Keutamaan dan Manfaat Melakukan Shalat Tahajud

Allah berfirman dalam surat Al Israa’ ayat 79, “Dan pada sebahagian malam hendaklah engkau mengerjakan shalat tahajjud sebagai ibadah tambahan bagimu (kewajiban tambahan), agar Tuhan-mu mengangkatmu pada tempat yang terpuji.”

Tahajud itu haruslah dikerjakan setelah bangun tidur pada malam hari. Shalat malam ini adalah fardhu untuk Nabi Muhammad dan atas ummatnya pada permulaan islam, berdasarkan firman Allah dalam surat Al Muzzammil ayat 1-2, “Hai orang yang berselimut, bangunlah untuk mengerjakan shalat di waktu malam.”

Tetapi kemudian turun keringanan dan kewajiban itu dinasakh dengan shalat fardhu lima waktu untuk ummat, dan tetap sebagai suatu ibadah sunnat berdasarkan firman Allah dalam surat Al Muzzammil ayat 20, “Maka bacalah yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an itu.”

Sedangkan untuk Nabi Muhammad tetap sebagai fardhu berdasarkan firman Allah Naafilatan laka: “Sebagai fardhu tambahan bagimu atas fardhu-fardhu yang telah difardhukan Allah.”

Ada yang mengatakan bahwa kewajiban shalat malam itupun dinasakh untuk Nabi sebagaimana untuk ummat. Jadilah shalat malam itu sunat bagi Nabi Muhammad, karena Allah berfirman naafilatan lama dan tidak berfirman ‘alaika.

Shalat Tahajud

Yang dimaksud kata ‘naafilatan’ adalah keutamaan, karena keutamaan beliau mengalahkan ummatnya dengan wajibnya shalat malam itu dan bertambah banyak pahalanya. Dia adalah suatu keutamaan bukan menghapuskan dosanya, karena beliau diampunkan dosanya yang dahulu maupun yang datang kemudian.

Jika ada yang bertanya, “Lalu apa faedahnya disebutkan khusus sebagai tambahan bagi Nabi, kalau tambahan itu berlaku bagi Nabi Muhammad sebagaimana berlaku pada ummat muslimin?

Maka jawabannya adalah bahwa faedah menyebutkan khusus bahwa sunat-sunat adalah menutup dosa hamba-hamba ini, sedang Nabi Muhammad saw telah diampunkan dosanya yang dahulu mau[un yang kemudian dan akan berfungsi sebagai kelebihan dan tambahan bagi beliau dalam mengangkat derajat yang tinggi. Berbeda dengan ummat, mereka memiliki dosa yang memerlukan dihapus. Mereka memerlukan sunat-sunat yang menghapus dosa dan kejahatan bukan sekedar menambah pahala. Jadi isyarat kepada arti ini menjadikan semua kesunatan yang dikerjakan Nabi Muhammad adalah menambah pahalanya, berbeda dengan ummat.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Maka Nabi Muhammad telah diperintahkan untuk beribadah shalat malam dan diwajibkan pada beliau tidak kepada ummatnya.”

Dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada seorang laki-laki yang bangun malam lalu mengerjakan shalat, dan membangunkan istrinya. Jika istrinya itu enggan maka dia memercikkan air ke wajah istrinya itu. Dan mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada seorang perempuan yang bangun malam lalu mengerjakan shalat, dan dia membangunkan suaminya lalu shalatlah pula suaminya itu. Jika suami itu enggan maka dia memercikkan air ke wajahnya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Fadhilah dan Manfaat Mengerjakan Shalat Tahajjud

Nabi Muhammad bersabda, “Setan mengikat di ubun-ubun kepada seorang dari kamu ketika dia sedang tidur dengan tiga buah ikatan. Apabila dia bangun maka lukarlah sebuah ikatan pertama. Kemudian apabila dia mengambil wudhu maka lukarlah ikatan kedua. Kemudian apabila dia mengerjakan shalat maka lukarlah ikatan yang ketiga kalinya, dan jadilah dia bersemangat. Jika tidak bangun maka setan akan mengencingi kedua di telinganya.”

Menurut Imam Al Ghazali bahwa apabila tiba permulaan malam berserulah malaikat penyeru dari bawah Arasy, “Ingat, hendaklah bangun orang-orang yang ahli beribadah.” Maka bangunlah mereka dan mengerjakan shalat sebanyak yang dikehendaki Allah. kemudian berserulah malaikat penyeru pada pertengahan malam, “Ingat, hendaklah bangun orang-orang yang takut kepada Allah, mereka yang memanjangkan berdirinya dalam salat sampai waktu Sahar.”

Kemudian malaikat penyeru menyerukan lagi, “Ingat, hendaklah orang-orang ahli beristighfar bangun.” Mereka lalu bangun dan membaca istighfar.

Kemudian berseru lagi malaikat penyeru, “Ingat, hendaklah bangun orang-orang yang lengah.” Lalu mereka bangun dari tempat tidurnya seperti orang-orang mat bangun dari kuburnya. Karena itu Luqman memberi wasiat kepada anaknya, ‘Hai anakku, janganlah engkau tidur, sedang ayam jantan telah berkokok tetapi engkau masih tetap tidur.”

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, dia berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan shalat malam dengan 10 ayat dalam shalat tidaklah dia ditulis dari golongan orang-orang yang lengah. Barang siapa yang mengerjakan shalat malam dengan seratus ayat ditulislah dia di antara orang-orang yang taat. Barang siapa yang mengerjakan shalat malam dengan seribu ayat ditulislah dia di antara orang-orang yang memperbanyak pahala. Dia adalah seperti orang yang telah bersedekah 70 ribu dirham.”

Barang siapa di antara kamu yang memeliharan shalat bagaimanapun keadaannya dan dimanapun dia berada, maka dia dapat lewat di atas shirath seperti kilat yang menyambar bersama dengan golongan pertama dari orang-orang yang dahulu masuk surga, dan dia akan datang di hari kiamat sedang wajahnya seperti bulan pada malam purnama, serta dia mendapatkan pahala dengan setiap hari dan malam seperti seribu orang mati syahid.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Keutamaan Shalat Tahajjud

Shalat tahajud adalah shalat malam yang dikerjakan setelah sebelumnya terlebih dahulu tidur dulu. Waktu mengerjakannya adalah pada sepertiga malam terakhir (utamanya). Banyak sekali keutamaan dari shalat tahajud, seperti yang diuraikan di bawah ini.

Orang yang melaksanakan shalat tahajud memiliki banyak kata hikmah

Dari Umar bin Al Khaththab, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan shalat malam dan membuat bagus shalatnya itu maka Allah akan memuliakannya dengan sembilah hal, lima di dunia dan  lainnya di akhirat. Lima hal yang diberikan di dunia yaitu: 1) Allah akan memeliharanya dari segala macam bencana, 2) Kelihatan jelas bekas taatnya pada wajahnya; 3) Allah akan menjadikan hati hamba-hamba-Nya yang shalih dan hati manusia seluruhnya mencintainya; 4) Lidahnya lancar mengucapkan kata-kata hikmah; 5) Allah menjadikannya sebagai orng yang penuh hikmah, yakni mengaruniainya pandai agama.

Sedangkan empat yang diberikan di akhirat adalah; 1) Dia akan dihimpun dari kuburnya dengan bersinar wajahnya; 2) Allah akan memudahkan hisab baginya; 3) Dia akan melewati Shirath seperti kilat yang menyambar; 4) Dia akan diberikan catatan amalnya dengan tangan kanannya di hari kiamat.

Dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Pada malam aku diisra’kan ke langit, Tuhanku mewasiatkan kepadaku tentang lima hal. Dia berfirman, ‘Janganlah engkau gantungkan hatimu dengan dunia karena Aku tidak menciptakannya untukmu. Jadikanlah kecintaanmu untuk-Ku karena tempat kembalimu adalah kepada-Ku. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan surga. Putuslah harapan kepada makhluk karena tidak satupun berada di tangan mereka. Dan abdikanlah untuk bertahajjud, karena pertolongan itu bersama shalat malam.”

Dari Abu Umamah dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Berpeganglah pada shalat malam, karena ia adalah tindakan orang-orang shalih sebelum kamu, baik para Nabi maupun para wali.”

Dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Barang siapa yang bangun tidur lalu membaca Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu, wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim. Rabbigh firlii wa li waalidayya wa lilmu-miniina wal mu-minaat. (Tiada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah tiada Tuhan kecuali dan Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan.) Maka Tuhannya akan mengampuninya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin