Iman kepada Allah

Setiap manusia harus beriman kepada Allah, bahkan ketika disebut nama Allah seharusnya bergetar hatinya dan takut.

Iman dan islam merupakan nikmat dari Allah yang paling besar, oleh karena itu setiap orang harus mensyukurinya, dan selalu memuji Allah dalam berbagai situasi dan keadaan.

Allah berfirman dalam surat Al Anfal ayat 2-4:

  1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
  2. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
  3. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.

Para ulama mengatakan bahwa takut itu ada 2 macam. Yang pertama takut akan siksa, yaitu takutnya orang-orang yang durhaka kepada Allah. dan yang kedua adalah takut akan keagungan Allah, yaitu takutnya orang-orang khusus. Karena menreka mengetahui keagungan Allah, lalu mereka takut dengan sungguh-sungguh.

Jadi orang mukmin apabila disebut nama Allah maka takutlah hatinya menurut kadar kedudukan dzikirnya kepada Allah.

Setiap datang sesuatu dari Allah maka harus menambah keimanan kita kepada-Nya. Karena bertambahnya keimanan adalah sebab bertambahnya sesuatu dari Allah. yang demikian itu ada dua cara:

  1. Setiap kali dalil yang membuktikan kekuatan dan keagungan Allah itu bertambah banyak dan bertambah kuat, maka keimananpun bertambah kokoh. Karena ketika dalil itu banyak dan kuat maka menjadi hilanglah keragu-raguan dan sekaligus keyakinan bertambah kuat. Lalu ma’rifatnya kepada Allah juga akan lebih kuat dan bertambah keimanannya.
  2. Bahwa mereka membenarkan setiap ayat yang dibacakan kepada mereka dari Allah. karena tuntutan-tuntutan hukum datang silih berganti pada zaman Rasulullah, maka setiap datang sebuah tuntutan hukum tentu mereka membenarkannya, lalu berkat pengakuan itulah mereka bertambah dalam keimanannya.

 

Keimanan Dalam Agama Islam

Wujud dari keimanan seseorang adalah ia mampu berakhlak terpuji. Allah sangat menyukai hambanya yang mempunyai akhlak terpuji. Akhlak terpuji dalam islam disebut sebagai akhlak mahmudah.Beberapa contoh akhlak terpuji antara lain adalah bersikap jujur, bertanggung jawab, amanah, baik hati, tawadhu, istiqomah . Sebagai umat islam kita mempunyai contoh yang baik untuk diikuti yaitu nabi Muhammad. Ia adalah sebaik-baik manusia yang berakhlak sempurna. Ketika Aisyah ditanya bagaimana akhlak rosul, maka ia menjawab bahwa akhlak rosul adalah Al-quran.

Nabi Muhammad bersabda, “Seandainya iman Abu Bakar ditimbang dengan iman semua umatku tentu lebih berat iman Abu Bakar.”

Dari Abu Hurairah dan Anas bin Malik serta Abi Sa’id Al Khudri, mereka berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Akan keluar dari neraka seseorang yang di hatinya terdapat keimanan seberat semut kecil.”

Ini menunjukkan bahwa iman itu dapat bertambah dan dapat pula berkurang.

Firman Allah dalam surat Al Fath ayat 4, “Agar iman mereka bertambah di samping iman mereka yang telah ada.”

Firman Allah, “Orang-orang yang beriman adalah orng-orang yang apabila disebut Allah gemetar hatinya.” Hal ini mengenai sifat orang beriman, sedang orang beriman itu memang berbeda-beda dalam ketaatannya, adapun dalam iman tidak.

Dari Al Hasan, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepadanya, “Apakah engkau seorang mukmin?” dia berkata, “Iman itu ada dua macam, jika yang engkau tanyakan kepadaku itu mengenai iman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhir, surga dan neraka, kebangkitan dan hisab, maka aku adalah orang yang beriman. Tetapi jika engkau bertanya mengenai firman Allah ‘Innamal mu-minuuna…’ maka demi Allah, aku tidak mengetahui apakah aku termasuk mereka atau tidak.”

Penyebab doa tidak terkabul

Menurut Ibrahim bin Adham bahwa beberapa penyebab doa belum dikabulkan Allah adalah karena matinya hati dalam 10 hal berikut ini:

  1. Kamu mengenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-Nya.
  2. Kamu telah membaca Al Qur’an tetapi kamu tidak mau mengamalkannya.
  3. Kamu mengaku memusuhi setan tetapi kamu mematuhinya dan mengikutinya.
  4. Kamu mengatakan bahwa kamu adalah termasuk umat Muhammad tetapi kamu tidak mengamalkan sunahnya.
  5. Kamu mengaku akan masuk surga tetapi kamu tidak beramal untuk mendapatkannya.
  6. Kamu mengaku selamat dari siksa neraka tetapi kamu sengaja melemparkan dirimu ke dalamnya.
  7. Kamu mengatakan bahwa mati itu haq tetapi kamu tidak bersiap-siap menyambutnya.
  8. Kamu sibuk dengan cela-cela saudaramu tetapi kamu tidak mau memandang kepada cela-cela dari dirimu sendiri.
  9. Kamu makan kenikmatan dari Tuhanmu tetapi kamu tidak mau bersyukur kepadanya.
  10. Kamu telah menguburkan orang-orang matimu tetapi kamu tidak mau mengambil pelajaran dengan mereka.

Sikap dan Perilaku Orang Beriman Kepada Allah

Orang yang meyakini bahwa sebenar-benarnya Allah swt adalah yang memerintahkan kepada dirinya, maka bakal jujur, artinya bakal melaksanakan perintah-Nya dengan jujur dan benar. Dan sebenar-benarnya orang yang tahu dan memiliki pengertian yang pasti, bahwa sebenar-benarnya segala urusan itu ada dalam kekuasaan Allah, maka akan pasrah seluruh tubuhnya kepada Allah.

Tingkahnya seseorang yang memiliki keyakinan, maksudnya memiliki kepercayaan yang kuat didalam hatinya, sehingga hatinya tenteram. Percaya bahwa sebenar-benarnya Allah memerintahkan kepada ‘abdi-Nya untuk melakukan ibadah kepada Allah swt.

Maka akan jujur meminta kepada Allah swt untuk melaksanakannya, artinya ingin ditolong oleh Allah, diberi kemampuan untuk melaksanakannya, serta dipenuhi oleh rasa menghadap kepada-Nya. Sambil beradab dan mencintai, maksudnya hanya menjadikan hati untuk menghadap dan melaksanakan yang di perintahkan oleh Allah, sehingga tidak melirik ke yang lainnya, maka tidak menggantungkan diri atau berpatokan kepada selain Allah.

Begitu juga orang yang mempunyai keinginan yang pasti, bahwa sebenar-benarnya urusan semuanya ada dalam kehendak Allah swt. maka akan seragam jiwa raganya dengan tawakal kepada Allah.

Allah swt berfirman didalam Al Qur’an: “waman yatawakkal ‘alallaahi fahuwa hasbuhu”, siapa saja orang yang bertawakal kepada Allah swt, maka Allah akan mencukupkan segala kebutuhan orang tersebut.

Setiap orang haruslah berusaha mendapatkan ridha dari Allah swt, agar dirinya bisa bahagia di dunia dan di akhirat.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus lima puluh enam)