terpisah oleh satu tembok, dan Nabi Ya’qub sendiri tidak mengetahui akan hal ini.

Akhirnya Allah memberikan cobaan kepada Nabi Ya’qub dengan anaknya Yusuf, sampai-sampai kedua matanya memutih lantaran banyak kesusahan yang dipendam.

Ketika Nabi Ya’qub mengetahui bahwa sebab mendapatkannya cobaan sedemikian itu adalah karena tidak memberi kepada anak yatim, maka untuk sisa hidupnya memerintah orang untuk mengumumkan di atas rumahnya, “Barang siapa yang berbuka puasa, maka hendaklah makan di rumah Nabi Ya’qub.”

Oleh karena itu, menyimak dari dalil-dalil diatas kita harus yakin senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, jangan sampai menyakitinya dan berbuat dzalim kepadanya.

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga uraian singkat diatas dapat bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat, amin.

Kisah Hikmah Tentang Berbuat Baik Kepada Tetangga

Islam mengajarkan dan menganjurkan agar kita semua berbuat baik kepada tetangga. Banyak sekali dalil, baik dari Al Quran maupun dari hadis yang menerangkan tentang hal tersebut (berbuat baik kepada tetangga). Bahkan aad kisah hikmah mengenai hal tersebut seperti yang akan dijelaskan berikut ini

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Abdullah bin Mubarak telah diterangkan bahwa pada suatu masa ketika dirinya mengerjakan haji, lalu tertidur di dalam Masjidil Haram, dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan dua malaikat yang turun dari langit. Salah satu diantara mereka berkata kepada temannya, “Pada tahun ini berapakah orang yang mengerjakan ibadah haji?” lalu temannya menjawab, “enam ratus ribu orang.” Lalu yang satunya berkata lagi, “Untuk ibadah haji yang diterima, berapakah jumlahnya?” lalu temannya menjawab, “Tidak ada satupun dari mereka yang diterima di sisi Allah. sungguhpun demikian ada seorang lelaki dari Damaskus, tukang sepatu bernama Muwaffaq tidak datang ke Makkah untuk berhaji, tapi hajinya diterima oleh Allah, lantaran hajinya ini, maka haji orang-orang diterima seluruhnya.”

Lalu Abdullah bin Mubarak terbangun dari tidurnya, dan langsung pergi ke Damaskus, akhirnya dia sampai ke rumahnya dan bertanya kepada seorang lelaki yang keluar dari pintu, “Siapakah namamu?” jawabnya, “Muwafiq.” Lalu dia bertanya lagi, “Dengan amal perbuatan apakah sehingga kamu memperoleh derajat seperti ini?”

Kemudian di jawab oleh Muwafiq, “Sesungguhnya aku ingin menunaikan ibadah haji, tapi itu semua tidak mungkin begitu, lantaran aku orang fakir. Lalu aku mendapatkan 300 dirham dari hasil memperbaiki sepatu, lalu aku bermaksud untuk menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Disamping itu kebetukan istriku sedang mengandung, lalu aku mencium makan dari rumah tetanggaku, lalu ia ingin makanan itu, akhirnya aku pergi ke rumah tetanggaku itu, lalu ada seorang wanita yang keluar, lalu aku memberitahu kepadanya bahwa istriku sedang mengandung dan ingin memakan makanannya, tapi wanita itu malah berkata, ‘sungguh engkau memberanikan diri untuk menerangkan keadaan keluargamu, sesungguhnya anak yatimku tidak memakan sesuatu selama tiga hari’.”

Akhirnya abdullah kembali ke rumahnya dan mengambil uang 300 dirham kemudian diberikan kepada perempuan itu seraya berkata, “Belanjakan uang ini untuk anak-anak yatimmu.” Kemudian dia berkata kepada dirinya sendiri, “sesungguhnya haji sudah berada di depan pintu rumahku, maka kemanakah aku akan berhaji.”

Anjuran Berbuat Baik Kepada Tetangga

Islam mengajarkan dan menganjurkan agar kita semua berbuat baik kepada tetangga. Banyak sekali dalil, baik dari Al Quran maupun dari hadis yang menerangkan tentang hal tersebut (berbuat baik kepada tetangga). Beberapa diantaranya akan dijelaskan di bawah ini:

Allah swt telah berfirman dalam surat An Nisa ayat 36, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu, berbuatlah baik kepada kedua orang tua dan kepada sanak kerabat, orang-orang yatim, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat.”

Rasulullah saw telah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar dan Aisyah sebagai berikut:

Tak henti-hentinya Jibril memberi wasiat kepadaku agar memperbaiki tetangga sehingga aku mengiranya akan memberikan warisan kepada tetangga.

Juga riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka janganlah menyakiti tetangganya dan berilah pesan yang baik kepada kaum perempuan (tetangga perempuan).

Tetangga

Serta riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka hendaklah memperbaiki kepada tetangganya.

Imam Ahmad serta Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Demi Allah, tidak dianggap beriman, demi Allah, tidak dianggap beriman, demi Allah, tidak dianggap beriman orang yang tetangganya tidak terhindar dari gangguannya.

Imam Ahmad, Al Bazzar, Ibnu Hibban dan Hakim telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw, “Sesungguhnya perempuan itu…., terkenal dengan shalatnya yang banyak, sedekah dan puasanya, hanya saja ia suka menyakiti tetangganya dengan lidahnya.” Rasulullah saw bersabda, “Perempuan itu berada di neraka.”

Lelaki itu berkata lagi, “sesungguhnya perempuan itu…., terkenal jarang shalat, puasa dan sedekahnya, dan sesungguhnya ia hanya bersedekah beberapa potongan keju dan tidak suka menyakiti tetangganya?” Rasulullah saw bersabda, “Ia berada di surga.”

Imam Muslim juga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak terlepas dari gangguannya.

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadis sebagai berikut:

Banyak tetangga yang pada hari kiamat (nanti) bergantung pada tetangganya seraya berkata, “Wahai Tuhanku, tetanggaku ini telah menutup pintunya kepadaku sehingga tidak pernah memberikan bantuan kepadaku.”

Imam Hakim dan Baihaqi meriwayatkan sebuah hadis sebagai berikut:

Bukanlah orang yang mukmin yang sejati, orang yang kekenyangan sementara tetangga di sebelahnya kelaparan (dan ia mengetahuinya).

Oleh karena itu, menyimak dari dalil-dalil diatas kita harus yakin senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, jangan sampai menyakitinya dan berbuat dzalim kepadanya.

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga uraian singkat diatas dapat bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat, amin.