Inilah Cara Membaca Doa Qunut Yang Benar

Kalimat doa qunut tidak ada ketentuannya, karena itu bisa disertai dengan membaca ayat yang mengandung doa, kalau menghendakinya, misalnya dengan membaca akhir surat al Baqarah, yaitu Rabbanaa laa tu aakhidznaa in-nasiinaa au-akhtha’naa rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahu….

Boleh juga diserta dengan doa semata, walaupun tidak ma’tsur dari Nabi saw.

Bagi orang yang membaca qunut nazilah adalah membaca qunut subuh terlebih dahulu, lalu diakhiri dengan permohonan supaya dihilangkan musibahnya.

Imam disunatkan membaca doa qunut dengan jahar, walaupun pada shalat sirriyah (lohor dan asar), kecuali makmum yang tidak mendengar qunut imamnya dan orang yang shalat munfarid, mereka secara mutlak membacanya perlahan saja.

Makmum yang mendengar bacaan qunut imamnya disunatkan mengamini dengan jahar untuk memohon dengan lafaz qunut itu. Bacaan doa yang harus diamini ialah bacaan shalawat kepada Nabi saw menurut kaul yang masyhur.

Ketika memuji, yaitu mulai dari lafaz Fainnaka taqdhii sampai akhirnya, bacalah dengan sirri (perlahan-lahan). Makmum yang tidak mendengar qunut imamnya, atau mendengar suaranya tetapi tidak jelas, berqunutlah secara perlahan-lahan.

Makruh bagi imam mengkhususkan doa qunut bagi dirinya, sebab ada larangan mengkhususkan doa bagi dirinya sendiri.

Sabda Nabi saw, “Seorang hamba tidak boleh mengimami suatu kaum, lalu ia berdoa khusus untuk dirinya tanpa mendoakan mereka. Jika si hamba imam itu berbuat demikian, berarti ia mengkhianati mereka.” (Riwayat Turmudzi)

Doa qunut yang sering dibaca Khalifah Umar bin Khatthab

Orang yang salat munfarid dan imam mahshur boleh menambah doa qunut (setelah doa qunut yang biasa dibaca) dengan qunut khalifah Umar ra.a yang beliau baca pada salat subuh, yaitu: Allaahumma inna nasta’iinuka wanastaghfiruka wanastahdiika wanu’minu laka wanatawakkalu ‘alaika wanutsanniya ‘alikal khaira kullahu nasykuruka walaa nakfuruka wanakhla’u wanatruku man yafjuruka.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan-Mu, ampunan-Mu, petunjuk-Mu. Kami beriman, bertawakal, dan memuji hanya ke hadirat-Mu dengan semua kebaikan. Kami bersyukur dan tidak kufur ke hadirat-Mu. Kami lepas dan tinggalkan orang-orang yang mendurhakai-Mu.

Allaahumma iyyaaka na’budu walaka nushalli wanasjudu wailaika nas’aa wanahfidu ai nasra’u narjuu rahmataka wanakhsyaa ‘adzaabaka inna ‘adzaabakal jiddu bilkuffaari mulhiqun.

Ya Allah, ke hadirat-Mu kami menyembah, salat, sujud; serta ke hadirat-Mu kami berjalan dengan cepat, karena mengharap rahmat-Mu dan takut akan siksaan-Mu, sesungguhnya siksaan-Mu pasti terjadi menyergap kepada orang-orang kafir.

Sebagian lagi doa khalifah Umar, yaitu: Allaahumma ‘adzdzibil kafarata walmusyrikiinalladziina yashudduuna ‘ansabiilika wayukadzdzibuuna rusulaka wayuqaatiluuna auliyaa-aka Allaahummaghfir lilmu’miniina walmu’minaati walmuslimiina walmuslimaati wa ashlih dzaata bainihim wa allif baina quluubihim waj’al fii quluubihimul iimaana walhikmata watsabbithum ‘alaa millati rasuulika wa auzi’hum an yuufuu bi’ahdikalladzii ‘aahadtum ‘alaihi wanshurhum ‘alaa ‘aduwwika wa’aduwwihim ilaahal haqqi waj’alnaa minhum.

Ya Allah, siksalah orang-orang kafir dan orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang menghalang-halangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan yang memerangi kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah semua orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, muslimin muslimat. Damaikanlah di antara mereka, saling menyayangi di antara mereka, jadikanlah dalam hati mereka iman dan hikmat, dan tetapkanlah mereka pada agama rasul-Mu. Berilah ilham kepada mereka untuk memenuhi janji-Mu yang telah Engkau janjikan mereka atasnya dan tolonglah mereka untuk mengalahkanmusuh-Mu dan musuh mereka. Wahai Tuhan yang Hak, jadikanlah kami diantara mereka.

Cara Membaca Doa Qunut dan Teks atau Bacaannya

Mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua pundak, walaupun sedang membaca pujian, sebagaimana doa-doa lainnya, karena ittiba’ kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Rabb-mu adalah Dzat yang Hidup lagi Pemurah. Ia malu oleh hamba-Nya bila hamba itu mengangkat kedua tangan ke hadirat-Nya, lalu ia mengembalikan kedua tangannya dengan tangan hampa (tidak dikabulkan)” (Riwayat Arba’ah)

Bila berdoa untuk menghasilkan sesuatu yang baik, misalnya menolak bencana selama sisa hidupnya, maka hadapkan kedua telapak tangannya ke langit (ke atas), dan untuk menghilangkan bala yang telah menimpanya, hadapkan punggung kedua tangan ke atas. Dimakruhkan bagi khatib mengangkat kedua tangan ketika berdoa.

Contoh doa qunut adalah, Allaahummahdinii fiima hadait, wa’aafinii fiiman ‘aafaita watawallanii fiiman tawallaita, wabaariklii fiimaa a’thaita waqinii syarramaa qadhaita fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa ‘alaika wainnahu laa yadzillu man walaita walaa ya’izzu man ‘aadaita tabarakta rabbanaa wata’aalaita falakal hamdu ‘alaa maa qadhaita astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, sehatkanlah aku sebagaimana orang yang Engkau sehatkan. Lindungilah aku seperti orang-orang yang mendapat perlindungan-Mu, yakni beserta mereka, supaya aku termasuk pada jalan mereka. Berkahilah aku dari segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari kejahatan yang telah Engkau pastikan.

Sesungguhnya hanya Engkaulah yang dapat memastikan atas sesuatu dan tak ada lagi yang berkuasa di atas Engkau, sesungguhnya tidak akan hina orang yang mendapat perlindungan-Mu dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkah Engkau Rabb kami, dan Engkau Maha Luhur. Bagi-Mu segala puji atas perkara yang Engkau pastikan. Aku memohon ampun dan bertobat ke hadirat-Mu.

Pada akhir doa disunatkan membaca shalawat dan salam kepada NAbi saw, keluarganya, namun tidak disunatkan membacanya pada permulaan qunut.

Sunat membaca qunut pada shalat subuh dan 15 hari terakhir bulan ramadhan serta ketika ada musibah

Disunatkan berdoa qunut pada shalat subuh, yakni pada waktu i’tidal rakaat kedua sesudah membaca zikir yang ratib (Rabbanaa lakal hamdu mil ussamaawaati wamil ul ardhi wamil umaasyi’ta min syai in ba’du ai ba’da humaa kal kursiyyi wal’arsyi) menurut kaul yang lebih masyhur. Yaitu pada lafaz min syai’in ba’du, dan akhir salat witir pada pertengahan menjelang akhir bulan ramadhan (malam tanggal 15 sampai akhir) sebab mengikuti sunnah Nabi saw. Dimakruhkan membaca doa qunut pada pertengahn bulan ramadhan yang pertama (tanggal1 sampai 15), sebagaimana pada salat sunat lainnya.

Disunatkan membaca doa qunut itu pada setiap shalat fardu yang lima waktu ketika i’tidal rakaat terakhir, walaupun bagi yang masbuq yang pernah berqunut nazilah karena imamnya, yaitu disebabkan adanya musibah yang menimpa kaum muslimin, walaupun bagi seseorang yang besar jasanya, umpamanya seorang alim atau pemberani (pemimpin) yang ditawan. Demikian itu sebab ittiba’ kepada Rasulullah saw.

Demikian pula (disunatkan berqunut) karena takut kepada musuh, musim kemarau yang lama, atau musibah wabah. Tidak disunatkan berqunut pada shalat sunat sekalipun pada shalat Id dan yang dinadzarkan.

Dari Anas r.a. sunnah Nabi Muhammad saw, “Sesungguhnya Rasulullah saw berqunut sebulan lamanya sesudah rukuk untuk mendoakan segolongan bangsa Arab (sahabatnya yang gugur), lalu beliau meninggalkan qunut itu.” (Riwayat Bukhari)

Dalam riwayat Ahmad dan Daruqutni ada tambahan sebagai berikut, “Pada salat subuh beliau tidak henti-hentinya berqunut sampai beliau wafat”.