Siapakah Yang Menjadi Musuh dan Kawan Iblis?

Iblis akan terus berusaha sekuat tenaga untuk menjerumuskan manusia untuk berbuat durhaka, dan akhirnya menemaninya di neraka. Iblis mempunyai teman-teman dan musuh dari kalangan manusia. Hal ini sesuai dengan dialog antara Nabi Muhammad dengan Iblis di bawah ini.

Menurut Wahbu bin Munabbih bahwa Allah swt telah memerintahkan Iblis untuk datang kepada Nabi Muhammad saw dan menjawab semua pertanyaan yang akan disampaikan beliau kepada Iblis itu.

Datanglah Iblis kepada beliau dalam bentuk seorang kakek yang bersih wajahnya dan membawa tongkat di tangannya. Bersabdalah Nabi Muhammad, “Siapakah engkau ini?” dia menjawab, “Aku adalah Iblis.” Nabi bertanya, “Mengapa engkau datang kemari?” Iblis berkata, “Sesungguhnya Allah memerintahkan aku untuk datang kepadamu dan menjawab semua pertanyaanmu.”

Nabi Muhammad bersabda, “Hai Iblis, berapa orang musuhmu dari ummatku?” Iblis menjawab, “Lima belas orang, yaitu:

  1. Engkau sendiri, hai Muhammad.
  2. Imam yang adil
  3. Orang kaya yang merendahkan diri
  4. Pedagang yang jujur
  5. Seorang alim yang mengerjakan shalat dan berlaku khusyu.
  6. Seorang mukmin yang memberi nasehat.
  7. Seorang mukmin yang penyayang
  8. Orang yang teguh dalam taubatnya.
  9. Orang yang memelihara diri dari yang haram.
  10. Seorang mukmin yang melanggengkan kesucian (thaharah).
  11. Seorang mukmin yang banyak bersedekah.
  12. Seorang mukmin yang baik budi pekertinya.
  13. Seorang mukmin yang bermanfaat kepada manusia.
  14. Orang yang hafal Al Quran dan melanggengkan bacaannya.
  15. Orang yang beribadah shalat malam di saat manusia sedang tidur.”

Lalu bertanyalah Nabi Muhammad kepada Iblis, “Berapakah kawanmu dari ummatku?” Iblis menjawab, “Sepuluh orang, yaitu:

  1. Hakim yang menyimpang.
  2. Orang kaya yang sombong.
  3. Pedagang yang berkhianat.
  4. Peminum khamer
  5. Orang yang suka adu domba.
  6. Orang yang berlaku riya.
  7. Pemakan harta anak yatim.
  8. Orang yang meremehkan shalat.
  9. Pembangkang zakat
  10. Orang yang memanjangkan angan-angannya.

Mereka itulah saudara-saudaraku dan kawan-kawanku

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Nasihat Iblis Kepada Manusia

Diceritakan bahwa Iblis pada jaman dahulu pernah dapat dilihat. Berkatalah seorang laki-laki kepadanya, “Hai Abu Murrah, bagaimana aku harus berbuat agar aku dapat seperti engkau?”

Iblis menjawab, “Celakalah engkau, belum pernah seorangpun menginginkan seperti ini dari aku. Bagaimana engkau menginginkannya?”

Laki-laki itu menjawab, “Aku menginginkan demikian.” Iblis berkata, “Jika engkau menginginkan seperti aku, maka remehkanlah shalat dan jangan perduli terhadap sumpah, apakah benar atau palsu.”

Laki-laki itu berkata, “Sungguh aku telah berjanji kepada Allah untuk tidak akan meninggalkan shalat dan tidak akan bersumpah dengan sebuah sumpah pun.”

Iblis berkata, “Belum pernah seseorang belajar dariku sebuah nasehat dengan cara tipu daya selain engkau. Sungguh aku pun berjanji tidak akan memberi nasehat kepada anak cucu Adam lagi.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Pidato Iblis Di Neraka

Dalam Al Khabar disebutkan bahwa setelah penghuni-penghuni neraka jatuh ke dalam neraka, diletakkanlah sebuah mimbar dari api untuk Iblis dan diberi pakaian dengan pakaian dari api, dikenakan mahkota dari api, dan diikat dengan ikatan dari api. Kemudian dikatakanlah kepada Iblis, “Naiklah ke mimbar dan berpidatolah kepada penghuni-penghuni neraka.”

Lalu naiklah Iblis dan berkata kepada penghuni-penghuni neraka, “Hai penghuni-penghuni neraka.” Semua orang yang ada dalam neraka mendengarnya dan seluruhnya menghadap kepadanya. Mereka memandang kepada Iblis itu dan berkatalah Iblis, “Hai golongan orang-orang kafir dan orang-orang munafik, sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar (Ibrahim ayat 22). Bahwa kamu akan mati, kemudian dihimpun, dihisab dan kemudian kamu dipisahkan menjadi dua golongan. Segolongan di surga dan segolongan lagi di neraka Sa’ir (Asy Syuuraa ayat 7). Kamu menyangka kalau kamu tidak akan sirna dari dunia dan abadi di sana. Sama sekali tidak ada kekuasaan bagiku atas kamu (Ibrahim ayat 22). Aku hanya membisikkan pada kamu, lalu kamu memenuhi dan mengikuti aku. Maka kesalahan ada pada kamu sendriri. Maka janganlah kamu mencaci aku tetapi cacilah dirimu sendiri (Ibrahim ayat 22).

Karena kamulah yang patut untuk dicaci daripada aku. Mengapa kamu tidak menyembah Allah swt, sedang Dia Pencipta segala sesuatu.”

Iblis berkata lagi, “Aku tidak mampu menyelamatkan kamu dari siksa Allah dan kamupun tidak dapat menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari ini aku berlepas diri (cuci tangan) mengenai apa yang pernah aku ucapkan kepada kamu. Karena aku sendiri adalah terkutuk dan tertolak dari hadir pada Tuhan seru sekalian alam.”

Ketika penghuni-penghuni neraka mendengar penuturan Iblis seperti itu mereka seluruhnya melaknat Iblis. Kemudian malaikat-malaikat Zabaniyah memukulnya dengan tombak dari api, lalu melemparkannya dari atas mimbarnya ke dalam neraka, ke tempat-tempat serendah-rendahnya dengan diabadikan di dalamnya bersama orang-orang yang mengikutinya dari penghuni-penguni neraka.

Berkatalah malaikat Zabaniyah kepada mereka, “Tidak ada kematian lagi bagimu dan tidak ada kenyamanan dengan abadi di dalamnya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin

10 Musuh iblis dari golongan manusia

Keterangan yang diterima dari Sayyidina Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda pada suatu hari kepada iblis ‘alaihil la’nat:

“Ada berapa musuh kamu dari golongan umatku?”

Maka iblis menjawab, Ada 20 golongan, yaitu:

  1. Engkau wahai Muhammad, karena sebenar-benarnya aku benci kepadamu.
  2. Orang yang punya ilmu (‘alim) yang mengamalkan ilmunya, dan orang-orang ahli kebaikan.
  3. Hamilul quran, maksudnya yang menghapal Al Quran dan mengamalkan isinya. Rasulullah saw bersabda, “Semua orang yang hapal Al Qur’an akan menjadi pengurus bagi ahli surga di hari kiamat. Dan para syuhada akan menjadi penuntun ahli surga, dan para Nabi akan menjadi pemimpin (sayyid) di surga.
  4. Orang yang adzan karena Allah pada shalat yang lima waktu. Nabi Muhammad saw bersabda, “Orang yang adzan karena mengharapkan dengan adzannya mendapatkan keridhaan Allah swt, dia akan mendapatkan ganjaran seperti orang yang mati syahid yang berlumuran darah. Apabila meninggal mayatnya tidak akan busuk dimakanin belatung di dalam kubur.”
  5. Orang yang suka kepada orang faqir, orang miskin dan anak yatim. Nabi Muhammad saw bersabda, “Duduk berkumpul dengan orang faqir adalah setengah dari tawadhu’, dan itu lebih utama daripada jihad.” HR Imam Dailami. Nabi saw juga bersabda, “Sebenar-benarnya tetap pada suatu perkara ada kuncinya (untuk membuka), dan kuncinya surga adalah menyukai kepada orang-orang miskin dan orang faqir.
  6. Orang yang punya hati sering kasihan dalam semua urusan ‘abdinya Allah, apalagi kepada ahli maksiyat.
  7. Orang yang tawadhu’ terhadap yang haq. Menurut Imam Qusyairi tawadhu’ itu artinya pasrah terhadap perkara yang haq dan meninggalkan yang menentang hukum islam.
  8. Anak muda yang mengisi pertumbuhan umurnya dengan tha’at kepada Allah (dari keci sampai besar).
  9. Orang yang makan barang halal. Menurut Ibnu ‘Abbas bahwa Allah tidak akan menerima shalatnya seseorang yang di dalam perutnya ada sesuap makanan haram.
  10. Dua pemuda yang saling mencintai atau bersahabat di jalan Allah, sampai keduanya meninggal.
  11. Orang yang menjaga shalatnya secara berjamaah. Nabi saw bersabda, “Shalatlah kalian semua di belakang orang yang bagus akhlaknya dan yang buruk”
  12. Orang yang shalat malam ketika orang lain sedang tertidur. Rasulullah saw bersabda, “Shalatlah kalian pada malam hari walaupun dengan 4 rakaat. Harus shalat kalian walaupun 2 rakaat. Apabila ada di sebuah rumah ahli rumah (penghuninya) yang sering shalat malam, maka akan ada yang memanggil kepadanya, ‘Hai ahli rumah (penghuni), segeralah bangun untuk melakukan shalat.’”
  13. Orang yang mengekang atau menahan diri dari ucapan dan perbuatannya dari yang haram.
  14. Orang yang sering memberi nasihat. Atau orang yang sering mengajak saudaranya, sahabatnya dan yang lainnya, dan tidak ada sedikitpun di dalam hatinya untuk menipu. Menurut Syeikh Bisyri bin al Harits bahwa dirinya bermimpi bertemu dengan Nabi saw, didalam mimpinya tersebut Nabi mengatakan kepadanya atas sebab apa Allah swt meninggikan dirinya (Syeikh Bisyri) dari teman-temannya. Kemudian Nabi mengatakan, “Disebabkan karena kamu mengikuti sunnahku, dan sering meng khadam (melayani) orang-orang shalih, sering memberi nasihat kepada sauadra-saudaramu, mencintai para sahabatku dan keluargaku. Nah inilah yang bisa membuat kamu sampai ke tempat orang-orang yang baik.”
  15. Orang yang selamanya punya wudhu (bersuci), maka bagi dirinya akan dituliskan 10 macam kebaikan. Menurut Syeikh al hifni bahwa orang yang berwudhu dan membuatnya suci maka akan dituliskan baginya 10 wudhu, dan satu wudhu itu adalah 700 kebaikan. Karena sebenar-benarnya kelipatan yang paling sedikit adalah 700, sambil melebihi dari 10 lipatan, yang dituturkan pada firman Allah swt, “Orang yang membawa satu kebaikan, maka baginya adalah 10 kali lipat kebaikan.
  16. Orang yang suka memberi. Siapa saja orang yang memberikan sebagian hartanya dan menyimpan yang sebagiannya (untuk dirinya), maka dia memiliki sifat sakha (dermawan). Siapa saja orang yang memberika hartanya lebih banyak, dan menyisakan yang sedikit untuk dirinya, maka dia memiliki sifat jud. Dan siapa saja orang yang mengalami darurat dan dia memilih orang lain dari rizkinya, maka dia memiliki sifat iitsar (mementingkan orang lain daripada dirinya).
  17. Orang yang bagus akhlaknya, yaitu berbudi pekerti yang bagus, ramah, memberikan kelebihan hartanya kepada orang lain.
  18. Orang yang membenarkan terhadap perkara yang sudah ditanggung Allah dari rizkinya. Menurut para ulama bahwa ada 4 perkara yang tidak akan mengalami perubahan sama sekali, yaitu umur, rizki, ajal, dan kesenangan serta musibah (kesulitan).
  19. Orang yang berbuat kebaikan kepada wanita yang tidak ada yang menafkahi (bertanggung jawab kepada wanita tersebut), misalnya wanita jompo dan faqir. Serta ditutup semua, artinya tidak diperlihatkan kepada lelaki lain. Rasulullah saw bersabda, “Orang yang berbuat kebaikan dengan menolong janda jompo dan orang miskin, dia seperti orang yang jihad fisabilillah atau seperti orang yang berdiri shalat pada malam hari dan yang sering puasa di siang hari.” HR Imam Ahmad dan Imam Bukhari dan Muslim
  20. Orang yang mempersiapkan kematiannya dengan membekali diri dengan beramal shalih.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar

10 Kekasih iblis dari golongan manusia

Keterangan yang diterima dari Sayyidina Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda pada suatu hari kepada iblis ‘alaihil la’nat:

“Ada berapa kekasih kamu dari golongan umatku?”

Maka iblis menjawab, Ada 10 golongan, yaitu;

  1. Pemimpin yang dhalim kepada rakyatnya.
  2. Orang yang takabur. Rasulullah saw bersabda, “Akan dikumpulkan semua orang takabur di hari kiamat seperti semut, berupa lelaki sambil ditutup orang itu dengan kehinaan dari berbagai tempat, mereka digiring ke penjara di neraka jahanam yang dinamakan penjara bulus, dan diberi minum dengan perasan ahli neraka.” HR Imam Ahmad dan Tirmidzi
  3. Orang kaya yang tidak peduli darimana dia menghasilkan hartanya dan dipakai apa saja untuk membelanjakan hartanya.
  4. Orang ‘alim (yang mengerti agama) yang sering membenarkan pemimpin dalam Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja orang yang memberi fatwa serta tidak cocok dengan ‘ilmu, maka orang itu akan dilaknat oleh malaikat langit dan bumi.” HR Imam Ibnu ‘Asakir.
  5. Pedagang yang khianat dalam timbangannya atau takarannya serta yang lainnya.
  6. Orang yang menimbun makanan (spekulasi), dengan cara membeli makanan pokok (misalnya beras) dan makanan yang menjadi pelengkapnya (misalnya daging). Membelinya di waktu mahal (paceklik), kemudian disimpan dengan tujuan disimpannya nanti ketika sangat membutuhkan orang-orang, dengan harga yang lebih Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja orang yang menimbun makanan selama 40 hari, maka lepas orang itu dari Allah dan lepas Allah dari orang tersebut.” Nabi saw juga bersabda, “Siapa saja orang yang menimbun makanan orang muslim, maka Allah akan menimpakan kepada orang itu penyakit kusta dan bangkrut usahanya.”
  7. Orang yang berzina (pelacur). Rasulullah saw bersabda, “Harus takut kalian semua terhadap zina, karena sebenar-benarnya dalam perzinahan ada 4 perkara madharat. Pertama bisa menghilangkan cahaya wajah, kedua akan memutus rizki, ketiga membuat Allah membencinya, dan keempat akan membuat langgeng di neraka.” HR Imam Thabrani
  8. Orang yang makan riba. Orang yang memakan riba akan disiksa dari mulai matinya hingga hari kiamat, dan disuruh berenang di lautan yang merah seperti darah. Dia akan dilempari batu lalu dimakan batu tersebut, kemudian seperti itu lagi sampai tiba hari kiamat. Menurut Syeikh Qatadah orang yang memakan riba akan dibangunkan di hari kiamat jadi orang gila.
  9. Orang yang pelit, yang tidak peduli dari mana bisa mengumpulkan hartanya. Rasulullah saw bersabda, “Tidak semata-mata rusak harta di daratan dan di lautan, kecuali dengan mencegah zakat.”
  10. Orang yang meminum arak dan langgeng (terus-terusan). Nabi Muhammad saw bersabda, “Siapa saja orang yang meminum arak maka keluar cahaya iman dari dalam perutnya.” HR Thabrani

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar