Harta Atau Jabatan Menurut Islam (Tidak Abadi)

Disini akan dijelaskan tentang kepangkatan (urusan dunia) yang tidak langgeng. Contohnya memiliki harta atau pangkat itu bagusnya di awal saja, sedangkan di akhirnya kita menjadi bingung dengan ketiadaannya dan membuat bosan bila ada.

Jadi bagi manusia yang berakal tidak perlu tergoda oleh perkara yang membuat bosan, lebih baik mempersiapkan diri untuk mendatangkan perkara yang disukai yang bisa menjadikan kita bahagia selamanya.

Atau berjuang untuk menghasilkan ma’rifat, apabila berhasil maka akan mendapatkan kenikmatan dan disempurnakan dengan bisa melihat dzat Allah swt nanti di surga.

Firman Allah swt: “Ketahuilah oleh kalian semua, bahwa sebenarnya kehidupan dunia itu hanya sekedar main-main dan bercanda, dan bermegah-megahan, dan berbagus-bagusan diantara kalian, berbanyak-banyak harta dan anak”.

Contohnya seperti hujan yang membuat senang orang kafir, tanamannya lalu berbuah, kemudian kering dan hanya menjadi sampah. Dan diakhiratnya disediakan siksaan yang sangat berat.

“Cintanya kepada harta dunia yang melupakan Allah swt, itu menjadikan pokoknya tiap-tiap dosa.”

Intinya kita harus berhati-hati dalam menjalani hidup di dunia ini, jangan sampai kita terjerumus ke dalam jurang dosa. Apabila telah terlanjur berbuat dosa, kita harus cepat-cepat bertaubat kepada Allah swt, dan meminta ampunan serta ridha Allah.

Kita semua jangan seperti orang kafir, yang lebih mengutamakan kehidupan di dunia. Mereka tidak peduli terhadap apa yang akan terjadi setelah dirinya mati, mereka hanya peduli tentang urusan dunia. Sehingga akhirnya mereka sering terjerumus ke dalam kema’siyatan, dan sering merasa tidak bahagia apabila keinginannya tidak tercapai.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus delapan belas)