Berbuat adil diantara dua orang istri

Allah menghalalkan seorang laki-laki untuk melakukan poligami, tetapi dengan syarat-syarat yang berat. Artinya seorang suami harus bersikap adil kepada tiap istinya.

Untuk melakukan poligami, ada batasan jumlah maksimal istri, yaitu 4 orang istri. Jika lebih dari empat maka hukumnya haram.

Saat ini, permasalah poligami selalu ramai diperbincangkan dan selalu menjadi perdebatan. Padahal sudah jelas poligami itu dihalalkan oleh Allah.

Untuk berbuat adil kepada istri, hendaknya dilakukan dengan ikhtiar yang maksimal. Artinya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk berbuat adil dan tidak berbuat dzalim kepada salah satu istrinya.

Banyak sekali dalil yang menerangkan mengenai cara berbuat adil kepada istri-istri, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Nabi Muhammad pernah bersabda, “Laki-laki manapun yang mempunyai dua orang istri lalu tidak bisa berbuat adil di antara keduanya dalam hal nafkah, dan dia tidak membuat sama dalam tempat tidur, makan dan minum maka dia bebas dariku dan akupun bebas darinya, dan dia tidak mendapatkan bagian dari syafaatku kecuali kalau dia bertaubat.”

Nabi Muhammad juga bersabda, “Barang siapa yang memiliki dua orang istri, lalu condong kepada seorang dari mereka dan tidak kepada yang lain,” dalam sebuah riwayat, “dan tidak berbuat adil di antara keduanya, maka datanglah dia di hari kiamat sedang satu dari kedua belahan tubuhnya miring.”

Rasulullah saw berpoligami untuk kebaikan masyarakat

Poligami sering menjadi isu kontroversi dalam masyarakat kita. Islam membolehkan umatnya berpoligami namun ia bukan boleh berlaku sewenang-wenangnya. Keharusan berpoligami mempunyai hikmah bagi kepentingan serta kesejahteraan umat Islam. Poligami bertujuan menghalang terjadinya perceraian antara pasangan. Selain itu, poligami dapat menyelesaikan jumlah ‘gadis berumur’ supaya mereka juga dapat merasa nikmat kehidupan berumah tangga dan berkeluarga.

Jika itu berlaku, jelaslah poligami dibolehkan dalam Islam bukanlah untuk memenuhi nafsu seks bagi lelaki semata-mata tetapi ia mempunyai maksud serta tujuan kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Islam tidak memandang mudah syarat yang dikenakan kepada suami yang ingin berpoligami. Sebab itulah tanggungjawab yang mereka perlu pikul bukan satu tugas mudah.

Rasulullah s.a.w sendiri menikah dengan isteri-isterinya atas dasar untuk membantu dan memberi perlindungan kepada mereka. Contohnya Rasulullah menikahi Siti Saudah binti Zam’ah kerana beliau kematian suami.

Seluruh kaum kerabat Siti Saudah adalah orang musyrik. Usia Siti Saudah ketika itu 66 tahun. Namun baginda tidak mahu membiarkan Siti Saudah bersendirian kerana bimbang Islamnya terancam.

Rasulullah juga menikah dengan Siti Aisyah dan Siti Hafsah sebagai penghargaan kepada orang tua mereka. Ibu bapa mereka adalah sahabat Rasulullah iaitu Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Al-Khatab.

Begitu juga halnya ketika Rasulullah menikah dengan Ummu Salamah (Hindun binti Abi Umayah bin Almuqirah). Ummu Salamah adalah salah seorang yang turut serta dalam penghijrahan ke Habsyah dan Madinah. Suaminya, Abu Salamah meninggal dunia dan mereka mempunyai anak yang masih memerlukan didikan. Rasulullah menikahi Ummu Salamah demi memuliakannya.

Selain itu, Ummu Salamah juga memiliki sifat terpuji dan termasuk daripada golongan yang awal menganut Islam. Jelas, Rasulullah berpoligami demi menguatkan ikatan kasih sayang antara kerabat dan kabilah isteri-isterinya supaya mereka memeluk Islam.

Poligami yang dilaksanakan Rasulullah sarat dengan pengajaran penting serta hikmahnya. Baginda tidak melakukannya secara sesuka hati atau tanpa pertimbangan yang wajar.

Allah berfirman yang bermaksud: “Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut dia tidak akan dapat berlaku adil, maka nikahilah seorang saja” (Surah An-Nisa’ ayat 3).

Dalam ayat berkenaan lelaki dibolehkan menikah sampai empat wanita dengan syarat yang berat sekali yaitu mesti berlaku adil antara isterinya mengenai nafkah serta giliran. Tetapi jika kita tidak dapat berlaku adil maka hendaklah seseorang itu beristeri seorang saja. Hikmahnya ialah orang lelaki pada zaman Nabi Muhammad bilangan nya sedikit berbanding wanita disebabkan banyak yang meninggal dalam peperangan.

Oleh karena itu dibolehkan lelaki menikah lebih daripada seorang supaya janda yang kematian suami mendapat bantuan dan perhatian sewajarnya. Rasulullah cuma menikah dengan seorang gadis manakala yang lain semuanya janda bagi membantu kehidupan mereka.

Allah berfirman yang bermaksud: “Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil antara perempuan-perempuan itu meskipun kamu sangat ingin perempuan-perempuan itu, meskipun kamu sangat ingin demikian itu, sebab itu janganlah kamu terlalu cenderung sehingga kamu tinggalkan perempuan yang lain sebagai seorang yang tergantung. Jika kamu perbaiki (kesalahanmu) dan bertakwa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang” (Surah An-Nisaa’ ayat 129).

Poligami sebenarnya menjadi penyelesaian kepada masalah. Ia sama juga seperti talak yang dibolehkan kerana mau mencari jalan keluar daripada kesulitan. Bermakna, poligami tidak boleh dilakukan sewenang-wenangnya tetapi perlu berdasarkan nash syariat serta realitas keadaan masyarakat.

Menjadi lumrah kehidupan di dunia, tidak semestinya semuanya indah belaka tetapi Allah akan sentiasa menguji kita dengan berbagai dugaan untuk menilai kesabaran dan ketabahan hamba-Nya.

Dengan tegas diterangkan tuntutan supaya suami bersikap adil jika ingin berpoligami. Seorang suami yang sering kali sakit dan mengalami kesukaran keluar mencari rezeki sudah tentu tidak dapat menanggung isteri-isterinya.

Setiap isteri berhak mendapatkan hak masing-masing daripada suaminya. Dalam soal ini, suami tidak boleh mengurangi nafkah seorang isterinya dengan alasan isteri mempunyai sumber kewangan sendiri.

Prinsip adil tidak mengira sama ada mereka gadis atau janda, muda atau tua atau taraf pendidikan. Semuanya mempunyai hak sama rata sebagai isteri. Adil dalam memberikan tempat tinggal dan ulama sepakat mengatakan suami bertanggungjawab menyediakan tempat tinggal masing-masing kepada setiap isteri dan anak sesuai dengan kemampuannya.

Jangan sampai berlaku pertengkaran atau saling cemburu antara mereka. Menyusun giliran aspek yang begitu penting jika hidup berpoligami. Isteri berhak mendapat giliran suaminya menginap di rumahnya sama dengan waktu menginap di rumah isteri yang lain. Tujuan perkawinan dalam Islam bukanlah untuk memenuhi tuntutan hubungan seks dengan isteri semata-mata tetapi ia bermaksud menyempurnakan ikatan kasih sayang, kemesraan dan kerukunan antara suami isteri.

Allah berfirman yang bermaksud: “Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan-Nya, dan rahmat-Nya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikan-Nya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir” (Surah ar-Ruum ayat 21).

Anak juga mempunyai hak mendapatkan perlindungan serta kasih sayang daripada ayahnya. Sebab itu disyaratkan agar setiap suami yang mau berpoligami tidak membeda-bedakan antara anak mereka yang berlainan ibu itu.

Siti ‘Aisyah r.a menerang kan, maksudnya: Bahawa Rasulullah s.a.w selalu berlaku adil dalam mengadakan pembagian antara isteri-isterinya. Beliau berkata dalam doanya: “Ya Allah, inilah kemampuanku membagi apa yang ada dalam milikku. Ya Allah, janganlah aku dimarahi dalam membagi apa yang menjadi milikku dan apa yang bukan milikku.”

Poligami Dalam Agama Islam

Poligami berarti suatu sistem perkawinan dimana satu orang memiliki lebih dari satu pasangan. Poligami bisa dari dua jenis. Salah satunya adalah poligami di mana seorang pria menikahi lebih dari satu wanita, dan yang lainnya poliandri, dimana seorang wanita menikah lebih dari satu orang.

Dalam Islam, poligami terbatas diizinkan, poliandri sedangkan sepenuhnya dilarang. Sekarang muncul pertanyaan kenapa islam membolehkan bagi pria beristri lebih dari satu dan Mengharamkan poliandiri bagi wanita? Alqur’an satu-satu nya kitab suci dunia ini yang menyatakan istri cukup satu

Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci agama, di muka bumi ini, yang berisi menikah dengan frase ‘hanya satu’. Tidak ada kitab suci agama lain , yang memerintahkan pria memiliki hanya satu istri. Tidak satu pun dari kitab suci agama lain, tidak menemukan satu pembatasan pada jumlah istri. Menurut salah satu tulisan suci ini bisa menikah sebanyak satu keinginan. Hanya kemudian, bahwa para imam Hindu dan Gereja Kristen membatasi jumlah istri menjadi satu.

Banyak tokoh-tokoh agama Hindu, mereka mempunyai istri banyak seperti. Raja Dashrat, ayah Rama, memiliki lebih dari satu istri. Krishna memiliki beberapa istri. Di masa lalu, orang-orang Kristen diizinkan beristri banyak seperti yang mereka inginkan, karena Alkitab tidak menempatkan batasan pada jumlah istri. Itu hanya beberapa abad yang lalu bahwa Gereja membatasi jumlah istri menjadi satu.

Poligami diperbolehkan dalam Yudaisme. Menurut hukum Talmud, Abraham memiliki tiga istri, dan Salomo memiliki ratusan istri. Praktek poligami terus sampai Rabbi Gershom ben Yehudah (95% CE ) hingga 1030 M) mengeluarkan dekrit menentangnya. Sephardic masyarakat Yahudi yang tinggal di negara-negara Muslim lanjutan praktek sampai selarut 1950, sampai UU dari Kepala kaum pendeta Yahudi Israel memperpanjang larangan menikah lebih dari satu istri. Hindu lebih Dominan pelaku poligamii dari Muslim

Laporan tentang ‘Komite Status Perempuan dalam Islam “, yang diterbitkan pada tahun 1975 menyebutkan pada nomor halaman 66 dan 67 bahwa persentase pernikahan poligami antara tahun 1951 dan 1961 adalah 5,06% pada orang Hindu dan hanya 4,31% di kalangan umat Islam . Menurut hukum India hanya pria Muslim diijinkan untuk memiliki lebih dari satu istri. Ini adalah ilegal untuk non-Muslim di India untuk memiliki lebih dari satu istri.

Meskipun itu menjadi ilegal, Hindu memiliki lebih banyak istri dibandingkan dengan Muslim. Sebelumnya, tidak ada pembatasan bahkan pada orang Hindu sehubungan dengan jumlah istri yang diperbolehkan. Barulah pada 1954, ketika Undang-Undang Perkawinan Hindu yang disahkan menjadi ilegal bagi seorang Hindu untuk memiliki lebih dari satu istri. Pada saat itu adalah Hukum India yang membatasi orang Hindu dari memiliki lebih dari satu istri dan bukan dari Kitab Suci Hindu.

Mari kita menganalisis mengapa Islam mengijinkan seorang pria untuk memiliki lebih dari satu istri. Al-Qur’an Membatasi dan membuat aturan yang jelas tentang izin poligami. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Alquran adalah satu-satunya buku agama di muka bumi, mengatakan “menikah hanya satu ‘.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa’ ayat 3:”Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…” Di sini dijelaskan bahwa salah satu syarat berpoligami itu adalah berlaku adil. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. QS. An Nissa’:3

Sebelum Ayat Al Qur’an ini diturunkan, tidak ada batas atas bagi banyak orang poligami dan memiliki beberapa istri, bahkan ratusan. Islam menempatkan batas atas empat istri. Islam memberikan izin orang untuk menikah dua, tiga atau empat wanita, hanya dengan syarat bahwa ia berurusan secara adil dengan mereka.
Dalam bab yang sama ayat yaitu Surah Nisa 129 mengatakan: “Kamu tidak pernah dapat adil di antara wanita ….”

Oleh karena itu poligami bukan Keharusan tapi pengecualian. Banyak kesalah pahaman bahwa poligami merupakan suatu kepastian padahal tidak poligami merupakan suatu yang boleh bukan suatu suatu yang wajib poligami hanya solusi buat uantuk mengatasi permasalahan rumah tangga

Secara umum, Islam memiliki lima kategori katagori hukum

1. Fardhu dgn kata lain wajib
2. ‘Mustahab’ yakni dianjurkan atau didorong
3. ‘Mubah’ dgn kata lain diperbolehkan atau diizinkan
4. ‘Makruh’ dgn kata lain tidak dianjurkan atau berkecil hati
5. ‘haram’ yaitu dilarang atau dilarang

Poligami jatuh dalam kategori tengah -tengah atau suatu perkara yang diperbolehkan. Tidak dapat dikatakan bahwa seorang muslim yang memiliki dua, tiga atau empat istri adalah seorang Muslim yang lebih baik dibandingkan dengan seorang Muslim yang hanya memiliki satu istri. Rata-rata rentang kehidupan perempuan lebih daripada laki-laki

Dengan sifat laki-laki dan perempuan lahir di sekitar rasio yang sama. Seorang anak perempuan memiliki kekebalan lebih dari seorang anak laki-laki. Seorang anak perempuan dapat melawan kuman dan penyakit lebih baik daripada anak laki-laki. Untuk alasan ini, pada usia anak-anak itu sendiri, Kematian anak laki-laki lebih dominan ketimbang anak perempuan

Selama perang, ada lebih banyak orang laki laki terbunuh dibandingkan dengan perempuan. laki-laki lebih banyak meninggal akibat kecelakaan dan penyakit Dibandingkan dengan wanita. Masa hidup rata-rata perempuan lebih lama daripada laki-laki, dan lebih banyak janda di dunia dari pada duda.

Seperti di India merupakan salah satu dari sedikit negara, bersama dengan negara-negara tetangga lainnya, di mana penduduk perempuan lebih banyak dari penduduk laki-laki. Alasannya terletak pada tingginya tingkat pembunuhan bayi perempuan di India, dan fakta bahwa lebih dari satu juta janin perempuan digugurkan setiap tahun di negara india, setelah mereka diidentifikasi sebagai perempuan. Jika ini praktek jahat ini dihentikan, maka India juga akan memiliki lebih banyak perempuan dibandingkan dengan laki-laki.

Dunia populasi perempuan lebih dominan dari pada penduduk laki-laki. Di Amerika Serikat, perempuan melebihi laki-laki sebesar 7,8 juta. New York saja memiliki satu juta lebih perempuan dibandingkan dengan jumlah laki-laki, dan penduduk laki-laki di New York satu-per ketiga yaitu gay. Amerika Serikat secara keseluruhan memiliki lebih dari dua puluh lima juta gay. Ini berarti bahwa orang-orang ini tidak ingin menikah dengan wanita. Britania Raya mempunyai empat juta lebih perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Jerman memiliki lima juta lebih perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Rusia memiliki perempuan lebih dari sembilan juta laki-laki. Hanya Tuhan yang tahu berapa juta wanita lebih yang ada di seluruh dunia dibandingkan dengan laki-laki.

Membatasi setiap orang hanya memiliki satu istri tidak praktis dan membuat masalah. Bahkan jika setiap orang menikah dengan seorang wanita, masih akan ada lebih dari tiga puluh juta wanita di Amerika Serikat yang tidak akan bisa mendapatkan suami (mengingat bahwa Amerika telah dua puluh lima juta gay). Akan ada lebih dari empat juta perempuan di Great Britain, 5 juta wanita di Jerman dan sembilan juta wanita di Rusia sendiri yang tidak akan bisa menemukan suami.

Misalkan teman saya kebetulan salah satu wanita yang belum menikah tinggal di AS, atau kira kakak Anda kebetulan menjadi salah satu wanita yang belum menikah di Amerika Serikat. Hanya dua pilihan yang tersisa baginya adalah bahwa ia baik menikah dengan pria yang sudah memiliki istri atau menjadi milik umum. Tidak ada pilihan lain. Semua orang-orang yang rendah hati akan memilih untuk pertama,

Dalam masyarakat Barat, Merupakan suatu yang biasa bagi seorang pria untuk memiliki gundik dan atau hubungan tanpa pernikahan banyak, dalam hal ini, wanita itu menjalani hidup, memalukandan hidup dalam Masyarakat yang sama, bagaimanapun, tidak bisa menerima orang memiliki lebih dari satu istri, di mana wanita tetap terhormat, posisi terhormat dalam masyarakat dan menjalani hidup yang dilindungi.

Jadi hanya dua pilihan sebelum seorang wanita yang tidak dapat menemukan seorang suami adalah untuk menikah dengan pria yang sudah menikah atau menjadi milik umum. Islam lebih suka memberi perempuan posisi terhormat dengan mengijinkan pilihan pertama dan pelarangan yang kedua.

Ada beberapa alasan lain, kenapa Islam mengizinkan poligami terbatas, tetapi terutama untuk melindungi kesopanan perempuan.
Dari uraan diatas islam memberi solusi yang kongrit untuk mengatasi permaslahan manusia dengan demikian islam adalh agama fitrah manusia dan tidak bertentangan dengan fitrah manusi itu sendiri!!!

Jika seorang pria diperbolehkan untuk memiliki lebih dari satu istri, lalu mengapa Islam melarang seorang wanita dari memiliki lebih dari satu suami? Banyak orang, termasuk beberapa Muslim, Melontar pertanyaan secara logika muslim memungkinkan perempuan untuk memiliki lebih dari satu pasangan atau membolehkan poliandri, dan secara logika islam tidak adil karena hanya membolehkan poligami dan mengharamkan poliandri bagi wanita!!

Bahwa dasar masyarakat Islam adalah keadilan dan kesetaraan. Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan sama, tetapi dengan kemampuan yang berbeda dan tanggung jawab yang berbeda. Pria dan wanita berbeda, fisiologis dan psikologis. peran dan tanggung jawab mereka berbeda. Pria dan wanita adalah sama dalam Islam, tetapi tidak identik. Surat anisa ayat 22-24. menjelaskan beberapa wanita yang tidak boleh dinikahkan seperti wanita yang bersuami, istri ayah dlll

Hal-hal berikut ini menyebutkan alasan mengapa poliandri dilarang dalam Islam:

1. Jika seorang pria memiliki lebih dari satu istri, orang tua dari anak-anak yang lahir dari perkawinan seperti itu dengan mudah dapat diidentifikasi. Sang ayah serta ibu dengan mudah dapat diidentifikasi. Dalam kasus seorang wanita menikah lebih dari satu suami, hanya ibu dari anak-anak yang lahir dari perkawinan tersebut akan diidentifikasi dan bukan ayahnya. Islam memberikan kepentingan besar untuk identifikasi kedua orang tua, ibu dan ayah. Para psikolog mengatakan bahwa anak-anak yang tidak mengenal orangtua mereka, terutama ayah mereka mengalami trauma dan gangguan mental yang berat. Seringkali mereka memiliki anak tapi tidak bahagia. Ini adalah alasanbahwa anak-anak dari pelacur tidak memiliki masa kecil yang sehat. Jika anak yang lahir di luar nikah tersebut diterima di sekolah, dan ketika sang ibu menanyakan nama ayah, dia akan memberikan dua atau lebih nama! Saya sadar bahwa kemajuan terbaru dalam ilmu pengetahuan telah memungkinkan bagi sang ibu dan ayah untuk diidentifikasi dengan bantuan pengujian genetik. Jadi titik yang berlaku untuk masa lalu mungkin tidak berlaku untuk saat ini.

2. Berdasarkan tabii, lelaki lebih cenderung berpoligami berbanding wanita berpoliandri

3. Biologis, lebih mudah bagi seorang pria untuk melakukan tugasnya sebagai suami meskipun memiliki beberapa istri. Seorang wanita, dalam posisi yang sama, memiliki beberapa suami, tidak akan menemukan mungkin untuk melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Seorang wanita mengalami perubahan psikologis dan beberapa perilaku karena fase yang berbeda dari siklus haid.

4. Seorang wanita yang memiliki lebih dari satu suami akan memiliki beberapa mitra seksual pada saat yang sama dan memiliki kesempatan yang tinggi memperoleh penyakit kelamin atau penyakit menular seksual yang juga dapat ditularkan kembali kepada suaminya bahkan jika mereka semua tidak memiliki seks di luar nikah. Ini bukan kasus seorang pria memiliki lebih dari satu istri, dan tidak satupun dari mereka berhubungan seks di luar nikah.

Ada enam perkara, apabila dimiliki oleh seseorang maka telah sempurnalah keimanannya : (1) memerangi musuh Allah dengan pedang, (2) tetap menyempurnakan puasa walaupun di musim panas, (3) tetap menyempurnakan wudhu walaupun di musim dingin, (4) tetap bergegas menuju mesjid (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) walaupun di saat mendung, (5) meninggalkan perdebatan dan berbantah-bantahan walaupun ia tahu bahwa ia berada di pihak yang benar dan (6) bersabar saat ditimpa musibah.”