Tempat Ruh Setelah Lepas Dari Raganya

Abu Bakar ditanya mengenai ruh-ruh ketika keluar dari jasadnya, “Kemanakah dia pergi?” Dia menjawab, “Pada 7 tempat, yaitu:

  1. Ruh-ruh Nabi dan Rasul, tempat penyimpanannya adalah surga Aden.
  2. Ruh-ruh para ulama, tempat penyimpanannya adalah surga Firdaus.
  3. Ruh-ruh orang beruntung, tempat penyimpanannya ialah surga Illiyyin.
  4. Ruh-ruh orang yang mati syahid, maka terbang seperti burung-burung di surga, dimana dia suka.
  5. Ruh-ruh orang mukmin yang berdosa tergantung di angkasa, tidak di bumi dan tidak pula di langit sampai hari kiamat.
  6. Ruh-ruh orang mukmin berada di gunung misik.
  7. Ruh-ruh orang kafir berada di neraka Sijjin, mereka disuksa bersama jasadnya sampai hari kiamat.

Allah berfirman dalam surat Al Muthaffifin ayat 7, “Jangan demikian, sesungguhnya catatan amal orang-orang yang menyimpang berada dalam neraka Sijjij.”

Allah lebih mengetahui keadaan yang sebenarnya. Bagi-Nya segala puji dalam segala perkataan selain kekafiran dan kesesatan. Maka hendaklah engkau mengikuti segala perintah. Dan Dia Maha Suci dari persamaan dan serupa. “Janganlah Engkau siksa kami sebab dosa kami wahai Tuhan Pemilik Kemuliaan dan Keagungan.”

Keadaan manusia setelah dibangkitkan dari kubur

Benar-benar telah disebutkan bahwa makhluk ini apabila telah dibangunkan dari kuburnya, mereka berdiri di tempat mereka dibangunkan dari kubur di hari kiamat selama 40 tahun. Mereka tidak makan, tidak minum, tidak tidur dan tidak pula berbicara. Ditanyakan, ‘Ya Rasulullah, dengan apakah engkau mengenali ummatmu pada hari kiamat?”

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya ummatku pada hari kiamat bersinar wajah dan bersinar pula tangan dan kakinya karena bekas wudhu.”

Dalam khabar disebutkan, “Apabila datang hari kiamat, Allah swt membangkitkan semua makhluk dari kubur mereka masing-masing. Lalu datanglah para malaikat di atas kubur orang-orang mukmin dan mengusap kepala mereka dari debu yang menempel serta mengibaskan debu itu dari mereka kecuali tempat sujud mereka. Malaikat mengusap tempat-tempat sujud itu tetapi tidaklah hilang debunya. Lalu ada seruan yang menyeru, ‘Hai malaikat-malaikat-Ku, bukankah debu itu debu kubur mereka tetapi debu itu adalah debu tempa-tempat ibadah mereka. Biarkanlah apa yang ada pada mereka itu sehingga mereka melewati Shirath dan masuk surga, agar semua orang yang memandang mereka mengetahui bahwa mereka adalah pengabdi-pengabdi dan ahli ibadah kepada-Ku.’

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Macam-Macam Ruh

Ruh itu ada 3 mcam, yaitu:

  1. Ruh sulthaniyah, tempatnya ada di dalam hati.
  2. Ruh ruhaniyah, ada di dalam dada.
  3. Ruh jasmaniyah, berada di antara daging dan darah, dan diantara tulang dan urat.

Jika ditanyakan, “Ketika seorang hamba tidur keluarkah ruhnya atau tidak?” Jika ada yang menjawab, “Ya, keluar.” Maka salahlah dia. Tetapi jika orang menjawab, “Tidak.” maka diapun salah.

Sedangkan jawaban yang benar adalah bahwa ketika seorang hamba tidur maka keluarlah ruh jasmaniah bersama akal da berjalan di antara langit dan bumi. Jika akal memang menyertainya maka dia aka melihat apa yang dilihatnya dalam mimpi. Tetapi jika tidak disertai dengan akal maka dia melihat apa yang dilihatnya tetapi dia tidak dapat memahami.

Jika ditanyakan, “Apakah perbedaan antara ruh dan rawan?” maka jawabannya ialah, “Rh itu tidak pergi dan datang, sedang rawan selalu pergi dan datang. Jika rawanitu pergi maka tidurlah seorang hamba, tetapi jika ruh hilang matilah seorang hamba. (Jadi rawan ruh yaqadhah sedang ruh itu ruh hayat, atau tidak resmi dan resmi). Lalu perumpamaan iman berada di antara ruh dan tubuh adalah seperti matahari berada di antara langit dan bumi. Ketika seorang mati pergilah Laa ilaaha illallaah bersama ruhnya dan tinggallah Muhammadun Rasulullah bersama tubuhnya, dan ketika keduanya berkumpullah jadilah keimanan.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin