Sebutkan Hal Apa Saja Yang Membatalkan Tayamum

Tayammum  mengacu pada tindakan menyucikan diri tanpa menggunakan air dalam Islam, yaitu dengan menggunakan pasir atau debu. Tayammum dilakukan sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib. Hal yang membatalkan tayamum ada 3, yaitu :

1. Semua hal yang mematalkan wudhu.

Jadi apabila kita sudah tayamum, kemudian kedatangan salah satu yang membatalkan wudhu misalnya kentut atau apa saja, maka tayamumnya batal sekaligus.

2. Murtad.

Kenapa murtad membatalkan tayamum karena tayamum itu bersuci/susuci yang dho’if (hanya untuk ngawenangkeun/membolehkan sholat). Kalau wenang sholat itutidak ada di orang murtad. Berbeda dengan wudhu atau adus, yang merupakan susuci/bersuci yang kuat, artinya menghilangkan hadast. Maka tidak batal wudhu dan adus dikarenakan murtad, walaupun murtadnya itu ditengah-tengah wudhu atau adus.

Jadi dimana ada orang sedang wudhu atau adus lalu murtad kemudian kembali lagi ke islam, maka terus menyempurnakan wudhu atau adusnya, tetapi harus memperbarui niat, yaitu niat mengerjakan wudhu atau adus setelahnya. Sedangkan orang sohibuddoruroh, batal tayamumnya menurut qoul yang mu’tamad.

3. Membayang-bayang ada air kalau tayamumnya karena tidak ada air.

Berprasangka ada air, karena wajib mencarinya. Kalau ada orang nyangka ada air di tengah hari (terlihat seperti air dikejauhan/ berkedip-kedip), atau melihat rombongan orang, sambil berprasangka bahwa rombongan tersebut memiliki air, sambil tidka ada yang menghalangi antara sangkaannya orang tersebut dengan air. Kalau ada yang menghalangi seperti ada musuh atau hewan buas sebelum nyangka ayau bareng dengan sangkaannya maka itu tidak batal tayamum.

Tetapi melihat ke pura-pura membatalkan tayamum kalau terlihatnya ditempat yang disebut haddil tempat batasnya minta tolong, atau dianya berteriak-teriak minta tolong ke orang yang ada di tempat itu, serta terdengar olehnya dan bisa memberi tolong. Apalagi kalau kurang dari batas tadi. Serta disyaratkan harus lapang waktunya, sekira-kiranya apabila menghampiri ke air itu bisa, atau masih ada wktu untuk wudhu dan sholatnya.

Tapi batalnya tayamum dengan melihat sarob, kalau dia tidak meyakinkan dipertama melihat bahwa itu bukan air. Kalau orang meyakinkan bahwa itu bukan air, diteliti lagi ternyata itu sarob maka itu tidak batal.

Fardhu Tayamum dan Sunah Tayamum

Fardhu dan rukun makna nya sama dengan wajib. Fardhunya tayamum ada 5, yaitu :

Pertama, memindahkan tanah, memindahkan tanah ke anggota tayamum ada 6, yaitu :

  • Memindahkan tanah dari tempatnya tanah berdebu kemuka seperti biasa.
  • Memindahkan tanah dimuka ke muka, seperti muka itu penuh dengan tanah berdebu, terus oleh dia diambilin dari mukanya dengan telapak tangan, terus dipake lagi ngusap muka.
  • Memindahkan tanah dari muka ke tangan, seperti telah mengusap muka dikepruk dulu sampai habis tanahnya, terus datang lagi debu baru kemuka yang terbawa angin, lalu tanah dimuka itu diambilin dengan dua telapak tangan dipakai mengusap tangan kiri dan kanan.
  • Dari tangan kemuka, seperti ditangannya itu banyak tanah yang terbawa angin, lalu oleh dia dipindahkan kemuka.
  • Dari lengan ke lengan, seperti setelah mengusap muka menempel di telapak tangan kanannya tanah kebawa angin, kemudian oleh dia dipindahkan dipakai mengusap tangan kiri.
  • Dari tangan ke tangan, yaitu tangan kiri banyak tanahnya, terus oleh dia dipindahkan dipakai ngusap tangan kanan. Nah gambaran seperti ini sah mindahin tanahnya. Boleh memindahkan tanah oleh orang lain, walaupun kafir, anak yang belum baligh atau oleh perempuan, (kalau oleh perempuan ajnabiyyah hati-hati jangan sampai bersentuhan). Atau oleh orang edan atau oleh hewan misalkan monyet. Tetapi memindahkannya harus pakai kain. Memindahkan tanah oleh orang lain sah tayamumnya asal diizinin atau disuruh oleh yang bersangkutan, tapi kalau niatnya harus oleh orang tersebut.

Kedua yaitu niat

Yaitu niat membolehkan sholat seperti : nawaetu istibahata fardissolati, maksud saya membolehkan fardhu sambil memindahkan tanah ke muka”. Dan tidak cukup niat tayamum menghilangkan hadast saja. Niat tayamum apabila akan thowaf nawaetu istibahata fardhitthowafi. Kalau akan sholat sunat atau sholat jenazah nawaetu istibahatassholat, niat saya ngawenangkan sholat.

Kalau melakukan tayamum untuk mayat yaitu nawaetu istibahatassholati ‘alaa haadzal mayyit, maksud saya ngawenangkan sholat ke ini mayit. apabila akan memegang qurannawaetu istibahata massil mushafi, niat sujud tilawah nawaetu istibahatasajdattilawah.

Tidak boleh niat tayamum nawaetu rof’al hadats atau nawaetut thoharota ‘anil hadatsi, karena tayamum itu tidak menghilangkan hadast dan tidak boleh nawaetufardhottayammumi, maksud saya tayamum fardhu.

Niatnya itu harus dibarengkan dengan mengusap muka, tapi bagusnya harus sambil mindahin tanah. Kalau mengusap kan tanah kemuka apabila baru diangkat tangannya belum diusapkan kemuka, terus dia hadast (misalkan kentut), maka tayamumnya tetep jadi. Tetapi kalau hadastnya bareng dengan ngusap muka, maka itu tidak jadi tayamumnya.

Ketiga yaitu mengusap muka.

Muka yang wajib diusap adalah dhohirnya saja, sehingga apabila ada jenggot yang panjang sampai dada juga wajib diusap, tetapi hanya luarnya saja tidak harus disela-sela sampai kedalamnya, begitu juga kulit dibawah janggut. Wajib ngusap depan hidung yang menghadap bibir. Jadi ngusap sebelah hidungnya si tangan harus dibalikin lagi keatas, terus ke dagu. Sekarang kalau kalau tidak dibalikin lagi ke dagu atau keatas kadang-kadang hidung sebelah depan tidak terusap.

Tidak wajib orang yang tayamum menyampaikan tanah ke tempat jadinya rambut kepala, tetapi sebaliknya kalau wudhu wajib menyampaikan air ke kepala, sedangkan kalau tayamum hukumnya sunat.

Keempat ialah mengusap dua tangan sampai sikunya.

Cara mengusap dua tangan caranya bebas, asalkan tanah itu merata semuanya. Tetapi ada yang sunat dan gampang yaitu dua telapak tangan dan jarinya setelah ada tanah, terus telapak tangan dan jari-jari yang kiri selain jempol ditempelkan ke punggungnya jari tangan yang kanan serta ujung jari yang kanan jangan lewat dari dampal/telapak telunjuk kiri, tegasnya harus ada dibawahnya, karena kalau nanti lewat jari tengah yang kanan, tidak akan kemasukkan.

Setelah itu majukan semua dampal/telapak jari kiri ke jihat hasta sebelah luar, setelah sampai pergelangan kumpulkan semua ujung jari kiri selain jempol sampai kena ke sisi-sisi hasta sebelah luar, terus dimajuin biar lewat siku, lalu telungkupkan hastanya terus dampal tangan kiri yang tanahnya belum kepake tempelkan ke hasta sebelah dalam, lalu majukan ke depan tapi jempolnya jangan dulu ditempelkan, biarkan saja. Ketika sampai pergelangan baru dampal jempol ditekankan ke puhu jempol kanan sampai ke ujungnya.

Dampal/telapak tangan kanan tidak harus diusap, artinya terus mengerjakan tangan kiri dengan tanah yang ada ditelapak tangan kanan dan jarinya, seperti pekerjaan yang tadi. Setelah beres terus telapak tangan kanandan jarinya diadukan dengan yang kiri lalu digosokin supaya yang kanan ngusap ke yang kanan, lalu yang kiri ngusap ke yang kanan.

