Istighfar

Istighfar atau memohon ampun kepada Allah sangat dianjurkan sekali dalam ajaran islam. Hadis  yang menceritakan tentang istighfar sangat banyak sekali, dan beberapa diantaranya adalah seperti yang di bawah ini.

Diriwayatkan di dalam kitab Imam Abu Daud dan Imam Turmudzi melalui seorang maula (pelayan) Abu Bakar Ash Shiddiq, yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

“Bukanlah termasuk orang yang menetapi dosa seseorang yang selalu beristighfar, sekalipun ia mengulangi (dosanya) sebanyak 7 kali dalam sehari.”

Menurut Imam Turmudzi, hadis di atas tidak kuat.

Diriwayatkan di dalam kitab Imam Turmudzi melalui Anas yang menceritakan:

Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Allah telah berfirman, ‘Hai anak Adam, sesunguhnya kamu selagi berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku mengampuni semua dosa yang kamu lakukan dan Aku tidak mempedulikannya. Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu. Hai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi, kemudian engkau datang kepada-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku menemuimu dengan ampunan sepenuh bumi.

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Ibnu Majah dengan sanad yang jayyid melalui Abdullah ibnu Busr yang menceritakan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

“Beruntunglah orang yang menjumpai istighfar yang banyak di dalam lembaran catatan amalnya.”

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud dan Sunan Turmudzi melalui Ibnu Mas’ud, yang menceritakan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

Barang siapa yang mengucapkan, : Astaghfirullaahal ladzii laa ilaaa illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi, “Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepadanya,” niscaya diampuni dosa-dosanya, sekalipun ia telah klari dari peperangan.

Dahsyatnya Istighfar

Istighfar atau memohon ampun kepada Allah sangat dianjurkan sekali dalam ajaran islam. Hadis  yang menceritakan tentang istighfar sangat banyak sekali, dan beberapa diantaranya adalah seperti yang di bawah ini.

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud, Sunan Turmudzi dan Sunan Ibnu Majah, melalui Ibnu Umar yang menceritakan:

Kami pernah menghitung bagi Rasulullah Saw sebanyak seratus kali dalam satu majelis (bacaan):

رَبِّ اغْفِرْلِى وَتُبْ عَلَىَّ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbigh firlii watub ‘alayya innaka antat tawwaabur rahiimu.

“Ya Rabbku, ampunilah aku dan terimalah tobatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud dan Sunan Ibnu Majah melalui Ibnu Abbas, yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

“Barang siapa yang menetapi istighfar, maka Allah menjadikan baginya dari tiap-tiap kesulitan suatu jalan keluar dan dari setiap kesusahan suatu jalan keluar, serta Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Abu Hurairah, yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

“Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman (kekuasaan)-Nya, seandainya kalian tidak berdosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan niscaya Dia akan mendatangkan suatu kaum yang berdosa, lalu mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah mengampuni mereka.”

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud melalui Abdullah ibnu Mas’ud yang menceritakan:

“Rasulullah Saw menyukai berdoa sebanyak tiga kali dan beristighfar sebanyak tiga kali.”

Hadis Tentang Istighfar

Istighfar atau memohon ampun kepada Allah sangat dianjurkan sekali dalam ajaran islam. Hadis  yang menceritakan tentang istighfar sangat banyak sekali, dan beberapa diantaranya adalah seperti yang di bawah ini.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Al Aghar Al Muzani, yang menceritakan bahwa Rasulullah telah bersabda:

“Sesungguhnya hatiku benar-benar merasa suka cita, dan sesungguhnya aku benar-benar mohon ampun kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari melalui Abu Hurairah, yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:

“Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari melalui Syadda ibnu Aus, yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:

Raja istighfar ialah ucapan seorang hamba, “Allaahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘ala ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, a’uudzubika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta,” (Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau telah menciptakan diriku dan aku adalah hamba-Mu, aku telah berada dalam ikrar dan janji-Mu dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang kuperbuat, aku mengakui semua nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku; maka ampunilah aku, karena sesungguhnya iada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau).

Barang siapa yang mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia mati pada siang hari itu juga sebelum petang hari, maka ia termasuk ahli surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan kepadanya, lalu ia mati sebelum pagi hari, maka ia termasuk ahli surga.

Dalil atau Keterangan Dari Al Qur’an Tentang Istighfar

Istighfar atau memohon ampun kepada Allah sangat dianjurkan sekali dalam ajaran islam. Ayat-ayat dari Al Qur’an yang menceritakan tentang istighfar sangat banyak sekali, dan beberapa diantaranya adalah seperti yang di bawah ini.

Allah berfirman dalam surat Al Mu-min ayat 55:

“Dan mohonlan ampunan untuk dosamu dan bertasbihlan seraya memuji Rabbmu pada waktu petang dan pagi.”

Surat Muhamad ayat 19:

“Dan mohonlah ampun bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan.”

Surat An Nisa ayat 106:

Dan mohon ampunlah kepada Allah. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Surat Ali Imran ayat 15-17:

  1. Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.
  2. (yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah beriman, Maka ampunilah segala dosa Kami dan peliharalah Kami dari siksa neraka,”
  3. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Surat Al Anfal ayat 33:

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.”

Surat Ali Imran ayat 135:

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Surat An Nisa ayat 110:

“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Surat Huud ayat 3:

“Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Rabb kalian, dan bertobatlah kepada-Nya,………..”

Allah telah berfirman mengisahkan tentang perihal Nabi Nuh dalam surat Nuh ayat 10:

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”

Allah berfirman menceritakan tentang Nabi Huud dalam surat Huud ayat 52:

“Dan (dia berkata), ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian, lalu bertobatlah kepada-Nya.”