Kita Harus Hati-Hati Dengan Istidraj

Kita harus takut Allah memberi kebaikan kepada kita, padahal kita melanggengkan pekerjaan buruk kepada Allah. Karena pemberian itu semata-mata adalah istidraj.

 Sebenarnya dimana-mana diberi kenikmatan di dhohirnya, maka kenikmatan itu di dalam batinnya adalah cobaan. Sebab kalau kita tidak bisa mensyukuri nikmat maka kita diancam dengan siksaan seperti firman Allah ta’ala walain kafartum inna ‘adza bii lasadiid.

Apabila kita diberi kenikmatan kita harus takut tidak bisa mensyukurinya. Maka dimana datang nikmat harus menambah meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Dan harus mengoreksi diri barangkali ada dosa dari hasil nikmat itu. Sebab kalau kita tidak hati-hati dari macam-macam dosa, sehingga banyak dosa yang dilakukan, sambil Allah terus-terusan memberi kenikmatan, nah harus takut bahwa pemberian Allah itu istidraj. Allah akan mengangkat (nyungkun), sedangkan kita tidak mengetahuinya. Dibelakang kenikmatan itu bakal datang siksaan yang sangat berat.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keenam puluh lima)