Celaan untuk sifat sombong

Sombong merupakan sebuah sifat yang tercela dan dilarang dalam agama islam. banyak sekali dalil dari hadis yang meriwayatkan mengenai tercelanya sifat sombong ini.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Allah berfirman, ‘Kebesaran adala selendangku dan keagungan adalah milik-Ku. Maka barang siapa yang berebut dengan Aku dalam kedua hal itu Aku akan melemparkannya ke dalam neraka, dan Aku tidak perduli.”

Jadi tidak sepantasnya manusia berlaku sombong.

Diriwayatkan dari Amier bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, dari Rasulullah saw, “Akan dihimpun orang-orang sombong di hari kiamata seperti semut yang berbentuk orang laki-laki. Mereka diliputi kehinaan dari segala penjuru, dihalau kesebuah penjara di neraka jahanam yang bernama Bulas, mereka dilingkupi api yang paling panas, diberi minum dengan lumpur nanah, yaitu perasan dari penghuni neraka.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, “Nabi Muhammad bersabda, “Ada 3 orang, Allah tidak akan berfirman kepada mereka pada hari kiamat, tidka menyucikan mereka dari dosa dan tidak memandang mereka; dan mereka akan mendapat siksa yang berat; 1) Orang yang berzina. 2) Raja yang pembohong. 3) orang fakir yang sombong.

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Barang siapa yang bertawadhu’ maka Allah akan mengangkat derajatnyan dan barang siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.”

Nabi Muhammad bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat semut kecil dari kesombongan.” Kesombongan itu sampai menjadi penghalang bagi dirinya untuk masuk surga, karena kesombongan itu menghalang-halangi seorang hamba dari budi pekerti-budi pekerti seorang mukmin, padahal budi pekerti itulah pintu-pintu surga.”

Diriwayatkan dari Jabir, dia berkat, “Nabi Nuh berkata kepada anaknya, “Aku akan menerangkan kepadamu beberapa hal, barang siapa yang semua hal itu tidak berada pada dirinya maka dia bukanlah orang yang sombong:

  1. Menambatkan kambing.
  2. Naik khimar.
  3. Memakai pakaian bulu.
  4. Bergaul dengan orang-orang fakir dari kaum mukmin.
  5. Makan dari seorang di antara kamu bersama keluarganya.

Al Hasan meriwayatkan dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Barang siapa mau menjahit sandalnya, menambal pakaiannya dan membuat kusut wajahnya dengan debu karena Allah dalam sujud, maka benar-benar dia bebas dari kesombongan.

 

Sumber: Durrotun Nasihin