Kisah Nabi Isa

Nabi Isa merupakan salah satu dari utusan Allah, beliau diutus kepada umat manusia agar menyebarkan agama dan menyembah Allah swt. Banyak sekali kisah mengenai Nabi Isa, di bawah ini adalah salah satu kisah Nabi Isa dengan umatnya.

Nabi Isa mandi dan memakai pakaian bulu serta mengerjakan shalat dua rakaat. Ditundukkannya kepalanya dan dipejamkan matanya. Kemudian dia berdoa dengan doa yang telah dibacanya dan dikabulkanlah apa yang telah dkabulkan kepadanya.

Tiba-tiba terlihat sebuah kain merah di antara dua buah gumpalan awan, segumpal awan di atasnya sedang segumpal awan lagi di bawahnya. Mereka menyaksikannya sehingga jatuhlah kain pembungkus hidangan itu di depan mereka.

Lalu menangislah Nabi Isa dan berkata, “Ya Allah, jadikanlah mereka orang-orang yang bersyukur. Ya Allah, jadikanlah hidangan itu suatu rahmat bagi orang-orang di alam ini dan janganlah Engkau menjadikannya sebagai bencana dan siksa.”

Kemudian Nabi Isa berdiri dan wudhu serta mengerjakan shalat dan menangis. Berkatalah dia, “Hendaklah orang terbaik di antara kamu dalam amalnya berdiri untuk membukanya, menyebut asma Allah dan memakannya.”

Syam’un sebagai ketua dari sahabat Hawariyyin berkata, “Engkaulah yang lebih berhak untuk membuka semua itu.”

Berdirilah Nabi Isa, berwudhu dan shalat serta menangis lagi. Kemudian barulah dia membuka sapu tangan penutup dan membaca, “Dengan asma Allah sebaik-baik pemberi rizki.” Tampaklah seekor ikan goreng tanpa sisik dan tanpa duri lagi yang mengalir lemaknya. Pada kepalanya terdapat garam, pada ekornya terdapat cuka dan di kanan kirinya terdapat segala macam sayur mayur kecuali kucai. Di dalamnya terdapat lima potong rotDi dalamnya terdapat lima potong roti. Pada sebuah roti di antaranya terdapat buah zaitun, yang kedua berisi madu, yang ketiga berisi samin, yang keempat berisi keju, yang kelima berisi dendeng.

Berkatalah Syam’un, “Ya Ruhullah, apakah dia termasuk makanan dunia atau makanan akhirat?” Nabi Isa menjawab, “Bukan dari keduanya. Tetapi sesuatu yang diciptakan Allah dengan Qudrat yang Tinggi. Makanlah apa yang kamu minta dan bersyukurlah tentu Allah akan memberi anugerah pada kamu dan menambah karunia-Nya pada kamu.”

Para sahabat Hawariyyin berkata, “Ya Ruhullah, henadklah engkau perlihatkan lagi pada kami dan tanda ini sebuah tanda kekuasaan Allah yang lain.” berkatalah Nabi Isa, “Hai ikan, hiduplah dengan ijin Allah.”maka bergeraklah ikan itu kemudin Nabi Isa berkata lagi kepada ikan itu, “Kembalilah seperti semula.” Maka kembalilah ikan itu menjadi ikan goreng kembali. Kemudian terbanglah hidangan itu. Setelah itu mereka berbuat durhaka dan disalinlah bentuk mereka menjadi kera dan babi hutan.

Ada yang mengatakan bahwa hidangan itu datang kepada mereka selama 40 hari secara jarang-jarang tidak beruntun. Baik orang-orang fakir atau kaya dan anak kecil maupun orang tua, mereka dapat makan dari hidangan itu. Hingga apabila bayang-bayang telah kembali (dari barat ke timur, yaitu lewat tengah hari), terbanglah hidangan itu sedang mereka memandangnya di bawah naungannya.

Tidak makan hidangan itu seorang fakir kecuali dia akan menjadi kaya sepanjang umurnya, tidak pula orang sakit kecuali akan sembuh dan tidak pernah sakit untuk seterusnya. Allah memberi wahyu kepada Nabi Isa, “Berikanlah hidangan-Ku itu pada orang-orang fakir dan orang-orang sakit bukan orang-orang kaya dan orang-oran sehat.” Semua orang tergoncang menerima aturan itu.

Lalu ada di antara mereka yang berubah bentuknya menjadi babi yang berjalan di jalan-jalan dan tempat-tempat sampah, dan makan kotoran manusia di kakus-kakus. Ketika orang-orang melihat hal itu mereka ketakutan dan lari menghadap Nabi Isa serta menangisi orang-orang yang berubah bentuknya.

Ketika babi-babi itu melihat Nabi Isa mereka menangis dan mengelilingi Nabi Isa. Nabi Isa lalu memanggil nama-nama mereka satu persatu. Mereka menangis dan anya dapat isyarat dengan kepala-kepala mereka, tetapi tidak dapat berbicara. Sesudah itu mereka hanya bertahan hidup selama 3 hari kemudian mati.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Kisah Mengenai Nabi Isa

Turunnya hidangan dari langit berkat doa Nabi Isa

Di bawah ini adalah kisah tentang Nabi Isa beserta umatnya yang meminta hidangan kepada Allah swt.

Allah berfirman dalam surat Al Maa’idah ayat 111-115:

  1. dan (ingatlah), ketika aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.
  2. (ingatlah), ketika Pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.
  3. mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati Kami dan supaya Kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada Kami, dan Kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.
  4. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan Kami turunkanlah kiranya kepada Kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi Kami Yaitu orang-orang yang bersama Kami dan yang datang sesudah Kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah Kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling Utama”.
  5. Allah berfirman: “Sesungguhnya aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, Barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), Maka Sesungguhnya aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.

Diriwayatkan dalam beberapa hadis, “Tiga hal tidak mengimbangi berat sayap seekor nyamuk pun di sisi Allah, yaitu: 1) Shalat tanpa khudhu’ dan khusyu’. 2) Dzikir dengan kelengahan (hanya di bibir saja), karena Allah tidak mengabulkan doa orang yang hatinya lengah. 3) bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad tanpa disertai rasa hormat dan niat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, ‘Sesungguhnya amal-amal itu harus disertai dengan niat.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa sesungguhnya Nabi Isa berkata kepada kaumnya, “Berpuasalah kamu 30 hari. Kemudian mintalah kepada Allah apa saja yang kamu suka, tentu Allah akan memberimu.” Maka berpuasalah mereka, setelah selesai mereka berkata, “Kalau kita bekerja pada seseorang, maka ketika selesai dia tentu memberi kita makan.”

Kemudian mereka minta kepada Allah hidangan, dan para malaikat datang dengan membawa hidangan. Hidangan itu berisi tujuh macam roti dan tujuh macam ikan. Malaikat meletakkannya di depan mereka, lalu makan orang terakhir seperti orang pertama dari mereka hidangan itu.

Ka’b berkata, “Hidangan itu turun dengan terbalik yang dibawa terbang oleh para malaikat di antara langit dan bumi. Di dalamnya terdapat segala makanan kecuali daging.”

Qatadah berkata, “Di dalamnya terdapat buah-buahan dari surga.”

Athiyah Al-Aufi berkata, “Turunlah seekor ikan dari langit yang di dalamnya terdapat segala macam rasa makanan.”

Setelah mendengar ancaman berat, yaitu firman Allah, “Barang siapa yang ingkar dari kamu setelah turun hidangan maka Aku akan menyiksanya.” Maka mereka menjadi ketakutan kalau sebagian dari mereka da yang kafir, lalu mereka mohon ampun dan berkata, “Kami sudah tidak lagi menginginkannya.” Akhirnya tidak diturunkan. Pendapat yang sahih adalah bahwa hidangan itu telah diturunkan.