Contoh Soal Pilihan Ganda dan Jawaban tentang Pernikahan

Pernikahan adalah perpaduan dua insan untuk membentuk keluarga, berikut ini akan disajikan Contoh Soal Pilihan Ganda dan Jawaban tentang Pernikahan . Semoga saja Contoh Soal Pilihan Ganda dan Jawaban tentang Pernikahan ini bermanfaat banyak untuk kita semua.

Soal No. 1) Berikut ini wanita yang tidak boleh dinikahi adalah ….
a. wanita musyrik
b. wanita yang sudah selesai masa iddahnya
c. wanita yang pernah ditalak tiga kemudian pernah nikah dengan orang lain
d. wanita perawan
e. wanita janda
Jawaban: A

Soal No. 2) Menantu tidak boleh dinikahi karena ….
a. ada hubungan perkawinan
b. ada hubungan susuan
c. hubungan darah
d. teman
e. baik dan perhatian
Jawaban: A

Soal No. 3) Apabila seseorang belum pantas untuk menikah, belum perbekalan belum ada, maka hukum nikah baginya adalah ….
a. sunah
b. wajib
c. makruh
d. mubah
e. haram
Jawaban: C

Soal No. 4) Nikah mut’ah adalah ….
a. perkawinan untuk masa selamanya
b. perkawinan sampai tua
c. perkawinan sampai mati
d. perkawinan untuk masa yang ditentukan (kawin kontrak)
e. perkawinan pada anak yang masih kecil
Jawaban: D

Soal No. 5) Talak yang menyebabkan suami tidak boleh lagi rujuk kepada istri ….
a. talak raj’iyah
b. talak tebus
c. hadanah
d. talak bain
e. fasakh
Jawaban: D

Pembahasan:
talak ba’in yaitu talak yang suaminya tidak boleh rujuk kembali, melainkan dengan akad nikah baru.

Soal No. 6) Sumpah dari suami kepada istri bahwa suami tidak akan mencampuri istrinya selama empat bulan disebut ….
a. zihar
b. li’an
c. ila’
d. fasakh
e. khuluk
Jawaban: C

Soal No. 7) Putusnya akad nikah dari suami atau pengadilan dengan kata talak atau yang sejenisnya, merupakan pengertian ….
a. rujuk
b. talak
c. iddah
d. fasakh
e. khuluk
Jawaban: B

Soal No. 8) Pernyataan pernikahan dari pihak calon istri kepada calon suami disebut ….
a. ijab
b. kabul
c. mahar
d. janji
e. sumpah
Jawaban: A

Soal No. 9) Menyamakan istri dengan ibunya disebut ….
a. nusyuz
b. syiqaq
c. li’an
d. zihar
e. fasakh
Jawaban: D

Soal No. 10) Dimanakah calon pasangan suami-istri dapat mengurus segala keperluan mengenai surat-surat nikah….
a. Departemen Sosial
b. Koperasi
c. Pengadilan Agama
d. Kecamatan
e. Kantor Urusan Agama
Jawaban: E

Soal No. 11) Apabila seseorang belum pantas untuk menikah, belum perbekalan belum ada, maka hukum nikah baginya adalah ….
a. Sunah
b. Wajib
c. Makruh
d. Mubah
Jawaban: C

Soal No. 12) Nikah mut’ah adalah ….
a. Perkawinan untuk masa selamanya
b. Perkawinan sampai tua
c. Perkawinan sampai mati
d. Perkawinan untuk masa yang ditentukan (kawin kontrak)
Jawaban: D

Soal No. 13) Berikut ini wanita yang tidak boleh dinikahi adalah ….
a. Wanita musyrik
b. Wanita yang sudah selesai masa iddahnya
c. Wanita yang pernah ditalak tiga kemudian pernah nikah dengan orang lain
d. Wanita perawan
Jawaban: A

Soal No. 14) Bagi seorang yang memiliki keinginan untuk menikah dan sudah mempunyai kemampuan, apabila tidak segera menikah dikhawatirkan terjerumus pada perbuatan zina, maka baginya menikah hukumnya….
a. Mubah
b. Sunah
c. Wajib
d. Makruh
Jawaban: C

Soal No. 15) Jika seseorang laki-laki dipastikan tidak dapat membahagiakan istri dikarenakan suatu sebab, maka hukum nikah baginya adalah ….
a. Sunah
b. Wajib
c. Makruh
d. Haram
Jawaban: C

Soal No. 16) Menantu tidak boleh dinikahi karena ….
a. Ada hubungan perkawinan
b. Ada hubungan susuan
c. Hubungan darah
d. Teman
Jawaban: A

Soal No. 17) Istri yang suaminya meninggal dunia, maka iddahnya selama …. dan setelah itu boleh menikah lagi.
a. 4 bulan 10 hari
b. 3 ulan
c. tidak mempunyai iddah
d. 7 bulan
Jawaban: A

Soal No. 18) Sebagai seorang yang beriman hendaknya menikah jika sudah ada kesanggupan dan kemauan. Perintah menikah termakjub dalam Alquran surah An Nisa [4] ayat ….
a. 3
b. 4
c. 5
d. 7
Jawaban: A

Soal No. 19) Talak yang menyebabkan suami tidak boleh lagi rujuk kepada istri ….
a. Talak raj’iyah
b. Talak tebus
c. Hadanah
d. Talak bain
Jawaban: D

Soal No. 20) Pernyataan pernikahan dari pihak calon istri kepada calon suami disebut ….
a. Ijab
b. Kabul
c. Mahar
d. Janji
Jawaban: A

Soal No. 21) Dimanakah calon pasangan suami-istri dapat mengurus segala keperluan mengenai surat-surat nikah….
a. Departemen Sosial
b. Koperasi
c. Pengadilan Agama
d. Kantor Urusan Agama
Jawaban: D

Soal No. 22) Jika calon sitri, tidak punya ayah, maka yang paling berhak menjadi wali adalah ….
a. Ayah tiri
b. Paman dari ayah
c. Kakek dari ayah
d. Kakek dari ibu
Jawaban: C

Soal No. 23) Sumpah dari suami kepada istri bahwa suami tidak akan mencampuri istrinya selama empat bulan disebut ….
a. Zihar
b. Li’an
c. Ila’
d. Fasakh
Jawaban: C

Soal No. 24) Putusnya akad nikah dari suami atau pengadilan dengan kata talak atau yang sejenisnya, merupakan pengertian ….
a. Rujuk
b. Talak
c. Iddah
d. Fasakh
Jawaban: B

Soal No. 25) Menyamakan istri dengan ibunya disebut ….
a. Nusyuz
b. Syiqaq
c. Li’an
d. Zihar
Jawaban: D

15 Soal Pilihan Ganda Pernikahan dan Jawaban

Hai teman-teman, admin akan menyajikan 15 Soal Pilihan Ganda Pernikahan dan Jawaban. Mudah-mudahan 15 Soal Pilihan Ganda Pernikahan dan Jawaban ini memberikan manfaat yang banyak.

Pengertian pernikahan atau nikah adalah terkumpul dan menyatu. Menurut istilah lain juga dapat berarti Ijab Qobul (akad nikah) yang mengharuskan perhubungan antara sepasang manusia yang diucapkan oleh kata-kata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan, sesuai peraturan yang diwajibkan oleh Islam.

Kata zawaj digunakan dalam al-Quran artinya adalah pasangan yang dalam penggunaannya pula juga dapat diartikan sebagai pernikahan, Allah s.w.t. menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina.

