Riwayat diharamkannya khamer atau minuman keras

Telah diriwayatkan bahwa Abdur Rahman bin Auf membuat makanan dan minuman serta mengundang sekelompok dari para sahabat Rasulullah sewaktu khamer belum diharamkan. Mereka makan dan minum, setelah mereka mabuk dan datang waktu shalat, mereka mengajukan seorang dari mereka agar menjadi imam shalat bersama mereka.

Lalu imam itu membaca Qul ya ayyuhal kafiruun A’budu maa ta’buduun. Wa antum ‘aabiduuna maa a’budu,” tanpa pakai kata “laa” (yang artinya seharusnya “Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah” menjadi “Aku menyembah apa yang kamu sembah.” Kamu tidak menyembah apa yang aku sembah menjadi “Kamu menyembah apa yang aku sembah”)

Maka turunlah surat An Nisaa ayat 43, “Janganlah kamu mengerjakan shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk.”

Kemudian mereka tidak minum dalam waktu-waktu shalat. Apabila mereka telah selesai shalat isya barulah mereka minum. Jadi tidak tiba waktu subuh kecuali mereka telah sadar dari mabuknya dan mengetahui apa yang dikatakannya. Kemudian barulah turun ayat yang menerangkan keharamannya, yaitu surat Al Maa’idah ayat 90, “Sesungguhnya khamer dan judi itu………….”

Arti firman Allah “Laa taqrabush shalaata” ialah kamu memasukinya dan janganlah kamu berdiri menuju shalat itu dn jauhilah shalat itu. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad:

“Jauhkanlah masjid-masjidmu dari kanak-kanakmudna orang-orang gila dari kamu.”

Ada yang mengatakan bahwa ketika turun keharaman khamer berkatalah para sahabat, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang telah mati? sedang mereka minum khamer dan makan harta dari perjudian.” Maka turunlah Surat Al Maa’idah ayat 93:

“Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka Makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Yakni tidak ada dosa bagi orang-orang mukmin dalam makanan-makanan yang mubah manapun, apabila mereka menghindari hal-hal yang haram, kemudian bertakwa dan beriman, kemudian bertakwa dan berbuat kebajikan.

Jadi artinya bahwa mereka-mereka itu berada dalam keadaan seperti ini, sebagai sanjungan kepada mereka dan pujian atas perilaku mereka dalam iman, takwa dan berbuat kebajikan. Contohnya adalah seperti ketika engkau ditanya, “Apakah Zaid itu berdosa dalam perbuatannya itu?” sedang engkau mengetahui bahwa yang dikerjakan Zaid itu suatu hal yang mubah. Maka engkau menjawab, “Tidak ada dosa bagi seseorang dalam perbuatan mubah apabila dia menghindari haram-haram dan dia seorang mukmin yang berbuat kebajikan.”

Engkau maksudkan dengan jawaban itu bahwa Zaid adalah seorang yang menghindari harm, mukmin dan berbuat kebaikan, dan dia tidak akan disiksa dalam perbuatannya itu.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

 

Kisah orang yang dilaknat Allah karena minum khamer (minuman keras)

Khamer atau minuman keras merupakan sebuah minuman yang diharamkan oleh Allah, hal ini disebabkan karena di dalam khamer terkandung bahaya yang luar biasa, membuat seseorang yang meminumnya tidak sadar dan bisa melakukan segala hal yang diharamkan Allah.

Banyak sekali kisah atau riwayat mengenai orang yang celaka karena meminum khamer atau minuman keras.

Barshisha telah beribadah kepada Allah selama 220 tahun, dan tidak pernah durhaka kepada Allah sekejap matapun. Dia mempunyai 20 ribu murid yang dapat berjalan di udara berkat ibadah barshisha. Sehingga par malaikat kagum kepada ibadahnya.

Allah berfirman, “Mengapa kamu kagum padanya? Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya Barshisha dalam Ilmu-Ku akan kafir dan masuk neraka untuk selama-lamanya disebabkan minum khamer.”

Iblis mendengar firman Allah tersebut, dan dia mengetahui bahwa kebinasaan Barshisha ada di tangannya. Maka datanglah dia ke surau Barshisha dalam bentuk seorang ahli ibadah yang memakai surban. Dia memanggil-manggil Barshisha.

Barshisha bertanya, “Siapa engkau dan apa maksudmu?” Iblis menjawab, “Aku seorang ahli ibadah dan datang kepadamu untuk membantumu dalam beribadah kepada Allah.” Barshisha berkata, “Barang siapa yang beribadah kepada Allah maka Dia akan mencukupi pemilik ibadah itu.”

Berdirilah Iblis beribadah kepada Allah selama tiga hari tiga malam, dengan tanpa tidur, tanpa makan dan minum. Berkatalah Barshisha, “Aku berbuka dan tidur, sedang engkau tidak makan, tidak minum. Aku telah beribadah selama 220 tahun, tetapi aku tidak mampu untuk meninggalkan makan dan minum.”

Iblis berkata, “Aku telah berbuat dosa, sewaktu mengingat dosa itu hilanglah keinginan tidur dan makan dari diriku.” Barshisha berkata, “Bagaimana upayaku sehingga dapat eperti engkau?” Iblis berkata, “Pergilah dan durhakalah kepada Allah, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Karena Dia Maha Penyayang, sehingga engkau dapat menemukan kemanisan taat kepada Allah.”

Barshisha berkata, “Apakah yang harus aku kerjakan?” Iblis berkata, “Berzina.” Barshisha berkata, “Aku tidak akan melakukannya.” Iblis berkata, “Bunuhlah seorang mukmin.” Barshisha berkata, “Aku tidak akan melakukannya.” Iblis berkata lagi, “Kalau begitu minumlah khamer yang memabukkan, karena hal itu adalah yang paling ringan dan Allah akan memusuhimu.” Barshisha berkata, “Dimanakah aku dapat melakukannya?” Iblis berkata, “Pergilah ke desa A.”

Maka pergilah dia dan melihat seorang perempuan cantik. Dia membeli khamer pada perempuan itu, diminumnya dan mabuklah dia. Akhirnya dia berbuat zina dengan perempuan itu. Saat itu suami perempuan itu datang maka dipukulnya suaminya itu sehingga hampir mati. kemudian Iblis menjelma menjadi seseorang yang lain dan melaporkan Barshisha kepada hakim. Maka mereka menangkap Barshisha dan menderanya karena minum khamer 80 kali dera dan 100 kali dera karena berbuat zina, serta diputuskan untuk disalib karena memukuli orang hampir mati.

Ketika Barshisha disalib datanglah Iblis menghampirinya dalam bentuk laki-laki yang ahli ibadah dulu. Dia berkata, “bagaimana keadaanmu?” Barshisha berkata, “Orang yang mengikuti kawan jahat, akan begini akibatnya.” Iblis berkata, “Aku telah menderita bencana karena engkau selama 220 tahun, sehingga sekarang aku dapat menyalibmu. Tetapi jika engkau ingin turun aku dapat menurunkanmu.”

Barshisha berkata, “Aku ingin dan aku akanmemberikan apa saja yang kamu minta.” Iblis berkata, “bersujudlah kepadaku sekali.” Barshisha berkata, “Aku tidak dapat bersujud kepadamu di atas kayu salib seperti ini.” Iblis berkata, “Bersujudlah dengan isyarat.” Lalu bersujudlah Barshisha dan kafirlah dis serta keluar dari dunia tanpa membawa iman.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin

 

Bahaya Minuman Keras atau khamer

Khamer atau minuman keras merupakan minuman berbahaya dan peminumnya akan kehilangan akal sehat, sehingga bisa menyebabkan dia melakukan segala hal yang dilarang Allah. di bawah ini adalah kisah yang diceritakan Nabi Muhammad mengenai seseorang yang durhaka kepada Allah karena meminum khamer.

Diriwayatkan dari Usman bin Affan bahwa dirinya pernah mendengar Nabi Muhammad bersabda, “Jauhilah Khamer, karena sesungguhnya dia adalah pangkal dari semua perbuatan kotor. Sesungguhnya telah terjadi seorang laki-laki dari orang-orang sebelum kamu. Dia ahli beribadah dan menjauhkan diri dari masyarakat. ada seorang perempuan yang jahat terpikat kepadanya, lalu menyuruh pelayannya datang kepada laki-laki itu.

Pelayan itu berkata, ‘Kami mengundangmu untuk keperluan kesaksian.’ Maka masuklah dia dan setelah dia masuk pintu, perempuan itu menguncinya sehingga laki-laki itu tidak dapat keluar. Hingga ketika dia sampai pada perempuan jahat itu yang sedang duduk, sedang di sam[pingnya terdapat seorang anak laki-laki dan segelas khamer.

Berkatalah perempuan itu, ‘Kami tidaklah mengundangmu untuk kesaksian, tetapi aku memanggilmu untuk membunuh anak ini, atau bersetubuh dengan aku atau minum segelas khamer. Jika engkau tidak mau aku akan berteriak karena adanya engkau disini dan aku akan mencemarkanmu.’

Nabi Bersabda, ‘Ketika laki-laki itu mengetahui dia tidak dapat melepaskan diri dari satu diantara tiga hal itu, maka dia berkata, ‘Berilah aku minum segelas khamer.’ Lalu perempuan itu mmeberikan minum segelas khamer dan hilanglah akalnya sehingga dia menyetubuhi perempuan itu dan membunuh anak laki-laki itu pula.

Maka jauhilah khamer, karena tidak akan berkumpul iman dan membiasakan minum khamer di dada seseorang untuk selama-lamanya kecuali satu dari keduanya akan mengusir saingannya.”

Bahaya Khamer (Minuman Keras) Dalam Pandangan Islam

Khamer atau minuman keras sangat berbahaya sekali, selain diharamkan oleh Allah, juga karena dari hasil penelitian modern ditemukan bahwa khamer atau minuman keras membawa dampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Di dalam minuman khamer terdapat 10 macam hal yang tercela:

  1. Apabila minum khamer jadilah dai seperti orang gila, lalu menjadi tertawaan anak-anak kecil dan dicela oleh orang-orang yang mempunyai akal.
  2. Menghilangkan akal dan merusak harta.
  3. Meminum khamer menjadi penyebab permusuhan di antara kawan dan kenalan.
  4. Meminum khamer menghalangi orang dari dzikir kepada Allah dan dari shalat.
  5. Meminum khamer akan mendorongnya berbuat zina. Karena apabila dia telah minum mungkin dia menceraikan istrinya dengan tidak disadarinya.
  6. Khamer itu kunci segala kejahatan. Karena apabila dia minum khamer maka mudah baginya mengerjakan segala macam maksiat.
  7. Menyakiti malaikat-malaikat pencatat amalnya, karena dia telah memasukkan mereka ke arena kefasikan.
  8. Dia wajib dijatuhi had dengan 80 kali dera. Jika dia tidak dipukul di dunia makan sudah pasti dia dipukul di akhirat dengan cambuk dari api di hadapan semua orang dan disaksikan leluhur-leluhur dan sanak familinya.
  9. Dia telah menutup pintu langit dari dirinya. Karena kebaikan-kebaikannya tidak diagkat dan doanya pun tidak diterima selama 40 hari.
  10. Dia dalam keadaan mengkhawatirkan, karena dicabut imannya ketika dia meninggal.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Tiga orang yang tidak akan masuk surga, yaitu orang yang membiasakan minum khamer, orang yang memutus hubungan famili, dan orang yang membenarkan tukang-tukang sihir. Dan barang siapa yang mati dalam keadaan membiasakan minum khamer, maka Allah akan memberinya minum dari air sungai Ghauthah. Yaitu sebuah sungai yang mengalir dari farji-farji perempuan ahli zina yang sangat mengganggu (atau menyakitkan) penghuni neraka karena baunya yang busuk.”

Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang minum khamer, maka janganlah kamu mengawinkannya. Jika dia sakit janganlah kamu mengunjunginya. Dan jika dia mati janganlah kamu menshalatkannya. Maka demi Tuhan yang mengutusku dengan haq sebagai Nabi, tidaklah minum khamer kecuali orang yang dilaknat dalam Taurat, Injil, Zabur, dan dalam Al Furqan. Barang siapa yang memberinya makan sesuap makanan, maka Allah akan menguasakan padanya ular dan kalajengking. Barang siapa yang memenuhi hajatnya, maka benar-benar dia telah menolongnya untuk menghancurkan islam. barang siapa yang menghutanginya maka benar-benar dia telah menolongnya untuk membunuh seorang mukmin. Dan barang siapa yang berkawan dengannya maka Allah akan menghimpunnya di hari kiamat dalam keadaan buta dan tidak memiliki hujjah.”

Hukum Islam Tentang Khamer

Khamer merupakan sebuah minuman yang diharamkan oleh Allah untuk diminum. Siapapun orang yang meminum khamer, maka dia berdosa kepada Allah. bannyak sekali dalil dari Al Qur’an dan hadis Nabi Muhammad yang menerangkan tentang haramnya khamer, beberapa diantaranya adalah sebagaia berikut:

Allah berfirman dalam surat Al Maa’idah ayat 90, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer, perjudian, patung-patung dan mengundi nasib adalah perbuatan kotor dari perbuatan setan. Maka jauhilah semua itu, agar kamu beruntung.”

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Nuh menanam batang anggur tetapi tidak dapat tumbuh hijau. Maka datanglah Iblis kepadanya dan berkata, “Hai Nabi Allah, kalau engkau ingin agar batang anggur itu tumbuh hijau, biarkan aku menyembelih 7 ekor binatang di atasnya.”

Nabi Nuh berkata, “Lakukanlah.” Iblis lalu menyembelih seekor singa, seekor beruang, harimau tutul, anjing hutan, anjing, ayam jantan dan musang. Dia menuangkan darah binatang-binatang itu di atas pokok batang anggur dan hijaulah anggur itu seketika dan batang anggur itu berbuah tujuh puluh macam buah, sedang sebelumnya hanya berbuah satu macam saja. Karena itulah orang yang meminum khamer menjadi pemberani seperti singa, kuat seperti beruan, pemarah seperti harimau tutul, suka ngoceh seperti anjing hutan, suka membunuh seperti anjing, suka menyiksa seperti musang dan suka bersuara seperti ayam jantan.

Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Tidak berzina orang yang berzina sedang pada waktu berzina dia seorang beriman, tidak mencuri orang yang mencuri sedang pada waktu mencuri dia seorang yang beriman, dan tidak minum orang yang minum khamer sedang pada waktu minum dia seorang beriman.”

Menurut Imam Syafii orang yang minum khamer ketika dia sedang minum khamer  bukanlah seorang yang beriman. Karena amal itu adalah bagian dari iman yang sempurna. Tetapi ada juga ulama yang mengatakan bahwa amal itu bukanlah bagian dari iman mutlak atau sempurna. Karena itu orang yang meninggalkan amal masih mukmin, sebab Rasulullah pernah ditanya mengenai sabdanya:

“Tidaklah minum khamer orang yang minum sedang ketika minum dia seorang beriman.” Beliau membuat lingkaran besar di tanah. Kemudian membuat lingkaran yang lain di tengah lingkaran besar itu, kemudian bersabda, “Lingkaran pertama yang besar adalah lingkaran islam, sedangkan lingkaran kedua adalah lingkaran iman. Jika seorang hamba minum khamer, berzina atau mencuri maka keluarlah dia dari lingkaran iman ke lingkaran islam. dan tidak akan keluar dari lingkaran islam kecuali sebab syirik.”

Iman dan islam adalah satu, hal ini berdasarkan firman Allah daam surat Ali Imran ayat 85, “Barang siapa yang memluk agama selain islam, maak tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah telah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia duduk menghadapi sebuah hidangan yang ada khamer diminum di sana.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Apabila seorang hamba berzina atau meminum khamer, maka Allah akan mencabut iman darinya sebagaimana manusia melukar baju kurungnya dari kepalanya.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda, “Apabila seorang hamba berzina atau meminum khamer, maka keluar iman dari dirinya. Lalu iman itu berada di atas kepalanya seperti naungan di atas kepalanya. apabila dia telah selesai dari perbuatan itu kembalilah iman kepadanya.”