Kelima yaitu tertib.

Mentertibkan antara dua usapan, misalnya ditayamum itu mendahulukan ngusap muka dan mengakhirkan ngusap tangan. Apabila sebaliknya maka tidak sah tayamumnya. Jadi masalah tartibnya tayamum baik itu untuk menghilangkan hadast asgor atau hadast akbar. Apabila memindahkan tanah untuk tangan dan muka itu tidak harus tertib, maka diperbolehkan kalau dibarengin juga. Seperti mengambil tanah dengan dua telapak tangan, yang kanan dipakai ngusap muka, yang kiri dipakai ngusap tangan yang kanan, terus ngambil lagi ku telapak tangan kanan untuk ngusap lengan kiri, itu hukumnya sah.

Sunnah tayamum yaitu:

  • Membaca Bismillahirrahmaanirrohim diawal tayamum, walupun terbukti orang tersebut haid atau junub, seperti keterangan yang sudah dibahas di bab wudhu. Sambil yang junub atau haid itu niat zikir. Lalu ngagibrigkeun (menggoyangkan) dua tangan atau niupin tangan setelah mindahin tanah ke muka, itu juga kalau tanahnya banyak. Adapun ngirab-ngirab atau niupin tanah setelah tayamum itu makruh hukumnya.
  • Sunah juga membiarkan tanah sampai sholatnya selesai, karena tanah tersebut merupakan tapak/bekas ibadah.
  • Disunahkan juga mendahulukan tangan kanan mengakhirkan tangan kiri.
  • Sunat ketika tayamum menghadap kiblat
  • Memulai ngusap muka dari sebelah atas dulu, sedangkan tangan dari jari dulu, kalau ditayamumin orang lain sunatnya dari siku
  • Sunah ngusap muka dan tangan melebihi batasnya.
  • Sunat merenggangkan tiap-tiap jari dari setiap geprakan.
  • Sunahh melepas cincin ditiap-tiap mindahin tanah yang pertama yaitu untuk muka, sedangkan yang kedua hukumnya wajib.

Makruh tayamum yaitu membolak balik tanah dan membolak-balik mengusap anggota.

Hal Yang Membolehkan Tayamum

Yang menyebabkan wenangnya tayamum (hal yang membolehkan tayamum) ada 3, yaitu :

1. Tidak ada air.
Misalkan tidak adanya itu di pengembaraan atau di tempat tinnggal/perkampungan. Bagi orang yang bepergian ada 4 tingkah/perkara :

a. Yakin orang tersebut akan tidak adanya air disekelilingnya, seperti ditempat yang tinggi yang ada pasirnya, bagi orang tersebut lakukan saja tayamum, dan tidak perlu mencari air ditempat seperti itu.
b. Berprasangka terhadap adanya air disekelilingnya, apakah yang dekat atau yang jauh., sambil mencari airnya itu wajib ketika sebelum tayamum. Dan disyaratkan mencari airnya itu setelah mencapai waktu (tiba waktunya), karena tayamum itu termasuk bersuci yang madhorot.
c. Meyakinkan terhadap ada air di sekelilingnya musafir, nah ini juga ada 3 martabat

• Di tempat yang biasa mencari kayu bakar atau rumput atau yang menggembala, serta wajib memberi terhadap perkara dimana menghasilkan air dari ladangnya.
• Tempat airnya jauh, sehingga sekira-kiranya musafir apabila kesana keburu habis waktu sholatnya. Maka apabila sekira-kiranya tidak akan keburu laksanakan saja tayamum.
• Airnya itu ada ditempat selebihnya untuk mencari suluh/kayu bakar, dan rumput untuk makannya hewan tunggangan dari tempat yang bisa membuat keluar waktu, apabila dikejar/didatangin juga tidak akan habis waktu. Kalau seperti ini ada beberapa pendapat, tetapi menurut Imam Syafi’i laksanakan saja tayamum.

d. Bukti bahwa air yang hadir itu atau yang dekat, tetapi dimana-mana ngambil air itu diperkirakan tidak akan dapat, karena berdesakan tidak akan berhasil mendapatkan air tersebut, kecuali memakai alat mengambil airnya. Sedangkan alat ditempat tersebut cuma ada 1, maka hal ini khilaf. Atau airnya dekat tetapi tempatnya penuh, cukup buat seorang, nah hal ini khilaf. Menurut sebagian qoul tayamum saja, karena apes yang bangsa hisi, dan lagi tidak harus mengulang lagi sholat.

