Cahaya Islam, Iman dan Ihsan

Cahaya itu ada 2 macam, yaitu:

  1. Cahaya hissi, yaitu cahaya yang seperti matahari yang membukakan penglihatan mata., sehingga bisa melihat macam-macam jejak ciptaan Allah.
  2. Cahaya ma’ani, yaitu cahaya yang ditibakan (diberikan) oleh Allah swt didalam hati, sehingga bisa melihat macam-macam perkara ma’nawi. Akhirnya mengerti terhadap adanya Allah dan sifat-sifat-Nya.

Nah cahaya ma’nawi itu ada 3 bagian, yaitu dengan menghitung-hitung kekuatan dan kelemahannya.

  • Maka kalau cahaya islam itu keadaannya lemah seperti cahaya bintang. Dengan adanya cahaya ini bisa terbuka wujudnya Allah, yaitu dari wujudnya ciptaan Allah.
  • Cahaya keimanan, ini lebih terang seperti cahaya bulan. Sehingga dengan adanya cahaya keimanan ini, tidak semata-mata ada perkara yang bergerak atau diam, kecuali tahu qudratnya Allah dan ‘Ilmu-Nya.
  • Cahaya ihsan, yaitu yang bisa membukakan ke kita agar mengerti tentang haqiqatnya dzat Allah. Maka tidak terlihat suatu perkara kecuali melihat terhadap dzat yang menciptakannya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus lima puluh)

Cahaya Islam, Iman dan Ihsan

Allah swt itu sering memberikan (menyimpan) cahaya-cahaya ma’ani di dalam hati, yaitu cahaya keyakinan. Awalnya cahaya itu lemah seperti cahaya bintang, yaitu cahaya keislaman. Lalu menjadi kuat sehingga bercahaya seperti bulan, dana terus-terusan bertambah kuat seiring dengan perjalanan tho’at dan dzikir kepada Allah.

Maka cahaya itu lebih terang seperti matahari, yaitu cahaya ihsan. Nah tempat munculnya khaza inal ghuyub yaitu dari cahaya-cahayanya sifat Allah, dan asror nya dzat Allah.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya ahli tasawuf itu sering menertibkan cahaya. Pertama cahaya islam, lalu cahaya iman. Padahal dalam ilmu fiqih bahwa sebenar-benarnya adanya islam itu adalah buahnya dari keimanan.

Maksudnya setelah mengenal Allah terus ada iman yang ditafsirkan dengan tasdiq yang isinya qabul dan iddi’an, yaitu menyatakan bahwa Allah sebagai Pemimpin (Penguasa), serta menyatakan diri menghamba kepada Allah serta menerima terhadap ajaran-Nya, lalu annutqu bissyahadatain, kemudian shalat (dan rukun islam lainnya).

Alasan mengapa ahli tasawuf mendahulukan islam dulu adalah karena ‘abdinya Allah apabila disibukkan dengan peribadahan yang dhohir, itu sering disebut mendiami di maqamul islam. Lalu ketika sudah pindah dengan memperbanyak amal hati, serta disibukkan dengan membersihkan hati, dengan menghiasi, membersihkan dan menghidupkan ikhlas, maka orang itu sering disebut maqamul iman.

Dan kalau pekerjaannya sudah senang dengan manteng/menguatkan/melekatkan hati kepada Allah, serta memperbanyak tafakur, maka berarti sudah mendiami maqamul ihsan.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus empat puluh sembilan)

Inilah Penjelasan 5 Rukun Islam

Rukun Islam  adalah lima tindakan dasar dalam Islam, dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman dan merupakan dasar dari kehidupan Muslim. Kesemua rukun-rukun itu terdapat pada hadits Jibril. Rukun Islam itu ada 5 :

  1. Syahadat
  2. Shalat lima waktu
  3. Zakat
  4. Puasa bulan ramadhan
  5. Naik haji bila mampu

Makna islam menurut lugot adalah kadar-kadar turut, sedangkan makna islam menurut syara’ yaitu turut terhadap semua peraturan hukum syara.

Dan rukun agama ada 3, yaitu :

1. Islam, rendah diri dan turut terhadap segala hal yang disampaikan oleh Rasulullah saw.
2. Iman, tekad di dalam hati dan ngaku dengan lisan.
3. Ihsan, ibadah yang kita lakukan seperti kita melihat Allah swt, maka apabila tidak bisa seperti itu tetap saja kita harus beribadah, karena Allah dapat melihat kita.

Hukum Syara’ ada 5 :

  1. Wajib, (dilakukan akan mendapat ganjaran, disiksa apabila tidak melakukan)
  2. Sunnah,(dilakukan akan mendapat ganjaran, dan tidak mendapat siksa apabila ditinggalkan)
  3. Haram, (mendapat pahala apabila ditinggalkan, mendapat siksa apabila dilakukan)
  4. Mubah, (tidak diberi pahala dan tidak disiksa, yang melaksanakan dan tidak melaksanakan).
  5. Makruh (mendapat ganjaran apabila ditinggalkan, tidak mendapat siksa apabila dilakukan).

Syahadat

Dua kalimat syahadat merupakan hal/pekerjaan pertama manusia, yaitu harus ma’rifat kepada Allah dengan mengetahui sifat-sifat yang wajib di Allah, serta yang mustahilnya dan yang wenang nya. Dan ma’rifatnya dengan yakin, yaitu yang timbul dari dalil, dan mengucapkan dua kalimat syahadat itu menjadi syarat sah nya iman bagi orang yang kuasa, sedangkan bagi orang yang tidak kuasa (bisu), atau dengan adanya mengucapkan syahadat akan menjadi bahaya seperti akan dibunuh.

Maka walaupun tidak mengucapkan syahadat, itu tetap iman. Jadi pekerjaan pokok pertama di islam yaitu ma’rifat, tegasnya mengetahui sifat-sifat Allah terus iman yaitu Tasdiqul Qolbi, artinya membenarkan dengan hati, ada dua. Yang pertama Iddi’an, yang kedua Qobul, yaitu menyatakan bahwa Allah sebagai Pangeran dan Nabi Muhammad sebagai Rasul sambil menerima kami menghamba kepada Allah, dan mengakui nabi kepada Nabi Muhammad saw.

Jadi susunan syahadat ada 3 :

  1. Ma’rifat, yang ta’rifnya “penemuan yang pasti yang tidak gila, yang sama dengan buktinya yang timbul dari alasan”
  2. Tasdiq,. “Ridho saya terhadap Allah yang menguasai, dan kepada islam saya beragama, dan kepada Nabi Muhammad saya mengakui nabi dan mengakui rosul, serta Al Quran dijadikan pedoman, dan kepada mukmin saya bersaudara.”
  3. Dua kalimat syahadat, merupakan syarat imannya seseorang dan islamnya juga apabila dibenarkan oleh hati. Maka apabila hanya bicara saja tidak dibarengin oleh hati saja, sambil tidak dibarengin dengan lisan. Maka itu juga masih celaka, yang disebut muslim ghoir munji. Begitu juga apabila hati saja sambil tidak dibarengi lisan maka itu juga tetep celaka, yaitu disebut mukmin ghoir munji. Maka yang menyelamatkan didunia dan akhirat yaitu lisan yang dibarengi dengan hati.

Shalat

Makna shalat ada 2 :

  1. Menurut lugot, yaitu kadar-kadar berdoa kepada kebaikan.
  2. Menurut syara’, yaitu ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Shalat lima waktu itu diwajibkan kepada semua nabi. Fardhu ‘ain shalat, ada lima waktu dalam sehari semalam :

  1. Shalat shubuh yaitu shalatnya Nabi Adam as.
  2. Shalat dzuhur yaitu shalatnya Nabi Daud
  3. Shalat Ashar yaitu shalatnya Nabi Sulaiman
  4. Shalat Maghrib yaitu shalatnya Nabi Ya’kub
  5. Shalat Isya yaitu shalatnya Nabi Yunus as.

Zakat

Mustahiq zakat yang ada di dalam Al Quran ada 8 :
1. Fakir, yaitu orang yang tidak punya harta dan pekerjaan, atau punya harta tapi tidak mencukupi sama sekali.

2. Miskin, yaitu orang yang punya harta dan pekerjaan tetapi tidak mencukupi terhadap semua kebutuhan, seperti orang yang perlu seratus tetapi hanya menghasilkantujuh puluh atau kurang.

3.‘Amil, orang yang mengurus harta zakat, seperti membagikan zakat, dan mengumpulkannya. Tetapi apabila yang jadi ‘amilnya dari bagian Qodi, itu tidak termasuk.

4. Mualllaf, ada 4 bagian :

  • Orang yang masih lemah iman dalam keislamannya seperti orang yang masuk islam masih baru.
  • Orang yang kuat imannya, dan apabila diberi zakat bisa membawa orang lain yang kufur ke dalam islam.
  • Orang yang mencegah terhadap kejelekan orang yang dideketin orang kufur.
  • Orang yang bisa mencegah terhadap kejelekan orang yang tidak zakat atau orang yang melarang zakat.

5. Riqob, yaitu budak yang merdeka dengan membayar cicilan.

6. Ghorim, ada 3 bagian :

  • Orang yang punya hutang bekas membiayai hal/perkara yang mubah.
  • Orang yang punya hutang bekas membereskan dua golongan yang berselisih
  • Orang yang punya hutang bekas membayari hutang orang lain.

7. Sabilillah, orang yang berperang di jalan agama Allah dengan ikhlas, tegasnya orang yang berperang tanpa gaji/bayaran.

8. Ibnu Sabil, orang yang bepergian kehabisan bekal terus lewat kepada orang-orang yang sedang membagikan zakat.

Puasa

Makna puasa menurut lugot ialah mengendalikan/menahan, sedangkan menurut syara’ yaitu nahan dari makan dan minum serta bersetubuh dari mulai terbit fajar sodiq sampai terbenamnya matahari sambil pakai niat. Diwajibkannya puasa dimulai pada bulan sya’ban pada tahun kedua setelah hijrah.

Haji

Makna naik haji menurut lugot yaitu kadar-kadar bermaksud terhadap perkara yang diagungkan, sedangkan makna naik haji menurut syara’ yaitu bermaksud ke Baitullah sambil melakukan ibadah haji dan ihram dalam waktunya.

Diambil dari kitab Syafinatunnnaja
Fiusuluddin Walfikhi karangan Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi