Keindahan dan Kesenangan Dunia Yang Menipu (Akan Berakhir dan Rusak)

Bangunan alam dunia itu bakal rusak, dan kemewahannya akan dicabut. Yaitu untuk memberi upah kepada orang-orang yang tidak menghasilkan (mendapatkan) keindahan dunia.

Nah kita tidak perlu tergiur dan tergoda oleh keindahan dunia, karena semuanya akan rusak, keindahannya akan dicabuti. Jadi lebih nikmat tidak mempunyai dunia, supaya tidak sayang meninggalkannya, dan tidak berat memikirkannya dan tidak berat hisabannya (timbangannya). Kita semua harus tahu apa fungsi kita dilahirkan ke alam dunia, dan harus bisa dalam mengisi kehidupan di dunia ini.

Kita harus mengisi hidup ini dengan hal-hal yang berarti dan bermanfaat untuk kehidupan di dunia dan di akhirat nanti. Setiap hal atau perkara apapun yang kita lakukan, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Janganlah kita mencintai dunia ini terlalu berlebihan, karena bila terjadi demikian kita akan sangat berat dalam meninggalkannya.

Ingatlah bahwa keindahan dan kemewahan dunia pasti akan berakhir, tidak akan kekal atau abadi. Umur kita tidak kekal, harta tidak akan abadi, usia muda tidak selamanya, jabatan tidak akan kekal, pasangan kita (suami atau istri) pasti akan mati, dan lain sebagainya. Apabila kita menyadari hal ini, maka kita akan semakin beriman kepada Allah, semakin dekat kepada-Nya, dan tidak akan berat apabila nanti meninggalkan dunia.

Semakin seseorang mencintai dunia, semakin berat dia meninggalkannya, begitupun juga sebaliknya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus lima puluh tujuh)