Diperbolehkan tayamum walupun tempat airnya dekat, disebabkan kalau dia ke tempat air itu akan menjadi bahaya, misalkan adanya musuh atau hewan yang galak, atau takut rampok hartanya apabila ditinggalkan. Atau dimana musafir itu sedang didalam kapal, kalau dia mengambil air bisa tenggelam, maka boleh bagi orang tersebut tayamum. Dan ada lagi kalau seseorang mengambil air, bisa membuat dia ditinggalkan oleh temannya, sedangkan kalau dia pergi sendirian bisa madhorot, maka diperbolehkan tayamum. Tetapi kalau pergi sendiriannya itu tidak madhorot maka itu ikhtilaf, menurut sebagian boleh tayamum, dan sebagian lagi tidak boleh (tetep harus pakai air ketika wudhu).

2. Sakit. Sakit yang diwenangkan untuk melakukan tayamum ada 3, yaitu :

a. Apabila berwudhu bisa membuat meninggal, atau bisa potong anggota tubuh atau juga bisa hilang manfaat anggota tubuh, seperti kalau wudhu bisa membuat seseorang tidak bisa jalan sebab kakinya kena air.

b. Dikhawatirkan akan menambah penyakit, seperti bertambahnya nyeri walaupun waktunya tidak lama. Atau dengan berwudhu bisa lama penyakitnya, atau takut banget repot., yaitu penyakit yang mendekatkan ke ajal. Atau juga takut cacad yang fatal, seperti hitam di mukanya atau dianggota badan yang dhohir untuk bekerja.

c. Ketika berwudhu bisa membuat cacad yang sedikit seperti bekas-bekas cacar/borok di kulit atau hitam, atau takut cacad yang fatal tetapi bukan dianggota yang dhohir, atau punya penyakit yang tidak menjadi cacad akhirnya, seperti luka atau karena dingin atau panas, nah hal seperti ini tidak harus tayamum, tetapi harus berwudhu.
Bagi orang yang sakit harus menurut rekomendasi dokter, dan dokternya itu yang adil. Seperti menentukan apakah penyakit itu fatal atau tidak. Dokternya itu yang bisa menjalankan ilmu kedokteran, bukan percobaan. Karena beda-beda tabiat orang seiring dengan perbedaan zaman, tapi itu juga kalau diperkampungan. Tetapi kalau di perjalanan/bepergian tidak ada dokter, maka boleh tayamum sesuai dengan persangkaan diri saja (menurut diri sendiri), tapi nanti sholatnya mesti diulangi lagi

3. Butuh terhadap air karena dahaga makhluk yang dimuliakan syara’. Hewan yang dimuliakan syara’ yaitu hewan yang haram dibunuh kecuali dengan disembelih untuk dimakan dagingnya. Walaupun sapi dan kerbau haram dagingnya kalau dibunuh.

Dan jika menemui seseorang air sedangkan air itu dibutuhkan oleh dirinya dan temannya untuk minum atau untuk hewannya yang dimuliakan syara serta airnya sedikit, kalau dipakai wudhu tidak akan cukup, maka laksanakan saja tayamum, jangan menggunakan air tersebut untuk wudhu.
Kalau hewan yang boleh dibunuh seperti hewan yang mengganggu/merusak, misalkan hama. Malah ada yang sunat dibunuhnya dikarenakan sangat dibenci, dan sangat merusak, yaitu :

  1. Gagak, karena dahulu ada gagak diutus oleh Nabi Sulaiman as, untuk meronda diatas rumah, setelah susut air gagak tersebut bukannya memberi tahu malah asyik makan bangkai-bangkai yang terendam.
  2. Burung alaf-alaf.
  3. Langgir yang ada bisanya.
  4. Riwayatnya adalah tikus tersebut menggigiti tambang-tambang kapal Nabi Nuh as, sampai pada putus serta pernah membawa sumbu lampu (lampu minyak kelapa), maka jadi terbakar rumahnya.
  5. Anjing galak yang suka menggigit, membuat madhorot ke manusia.

Menurut pendapat Imam Rofi’i dan Nawawi memelihara hewan-hewan diatas sama dengan laba-laba. Karena laba-laba itu ada bisanya. Tapi ada orang yang bodoh, menurutnya tidak boleh membunuh laba-laba, sebab katanya laba-laba itu dulu ngaramat di lobang goa waktu Nabi Muhammad saw sembunyi didalamnya bersama Abu Bakar. Karena lubang nya ada jaring laba-laba, kafir yang mengejar Rasul dan sahabat tidak jadi masuk kedalam, karena menurut pemikirannya kalau ada orang yang masuk, pasti jaring laba-laba ini rusak.

Menurut sebagian ulama apabila laba-laba haram dibunuh sebab seolah-olah menolong Nabi Muhammad, pasti merpati juga haram dibunuh walaupun dengan disembelih, sebab waktu itu merpati juga ada diadtas goa. (menurut pemikiran kaum kafir, tidak akan ada orang yamg masuk kedalam, karena kalau ada yang masuk pasti burung merpati itu terbang).

Begitu juga sunat dibunuh singa, macan tutul, srigala, burung rajawali, burung garuda dan burung ‘uqob yang sejenis rajawali, yang makanannya alah burung kecil, yaitu yang mirip elang tetapi lebih besar sedikit.

Sunat juga membunuh cicak, malah ada hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim “Sebenar-benarnya siapa saja orang yang membunuh cicak dengan sekali pukul, maka ditulis bagi orang tersebut 100 kebaikan, kalau matinya dalam pukulan kedua itu ditulis dibawah yang barusan, kira-kira 70 kebaikan, kalau matinya dalam pukulan ketiga, maka ditulisnya dibawah yang tadi, yaitu 40 kebaikan.”

Menurut suatu qoul mengapa cicak sunat dibunuh, karena cicak ikut niup api ketika Nabi Ibrohim as badannya dibakar. Sunat dibunuh juga nyamuk, rametuk, dll.
Ada juga yang haram dibunuh yaitu semut Nabi Sulaiman as, yaitu semut besar karena tidak madhorot. Haram dibunuh kodok darat, burung caladi, kelelawar.
Kalau hewan yang madhorot, tetapi ada juga manfaatnya seperti elang, itu tidak sunat dibunuh dan tidak makruh dibunuhnya. Karena kalau burung itu dipelihara dan diajarin sampai jinak, bisa menghalangi (memakan) burung-burung kecil, serta yang didapatnya halal walaupun matinya tidak disembelih, tetapi harus memakai syarat-syarat yang dijelaskan dalam kitab fikih yang tinggi (yang lain).

Makhluk yang tidak dimuliakan oleh syara ada 6, yaitu :

• Orang yang tinggal sholat, jadi apabila ada air cukup untuk wudhu tapi orang yang tidak sholat ingin untuk minum, air tersebut pakai saja untuk wudhu, jangan dikasih ke orang yang tidak sholat, biar saja walupun mati disebabkan tidak minum juga.
Yang dimaksud ghoerul muhtarom adalah hewan yang tidak haram dibunuh. Kalau ada orang tinggal sholat boleh dibunuh setelah mmerintah imam, dan memerintah taubat sunat hukumnya,

• Orang yang zina muhson. Syarat seseorang dihukuman zina muhson ada 4, yaitu : baligh, punya akal, orang merdeka, pernah melakukan seks didalam pernikahan yamh sah. Jadi apabila orang yang zina muhson ingin minum, sedangkan airnya hanya cukup untuk wudhu saja, maka dipakai wudhu saja, biarkan orang zina muhson tersebut.

• Orang murtad. Murtad itu adalah paling jelek/buruk dari kufur. Murtad menurut lugot adalah kembali dari perkara kekeadaan lainnya, sama halnya balik dari islam kepada kufur. Murtad menurut syara’ memutuskan seseorang dari beragama islam pindah kepada kepada kekufuran. Murtad itu terbagi kedalam 3 bagian :

a. Murtad patekadan (tekad), seperti niat didalam hati bahwa besok akan kufur, maka saat itu juga dia sudah kufur.
b. Murtad ucapan, seperti mengucapkan ke orang islam hey kafir, hey yahudi, hey nasrani, atau hey yang tidak punya agama (lihat dikitab sulam taufik)
c. Murtad pekerjaan, seperti sujud ke matahari/bulan, atau sujud kepada selain Allah kalau bermaksud mengagungkannya.

Orang murtad hukumnya tidak boleh mewaris kepada orang murtad lagi ataupun kaum muslimin atau kekafir lagi. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari sifat murtad.