Soal No. 1). Pak Marwan menjatuhkan talak kepada istrinya yang sedang nifas. Talak yang dijatuhkan pak Marwan termasuk talak…
A. Raj’i
B. Sunni
C. Bain surga
D. Bid’i
E. Bain
Jawaban: D

Soal No. 2). Berikut yang merupakan akibat khuluk adalah…
A. Nafkah istri selama masa idah tetap dan wajib dibayarkan suami
B. Bilangan talak berkurang
C. Suami wajib membayar mahar yang belum dibayar meskipun ganti rugi menggunakan mahar
D. Terjadinya talak Bain kubra antara suami dan istri
E. Terjadinya talak Raj’i
Jawaban: A

Soal No. 3). Seseorang suami yang telah menjatuhkan talak Bain kubra kepada istrinya harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar dapat menikah lagi dengan mantan istrinya. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah…
A. Telah menikah dan hamil
B. Menikah dan memiliki anak dengan suami baru
C. Masih dalam masa idah setelah bercerai
D. Telah habis masa indahnya sesudah bercer dengan suami barunya
E. Menikah dengan dan mahar baru
Jawaban: D

Soal No. 4). Berikut yang merupakan hikmah pernikahan adalah…
A. Menjauhkan tali persaudaraan
B. Terbaginya perhatian kepada suami dan anak
C. Menjatuhkan martabat Sebagai manusia
D. Menjauhkan tanggung jawab dari kehidupan sehari-hari
E. Membagi tanggung jawab antara suami dan istri
Jawaban: E

Soal No. 5). Talak Raj’i merupakan salah satu talak dilihat dari boleh tidaknya rujuk kembali. Berikut yang merupakan akibat dari talak Raj’i adalah…
A. Berkurangnya bilangan talak yang dimiliki suami
B. Suami tidak mempunyai kesempatan rujuk
C. Jatuhnya talak Bain kubra
D. Suami istri boleh kembali dalam ikatan pernikahan dengan akad baru
E. Suami tidak boleh kembali kepada istri
Jawaban: A

Soal No. 6). Talak merupakan sesuatu yang halal tetapi Allah Swt. Membenci perbuatan tersebut. Talak merupakan hak suami. Allah Swt. Memberi hak talak kepada suami sebanyak…. Kali.
A. Dua
B. Tiga
C. Lima
D. Enam
E. Delapan
Jawaban: B

Soal No. 7). Berikut orang yang dilarang untuk dinikahi karena hubungan darah menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 adalah…
A. Teman Sepermainan
B. Menantu
C. Orang tua susuan
D. Anak tiri
E. Keponakan
Jawaban: C

Soal No. 8). Melepaskan ikatan, meninggal, dan memisahkan merupakan pengertian … Secara bahasa.
A. Ijab
B. Ijab kabul
C. Pernikahan
D. Talak
E. Talak Bain kubra
Jawaban: D

Soal No. 9). Berikut adalah perempuan yang boleh dipinang oleh pihak kaki-laki untuk dijadikan istri, Kecuali…
A. Sudah Balig dan berakal sehat
B. Tidak terikat oleh akad pernikahan
C. Terikat oleh akad pernikahan
D. Tidak dalam dipinang orang lain
E. Benar-benar perempuan
Jawaban: E

Soal No. 10). Untuk lebih menjamin keharmonisan sebuah rumah tangga dianjurkan adanya keseimbangan tangga dianjurkan adanya keseimbangan (kafaah) antara calon suami dan calon istri. Semua segi harus dipertimbangkan baik dalam hal agama (akhlak), harta, Nasib, Fisik, Usia Maupun pendidikan merupakan pendapat….
A. Imam Syafi’i
B. Imam Maliki
C. Imam Hanafi
D. Imam Hambali
E. Jumhur Ulama
Jawaban: E

Soal No. 11). Ada seorang yang cukup umur, berpenghasilan tetap, mampu menafkahi, dan dikhawatirkan terjerumus dalam perzinahan. Nikah bagi orang tersebut hukumnya..
A. Wajib
B. Sunah
C. Mubah
D. Makruh
E. Haram
Jawaban: A

Soal No. 12). Tiap-tiap pernikahan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku. Bagi yang beragama Islam, pencatatan pernikahan dilaksanakan oleh…
A. Pegawai pencatat nikah
B. Sekretaris desa
C. Kantor catatan sipil
D. Bagian kependudukan
E. Pemerintah daerah
Jawaban: A

Soal No. 13). Pemberian wajib dari suami terhadap istri pada saat prosesi pernikahan disebut..
A. Hadiah
B. Kado
C. Bingkisan
D. Nafkah
E. Mahar
Jawaban: E

Soal No. 14). Berikut merupakan yang boleh dinikahi kecuali…
A. Anak perempuan dari bibi
B. Saudara perempuan sepupu
C. Saudara perempuan mantan istri
D. Anak perempuan istri jika istri belum dicampuri
E. Anak perempuan dari saudara
Jawaban: E

Soal No. 15). Jika pada waktu akad diucapkan bahwa. Maharnya tidak dibayar tunai(utang), istri mempunyai…
A. Kewajiban taat kepada suami sebagai mana mestinya
B. Hak untuk menolak dicampuri sebelum maharnya dilunasi
C. Hak untuk menggugat cerai suami sebelum maharnya dilunasi
D. Kewajiban membantu suami mencari nafkah guna membayar utang mahar
E. Kerelaan hati mengikhlaskan mahar tersebut karena sudah menjadi suaminya.
Jawaban: B

10 Contoh Soal Essay Pernikahan Beserta Jawaban

Pernikahan adalah impian semua umat manusia, berikut ini akan disajikan 10 Contoh Soal Essay Pernikahan Beserta Jawaban. Semoga 10 Contoh Soal Essay Pernikahan Beserta Jawaban ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1). Jelaskan Hukum Nikah!

Jawaban:
a. Hukum Wajib tentang Nikah
Nikah dapat dijatuhi hukum wajib apabila salah satu diantaranya memiliki kadar libido yang tinggi dan dikhawatirkan tidak mampu untuk menahan hawa nafsu yang dimiliki.

b. Hukum Sunah tentang Nikah
Terdapat dua hal yang dapat mengubah hukum menikah menjadi sunnah. Hal pertama adalah apabila telah berkeinginan untuk segera menikah. Sedangkan hal kedua adalah telah memiliki bekal yang mencukupi untuk melangsungkan pernikahan.

c. Hukum Makruh tentang Nikah
Menikah dikatakan makruh hukumnya jika tidak memiliki dua hal yang telah disebutkan pada hukum sunah menikah yakni tidak berkeinginan sekaligus tidak memiliki bekal yang mencukupi untuk menikah dan menafkahi istri.

d. Hukum Haram tentang Nikah
Nikah bisa juga menjadi haram hukumnya apabila tidak dapat memenuhi hak-hak seorang istri apabila dilangsungkannya pernikahan. Sebagai contoh : mendapatkan mahar, tidak mampu menafkahi istri, mendapatkan pakaian, mendapatkan pergaulan secara ma’ruf serta berakhlak mulia, diberi tempat tinggal, diperlakukan dengan adil, dibantu agar taat kepada Allah

Soal No. 2). Jelaskan yang dimaksud dengan nikah menurut bahasa dan Istilah!

Jawaban:
Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahanmemiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial.

Soal No. 3). Sebutkan Rukun dan Syarat-syarat Nikah!

Jawaban:
Rukun Nikah
– Ada mempelai yang akan menikah
– Ada wali yang menikahkan
– Ada ijab dan kabul
– Ada dua Saksi pernikahan
– Kerelaan kedua pihak atau tanpa paksaan

Syarat Nikah
– Calon suami telah balig dan berakal
– Calon istri yang halal dinikahi
– Lafal ijab dan kabul harus bersifat selamanya.

Soal No. 4). Jelaskan pengertian Mahar!

Jawaban:
Mahar secara etimologi adalah maskawin, sedangkan menurut terminologi adalah pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri sebagai ketulusan hati calon suami untuk menimbulkan rasa cinta kasih bagi sang isteri kepada calon suami. mahar disebut juga dengan istilah yang indah, yakni shidaq, yang berarti kebenaran. Jadi makna mahar lebih dekat kepada syari’at agama dalam rangka menjaga kemuliaan peristiwa suci. Mahar adalah syarat sahnya perkawinan yang memberi pengaruh apakah sebuah pernikahan akan barakah atau tidak.

Soal No. 5). Sebutkan Macam-macam Pernikahan!

Jawaban:
a. Nikah Mut’ah
b. Nikah Tahlil
c. Nikah Syighar
d. Pernikahan di masa jahiliyah
e. Nikah Siri

Soal No. 6). Apa yang dimaksud Nikah Siri!

Jawaban:
Pernikahan Siri adalah suatu pernikahan yang dilakukan oleh seseorang dengan adanya wali, memenuhi rukun dan syarat nikah namun tidak didaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dengan persetujuan kedua belah pihak. Ada banyak sekali alasan dan petimbangan seseorang melakukan nikah siri ini.

Soal No. 7). Apa yang dimaksud dengan Poligami!

Jawaban:
Poligami adalah perkawinan yang dilakukan laki-laki kepada perempuan lebih dari seorang, dan seorang perempuan memiliki suami lebih dari seorang. Adapun konsep perkawinan yang dilakukan seorang laki-laki kepada perempuan lebih dari seorang disebut poligini. Apabila perempuan bersuami lebih dari seorang disebut poliandri. Menurut ajaran islam, yang kemudian disebut dengan syariat islam (hukum islam), poligami ditetapkan sebagai perbuatan yang dibolehkan atau mubah.

Soal No. 8). Jelaskan yang dimaksud dengan Talak!

Jawaban:
Talak adalah terlepas atau putusnya ikatan perkawinan antara seorang suami dan seorang isteri baik melalui sebuah ucapan seorang suami yang memiliki arti talak ataupun melalui keputusan hukum di pengadilan atas gugatan yang diminta oleh istri.

Soal No. 9). Apa yang dimaksud talak Sunni?

Jawaban:
Talak Sunni: talak yang dijatuhkan suami pada istrinya dan istri dalam keadaan suci atau tidak bermasalah secara hukum syara’, seperti haidh, dan selainnya. Talak Bid’i: talak yang dijatuhkan suami pada istrinya dan istrinya dalam keadaan haid, atau bermasalah dalam pandangan syar’i.

Soal No. 10). Sebutkan beberapa penyebab talak!

Jawaban:
a. Lian
Lia merupakan tuduhan melakukan zina dari seorang suami terhadap istrinya. Lian bisa berbentuk tuduhan suami terhadap istri bahwa istri telah melakukan zina. Sementara ia tidak bisa mendatangkan empat orang saksi. Dapat berbetuk penolakan bahwa anak yang dikandung istri bukan anaknya.

b. Ila’
Ila’ merupakan sumpah suami yang menyatakan bahwa dia tidak akan menggauli istrinya selama empat bulan atau lebih. Suami boleh menggauli kembali istrinya seteah membayar kafarat. Kafarat ila’ adalah memerdekakan budak. Jika tidak mampu, hendaknya memberi makan sepuluh orang miskin atau memberi pakaian kepada mereka. Jika tidak sanggup menunaikannya, ia harus berpuasa selama tiga hari.

Soal Essay dan Jawaban Pernikahan

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, berikut ini akan disajikan Soal Essay dan Jawaban Pernikahan. Mudah-mudahan Soal Essay dan Jawaban Pernikahan ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1). Jelaskan Hukum Nikah!

Jawaban:
a. Hukum Wajib tentang Nikah
Nikah dapat dijatuhi hukum wajib apabila salah satu diantaranya memiliki kadar libido yang tinggi dan dikhawatirkan tidak mampu untuk menahan hawa nafsu yang dimiliki.

b. Hukum Sunah tentang Nikah
Terdapat dua hal yang dapat mengubah hukum menikah menjadi sunnah. Hal pertama adalah apabila telah berkeinginan untuk segera menikah. Sedangkan hal kedua adalah telah memiliki bekal yang mencukupi untuk melangsungkan pernikahan.

c. Hukum Makruh tentang Nikah
Menikah dikatakan makruh hukumnya jika tidak memiliki dua hal yang telah disebutkan pada hukum sunah menikah yakni tidak berkeinginan sekaligus tidak memiliki bekal yang mencukupi untuk menikah dan menafkahi istri.

d. Hukum Haram tentang Nikah
Nikah bisa juga menjadi haram hukumnya apabila tidak dapat memenuhi hak-hak seorang istri apabila dilangsungkannya pernikahan. Sebagai contoh : mendapatkan mahar, tidak mampu menafkahi istri, mendapatkan pakaian, mendapatkan pergaulan secara ma’ruf serta berakhlak mulia, diberi tempat tinggal, diperlakukan dengan adil, dibantu agar taat kepada Allah

Soal No. 2). Sebutkan Rukun dan Syarat-syarat Nikah!

Jawaban:
Rukun Nikah
a. Ada mempelai yang akan menikah
b. Ada wali yang menikahkan
c. Ada ijab dan kabul
d. Ada dua Saksi pernikahan
e. Kerelaan kedua pihak atau tanpa paksaan

Syarat Nikah
a. Calon suami telah balig dan berakal
b. Calon istri yang halal dinikahi
c. Lafal ijab dan kabul harus bersifat selamanya.

Soal No. 3). Jelaskan yang dimaksud dengan nikah menurut bahasa dan Istilah!

Jawaban:
Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial.

Soal No. 4). Jelaskan pengertian Mahar!

Jawaban:
Mahar secara etimologi adalah maskawin, sedangkan menurut terminologi adalah pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri sebagai ketulusan hati calon suami untuk menimbulkan rasa cinta kasih bagi sang isteri kepada calon suami.

Mahar disebut juga dengan istilah yang indah, yakni shidaq, yang berarti kebenaran. Jadi makna mahar lebih dekat kepada syari’at agama dalam rangka menjaga kemuliaan peristiwa suci. Mahar adalah syarat sahnya perkawinan yang memberi pengaruh apakah sebuah pernikahan akan barakah atau tidak.

Soal No. 5). Apa yang dimaksud dengan Poligami!

Jawaban:
Poligami adalah perkawinan yang dilakukan laki-laki kepada perempuan lebih dari seorang, dan seorang perempuan memiliki suami lebih dari seorang. Adapun konsep perkawinan yang dilakukan seorang laki-laki kepada perempuan lebih dari seorang disebut poligini.

Apabila perempuan bersuami lebih dari seorang disebut poliandri. Menurut ajaran islam, yang kemudian disebut dengan syariat islam (hukum islam), poligami ditetapkan sebagai perbuatan yang dibolehkan atau mubah.

Soal No. 6). Jelaskan yang dimaksud dengan Talak!

Jawaban:
Talak adalah terlepas atau putusnya ikatan perkawinan antara seorang suami dan seorang isteri baik melalui sebuah ucapan seorang suami yang memiliki arti talak ataupun melalui keputusan hukum di pengadilan atas gugatan yang diminta oleh istri.

Soal No. 7). Sebutkan beberapa penyebab talak!

Jawaban:
a. Lian
Lia merupakan tuduhan melakukan zina dari seorang suami terhadap istrinya. Lian bisa berbentuk tuduhan suami terhadap istri bahwa istri telah melakukan zina. Sementara ia tidak bisa mendatangkan empat orang saksi. Dapat berbentuk penolakan bahwa anak yang dikandung istri bukan anaknya.

b. Ila’
Ila’ merupakan sumpah suami yang menyatakan bahwa dia tidak akan menggauli istrinya selama empat bulan atau lebih. Suami boleh menggauli kembali istrinya seteah membayar kafarat. Kafarat ila’ adalah memerdekakan budak. Jika tidak mampu, hendaknya memberi makan sepuluh orang miskin atau memberi pakaian kepada mereka. Jika tidak sanggup menunaikannya, ia harus berpuasa selama tiga hari.

Soal No. 8). Apa yang dimaksud talak Sunni?

Jawaban:
Talak Sunni: talak yang dijatuhkan suami pada istrinya dan istri dalam keadaan suci atau tidak bermasalah secara hukum syara’, seperti haidh, dan selainnya.

Talak Bid’i: talak yang dijatuhkan suami pada istrinya dan istrinya dalam keadaan haid, atau bermasalah dalam pandangan syar’i.

Soal No. 9). Sebutkan Macam-macam Pernikahan!

Jawaban:
a. Nikah Mut’ah
b. Nikah Tahlil
c. Nikah Syighar
d. Pernikahan di masa jahiliyah
e. Nikah Siri

Soal No. 10). Apa yang dimaksud Nikah Siri!

Jawaban:
Pernikahan Siri adalah suatu pernikahan yang dilakukan oleh seseorang dengan adanya wali, memenuhi rukun dan syarat nikah namun tidak didaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dengan persetujuan kedua belah pihak. Ada banyak sekali alasan dan petimbangan seseorang melakukan nikah siri ini.

Rukun Nikah dalam Islam

Yang termasuk ke dalam rukun nikah ada 4 perkara yaitu:

Rukun Nikah Adanya Ijab dan Kabul

Ijab merupakan ucapan wali kepada calon pengantin laki-laki, misalnya “Ankahtuka atau zawwajtuka atau ahlaltuka” (saya kainkan kamu dengan putriku… atau dengan kalimat aku halalkan bagimu putriku…).

Sedangkan qabul ialah ucapan penerimaan dari calon pengantin laki-laki, misalnya, “Nakahtuka atau tazawwajtuka atau qabiltu nikahahaa atau radhitu nikahahaa” (aku terima mengawininya, atau aku rela mengawininya).

Dan dalam qabul ini pun tidak diisyaratkan harus menggunakan bahasa Arab, meskipun ia dapat berbahasa Arab. Hanya saja diisyaratkan agar terjemahannya ke bahasa lain itu harus jelas dapat dimengerti oleh calon pengantin.

Dan antara ijab dan qabul itu tidak boleh ada pemisah waktu yang cukup lama, artinya harus langsung.

Rukun Nikah Adanya Sepasang Calon Suami Istri

Bagi calon pengantin perempuan disyaratkan tidak terikat dengan pernikahan atau masih dalam masa iddah. Dalam hal ini seorang perempuan dapat dipercaya perkataannya jika belum dketahui bahwa ia pernah melaksanakan perkawinan, atau calon pengantin mengaku bahwa suaminya telah meninggal dunia atau sudah menceraikan dirinya.

Jika tidak ada pengakuan demikian, maka belum cukup menjadi syarat bagi pengantin perempuan. Dan bagi calon suami cukup disyaratkan mengetahui bahwa calon pengantin perempuan ini dapat dikawin, artinya bukan mahram baik dari nasab atau dari sepersusuan.

Dan untuk ijab dan qabul ini disyaratkan menggunakan kalimat yang terang dan jelas. Oleh sebab itu wali tidak diperbolehkan hanya dengan berkata, “Aku kawinkan kamu dengan salah satu dari dua putriku atau aku kawinkan anak perempuanku dengan salah satu di antara kamu (calon pengantin laki-laki.”

Perkataan tersebut tidak diperbolehkan meskipun dengan berisyarat kepada salah satunya di waktu mengatakan ijab tersebut.

Rukun Nikah Adalah Adanya Wali

Adanya wali, yaitu ayah atau kakek (ayahnya wali), mereka dapat mengawinkan calon pengantin perempuan yang masih perawan atau gadis yang hilang kegadisannya dengan jalan diluar persetubuhan, seperti hilang disebabkan jari-jari yang dimasukkan ke dalamnya atau sebab lainnya kepada lelaki yang sepadan, mampu membayar maskawinnya meskipun tidak memperoleh perizinan dari calon pengantin perempuan yang masih gadis, asal tidak dikawinkan atas dasar permusuhan.

Berbeda dengan perempuan yang sudah janda lantaran pernah bersetubuh, maka tidak boleh dikawinkan kecuali sudah mendapat izin dari yang bersangkutan dengan kata-kata tegas, jika janda itu sudah dewasa.

Calon pengantin yang janda yang sudah dewasa dapat dibenarkan perkataannya dengan mengangkat sumpah sebelum akad perkawinan dimulai, meskipun ia belum pernah kawin. Dan tidak sah pengakuan janda tersebut setelah akan perkawinan meskipun memakai bukti.

Jika wali dari ayah atau kakek tidak ada, maka yang berhak menjadi wali adalah sebagi berikut: saudara lelaki sekandung, kemudian saudara lelaki seayah, kemudian anak laki-laki mereka. Kemudian paman seayah dan seibu, kemudian paman seayah saja, kemudian anak lelaki mereka, kemudian lelaki yang memerdekakan calon istri, kemudian lelaki yang mendapat bagian asobah dari ahli waris orang yang memerdekakan, kemudian perempuan yang memerdekakan calon istri, begitu juga dengan orang yang mendapatkan bagian asobahnya.

Orang-orang tersebut diatas dapat diangkat sebagai wali dalam perkawinan, mereka dapat mengawinkan janda yang sudah dewasa dengan syarat mendapat perizinan daripadanya secara lisan. Jika calon pengantin belum baligh, maka mereka dapat mengawinkannya dengan jalan diamnya setelah dimintai izin. Karena tanda persetujuannya adalah diamnya. Cara demikian diperbolehkan meskipun calon pengantin perempuan dikawinkan dengan calon pengantin laki-laki yang tidak sepadan.

Kemudian jika para wali itu tidak ada (karena mati) atau wali yang dekat nasabnya dengan calon pengantin perempuan itu pergi jauh sejauh dua marhalah, atau tidak diketahui kabar beritanya dimana ia berada, atau tidak mau menjadi wali, maka hakim berhak menjadi wali calon pengantin perempuan yang sudah dewasa untuk dikawinkan dengan orang yang sepadan, jika mereka masih bertempat di daerah kekuasaannya. Sungguhpun demikian, sang hakim tidak dapat menjadi wali perempuan yang dewasa jika dikawinkan dengan lelaki yang tidak sepadan, meskipun calon istri telah rela kepada lelaki itu.

Jika hakim sebagai wali dari anak perempuan yatim, maka sebagian besar para ulama telah sepakat bahwa perkawinannya tidak sah.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw sebagai berikut:

Setiap perempuan yang kawin tanpa seizin walinya maka pernikahannya adalah tidak sah (Nabi saw mengucapkannya sampai 3 kali).

Dan sabdanya pula yang artinya sebagai berikut:

Seorang perempuan tidak dapat menjadi wali untuk mengawinkan wanita lain, juga tidak dapat kawin sendiri tanpa adanya seorang wali. Karena sesungguhnya wanita yang berzina adalah wanita yang kawin tanpa wali.”

Rukun Nikah Adalah Adanya Dua Orang Saksi

Adanyan dua orang saksi, disyaratkan adalah dua orang yang merdeka, adil, dapat melihat, mendengar, memahami terhadap perkataan calon istri dan calon suami yang mengadakan akad perkawinan, juga tidak merangkap sebagai wali.

Secara lahiriah dua orang saksi itu boleh terdiri dari orang yang belum diketahui identitas keadilannya, jika yang menjadi wali yang mengawinkan selain hakim.

Untuk dua orang saksi yang belum diketahui identitasnya keadilannya hendaknya disuruh taubat terlebih dahulu sebelum akad perkawinan dimulai, tujuannya hanya berhati-hati dalam mengangkat saksi.

Kesamaran tentang keadilan dua saksi itu akan pudar jika ada orang adil yang menyatakan bahwa mereka adalah orang yang fasik. Seandainya orang fasik mau bertaubat seketika, di waktu akad perkawinan dimulai, maka taubatnya ini masih belum dapat diterima. Begitu juga tidak boleh mengawinkan amat (budak wanita) yang baik perilakunya bagi wali yang fasik yang taubat di waktu akad dimulai, jika amat itu belum istibra.

Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:

Tidak sah suatu pernikahan kecuali dengan wali mursyid (jujur) dan dua orang saksi yang adil pula.

Jika ada pernikahan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana tersebut di atas, maka pernikahannya tidak sah.