Bagaimana Cara Menguburkan Jenazah Menurut Islam

Menguburkan mayat merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh umat muslim, dan hukumnya fardhu kifayah. Minimalnya/paling sedikit nya menguburkan mayat adalah se kedukan yang bisa menyembunyikan baunya mayit dan menjaga tanah tersebut dari hewan buas.

Sedangkan kesempurnaannya adalah menggali se berdiri dan selebar lengan dua atau kurang lebih 4,5 siku manusia biasa, dan disimpan pipinya mayit ke tanah (sunatnya yaitu seperti orang tidur sambil menyamping, tangan kanannya dibawah. Dan wajib dihadapkan ke arah qiblat, kecuali mayit kafir.

Apabila kita ke kuburan disunatkan nyimpen dedaunan, artinya dahan-dahan yang kecil yang hijau diatas kuburan sambil membaca fatihah atau al ikhlas, sebab dedaunan itu selagi masih basah diatas kuburan jadi menenangkan mayit.

Menguburkan Jenazah

Ada beberapa perkara yang mewajibkan mayit wajib dikeduk/digali kembali kuburannya :

  1. Kalau mayitnya belum diadusin/dimandiin atau ditayamuman, dan mayit tersebut belum berobah, artinya belum lama dikuburnya. Kalau mayitnya belum dibungkus tidak wajib digali lagi.
  2. Apabila mayit tersebut belum dihadapkan ke qiblat, dan belum berobah mayit tersebut (belum lama)
  3. Kalau mayitnya membawa harta (misalkan cincin), walaupun mayitnya telah berobah, tetep wajib digali lagi.
  4. Apabila mayitnya perempuan yang sedang hamil 6 bulan ke atas serta mungkin hidupnya (maksudnya bayi).

 

Diambil dari kitab Syafinatunnnaja Fiusuluddin Walfikhi karangan Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi

Tata Cara Mengkafani Jenazah

Mengkafani jenazah merupakan sebuah rangkaian dari tata cara pengurusan jenazah, setelah sebelumnya dimandikan dulu. Minimal atau paling sedikitnya membungkus mayat adalah menutupi badan mayit dengan kain (selain dari kepala orang yang ihrom dan mukanya perempuan ketika ihrom, karena walupun sudah meninggal tetapi tingkahnya masih ihrom.)

Dan sempurnanya adalah membungkus mayit laki-laki dengan 3 lapisan kain kafan, yang nutupin satu-satunya ke badan mayit, tegasnya yang lebar dan boleh ditambahin dengan qomis serta sorban. Sedangkan bagi perempuan memakai baju kurung dan kerudung, atau mukena, atau sarung, dengan 2 lapisan.

Tutup bagi mayit yang dinisbatkan ke haqnya Allah adalah kain yang nutupin seluruh ‘aurat. Kalau dinisbatkan ke haq mayit nutupin seluruh badan mayit.

 

Diambil dari kitab Syafinatunnnaja Fiusuluddin Walfikhi karangan Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi

Bagaimana Tata Cara Memandikan Jenazah Sesuai Sunnah

Memandikan mayat adalah merupakan rangkaian awal dari mengurus jenazah. Minimalnya atau paling sedikitnya memandikan mayit itu adalah meratakan ke seluruh badan mayit dengan air, dan kesempurnaannya adalah membasuh/membersihkan jeleknya orang, menghilangkan kokotornya orang  di lubang hidung mayit, dan nga wudhu an, menggosok-gosok badan mayit dengan kayu sidir, mengalirkan/mengusurkan air dengan 3 kali.

Sunat memandikan mayit di tempat tertutup, jangan dilihat orang lain, cukup oleh yang memandikan saja, dan yang menyodorkan air. Kewajiban orang yang masih hidup terhadap mayit adalah memandikannya, walaupun yang matinya tenggelam, tetap saja wajib dimandiin. (walaupun kita melihat malaikat-malaikat yang memandikan mayit).

Ada orang sholeh meninggal dalam keadaan fakir, lantaran dibiarkan oleh orang-orang dengan tidak memandikannya, kemudian datanglah para malaikat memandikan mayat tersebut sampai beres. Walaupuk keadaannya demikian tetap saja bagi orang yang masih hidup untuk memandikannya lagi.

Pang kurang-kurang nya atau paling sedikitnya memandikan adalah meratakan seluruh badan dengan air, tegasnya dengan se balikan, karena sebenar-benarnya sebalikan jadi ka fardhu an bagi orang hidup. Dan disunahkan juga memandikan itu dengan gangsal/bilangan ganjil.

Kesempurnaan memandikan jenazah ada 5, yaitu :

  1. Harus membersihkan dulu yang memandikan mayit terhadap ke 2 jelek-jeleknya mayit, artinya lubang depan dan lubang belakang. Tegasnya orang yang akan memandikan harus menghilangkan kotoran yang ada di lubang depan dan lubang belakang mayit dengan kain yang dililitkan di tangan kirinya si ghosil.
  2. Menghilangkan dulu kotoran yang ada di lubang hidungnya mayit.
  3. Nga wudhu an orang yang hidup (ghosil) di sebelum adus/mandi seperti orang yang hidup saja. Dengan 3 kali – 3 kali serta ada berkumur dan memasukan air ke lubang hidung, dan nyondong kan si ghosil ke kepala mayit ketika berkumur dan memasukan air ke hidung tersebut., karena supaya jangan masuk air kedalamnya mayit.
  4. Menggosok-gosok ghosil ke badannya mayit dengan kayu bidara dan sejenisnya, misalkan sabun atau rumput usnan.
  5. Ghosil mengucurkan air ke badan mayit dengan 3 kali.

Sunahnya memandikan sambil memakai baju qomsi yang basah bagi si ghosil. Dan ketika membasuh/membersihkan dengan 3 kali, serta memandikannya itu dibarengin dengan daun-daun yang kesatdan wangi seperti dedaunan kayu bidara. Disunatkan juga memakai kampret

Jenazah yang keguguran dibagi 3 bagian :

  1. Kalau sudah berupa dan sudah ada ruh nya walupun sebentar, itu seperti mayit dewasa (wajib di adusin, dibungkus, disholatin dan di kubur)
  2. Sudah berupa tapi samar kehidupannya, artinya tidak tahu apakah ada ruh nya atau tidak, maka cara ngurusnya adalah diadusin, dibungkus, dan dikubur.
  3. Mayitnya belum berupa dan belum ada ruh nya, itu tidak wajib diurus, tetapi sunat dibungkus dan dikubur.

Jenazah orang kafir tidak wajib diurus, bahkan bangkainya juga boleh diberikan ke anjing atau di hanyutkan di air sebab mereka musyrik tekadnya.

 

Diambil dari kitab Syafinatunnnaja Fiusuluddin Walfikhi karangan Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi

Inilah Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut Islam

Hukumnya mengurus jenazah adalah fardhu kifayah, sehingga kalau ada sebagian yang mengurus mayit di sebuah perkampungan, maka sebagian lain yang tidak ikut mengurus terbebasa dari dosanya. Jadi dimana-mana ada yang meninggal di sebuah kampung , maka harus ada orang yang ahli dalam mengurus mayit. menurut sebagian ulama ganjaran atau pahala fardhu kifayah lebih besar daripada fardhu ‘ain, sebab nalangin orang yang banyak. Apabila jenazahnya muslim, maka wajib diurusnya 4 macam

  1. Dimandikan
  2. Dibungkus
  3. Disholatkan
  4. Dikubur

Kalau mayatnya mayat syahid dunia akhirat/orang yang perang sabilillah itu wajib 2 perkara :

  1. Dibungkus
  2. Dikubur

Dan kalau yang meninggalnya syahid yang bukan karena Allah itu juga wajib dibungkus dan dikubur. Orang yang mati syahid dengan syahid akhirat contohnya adalah yang tenggelam, atau mukmin yang tertimpa longsor, atau yang sakit kolera, atau yang terbakar, maka itu semua cara ngurusnya yang seperti biasa.

Jadi yang termasuk syuhada itu terbagi 3 bagian :

  1. Syuhada dunia akhirat
  2. Syuhada dunia saja
  3. Syuhada akhirat.

 

Diambil dari kitab Syafinatunnnaja Fiusuluddin Walfikhi karangan Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi

10 Contoh Soal Essay dan Jawaban Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah

Jenazah harus diurus, dimulai dari dimandikan hingga dikubur, berikut ini adalah 10 Contoh Soal Essay dan Jawaban Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah. Semoga 10 Contoh Soal Essay dan Jawaban Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah  ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1). Sebutkan hal-hal yang harus dilakukan ketika ada orang muslim yang meninggal dunia!

Jawaban:
a. Memandikan jenazah,
b. Mendoakan jenazah
c. Mensholatkan jenazah serta
d. mengkuburkan jenazah

Soal No. 2). Jelaskan pengertian Jenazah?

Jawaban:
Kata jenazah diambil dari bahasa Arab (جن ذح) yang berarti tubuh mayat dan kata جن ذ yang berarti menutupi. Jadi, secara umum kata jenazah memiliki arti tubuh mayat yang tertutup

Soal No. 3). Tuliskan Tatacara salat Janazah!

Jawaban:
a.) Niat
Di bagi menjadi tiga:
– niat untuk laki-laki
– niat untuk perempuan
– niat jika mayat tidak ada

b.) Takbir lalu membaca Al-Fatihah
c.) Takbir lalu membaca salawat
d.) Takbir lalu membaca do’a untuk jenazah
e.) Takbir lalu membaca do’a untuk yang di tinggalkan
f.) Salam, tangan tetap di tekuk di depan perut.

Soal No. 4). Sebutkan tiga syarat Jenazah yang harus dimandikan?

Jawaban:
a. Jenazah itu orang muslim atau muslimat
b. Jenazah itu bukan karena mati syahid (mati dalam peperangan membela agama). Hadis rasulullah SAW menyatakan artinya sebagai berikut: “Dari Jabir, sesungguhnya nabi Muhammad SAW telah memerintahkan terhadap orang-orang yang gugur dalam perang uhud supaya dikuburkan dengan darah mereka, tidak dimandikan dan tidak dishalatkan.” (HR Bukhari)
c. Badan atau anggota badannya masih ada walaupun hanya sebagian yang tinggal(apabila karena kecelakaan atau hilang).

Soal No. 5). Sebutkan tiga syarat salat Jenazah!

Jawaban:
a. Shalat jenazah sama halnya dengan shalat Fardhu/Sunnah yaitu dalam hal diwajibkan menutupi aurat, suci dari hadats besar/kecil, suci badan, suci pakaian dan tempatnya dan harus menghadap kiblat.
b. Jenazah harus sudah dimandikan/disucikan dan dikafanka.
c. jenazah diletakan sebelah kiblat/didepan orang yang menshalatkan, kecuali kalau shalat dilakukan di kubur/shalat ghaib.

Soal No. 6). Sebutkan Jumlah kain kafan yang dibutuhkan untuk Jenazah!

Jawaban:
a. Jumlah kain kafan untuk jenazah laki-laki adalah berjumlah 3 lapis.
b. sementara untuk jenazah perempuan, memerlukan 5 lapis kain kafan

Soal No. 7). Jelaskan Hikmah dari salat Jenazah!

Jawaban:
a. Mendapatkan pahala yang besar.
b. Menjaga kehormatan umat islam.
c. Menjaga aib jenazah.
d. Senantiasa mengingat kematian.
e. Meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama muslim.
f. Mengingatkan manusia bahwa manusia diciptakan dari tanah.

Soal No. 8). Apa yang dimaksud Fardu Kifayah?

Jawaban:
Fardu kifayah (Arab: فرض كفاية‎) adalah status hukum dari sebuah aktivitas dalam Islamyang wajib dilakukan, namun bila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur. Contoh aktivitas yang tergolong fardu kifayah adalah Menyalatkan jenazah muslim

Soal No. 9). Apa yang dimaksud Fardu

Jawaban:
Fardu ain adalah status hukum dari sebuah aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan oleh seluruh individu yang telah memenuhi syaratnya. Dalam Islam, meninggalkan aktivitas yang hukumnya fardu ain akan menyebabkan pelakunya mendapatkan dosa.

Soal No. 10). Tuliskan bacaan salat Jenazah sesudah takbir ke-2!

Jawaban:
Takbir kedua baca Shalawat Nabi