Cara Agar Masuk Surga Dengan Cepat dan Tanpa Hisab

Menurut Syeikh Wahab bin Munabbih rahimahullah, bahwa ditulis di dalam kitab Taurat ada beberapa nasihat, diantaranya adalah:

  • Siapa saja orang yang menginginkan gampang atau ringannya hisaban amal, maka dia harus menasehati dirinya sendiri dan saudara-saudaranya.
  • Siapa saja orang yang menginginkan para malaikat berziarah kepada dirinya, maka dia harus terbukti sebagai orang yang wara’. Wara’ itu jadi syarat untuk istiqamah dalam agama. wara’ yang paling rendah adalah wara’ul ‘adul, dan wara’ yang paling tinggi adalah wara’ush shiddiiqiin.
  • Siapa saja orang yang ingin tinggal di tengah-tengah surga, maka dia harus dzikir kepada Allah pada waktu siang dan malam. Menurut Imam Qusyairi bahwa tidak akan wushul (sampai) seorang ‘abdi kepada Allah kecuali dengan langgeng dzikir kepada Allah. Dzikir itu ada 2 macam, yaitu dzikir lisan dan dzikir hati.
  • Siapa saja orang yang ingin masuk surga tanpa diperiksa terlebih dahulu, maka dia harus taubat dengan taubat nasuha. Menurut Imam Qusyairi bahwa taubat adalah tingkatan pertama dari tingkah para salikin, danm maqam awal dari sebagian maqam thalibin.

Menurut ahli ma’rifat bahwa manusia harus membersihkan 4 perkara dengan 4 perkara, yaitu:

  1. Membersihkan wajah dengan air mata.
  2. Membersihkan lidah dengan dzikir kepada Allah swt.
  3. Membersihkan hati dengan rasa takut kepada Allah.
  4. Membersihkan dosa dengan taubat kepada Allah.

Keutamaan ridha terhadap bagian dari Allah serta cara agar mengerti ilmu agama

  • Siapa saja orang yang ingin kaya, maka dia harus ridha terhadap pembagian dari Allah (harta, jabatan/pangkat, dan lain-lain.) Menurut Syeikh ‘Abdul Wahid bin Zaid, bahwa ridha itu merupakan pintu Allah yang sangat besar dan merupakan surga dunia.
  • Siapa saja orang yang ingin faqih (mengerti ilmu agama), maka dia harus khusyu dalam urusan agamanya. Artinya yang nurut dalam urusan agama yang haq dan menerima yang haq itu walaupun dari siapa saja.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar

Inilah 5 golongan para penghuni surga

Menurut Sayyidina Umar Radhiyallaahu ‘anhu bahwa kalau tidak takut ngaku mengetahui perkara yang ghaib (samar), maka tentu akan menyaksikan lima golongan manusia. Bahwa sebenar-benarnya kelima golongan manusia itu merupakan setengahnya dari ahli surga.

  1. orang faqir yang mempunyai keluarga (orang yang diam di rumah dan wajib di nafkahi oleh si faqir tersebut, misalnya ‘abdinya/pembantunya, istrinya, dan anaknya yang masih kecil).
  2. perempuan yang diridhai oleh suaminya.
  3. perempuan yang menshidqahkan mas kawinnya kepada suaminya.
  4. orang yang diridhai oleh ibu bapaknya.
  5. orang yang taubat dari dosanya.

Apakah Allah Mengampuni Dosa Orang Yang Taubat

Rasulullah bersabda: “Orang yang bertaubat dari dosanya itu seperti orang yang tidak memiliki dosa.”

Rasulullah saw juga bersabda: “Tiap-tiap Bani Adam itu sering mengerjakan kesalahan, dan sebagus-bagusnya orang adalah yang berbuat kesalahan (dosa) kemudian bertaubat.” Hadist Riwayat Imam Ahmad dan Turmudzi.

Nabi Muhammad pernah berkata: “Allah swt lebih senang/meridhai taubatnya seseorang yang bertaubat, bila dibandingkan senangnya seseorang yang menemukan air ketika dahaga, dan daripada orang yang melahirkan anak, serta daripada seseorang yang kehilangan barang dan menemukannya.”

“Siapa saja orang yang bertaubat kepada Allah swt dengan taubatan nasuha (taubat yang bersungguh-sungguh), maka Allah menjadikan lupa kepada yang menjaganya (malaikat), dan kepada para anggotanya, dan tempat-tempat di bumi semuanya, terhadap dosa-dosa yang kecil dan dosa-dosanya yang besar dari orang tersebut.”

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar