Contoh soal dan pembahasan sistem saraf (nervosum) untuk SMP

Pengertian sistem saraf adalah bagian dari tubuh kita yang membantu kita tidak hanya untuk melihat, memahami dan merespons seluruh kejadian di sekitar kita, tapi juga mengirim, menerima dan mengartikan informasi dari semua bagian tubuh, berikut ini Contoh soal dan pembahasan sistem saraf (nervosum) untuk SMP. Semoga Contoh soal dan pembahasan sistem saraf (nervosum) untuk SMP ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1) Bagian dari saraf pusat yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh adalah …
A. Talamus
B. Hipotalamus
C. Hipofisis
D. Cerebellum
Jawaban: B

Soal No. 2) Peran dan sistem saraf simpatik ada di bawah ini, kecuali …
A. Menaikkan tekanan darah
B. Peningkatan detak jantung
C. Peningkatan kontraksi usus
D. Pupil mata terbuka lebar
Jawaban: C

Soal No. 3) Yang bukan termasuk dalam sistem saraf perifer adalah …
A. Saraf aferon
B. Saraf sensorik
C. Saraf motorik
D. Saraf konektor
Jawaban: D

Soal No. 4) Bagian serabut saraf neurit yang berfungsi mempercepat jalannya rangsang dan bagian ini tidak berselubung adalah …
A. Nodus ranvier
B. Sel shwann
C. Akson
D. Badan sel
Jawaban: A

Soal No. 5) Bagian luar otak yang berwarna kelabu lebih banyak mengandung …
A. Badan sel
B. Dendrite
C. Akson
D. Nodus ranvier
Jawaban: A

Soal No. 6) Bagian dari serabut saraf (akson) yang berfungsi untuk regenerasi adalah …
A. Sel shwann
B. Neurit
C. Dendrite
D. Badan sel
Jawaban: A

Soal No. 7) Sistem saraf otonom yang memacu detak jantung adalah …
A. Saraf cranial
B. Saraf perifer
C. Saraf simpatik
D. Parasimpatik
Jawaban: C

Soal No. 8) Bagian otak yang berperan dalam refleks fisiologis, seperti detak jantung dan bernapas adalah …
A. Otak tengah
B. Sumsum lanjutan
C. Otak kecil
D. Thalamus
Jawaban: B

Soal No. 9) Yang dimaksud dengan saraf tepi spinal adalah …
A. Saraf yang keluar dari otak 12 pasang
B. Saraf dari sumsum tulang belakang
C. Saraf penghubung otak dan tepi
D. Penghubung saraf aferen dan eferen
Jawaban: B

Soal No. 10) Bagian otak yang berfungsi untuk mengatur fungsi keseimbangan tubuh adalah …
A. Otak besar
B. Otak kecil
C. Otak depan
D. Otak belakang
Jawaban: B

Soal No. 11) Berdasarkan gambar sel saraf berikut, bagian dendrite dan sel shwann, secara berurutan adalah …
A. 1 dan 2
B. 2 dan 5
C. 1 dan 4
D. 1 dan 5
Jawaban: C

Soal No. 12) Jaringan ikat berupa selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang adalah …
A. Durameter
B. Meninges
C. Piameter
D. Archnoid
Jawaban: B

Soal No. 13) Peristiwa loncatan rangsang antara sel-sel saraf (neuron) disebut …
A. Sinapsis
B. Simbiosis
C. Meninges
D. Antibiosis
Jawaban: A

Soal No. 14) Urutan jalannya rangsang lewat sel neuron adalah …
A. Dendrite → badan sel → akson
B. Dendrite → neurit → badan sel
C. Neurit → badan sel → dendrite
D. Neurit → badans el → akson
Jawaban: A

Soal No. 15) Bagian dari ujung akson tempat percabangan sel saraf disebut …
A. Telodendrion
B. Nodus ranvier
C. Cabang dendrite
D. Cabang badan sel
Jawaban: A

Soal No. 16) Celah yang terletak di antara telodendrion dengan dendrite sel saraf lainnya disebut …
A. Sel schwann
B. Sinapsis
C. Nodus ranvier
D. Selaput myelin
Jawaban: B

Soal No. 17) Daerah visual atau pusat penglihatan di otak besar terletak pada …
A. Lobus frontalis
B. Lobus parietalis
C. Lobus temporalis
D. Lobus oksipitalis
Jawaban: D

Soal No. 18) Bagian otak tengah yang berfungsi tempat penerima semua rangsang dari reseptor, kecuali bau adalah …
A. Thalamus
B. Encephalon
C. Hipotalamus
D. Diencephalon
Jawaban: A

Soal No. 19) Jalannya rangsang pada gerak refleks biasa (disadari) adalah …
A. Reseptor → sensorik → otak → motorik → efektor
B. Reseptor → eferen → otak → aferen → efektor
C. Reseptor → motorik → otak → sensorik → efektor
D. Reseptor → afferent → otak → sensorik → motorik
Jawaban: A

Soal No. 20) Kelainan pada sistem saraf berupa gerakkan gemetar pada otot tubuh yang tidak terkendali adalah …
A. Hidrosefalus
B. Meningitis
C. Tremor
D. Layuh semu
Jawaban: C

Soal No. 21) Cairan yang berfungsi untuk meredam goncangan terhadap organ otak adalah …
A. Durameter
B. Serebrospinal
C. Meninges
D. Arachnoid
Jawaban: B

Soal No. 22) Sel-sel saraf yang berperan pada jalannya rangsang, kecuali …
A. Sensorik
B. Konektor
C. Motorik
D. Prometer
Jawaban: D

Soal No. 23) Bagian dari sel saraf yang berfungsi untuk menerima rangsang dari sel saraf lainnya atau dari reseptor adalah …
A. Badan sel
B. Akson
C. Dendrite
D. Neurilemma
Jawaban: C

Soal No. 24) Jumlah dari sel-sel saraf tepi yang keluar dari otak adalah …
A. 12 pasang
B. 13 pasang
C. 21 pasang
D. 31 pasang
Jawaban: A

Soal No. 25) Bagian otak sebagai pusat pengatur suhu tubuh, nutrisi, dan penumbuh sifat agresif ada di bagian …
A. Hipotalamus
B. Sumsum lanjutan
C. Thalamus
D. Otak
Jawaban: A

Apa Sajakah 4 Komponen Sistem Saraf pada Manusia ?

Sistem saraf terdiri dari dua bagian utama: sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi:

  1. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
  2. Sistem saraf tepi terdiri dari serabut saraf yang bercabang dari sumsum tulang belakang dan meluas ke seluruh bagian tubuh, termasuk leher dan lengan, batang tubuh, kaki, otot rangka, dan organ dalam.

Otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang belakang dan saraf sistem saraf tepi untuk mengontrol pergerakan otot dan fungsi organ dalam.

Unit kerja dasar sistem saraf adalah sel yang disebut neuron. Otak manusia mengandung sekitar 100 miliar neuron. Neuron terdiri dari tubuh sel yang mengandung nukleus, dan ekstensi khusus yang disebut akson dan dendrit.

Neuron berkomunikasi satu sama lain menggunakan akson dan dendrit. Ketika neuron menerima pesan dari neuron lain, neuron mengirimkan sinyal listrik ke panjang aksonnya. Pada akhir akson, sinyal listrik diubah menjadi sinyal kimia, dan akson melepaskan utusan kimia yang disebut neurotransmitter.

Neurotransmitter dilepaskan ke ruang antara ujung akson dan ujung dendrit dari neuron lain. Ruang ini disebut sinaps (diucapkan SIN-aps). Neurotransmiter menempuh jarak pendek melalui sinapsis ke dendrit. Dendrit menerima neurotransmiter dan mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik. Sinyal kemudian bergerak melalui neuron, untuk dikonversi kembali menjadi sinyal kimia ketika sampai ke neuron tetangga.

Neuron motor mengirimkan pesan dari otak untuk mengendalikan gerakan sukarela. Neuron sensorik mendeteksi cahaya, suara, bau, rasa, tekanan, dan panas yang masuk dan mengirim pesan ke otak. Bagian lain dari sistem saraf mengatur proses tak disengaja, seperti pelepasan hormon seperti adrenalin, pelebaran mata sebagai respons terhadap cahaya, atau pengaturan sistem pencernaan, yang terlibat dalam fungsi organ dan kelenjar tubuh.

Otak terdiri dari banyak jaringan neuron yang berkomunikasi. Dengan cara ini, berbagai bagian otak dapat “berbicara” satu sama lain serta bekerja sama untuk mengirim pesan ke seluruh tubuh.

Fungsi sistem saraf manusia

Sistem saraf manusia berbeda dari mamalia lain terutama dalam perluasan besar dan elaborasi belahan otak. Banyak dari apa yang diketahui tentang fungsi otak manusia berasal dari pengamatan efek penyakit, dari hasil eksperimen pada hewan, terutama kera, dan dari studi neuroimaging pada hewan dan subyek manusia yang sehat. Sumber informasi semacam itu telah membantu menjelaskan aspek aktivitas saraf yang mendasari sifat-sifat tertentu dari otak manusia, termasuk proses yang berkaitan dengan penglihatan, memori, ucapan, dan emosi. Meskipun pengetahuan para ilmuwan tentang fungsi-fungsi sistem yang unik dan kompleks ini berkembang pesat, itu masih jauh dari lengkap.

Sistem Saraf

Untuk memahami bagaimana fungsi sistem saraf manusia, para ilmuwan pertama-tama harus mengidentifikasi elemen yang menghubungkan, atau jalur, yang berjalan di antara berbagai bagiannya. Penelitian mereka membawa mereka ke penemuan saluran saraf dan identifikasi koneksi yang kurang jelas antara berbagai daerah otak dan sumsum tulang belakang. Identifikasi jalur-jalur ini bukanlah masalah yang sederhana, dan memang, pada manusia, banyak yang masih belum sepenuhnya diketahui atau hanya bersifat dugaan.

Banyak informasi tentang sistem saraf manusia telah diperoleh dengan mengamati efek kerusakan aksonal. Jika serat saraf terputus, panjang akson terjauh dari sel tubuh, atau soma, akan kehilangan aliran akson metabolit dan akan mulai memburuk. Selubung mielin juga akan mengalami degenerasi, sehingga, selama beberapa bulan setelah cedera, produk urat mielin akan terlihat di bawah mikroskop dengan noda khusus. Metode ini jelas aplikasi terbatas pada manusia, karena memerlukan lesi yang tepat dan pemeriksaan selanjutnya sebelum mielin telah sepenuhnya dihapus.

Pewarnaan akson yang terdegenerasi dan terminal yang membentuk sinapsis dengan neuron lain juga dimungkinkan melalui penggunaan impregnasi perak, tetapi tekniknya sulit dan hasilnya kadang-kadang sulit diinterpretasikan. Bahwa neuron yang rusak harus menunjukkan perubahan degeneratif, betapapun sulit dideteksi, tidak terduga, tetapi saling ketergantungan neuron kadang-kadang ditunjukkan oleh degenerasi transneuronal.

Neuron yang kekurangan input utama dari akson yang telah dihancurkan mungkin mengalami atrofi. Fenomena ini disebut degenerasi anterograde. Dalam degenerasi retrograde, perubahan serupa dapat terjadi pada neuron yang telah kehilangan penerima utama dari aliran keluarnya.

Metode anatomi ini kadang-kadang berlaku untuk penyakit manusia. Mereka juga dapat digunakan postmortem ketika lesi dari sistem saraf pusat telah sengaja dibuat – misalnya, dalam perawatan bedah nyeri yang tak terobati. Teknik lain hanya dapat digunakan dalam percobaan pada hewan, tetapi ini tidak selalu relevan bagi manusia. Sebagai contoh, konstituen biokimia normal berlabel isotop radioaktif dapat disuntikkan ke neuron dan kemudian diangkut panjang akson, di mana mereka dapat dideteksi dengan mengambil radioaktivitas pada pelat sinar-X.

Teknik pengamatan tergantung pada aliran aksonal retrograde telah digunakan secara luas untuk menunjukkan asal-usul saluran serat. Dalam teknik ini, enzim peroksidase diambil oleh terminal akson dan diangkut naik akson ke soma, di mana ia dapat ditunjukkan dengan pewarnaan yang tepat.

Pewarnaan zat neurotransmitter dimungkinkan pada material manusia postmortem dan juga pada hewan. Namun, keberhasilan bergantung pada pemeriksaan bahan yang relatif segar atau beku, dan hasilnya mungkin sangat dipengaruhi oleh perawatan sebelumnya dengan obat-obatan yang aktif secara neurologis.

Stimulasi listrik pada daerah sistem saraf menghasilkan impuls saraf di pusat yang menerima input dari tempat stimulasi. Metode ini, menggunakan mikroelektroda, telah banyak digunakan dalam penelitian pada hewan; Namun, jalur yang tepat diikuti oleh impuls buatan yang dihasilkan mungkin sulit untuk dibangun.

Beberapa teknik pencitraan yang sangat terspesialisasi, seperti computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), dan positron emission tomography (PET), telah memberikan para ilmuwan kemampuan untuk memvisualisasikan dan mempelajari anatomi dan fungsi sistem saraf dalam kehidupan, sehat orang. Teknik yang dikenal sebagai MRI fungsional (fMRI) memungkinkan deteksi peningkatan aliran darah secara paralel dengan peningkatan aktivitas otak. MRI fungsional memungkinkan para ilmuwan untuk menghasilkan peta rinci area otak yang mendasari aktivitas mental manusia dalam kesehatan dan penyakit. Teknik ini telah diterapkan pada studi berbagai fungsi otak, mulai dari respons sensorik primer hingga aktivitas kognitif.