• Kafir musuh. Kafir yang tidak membuat beresnya dengan kaum muslimin. Masalah kufur macam-macam, sebagian ulama ada yang membaginya menjadi 3 bagian :
a. Kufur jahli, yaitu kufur yang disebabkan karena bodoh (bodoh basit), yaitu semata-mata tidak tau tentang agama islam, padahal dia sudah mendengar adanya agama islam, tetapi dia tidak mau belajar islam. Orang-orang yang hatinya tidak dipakai berfikir tentang agama islam, mata tidak dipakai untuk belajar agama islam, telinganya tidak dipakai untuk mendengar pelajaran agama islam, itu semua orang yang ghoflah, lebih sesat daripada hewan.

b. Kufur juhudi ‘inadi, yaitu kufur lantaran benci, juga disebabkan sifat takabur, seperti kufurnya Firaun dan lainnya. “sebenar-benarnya semua orang yang takabur dari ibadah kepada Allah swt, maka dia akan dimasukkan kedalam neraka serta hina”

Obatnya yaitu harus tahu bahwa tidak ada kemuliaan selain diakhir nanti selamat dari neraka dan masuk ke surga. Macam-macam kemuliaan dan keagungan yang akhirnya masuk neraka itu semata-mata hanya penipuan.

c. Kufur hukmi, setiap patekadan (tekad), ucapan dan perbuatan yang membuat kufur. Didalam kitab sarah safinah kufur itu ada 4 :

  • Kufur ingkar, tidak tau tentang Allah dan tidak mengaku ke Allah sama sekali.
  • Kufur hujud, tahu dia akan Allah tapi tidak mengaku dengan lisan, seperti kufurnya iblis.
  • Kufur ‘inad, tahu dia akan Allah dengan hatinya, ngaku dengan lisannya, tetapi tidak beragama, seperti kufurnya Abi Tholib
  • Kufur nifaq, ngaku dengan lisan tapi tidak tekad didalam hati.

• Anjing galak yang madhorot. Anjing itu ada beberapa bagian :
a. Anjing galak yang sering natuan, tidak dimuliakan serta sunat dibunuhnya.
b. Anjing yang ada manfaatnya, misalkan untuk berburu (sunat dibunuh) ,atau untuk menjaga.
c. Anjing pasar, hidupnya tidak ada manfaatnya dan tidak ada madhorotnya. Ini ada beberapa pendapat, menurut syeikh Romli itu termasuk muhtarom, tidak boleh dibunuh, tapi menurut pendapat lain boleh dibunuh.

• Bagong atau Babi.
Bagong merupakan hewan yang jijik, haram dimakan serta sunat membunuhnya walupun bagong tersebut galak ataupun tidak. Maka apabila ada air hanya cukup buat wudhu, sedangkan bagong ingin minum, dipakai wudhu saja air tersebut.

Niat Tayammum Tata Cara Tayammum Yang Baik dan Benar

Pengertian tayamum

Tayamum ialah mengusap muka dna kedua tangan dengan debu kering sebagai gantinya wudhu dan mandi.

Hikmahnya tayamum ialah untuk menunjukkan kebaktian kita kepada Allah. walaupun debu itu barang yang hina dan diinjak-injak, kita diperintahkan untuk memakainya. Agar kita hilang dari rasa sombong, riya, dan lain-lain.

Debu itu dipilihkan debu tanah yang suci (bersih), usapkan ke muka dna kedua tangan dengan syarat-syarat tertentu.

Tayamum

Sebab-sebab tayamum

  1. Tidak ada air.
  2. Susah mencari air, tetapi tidak mendapatkan.
  3. Berhalangan memakai air, karena sakit, dan apabila kena air sakitnya akan bertambah.
  4. Air sedikit yang sangat diperlukan untuk minum binatang yang dimuliakan oleh Allah.

Syarat-syarat tayamum

  1. Tidak ada air sama sekali, sudah berusaha mencari tapi tidak ada.
  2. Harus sudah masuk waktu shalat.
  3. Harus dengan tanah/debu yang suci, kering dan berhambur, jadi bukan debu yang beku.
  4. Debu itu tidak musta’mal, artinya belum digunakan untuk tayamum.
  5. Debunya tidak bercampur dengan benda lain seperti tepung dan lainnya.
  6. Sebelum tayamum harus suci dari najis.
  7. Harus meneliti kiblat sebelum tayamum.
  8. Tayamum dilakukan hanya untuk sekali shalat fardu.

Rukun tayamum

  1. Niat tayamum, yaitu, “Nawaitut tayammumal istibaahatis shalaati fardhal lillaahi ta’aalaa” (saya niat bertayamum supaya boleh mengerjakan shalat karena Allah ta’aalaa.)
  2. Mengusap muka/wajah dengan debu 2 kali usapan.
  3. Mengusap 2 tangan sampai siku dengan debu suci 2 kali usapan.
  4. Memindahkan debu kepada anggota yang diusap.
  5. Tertib (berturut-turut), yakni mendahulukan anggota yang harus didahulukan, dan mengakhirkan anggota yang harus diakhirkan.

Yang membatalkan tayamum

  1. Semua yang membatalkan wudhu.
  2. Menurut perkiraan akan mendapatkan air sebelum selesai shalat.
  3. Murtad, yakni keluar dari islam.

Sunnah tayamum

  1. Membaca Bismillaahirrahmaanirrahiim.
  2. Menghadap kiblat.
  3. Mendahulukan yang kanan dari yang kiri.
  4. Menipiskan debu yang melekat pada tangan.
  5. Tertib (berturut-turut).

Fardu Tayamum dan Yang Membatalkan Tayamum

Tayamum

Tayamum akan sah apabila telah memenuhi atau melaksanakan fardu-fardunya. Adapun fardu tayamum itu ada 5, yaitu:

Memindahkan tanah dari telapak tangan kepada anggota tayamum

Hal ini berdasarkan firman Allah, “Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang suci/ yaitu memindahkan dengan sengaja.”

Niat

Tayamum termasuk ibadah mahdoh (langsung) yang berupa perbuatan, oleh karena itu tidak sah tanpa niat seperti halnya wudhu dan shalat. Ketetapan hukum ini berdasarkan hadis Umar bin Khaththab:

Dari Umar bin Khatthab, dia berkata bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sahnya amal tergantung kepada niat, dan bagi seseorang adalah apa yang diniatinya.”

Menyapu muka dengan tanah

Hal ini berdasarkan firman Allah, “Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.”

Dan dalam hadis:

Dari Ammar, ia berkata, “Sesungguhnya Nabi Muhammad bertayamum, beliau menyapu muka dan kedua belah tangannya.”

Menyapu kedua belah tangan sampai dengan sikutnya

Dalil tentang menyapu kedua belah tangan sama dengan dalilnya wajib menyapu muka, karena pada tiap-tiap dalil antara keduanya tidak dipisahkan.

Adapun pendapat yang mengemukakan bahwa ketentuan menyapu tangan adalah keseluruhannya, pendapat ini dilandasi oleh hadis:

Dari Ammar, ia berkata: (Pada suatu waktu) saya junub, saya berguling-guling di tanah, kemudian shalat, maka Nabi bersabda, “Cukuplah kamu (melakukan) itu, kemudian Nabi memukulkan kedua tangannya pada tanah, lalu Nabi meniup dan menyapukannya pada muka, telapak tangan, beserta punggung tangannya.”

Tertib

Yang dimaksud tertib disini ialah menertibkan antara niat, menyapu muka dan menyapu tangan. Ketetapan ini bersandar pada hadis riwayat Nasa’i”

Rasulullah bersabda, “Mulailah kamu dengan apa yang memulai Allah dengannya.”

Yang membatalkan tayamum

Seseorang yang sudah melakukan tayamum, akan batal tayamumnya bila mendapatkan 3 hal di bawah ini:

Setiap yang membatalkan wudhu

Apabila seseorang melakukan tayamum, kemudian dia berhadas, maka tayamumnya batal dnegan mengqiaskan tayamum kepada wudhu.

Jadi misalnya seseorang yang sudah tayamum, kemudian buang air kecil atau besar, kentut, dan lain sebagainya, maka batallah tayamumnya.

Murtad

Artinya seseorang yang keluar islam. seseorang yang sudah melakukan tayamum, kemudian dia murtad, maka batal tayamumnya.

Menduga adanya air

Maksudnya ialah bahwa ketika sudah melakukan tayamum, kemudian setelah itu dia menduga atau memperkirakan ada air, maka batal wudhunya.