Siapakah orang yang bangkrut di akhirat?

Di akhirat nanti akan ada orang-orang yang ketika di dunia rajin beribadah, selalu melaksanakan amal shalih, tetapi ketika pada hari kiamat dia menjadi bangkrut, seperti yang dijelaskan dalam hadis berikut ini.

Nabi Muhammad bersabda:

“Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut itu?” mereka berkata, “Orang yang bangkrut itu adalah orang yang tidak mempunyai dirham dan tidak memiliki harta.” Nabi Muhammad berkata, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia datang dengan benar-benar telah mencaci maki orang ini, menuduh zina orang ini, makan harta orang ini, mengalirkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Lalu diberikan sebagian kebaikannya pada orang ini dan kebaikannya lagi pada orang ini. Jika telah habis kebaikannya sebelum dibayarkan tanggungan yang ada padanya, maka diambillah kejahatan orang-orang itu dan dilemparkanlah ke atas pundaknya, kemudian dilemparkanlah dia ke neraka.

Nabi Muhammad bersabda:

“Barang siapa yang mempunyai tanggungan sebuah penganiayaan milik saudaranya, baik berupa harga diri atau sesuatu yang lain maka hendaklah dia minta halalnya pada hari ini sebelum tidak ditemukan lagi dinar dan tidak pula dirham. Jika dia memiliki amal yang shalih maka diambillah sebagiannya menurut kadar penganiayaannya , tetapi jika tidak ada kebaikan baginya diambillah kejahatan kawannya itu dan dipikulkan ke atas pundaknya.”

Sumber: Durrotun Nasihin

 

Para penghuni surga dan neraka

Para penghuni surga

Nabi Muhammad bersabda, “Penghuni surga itu ada tiga golongan:

  1. Orang yang memiliki kekuasaan, yaitu orang yang mempunyai keputusan hukum dan kekuasaan yang adil, bersedekah, suka berbuat baik kepada orang-orang fakir, yang mendapat taufiq, yaitu mendapat pertolongan dapat taat kepada Allah dan dapat berbuat adil dalam memutuskan hukum.
  2. Seorang laki-laki penyayang yang lembut hatinya, yaitu dalam hatinya terdapat kelembutan, belas kasih dan rasa sayang. kepada sanak familinya dan orang islam, yakni baik kepada kaum kerabat atau orang lain.
  3. Seorang yang afif, yaitu lak-laki shalih yang memelihara diri, yakni mencegah dirinya dari hal-hal yang tidak halal dan tidak patut, dan yang memiliki keluarga, dan cinta keluarga tidak mendorongnya untuk menghasilkan harta haram, tetapi mengutamakan cinta Allah daripada cinta keluarganya.

Para penghuni neraka

Sedangkan penghuni neraka ada lima golongan:

  1. Orang yang lemah tidak memiliki ketangguhan” yakni tidak mempunyai pegangan “ketika” datang “kesenangan nafsu” lalu tidak mau menghindari perbuatan haram “yaitu mereka yang mempunyai pengikut di kalangan kamu” dikatakan bahwa mereka adalah orang-orang ahli pengangguran, tidak memiliki keinginan dalam amalan akhirat. “Tidak menginginkan” yakni mencari “istri” lalu mereka mengabaikan kawin dan mengerjakan perbuatan keji (fahisyah) “tidak pula harta” yakni mereka tidak menginginkan harta dengan usaha halal karena memang tidak ada keinginan dari kerja tangannya. Ada yang mengatakan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang mengelilingi para penguasa, mereka mengabdi pada penguasa-penguasa itu dengan tidak mempedulikan dari mana dia makan dan memakai pakaian. Apakah dari halal atau haram. Mereka tidak memiliki keinginan kepada istri dan tidak pula kepada harta. Tetapi mereka hanya membatasi diri pada urusan makan dan minum.
  2. Orang yang berkhianat yang tidak samar lagi ketamakan pada dirinya” yakni tidak samar ketamakannya dalam hal apa saja” walaupun kecil” yakni sedikit kecuali dia akan mengkhianatinya” yakni kecuali dia akan berusaha ke sana sehingga dapat menemukannya lalu mengkhianatinya. Atau artinya dia tidak mengharapkan kesempatan berkhianat kecuali dia akan berkhianat pada apa yang diharapkannya itu, walaupun yang diharapkannya itu hanya sesuatu yang sedikit.
  3. Seorang laki-laki yang tidak berpagi-pagi atau bersore-sore kecuali selalu menipumu” yakni dia tidak berpisah dengan penipuannya kepadamu baik mengenai keluarga dan hartamu “paginya dan sore harinya” yakni menipumu dalam segala tingkah lakunya.
  4. Bakhil lagi bohong” yakni orang yang kikir dan pembohong.
  5. Orang jahat budi pekertinya lagi kotor bicaranya.

Sumber: Durrotun Nasihin

 

Dahsyatnya Neraka

Dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim telah diterangkan, bahwa Rasulullah ketika dituruni ayat, “Wa andzir asyiratakal aqrabbin” (dan berilah peringatan kepada keluarga dan kerabatmu yang terdekat). Maka beliau berdiri di kalangan mereka seraya berkata yang aetinya sebagai berikut:

“Wahai orang-orang Quraisy, belilah dirimu dari Allah, aku tidak dapat menjamin sedikitpun agar terhindar dari siksaan Allah. wahai Bani Abdil Manaf, aku tidak dapat bermanfaat padamu sedikitpun untuk menyelamatkan dari siksaan Allah. wahai Abbas, paman Rasulullah, aku tidak dapat memberikan manfaat kepadamu sedikitpun agar kamu terhindar dari siksaan Allah. wahai Shofiyah, bibi Rasulullah, aku tidak bermanfaat padamu untuk menyelamatkanmu dari siksaan Allah. wahai Fathimah, putri Muhammad, mintalah hartaku dengan jumlah sekehendakmu, namun aku tidak bermanfaat padamu untuk menyelamatkanmu sedikitpun dari siksaan Allah.

Ka’bul Ahbar berkata, “Jika hari kiamat telah tiba, maka Allah akan mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang hidup di akhir zaman dalam suatu tempat dataran tinggi. Lalu malaikat sama turun, lalu mereka berbaris. Lalu Allah berfirman kepada Jibril, ‘Wahai Jibril, datangkan jahanam kepada-Ku!’ lalu datang malaikat Jibril dengan membawa 70 ribu kendali. Pda masing-masing kendali terdapat 70 ribu malaikat yang turut serta menarik, sehingga jarak antara jahanam dan para makhluk sejauh perjalanan seratus tahun. Lalu suara nyala api terdengar dengan kerasnya, sehingga hati mereka menjadi gusar. Kemudian suara nyala api itu terdengar lagi untuk kedua kalinya, lalu malaikat yang dekat pada Allah dan para Nabi yang diutus bertekuk lutut di hadapan-Nya. Lalu api itu bersuara lagi untuk yang ketiga kalinya, lalu rasanya hati menjadi hilang, pikiran kacau, tidak mengerti apa yang harus diperbuat. Sehingga setiap orang akan merasa takut terhadap amal perbuatannya, sehingga Ibrahim Al Kholil sendiri berkata, ‘Wahai Tuhanku, sekalipun aku Engkau angkat sebagai kekasih, tapi aku takkan minta pada-Mu kecuali untuk keselamtan diriku.”

Dan Nabi Musa berkata, “Sekalipun aku telah diajak munajah kepada-Mu, tetapi aku tidak berani meminta pada-Mu kecuali untuk keselamatan diriku sendiri.”

Nabi Isa berkata, “Dengan kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, aku tidak berani memohon pada-Mu kecuali untuk diriku. Aku tidak berani meminta untuk ibuku sendiri yang telah melahirkanku.”

Juga dari Ka’bul Ahbar, “Seandainya neraka jahanam dibuka sebesar satu lubang hidung lembu di daerah arah timur, lalu ada lelaki di arah barat, maka akan merasakan panasnya, otaknya akan mendidih hingga mengeluarkan cairan.”

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai Jibril, mengapa aku tidak pernah melihat Mikail tertawa?” lalu malaikat Jibril menjawab, “Sungguh ia tidak pernah tertawa, sejak api neraka diciptakan. Begitu juga mataku tidak pernah kering dari air mata yang mengalir sejak jahanam diciptakan, lantaran aku khawatir berbuat maksiat, sehingga aku dimasukkan ke dalamnya.”

Cara Allah Ketika Akan Memasukkan Manusia Ke Dalam Surga dan Neraka

Diterima keterangan dari Siti ‘Aisyah r.a. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Apabila Allah menghendaki memasukkan ahli surga ke dalam surga, maka Allah mengutus ahli surga itu kepada satu malaikat yang membawa hadiah dan pakaian dari surga.” Surga itu berada diatas langit ketujuh dan dibawah ‘arasy.

Menurut sebagian ulama bahwa di surga itu terdapat 8 pintu gerbang, setiap satu pintu masuk 70 ribu laki-laki berjajar yang satu. Surga itu merupakan berbagai gedung yang dibangun, berbagai kamar, tiang, pemandangan untuk melihat sebagian diatas sebagiannya lagi. Dari emas, perak dan zabarjud serta zamrut, mutiara, marjan, kapur, ‘anbar, intan berlian, dan lain sebagainya.

Allah mengutus malaikat untuk memberikan hadiah cincin kepada ahli atau penghuni surga

Dimana ahli surga hendak masuk ke dalam surga, maka malaikat itu berkata, “Sebenar-benarnya ada di aku hadiah dari Allah.” Ahli surga bertanya, “Apa hadiah tersebut?” Malaikat menjawab, “Hadiah ini adalah 10 cincin, dalam cincin yang pertama bertuliskan salaamun ‘alaikum thibtum fadkhuluu haa khaalidiina, dalam cincin yang kedua bertuliskan rafa’tul kumul ahzaana walhumuuma. Maka yang namanya hazan (prihatin) adalah perkara yang hasil dari menimpanya yang tidak disukai atau karena tidak didapatkannya yang dicintai pada waktu yang sudah terlewat. Dan yang namanya hammun (bingung) adalah hasilnya perkara yang disebut tadi pada zaman yang akan datang.

Pada cincin ketiga dituliskan watilkal jannatullatii uuritstumuuhaa bimaa kuntum ta’maluuna, pada cincin keempa ditulis albasnaa kumul hulala walhuliyya. Artinya hulal adalah macam-macam pakaian, dan artinya huliyyi adalah macam-macam perhiasan dari emas, perak dan mutiara.

Cincin kelima ditulis wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin innii jazaituhum alyauma bimaa shabaruu annahum humul faaizuuna, pada cincin keenam haadzaa jazaa ukum alyauma bimaa fa’altum minath thaa’ati, pada cincin ketujuh shirtum syubbaanan laa tahramuuna abadan. Pada cincin kedelapan shirtum aaminiina laa takhaafuuna abadan, pada cincin kesembilan wafaqtumul anbiyaa a wash shiddiiqiina wasy syuhadaa i wash shaalihiiina, dan pada cincin kesepuluh ditulis sakantum fii jiwaarir rahmaanu dzil’arsyil kariimi.

Kemudian malaikat itu berkata lagi, segeralah masuk kalian ke surga dengan selamat dari malapetaka serta ama dari ketakutan. “

Lalu mereka (ahli surga) masuk ke dalam surga sambil mengucapkan syukur, Alhamdulillaahilladzii adzhaba ‘annal hazana inna rabbanaa laghafuurun syakuurun, yang artinya segala puji adalah milik Allah yang sudah menghilangkan dari kami rasa prihatin, sebenar-benarnya Allah adalah yang banyak mengampuninya dan banyak syukurnya.

Syukurnya Allah swt kepada ‘abdi-Nya adalah dengan memuji si ‘abdi karena telah berbuat kebaikan kepada-Nya. Alhamdulillaahilladzii  shadaqanaa wa’dahu, segala puji adalah milik Allah, yang sudah benar Allah kepada kami semua dalam perjanjian-Nya. Wa auratsanal ardha, dan Allah sudah mewaris, artinya memberi kepada kami semua tanah surga. Natabawwa u minal jannati haitsu nasyaa u fani’ma ajrul ‘aamiliina, yang diam kami semua di surga sesuai keinginan kami semua (di tempat mana saja yang kami inginkan). Maka itu merupakan ganjaran yang paling bagus dari amal kami semua.

Allah mengutus malaikat Zabaniyyah untuk memberikan cincin kepada ahli atau penghuni neraka

Dimana Allah akan memasukkan ahli neraka ke dalam neraka, maka dia mengutus atau menyuruh ahli neraka tersebut kepada malaikat Zabaniyyah. Menurut Syeikh Ibnu Rajab bahwa neraka itu ada di bawah bumi yang tujuh lapis, dan neraka itu sudah ada sekarang.

Rasulullah saw bersabda, “Sebenar-benarnya di neraka jahanam itu ada 70 ribu jurang, pada tiap satu jurang terdapat 70 ribu cabang, pada tiap cabang ada 70 ribu kampung. Pada tiap satu kampung ada 70 ribu rumah, pada tiap satu rumah ada 70 ribu sumur, pda tiap satu sumurnya ada 70 ribu ular, pada tiap mulutnya ular ada 7 ribu langgir (bahasa sunda), yang tidak semata-mata sampai orang kafir dan orang munafiq…………..”

Pada malaikat itu (Zabaniyyah) ada 10 cincin, pada cincin pertama ditulis udkhuluu haa laa tamuutuuna fiihaa abadan walaa tahyauna walaa takhrujuuna, pada cincin kedua khuudhuu fil’adzaabi laarahata lakum, pada cincin ketiga aiasuu min rahmatii, pada cincin keempat udkhuluuhaa fil hammi wal ghammi walhuzni abadan. Artinya ghammun adalah kebingungan yang menutupi kesenangan.

Pada cincin kelima bertuliskan libaa sukumunnaar, pakaian kalian semua adalah dari api, wa tha’aamukum az zaquumu wasyaraa bukumul hamiimu, dan makanan kalian semua adalah kayu zaqum dan minuman kalian adalah minuman neraka yang sangat panas, wamihaa dukum annaar wa ghawaa syiikum annaar.

Pada cincin keenam bertuliskan haadzaa jazaaukum alyauma bimaa fa’altum min ma’shiyatii, ini adalah pembalasan untuk kalian semua pada hari ini atas perbuatan ma’siyat kalian.

Pada cincin ketujuh bertuliskan sukthii ‘alaikum finnaari abadan. Pada cincin kedelapan bertuliskan ‘alaikumul la’natu bimaa ta’ammad tum minadz dzanuubil baairi walam tandamuu, mesti kepada kalian semua la’nat disebabkan sengaja mengerjakan perbuatan dosa besar dan tidak bertaubat serta menyesal.

Pada cincin kesembilan bertuliskan qurana ukum asy syayaathiinu finnaari abadan, teman-teman kalian semua adalah setan selamanya.

Pada cincin kesepuluh dituliskan ittaba’tumusy syaithaana wa arad tumud dunyaa wa taraktum al aakhirata fahaadzaa jazaa ukum, kalian semua sudah mengikuti ajakan setan, dan mengharapkan kehidupan dunia serta meninggalkan kehidupan akhirat. Nah ini adalah siksaan sebagai pembalasan buat kalian semua.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar

Inilah 10 Golongan Orang Yang Tidak Akan Masuk Surga

Sayyidina ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa dirinya telah menerima dari Rasulullah saw: Sepuluh golongan dari umatku tidak akan masuk surga, kecuali apabila mereka bertaubat.

  • Orang qalla’
  • Orang jayyuf
  • Orang qattat
  • Orang daibub
  • Orang dayuts
  • Shahibul ‘arthabah
  • Shahibul kubah
  • Si ‘utul
  • Si zaniim
  • Orang yang menyakiti ibu bapaknya.

Yang dimaksud qalla’ adalah orang yang sering berjalan menghadap pemerintah (umara). Artinya orang yang datang kepada umara dengan membawa perkara yang batil dan bohong.

Yang disebut jayyuf yaitu orang yang sering mengambil (maling) bungkus mayit di dalam kuburan. Ada sebuah riwayat bahwa sudah terbukti ada seorang maling kain kafan (di dalam kubur) di sebuah negeri, dan ada seorang penghulu (qadhi) yang shalih.

Ketika sudah mau datang ajalnya qadhi, beliau memanggil si maling kemudian berkata, “Sudah sampai kepadaku berita tentang engkau yang sering mengambil kafan di kuburan, dan saat ini ajalku sudah dekat. Dan orang-orang sudah menyediakan harga kafanku, maka ambillah olehmu sekarang harga kafan tersebut, dan kamu jangan mempermalukanku di dalam kuburan (jangan mengambil kafan di dalam kuburannya).”

Setelah itu maling tersebut menunaikan kehendak si qadhi, dan ketika tiba ajalnya qadhi. Berita tersebut sampai kepada si maling, lalu dia bercerita kepada istrinya tentang perjanjiannya. Kemudian istrinya itu berkata bahwa dia harus takut apabila melanggar janji.

Setelah dikubur qadhi tersebut, si maling hatinya goyah karena ingin mengambil kain kafannya, walaupun sudah dilarang oleh istrinya. Ketika dia sudah datang ke kuburan dan masuk ke dalamnya, ternyata mayat qadhi itu sedang di dudukkan atau sedang diperiksa oleh malaikat. Kemudian salah satu malaikat berkata kepada malaikat lainnya, “harus membaui kamu ke kaki orang ini (mayit qadhi”, kemudian malaikat itu melakukannya, “pada kedua kaki orang ini tidak ada bau apa-apa, sebenar-benarnya kakinya ini tidak pernah dipakai berjalan untuk maksiat sama sekali.”

Setelah itu malaikat membaui kedua tangan qadhi, lalu berkata, “Tidak pernah berbuat maksiat mayit ini dengan kedua tangannya.”

Lalu malaikat membaui kedua mata mayit, lalu berkata, “mayit ini tidak pernah melihat atau berbuat sama sekali dengan kedua matanya.”

Kemudian malaikat itu membaui salah satu telinga mayit, dan ternyata tidak ada bau apa-apa. Ketika membaui telinga yang satunya ternyata malaikat menemukan bau, lalu berkata, “mayit ini sudah mendengar/memperhatikan salah satu dari pendengarannya (salah satu telinganya) terhadap salah satu dari dua musuh yang bertikai lebih banyak daripada yang lainnya (musuh yang lainnya). Setelah itu malaikat meniup telinga qadhi, lalu keluarlah api dari telinganya itu dan memenuhi kuburan tersebut. Api itu mengenai si maling, dan akhirnya membuat matanya buta.

Macam-macam wajah atau tingkah orang yang berbuat dosa di hari kiamat

Rasulullah saw ditanya tentang firman Allah swt, “Pada hari ditiup sangkakala, maka akan datang kalian semua dengan bergerombol.”

Rasulullah saw menjawab, “Hai Mu’adz, yakinlah engkau sudah menanyakan perkara yang besar/bangga”, lalu air mata beliau mengalir dan meneruskan ucapannya,

“Akan dikumpulkan sepuluh golongan dari umatku dengan berbeda-beda. Allah sudah membeda-bedakan golongan tersebut dari jamaah muslimin, dan membuat nyata rupa-rupa golongan tersebut. dari yang sepuluh golongan itu ada yang berupa monyet, ada yang berupa bagong, ada yang dijungkir balikkan kepala dan wajahnya sambil digusur semuanya, ada yang matanya buta sambil maju mundur, ada juga yang tuli dan bisu dan tidak punya akal semuanya. Ada juga yang menggigit-gigit (memakan) lidahnya dan lidahnya itu menjulur sampai ke dada serta keluar nanah dari mulutnya, dan orang di padang mahsyar pada jijik semuanya kepadanya. Ada juga orang-orang yang dipotong kaki dan tangannya, ada juga yang disalib di atas pohon dari neraka. Ada juga orang yang baunya melebihi bangkai. Ada juga yang yang dipakaikan pakaian yang panjang dari neraka.

Orang yang menyerupai monyet adalah orang yang sering mengadu domba. Orang yang menyerupai bagong adalah yang sering memakan barang haram dan usaha haram, seperti cukai, pajak dan harta sogokan.

Orang yang dijungkirbalikkan wajah dan kepalanya adalah yang sering memakan riba. Orang yang buta adalah orang yang dhalim dalam menghukumi (memberi hukuman). Orang yang tuli dan bisu adalah orang yang ‘ujub dengan amalnya. Orang yang menggigit lidahnya adalah ulama dan ahli pidato yang sering tidak sesuai antara omongan dan perbuatannya.

Orang yang dipotong kaki dan tangannya adalah orang yang sering menyakiti tetangganya. Orang yang disalib di atas pohon neraka adalah orang yang sering mengadukan/melaporkan orang-orang ke raja.

Orang yang baunya melebihi bangkai adalah orang yang sering bersenang-senang mengikuti syahwat, serta senang-senang sambil mencegah orang-orang tehadap haq Allah swt dari hartanya.

orang yang dipakaikan dengan pakaian dari neraka adalah orang yang takabur dan sombong.” HR Imam Qurtubhi

Daibub adalah orang yang yang sering mengumpulkan amat (perempuan) di rumahnya untuk melakukan zina. (orang yang mengumpulkan lelaki dan perempuan).

Dayuts adalah orang yang tidak ada rasa cemburu (membiarkan) terhadap keluarganya (istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya).

Shahibul ‘arthabah orang yang sering menabuh gendang gede.

Shahibul kubah adalah orang yang sering menabuh gendang kecil.

Yang disebut ‘utul adalah orang yang tidak ada pengampunannya dari dosa serta tidak mau menerima pa’udzuran (alasan), maksudnya adalah orang takabur

Zaniim adalah orang yang dilahirkan dari hasil perzinahan, serta dilekatkan  ke orang yang tidak ada (bukan) dari anaknya tersebut. dan sering duduk si zaniim di tengah jalan, kemudian mengumpat, dan dia banyak berbuat dhalim kepada yang lain.

Sedangkan orang yang menyakiti kedua orang tuanya sudah masyhur. Misalkan ketika si anak bermuka cemberut kepada orang tuanya, lalu ketika orang tuanya datang bertemu dengan si anak dia tidak berdiri menyambutnya, serta perkara lainnya yang bisa membuat orang tua hatinya sakit.