Dunia Itu merupakan tempatnya ujian dan kesulitan hidup

Kita jangan menghiting-hitung atau aneh dengan kerepotan di ‘alam dunia, selagi kita diam di dunia. Sebab ‘alam dunia ini tidak akan mendatangkan kejadian melainkan terhadap perkara yang jadi sifatnya dunia yang pasti.

Penjelasan : sebenarnya ‘alam dunia itu tempatnya kesulitan/kerepotan. Maka bagi orang ahli ma’rifat jangan merasa aneh terhadap hal tersebut. Jangan merasa prihatin, jangan takut dan jangan mengeluh, jangan sampai putus asa dalam ma’rifat, sebab walaupun ahli ma’rifat kekasih Allah, selagi di ‘alam dunia harus sanggup menghadapi kesulitan dan kerepotan tersebut.

Para nabi dan rosul juga sama menghadapi kesulitan dan kerepotan. Seperti yang dikatakan Rasulullah Muhammad dalam khutbahnya Hei orang-orang, bahwa sebenar-benarnya ‘alam dunia itu tempatnya kerusakan, bukan tempat keenakan, tempatnya prihatin bukan tempat kegembiraan. Maka siapa saja yang tahu hakikatnya dunia tidak akan bergembira, tidak akan bersenang-senang dan tidak akan prihatin dengan kesulitan.

Dan ingat bahwa sebenarnya Allah membuat dunia ini tempatnya kesulitan. Sedangkan dibuatnya akhirat sebagai tempat pembalasan, maka dijadikan kesulitan dunia sebagai sebab untuk mendapatkan ganjaran di akhirat. Dan ganjaran akhirat itu jadi pengganti bagi kesulitan di dunia. Segala kejadian yang terjadi di ‘alam dunia senangnya dan repotnya itu harus dijadikan alat untuk mendapatkan kesenangan di akhirat, tegasnya menghadapi kesulitan itu dengan kesabaran dan menyikapi kenikmatan dengan syukur.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (Hikmah Kedua puluh empat)