Tempat Mengangkat Tangan Dalam Shalat dan Hukumnya

Hukumnya mengangkat kedua tangan ketika sholat termasuk sunat haeat. Disunatkan mengangkat tangan di 4 tempat :

  1. Ketika takbirotul ihrom, ketika mengawali sholat, kepala tangannya ke daun telinga, dampal/telapak tangan sejajar dengan pundak sambil terbuka dan merenggangkan jari-jari tangannya (jangan dikepalkan).
  2. Ketika akan ruku.
  3. Ketika akan i’tidal
  4. Berdiri di tahiyyat awal.

Tidak disunatkan mengangkat tangan selain dari 4 tempat diatas. Kalau seseorang meninggalkan sunat yang diatas hukumnya adalah makruh.

Disunatkan juga ketika mengangkat tangan/ketika perpindahan rukun membaca takbir intiqol (ciri terhadap putusnya rukun). Ada lagi takbirotul ihrom yaitu takbir yang mengharamkan terhadap yang halal di sebelum sholat.

 

Diambil dari kitab Syafinatunnnaja Fiusuluddin Walfikhi karangan Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi

Inilah Macam-Macam Sunnah Dalam Shalat

Ketika mengerjakan shalat, ada 2 sunnah yaitu sunnah ab’adh dan sunah hai’at.

a. Sunah Ab’adh

  1. Membaca tasyahud awal.
  2. Membaca shalawat pada tasyahud awal.
  3. Membaca shalawat atas keluarga Nabi Saw. Pada tasyahud akhir.
  4. Membaca qunut pada shalat shubuh dan shalat witir pada pertengahan hingga akhir bulan Ramadhan.

b. Sunah Hai’at

  1. Mengangkat kedua belah tangan ketika takbiratul ihram, ketika akan rukuk, ketika i’tidal, dan ketika berdiri dari tahiyat awal.
  2. Meletakkan telapak tangan yang kanan diatas pergelangan yang kiri ketika berdekap (sedakep).
  3. Membaca doa Iftitah setelah takbiratul ihram.
  4. Membaca ta’awwudz ketika hendak membaca Fatihah.
  5. Membaca amin sesudah membaca Fatihah.
  6. Membaca surat Al Quran pada dua rakaat permulaan (rakaat pertama dan kedua) setelah membaca Fatihah.
  7. Mengeraskan bacaan Fatihah dan surat pada rakaat pertama dan kedua pada shalat maghrib, Isya, Shubuh selain makmum.
  8. Membaca takbir ketika gerakan naik turun
  9. Membaca tasbih ketika rukuk dan sujud.
  10. Membaca “sami’Allahu lima hamidah” ketika bangkit dari rukuk dan membaca “Rabbanaa lakal kamdu…” ketika i’tidal.
  11. Meletakkan telapak tangan diatas paha pada waktu duduk tasyahud awal dan akhir, dengan membentangkan jari-jari tangan kiri dan menggenggamkan yang kanan kecuali jari telunjuk.
  12. Duduk iftirasyi dalam semua duduk shalat.
  13. Duduk tawarruk (bersimpuh) pada waktu duduk tasyahud akhir.
  14. Membaca salam yang kedua.
  15. Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri masing-masing waktu membaca salam pertama dan kedua.

Sumber : Risalah Tuntunan Shalat Lengkap (Drs. Moh Rifa’i)