Syarat-syarat sujud

Sujud merupakan salah satu rukun shalat, apabila kita shalat tetapi tidak melakukan sujud, maka shalatnya tidak sah. Adapun ketika sujud, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya ialah:

  1. Sujud dilakukan dengan 7 anggota sujud, sedangkan meletakkan hidung hukumnya sunat.
  2. Dahi harus terbuka. Hal ini berdasarkan hadis dari Ibnu Hibban, ia berkata, “Kami mengadukan kepada Rasulullah dari panasnya pasir, beliau tidak menerima pengaduan itu (HR Muslim). Dari Khobah bin Al Arot ia berkata, “Kami mengadukan tentang panasnya pasir kepada Rasulullah pada dahi dan telapak-telapak tangan kami, beliau tidak menerima pengaduan itu.” Dalam hadis ini dijelaskan bahwa para sahabat mengadu kepada Rasulullah tentang panasnya pasir (tempat sujud) seolah-olah mereka minta agar Nabi memberi izin kepada mereka diperbolehkan menutupi dahi dengan telapak tangan, namun Nabi tidak mengizinkannya, ini berarti mereka harus membuka dahi dan telapak tangan dalam sujud.
  3. Tidak dimaksud dengan meletakkan kepala/anggota sujud ke tempat sujud kecuali untuk sujud. Apabila seseorang merundukkan badan ke tempat sujud tidak bermaksud sujud, tetapi karena dia merasa kepalang misalnya, lantas dia sujud, maka sujudnya tidak sah dan wajib baginya kembali kepada posisi semula.
  4. Menetapkan dan menekan kepala (seberatnya) kepada tempat sujud. Hal ini berdasarkan hadis Ibnu Hibban, “Apabila kamu sujud, maka hendaklah kamu menetapkan dahimu pada bumi (tempat sujud), janganlah kamu sujud seperti burung mematuk biji-bijian,”
  5. Tidak boleh sujud kepada sesuatu yang bergerak karena gerakan orang yang sujud (dia sendiri). Dalilnya sama dengan dalil wajibnya dahi terbuka, karena apabila orang itu sujud pada benda yang bergerak karena gerakan orang itu, maka seolah-olah dahinya tidak terbuka, karena dia sujud pada benda yang ittisol (meletakkan).
  6. Meletakkan anggota badan bagian atas, diletakkan di bawah dan sebaliknya, sehingga pantat lebih tinggi daripada kepala. Karena Nabi Muhammad tidak pernah sujud kecuali demikian. Dari Abu Ishak As Sabu’i ia berkata, Barro bin Azib menerangkan kepada kami cara-cara ia meletakkan kedua belah tangannya, kemudian bersandar pada kedua lututnya, dan mengangkat pantatnya, selanjutnya berkata, “Demikianlah cara sujud Rasulullah.
  7. Tuma’ninah dalam melakukan sujud, maka tidak sah apabila sujud dilakukan tanpa tuma’ninah.

Tata Cara Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur

Sujud sahwi

Sujud sahwi (sujud lupa) ialah sujud 2 kali sesudah membaca tasyahud akhir dan sebelum salam, karena ada yang lupa mengerjakannya. Sahwi artinya lupa. Adapun sebab-sebab sejud sahwi itu ialah:

  1. Lupa mengerjakan sesuatu.
  2. Sangsi (ragu-ragu) tentang hitungan rakaat yang sudah dilakukan.
  3. Meninggalkan salah satu dari sunat ab’adh.
  4. Meninggalkan salah satu rukun qauli di tempat yang bukan semestinya.

Lafadz sujud sahwi

سُبْحَانَ مَنْ لاَيَنَامُ وَلاَيَسْهُوْ

Subhaana malla yanaamu walaa yashuu.

“Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak akan lupa sama sekali.”

Sujud

Sujud sahwi itu memakai takbir. Dan jika seorang imam lupa rakaatnya atau lupa yang lainnya, maka seorang makmum hendaklah mengingatkan dengan bacaan:

سُبْحَانَ اللّٰهِ

Subhaanallaahi.

Jika seorang imam lupa dalam membaca surat, lantaran lupa, maka hendaklah seorang makmum mengingatkan, yaitu dengan meneruskan ayat yang lupa itu, supaya ia dapat meneruskan bacaannya.

Sujud tilawah

Sujud tilawah artinya sujud bacaan. Maksudnya ialah sujud di waktu membaca ayat-ayat sajdah, yaitu ayat-ayat yang disunahkan sujud waktu membacanya. Sebab Nabi Muhammad mengingatkan, bahwa salah satu faktor yang dapat mempermudah sampai ke surga ialah sujud.

Ayat sajdah itu ialah:

  1. Ayat 206 surat Al A’raf.
  2. Surat Ar Ra’du ayat 15.
  3. Surat An Nahl ayat 50.
  4. Surat Al Hajj ayat 18.
  5. Surat Al Alaq ayat 19
  6. Dan yang lainnya.

Cara melakukan sujud tilawah dapat di luar atau di dalam shalat. Bila sujud tilawah di luar shalat, maka harus:

  • Niat di dalam hati.
  • Membaca takbir.
  • Sujud dengan mengucapkan doanya.
  • Salam sesudah duduk.

Sujud Syukur

Artinya sujud terima kasih. Yaitu sujud sekali waktu mendapat keberuntungan, atau baru saja terhindar dari suatu bahaya dan kesulitan.

Sujud syukur boleh dilakukan tanpa wudhu, dan tidak perlu suci dari najis. Hukum sujud syukur adalah sunat, dan tidak boleh dilakukan di dalam shalat. Serta sebaiknya ketika bersujud menghadap kiblat.

Cara melaksakan sujud syukur:

  • Dilakukan harus di luar shalat.
  • Dilakukan hanya satu kali sujud.
  • Sebaiknya berwudhu, bila tidak juga tidak apa-apa.
  • Bacaannya sama dengan sujud tilawah.

7 Syarat Sujud Dalam Shalat dan Anggota Sujudnya

Sujud menurut lughot yaitu attatoomunu artinya condong.

Syaratnya sujud yaitu ada 7 :

  1. Sujud dengan 7 anggota, karena ada hadist yang diriwayatkan Ibni ‘abbas, “berkata Rasulullah, menurutnya diperintah saya sujud dengan 7 anggota dari mulai jidat, ujung dua jari, telapak kaki dan dua dengkul serta jangan mencegah saya ke pakain”.
  2. Jidatnya harus terbuka, kecuali ada udzur seperti ada bulu yang jadi di jidat atau adanya perban karena ada yang sakit (kalau perbannya dibuka bisa masaqot mukanya). Selain itu sujud harus menempelkan jidat.
  3. Memberatkan kepala, Selain itu sujud harus menempelkan jidat (jidatnya saja, tidak sisanya anggota yang lain, sehingga kena beratnya kepala ke tempat sujudnya)
  4. Jangan bermaksud turun kepada selain sujud
  5. Jangan sujud seseorang terhadap suatu perkara yang kebawa gerak oleh orang tersebut, misalnya jangan sujud ke yang dibawa seperti sorban)
  6. Harus menjungkir atau dikebawahkan sesuatu yang diatas (kepala), dan bokong diatas.
  7. Tuma’ninah dalam melakukan sujud, maka tidak sah apabila sujud dilakukan tanpa tuma’ninah.

Anggota sujud :

  1. Jidat, antara dua pelipis dan lebarnya antara tumbuhnya rambut kepaladengan alis dua, tegasnya ketika sujud harus nyimpen jidatnya ke tempat sujud dengan beratnya jidat sambil jangan diangkat, serta nyimpen dua tangan tegesnya menempelkan telapaknya tapi cukup dengan sebagiannya. Menempelkan dua dampal/telapak jari-jari kaki itu cukup dengan menempelkan perut jarinya
  2. Telapak tangan kanan
  3. Telapak tangan kiri
  4. Lutu kanan
  5. Lutut kiri
  6. Dampal/telapak jari kanan
  7. Dampal/telapak jari kiri

 

Diambil dari kitab Syafinatunnnaja Fiusuluddin Walfikhi karangan Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi