Biaya Pembangunan Gedung Di Surga

Surga merupakan balasan dari Allah untuk orang-orang yang beriman kepada-Nya, selama hidup di dunia selalu beribadah dan tidak berbuat durhaka kepada-Nya. Dia akan memberikan gedung-gedung yang indah kepada orang-orang beriman.

Nabi Muhammad bersabda, “Aku telah melihat para malaikat sedang membangun beberapa gedung. Ada dari batu bata emas ada pula dari batu bata perak. Tetapi lalu mereka berhenti dari pembangunan itu. Aku bertanya kepada mereka, ‘Mengapa kamu hentikan pembangunan itu?’ mereka menjawab, ‘Telah habis biayanya pada kami.’

Aku bertanya lagi, ‘Apa biayanya untuk pembangunanmu?’ mereka menjawab, ‘Dzikir Allah, karena pemilik gedung ini selalu berdzikir kepada Allah tetapi setelah dia berhenti berdzikir kepada Allah kami pun berhenti dari pembangunan itu.’ Seperti firman Allah, ‘Barang siapa yang mengehndaki keuntungan di akhirat maka Kami akan menambah keuntungan itu untuknya. Dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami pun akan memberi keuntungan itu, dan tidaklah dia mendapatkan bagian sedikitpun di akhirat.’ (Asy Syuuraa: 20)

Tingkatan orang di surga

Allah berfirman dalam surat Az Zumar ayat 73, “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke surga dalam keadaan berkelompok-kelompok.”

Dengan berkelompok yang berbeda menurut perbedaan tingkat keutamaan dan ketingian derajatnya. hal itu terjadi sebelum hisab atau sesudah hisab, dengan hisab ringan atau hisab yang berat. sebelum hisab itulah yang tepat dengan ayat sebelum ayat di bawah ini:

“Dan diberikanlah buku catatan amal.” (Az Zumar: 69)

Sedang yang membawa dan mengantar mereka adalah para malaikat dengan perintah Allah. malaikat-malaikat mengawal mereka ini dengan pengawalan sebagai kemuliaan dan penghormatan tanpa susah payah maupun kesengsaraan, bahkan dengan nikmat dan senang karena ingin cepat membawa mereka ke tempat kemuliaan. Kemudian yang dimaksud orang yang bertakwa itu adalah orang-orang yang memelihara diri dari syirik. Mereka itulah umumnya penghuni surga. Lalu tingkatan di atas mereka adalah orang-orang yang difirmankan Allah:

“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa.” (Qaf: 31)

Dan di atas mereka ini adalah orang yang difirmankan Allah dalam surat Maryam ayat 85, “Pada harinya Kami mengumpulkan orang-orang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Pengasih sebagai perutusan terhormat.”

Telah dibedakan diantara orang-orang yang dikawal ke surga dan orang-orang yang surga didatangkan dekat dengan mereka. Pada hakekatnya orang-orang yang dikawal adalah orang yang menganiaya pada dirinya sendiri, orang yang surga didekatkan pada mereka adalah orang-orang yang sederhana (pada pertengahan dalam beramal). Sedang orang-orang yang menjadi perutusan adalah orang-orang sabiqin (orang-orang pendahulu).

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Gambaran Kehidupan Di Surga Menurut Islam

Banyak sekali dalil atau keterangan yang menggambarkan keadaan surga. Salah satunya seperti yang akan diuraikan di bawah ini.

Di dalam Al Khabar disebutkan, “Sesungguhnya di belakang Shirath ada beberapa padang luas, yang disana terdapat pohon-pohon yang bagus. Di bawah setiap pohon terdapat dua buah sumber air yang memancar dari surga, salah satu sumber air itu berada di sebelah kanan pohon dan yang satu lagi di sebelah kirinya. orang-orang mukmin akan dapat minum dari salah satunya ketika mereka melewati Shirath, lalu hilanglah dari diri mereka sifat dendam, khianat, kotoran, darah dan air kencing. Bersihlah mereka lahir batin.

Kemudian mereka datang ke telaga lain dan mandi disana. Maka berubahlah wajah mereka bersinar seperti bulan pada malam purnama. Lemutlah jiwa mereka seperti sutera dan harum bau tubuhnya seperti misik.

Akhirnya sampailah mereka di depan pintu surga. Keluarlah para bidadari dan masing-masing merangkul suaminya dan memasukkannya ke rumahnya. Di dalam rumah ada 70 ranjang tidur, pada setiap ranjang ada 70 kasur dan di atas setiap kasur ada seorang istri yang memakai 70 pakaian dan dapat dilihat sungsum berisnya karena kelembutan pakaian-pakaian itu. “

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, “Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan wajah-wajah bidadari yang bermata jeli dari empat warna: putih, hijau, kuning dan merah. Menciptakan tubuh mereka dari za’faran, misik, dan wangian kafur, rambutnya dari buah cengkih, dari jari kakinya sampai ke lutut dari za’faran yang harum baunya, dari lutut sampai ke buah dadanya dari anbar, dan dari leher sampai ke kepalanya dari kafur. Seandainya seorang bidadari dari bidadari-bidadari itu meludah di dunia maka jadilah ludah itu berubah misik. Dalam dadanya tertulis nama suaminya dan sebuah asma dari asma-asma Allah swt. dan pada tangan setiap orang bidadari terdapat beberapa gelang, pada jarinya 10 buah cincin mutiara dan intan.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Gambaran Surga Allah SWT

Surga merupakan dambaan setiap orang, baik itu umat islam maupun orang kafir. Tetapi bagi umat islam, mereka mempercayai bahwa untuk mendapatkan surga harus beribadah kepada Allah dan tidak berbuat durhaka kepada-Nya.

Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya Allah setelah menciptakan surga Aden, Dia memanggil Jibril dan berfirmanlah kepadanya, ‘Berangkatlah dan lihatlah yang Aku ciptakan untuk hamba-hamba-Ku dan kekasih-kekasih-Ku.’

Maka pergilah Jibril berkeliling di surga itu, mendekatlah seorang bidadari dari bidadari-bidadari yang bermata jeli dari gedung. Tersenyumlah bidadari itu kepada Jibril dan menjadi terang benderanglah surga Aden karena cahaya dari kedua gigi seri bidadari itu. Rebahlah malaikat Jibril dengan bersujud, karena dia menyangka bahwa itu adalah nut Tuhan pemilik keagungan.

Berserulah bidadari itu, “Hai kepercayaan Allah, angkatlah kepalamu.” Maka malaikat Jibril memandangnya dan berkata, “Maha Suci Tuhan menciptakanmu” berkatalah bidadari, “Hai kepercayaan Allah, apakah engkau mengetahui untuk siapakah aku telah diciptakan?”

Malaikat Jibril malah balik bertanya, “Untuk siapakah engkau ini diciptakan?” bidadari itu berkata, “Allah menciptakan aku untuk orang yang mendahulukan ridha Allah daripada kesenangan nafsunya.

Diriwayatkan dari Ka’b, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Nabi Muhammad mengenai pohon-pohon di surga. Beliau bersabda, ‘Dahan-dahannya tidak pernah kering, daun-daunnya tidak pernah berguguran dan lendir-lendirnya pun tidak pernah habis. Sesungguhnya pohon yang terbesar diantara pohon-pohon surga adalah Syajaratu Thubaa, pangkalnya dari intan, bagian tengahnya dari yaqut merah, yang paling atas dari emas, dahan-dahannya dari zabarjad dan daun-daunnya dari sutera. Di atas pohon Thuba itu terdapat 70 ribu dahan, dahan yang paling tinggi menyentuh tiang Arasy dan dahan yang paling rendah berada di langit dunia. Tidak sebuah kamar pun atau sebuah kubah pun di surga kecuali ada sebuah dahan dari pohon yang menaunginya. Pada pohon itu terdapat segala macam buah-buahan yang diingini semua hati manusia yang tidak ada bandingnya di dunia kecuali matahari, bendanya di langit (angkasa) sedang sinarnya berada di setiap tempat.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Gambaran Surga Menurut Al Qur’an dan Sunnah

Surga merupakan sebuah tempat kembali bagi orang-orang yang melakukan amal kebaikan selama di dunia, dan merupakan balasan dari Allah kepada orang-orang beriman.

Allah berfirman dalam surat Az Zumar ayat 73-74:

  1. dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”.
  2. dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada Kami dan telah (memberi) kepada Kami tempat ini sedang Kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang Kami kehendaki; Maka syurga Itulah Sebaik-baik Balasan bagi orang-orang yang beramal”.

Pintu-pintu surga

Menurut Ibnu Abbas, bahwa surga itu memiliki 8 buah pintu dari emas yang bertahtakan mutiara dan tertulis pada pintu pertama Laa ilaaha illallaah Muhammadun Rasuulullah, yaitu pintu para Nabi, Rasul dan Syuhada dan para orang dermawan.

Pintu kedua adalah pintu orang-orang yang mengerjakan shalat dan menyempurnakan shalat serta wudhunya. Pintu ketiga adalah pintu orang-orang yang mengeluarkan zakat hartanya. Pintu keempat adalah pintu-pintu orang yang suka memerintahkan kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Pintu kelima adalah pintu orang yang mengekang hawa nafsunya dari kesenangan-kesenangannya. Pintu keenam adalah pintu orang-orang yang beribadah haji dan mengerjakan umrah. Pintu ketujuh adalah pintu orang-orang yang berjihad di jalan Allah. pintu kedelapan ialah pintu orang-orang yang memejamkan (menahan) pandangannya dari hal-hal haram dan mengerjakan kebaikan dan kebajikan, berupa taat kepada orang tua, silaturahmi dan amalan-amalan baik yang lain.

Jenis-jenis Surga

Surga itu ada delapan buah, yaitu:

  • Darul Jalal (tempat keluhuran) dan ia terdiri dari mutiara putih.
  • Darus Salam (tempat keselamatan) dan ia terdiri dari yaqut merah.
  • Jannatul Ma’waa (surga tempat berlindung) dan ia lari dari jabarjad hijau.
  • Jannatul Khuldi (surga keabadian) dan ia dari marjan kuning.
  • Jannatun Na’im dan ia dari perak putih.
  • Daarul Qarar (tempat tetap) dan ia dari emas merah.
  • Jannatul Firdaus (surga firdaus) dan ia merupakan batu bata dari perak dan emas, batu bata dari yaqut dan batu bata dari zabarjad sedang lantainya adalah misik.
  • Jannatun Aden (surga abadi) dan ia dari mutiara putih dan berdekatan dengan semua surga yang ada. Ia mempunyai dua buah pintu dari emas yang jarak diantara dua pintu itu seperti apa yang ada diantara langit dan bumi. Bangunannya dari batu bata emas dan batu bata perak, debunya anbar dan lantainya misik. Di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir ke seluruh surga, batu-batu sungainya dari lu’lu dan airnya lebih sejuk daripada es dan lebih manis daripada madu. Di dalamnya terdapat telaga AL Kautsar, yaitu telaga Nabi Muhammad saw. Di dalamnya juga terdapat sungai kafur (wangian barus), sungai Tasniim, sungai Salsabil, sungai Rahiiqil Mahtum, sungai air jernih, sungai susu, dan sungai madu.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

4 Macam Sungai Di Surga

Surga merupakan sebuah tempat yang indah dan sangat didambakan oleh setiap manusia. Keadaan surga banyak sekali dijelaskan di dalam Al Qur’an dan hadis.

Dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Pada malam aku di isra’kan ke langit diperlihatkanlah kepadaku semua surga. Lalu aku melihat empat buah sungai, sebuah sungai dari air jernih, sebuah sungai dari susu, sebuah sungai dari arak dan sebuah sungai dari madu yang bersih. Seperti dalam firman Allah surat Muhammad ayat 15:

  1. (apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?

Maka berkatalah aku kepada Jibril, “Darimanakah sungai-sunga ini datang mengalir dan kemanakah ia mengalir?” Jibril menjawab, “Ia datang mengalir ke telaga Al Kautsar, tetapi aku sendiri tidak mengetahui darimana sumbernya (mata airnya). Coba tanyakanlah kepada Allah sehingga Dia memberimu pengetahuan dan memperlihatkanmu.”

Nabi Muhammad berdoa kepada Allah, lalu datanglah malaikat  dan berkata, “Hai Muhammad, pejamkanlah kedua matamu.”

Maka Nabi Muhammad memejamkan mata dan berkatalah malaikat, “bukalah.” Maka Muhammad membuka mata, tiba-tiba dirinya berada di dekat sebuah pohon dan di dekatnya ada sebuah qubbah dari mutiara putih memiliki pintu dari yaqut hijau dan kunci dari emas merah. Seandainya dunia beserta isinya dikumpulkan lalu diletakkan di atas qubbah itu, tentu seperti seekor burung yang hinggap di atas sebuah gunung atau sebutir telur yang dijatuhkan ke gunung itu. Lalu Muhammad melihat 4 aliran sungai itu keluar dari qubbah itu. Muhammad hendak kembali, amak berkatalah malaikat, “Mengapa engkau tidak masuk ke dalamnya?”

Muhammad menjawab, “Bagaimana aku harus masuk sedang di pintunya terdapat kunci.” Malaikat itupun berkata, “Anak kuncinya ada padamu.” Muhammad bertanya,”Dimanakah anak kunci itu?” malaikat berkata, “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.”

Maka Muhammad membacanya dan terbukalah kunci itu. Maka dilihatnya sungai-sungai itu mengalir dari sudut-sudut qubbah yang empat. Ketika hendak keluar berkatalah malaikat, “ Apakah engkau telah melihat?” muhammad menjawab, “Ya sudah.”

Malaikat berkata, “Pandanglah untuk yang kedua kalinya.” Lalu dilihatnya ternyata pada sudut-sudut qubbah tertulis “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.”

Dilihatnya sungai air mengalir dari huruf mim dari kata Bismillaah, sungai susu dari huruf ha’ dari kata Allah, sungai arak dari huruf mim dari kata Ar Rahmaan dan sungai madu dari mim dari kata Ar Rahiim.

Muhammad jadi tahu bahwa mata air dari sungai-sungai itu adalah dari Basmalah. Berfirmanlah Allah, “Hai Muhammad, barang siapa dari ummatmu yang berdzikir kepada-Ku dengan asma-asma ini (Allah, Ar Rahmaan, Ar Rahiim), maka Aku akan memberinya minum dari sungai-sungai ini.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin