Bagaimana Sikap Rasulullah Ketika Orang Yahudi (Non Islam) Bersin

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud dan kitab Sunan Turmudzi serta selain keduanya dengan sanad yang sahih melalui Abu Musa Al Asy’ari r.a. yang menceritakan:

Orang-orang Yahudi sering bersin di hadapan Rasululah saw dengan harapan agar beliau mengucapkan Yarhamukallaah kepada mereka. Tetapi beliau mengatakan:

يَحهْدِيْكُمُ اللّٰهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Yahdikumullaahu wa yushlihu baalakum (Semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian.)

Bersin Ketika Menceritakan Hadis

Diriwayatkan di dalam kitab Musnad Abu Ya’la Al Maushuli melalui Abu Hurairah r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

Barang siapa yang menceritakan suatu hadis, lalu ia bersin di tengah-tengahnya, maka berarti dia itu benar.

Semua perawi hadis ini tsiqah lagi meyakinkan, kecuali Baqiyyah ibnul Walid, masih diperselisihkan predikat sahihnya. Kebanyakan ahli huffazh dan para imam memakai riwayatnya melalui ulama Syam. Hadis ini juga diriwayatkan melalui Mu’awiyah ibnu Yahya Asy Syami.

Demikianlah uraian singkat dari kami, semoga bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat.

Cara Men-tasymit (Menjawab) dan Mendoakan Orang Yang Bersin Berulang-Ulang

Apabila seseorang bersin secara berturut-turut, maka disunatkan men-tasymit-nya pada tiap kali sampai bilangan tiga kali.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, dan Sunan Turmudzi melalui Salamah ibnul Akwa’ r.a:

Bahwa ia pernah mendengar Nabi saw mengucapkan terhadap seorang lelaki yang bersin di hadapannya:

يَرْحَمُكَ اللّٰه

“Yarhamukallaahu (semoga Allah merahmatimu).”

Kemudian lelaki itu bersin lagi, naka Nabi saw bersabda, “Lelaki itu terserang penyakit pilek.”

Demikian lafaz yang disebutkan di dalam riwayat Imam Muslim. Menurut riwayat Abu Daud dan Imam Turmudzi, Salamah bercerita:

Seorang lelaki bersin di hadapan Rasulullah saw, sedangkan aku menyaksikannya, lalu Rasulullah saw menjawab:

يَرْحَمُكَ اللّٰه

“Yarhamukallaahu (semoga Allah merahmatimu).”

Kemudian lelaki itu bersin lagi yang kedua atau ketiga kalinya, maka Rasulullah saw bersabda, “Semoga Allah merahmatimu, lelaki ini sedang pilek.”

Imam Turmudzi mengatakan bahwa hadis ini sahih.

Hadis yang diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud dan Sunan Turmudzi melalui Ubaidillah ibnu Rifa’ah, seorang sahabat r.a, yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

Orang yang bersin di tasymit sebanyak 3 kali. Jika lebih, engkau boleh men-tasymit-nya, boleh pula tidak.

Hadis ini berpredikat dhaif. Imam Turmudzi mengatakan bahwa hadis ini gharib dan sanadnya tidak dikenal.

Diriwayatkan di dalam kitab Ibnu Sinni dengan sanad yang di dalamnya terdapat seorang perawi yang belum diselidiki keadaannya, tetapi perawi lainnya berpredikat sahih hingga sampai pada Abu Hurairah r.a. yang menceritakan:

Apabila seseorang diantara kalian bersin, hendaklah teman duduknya men-tasymit-nya. Jika ia bersin lebih dari 3 kali, berarti ia sedang pilek, dan ia tidak usah di tasymit sesudah 3 kali.

Apabila seseorang bersin dan tidak mengucapkan hamdalah, maka tidak usah di tasymit. Apabila ia memuji Allah dan tidak seorang pun yang mendengarnya, maka ia tidak berhak di tasymit. Jika mereka terdiri atas suatu jamaah, lalu sebagian dari mereka mendengar bersinnya, sedangkan yang lain tidak; menurut pendapat yang terpilih ia di tasymit oleh orang yang mendengar bersinnya saja, sedangkan yang lain tidak usah.

Apabila seseorang bersin, lalu ia sama sekali tidak membaca hamdalah, maka orang yang ada di dekatnya disunatkan mengingatkannya agar membaca hamdalah.

Hukum Membaca Hamdalah Ketika Bersin Sewaktu Shalat

Apabila seseorang bersin dalam shalat, ia disunatkan mengucapkan, “segala puji bagi Allah,” dengan suara yang terdengar oleh dirinya sendiri.

Menurut mazhab Maliki ada 3 pendapat, yang pertama adalah pendapat di atas. Pendapat kedua mengucapkan hamdalah dalam hatinya sendiri. Dan pendapat ketiga mengatakan tidak boleh bertahmid dengan suara keras, tidak pula dalam hati.

Disunatkan Menutup Mulut Ketika Bersin

Menurut ketentuan sunnah, apabila seseorang akan bersin, hendaklah meletakkan tangan atau pakaian atau penutup lain pada mulutnya, dan merendahkan suara bersinnya.

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu daud dan Sunan Turmudzi melalui Abu Hurairah r.a. yang menceritakan:

Rasulullah saw apabila bersin selalu meletakkan tangan atau pakaian pada mulutnya, lalu merendahkan atau menekan suara bersinnya dengan hal tersebut.

Diriwayatkan di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Abdullah ibnuz Zubair r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah swt tidak menyukai suara keras ketika menguap dan bersin.

Diriwayatka di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Ummu Salamah r.a. yang menceritakan:

Menguap dengan suara keras dan bersin dengan suara yang keras merupakan perbuatan setan.

Orang Yang Bersin Tidak Membaca Doa Tidak Boleh Di Tasymit

Apabila orang yang bersin tidak membaca tasymit, maka ia tidak boleh di tasymit. Paling sedikit ialah membaca hamdalah dan tasymit serta jawabannya ialah mengucapkannya dengan suara yang dapat didengar oleh temannya.

Begitu pula orang yang bersin mengucapkan lafaz selain Alhamdu lillaah, ia tidak berhak mendapat tasymit.

Keutamaan Menjawab dan Mendoakan Orang Yang Bersin

Syariat islam menganjurkan agar orang yang bersin supaya memuji Allah swt, serta orang yang mendengarnya menjawabnya.

Di bawah ini ada beberapa dalil hadis yang berkaitan dengan hal tersebut.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Abu Musa Al Asy’ari r.a. yang menceritakan:

Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian bersin, lalu ia memuji kepada Allah swt, maka jawablah ia; jika ia tidak memuji kepada Allah, janganlah kalian menjawabnya.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahihain melalui Al Barra ibnu Azib r.a. yang menceritakan:

Rasulullah saw telah memerintahkan kami kepada tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara lainnya; beliau memerintahkan kami untuk menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, men-tasymit orang yang bersin, memenuhi undangan, menjawab salam, menolong orang yang teraniaya, dan melaksanakan sumpah.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahihain melalui Abu Hurairah r.a, bahwa Nabi saw pernah bersabda:

Kewajiban seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima perkara, yaitu menjawab salam, menjenguk orang yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan men-yasymit (menjawab) orang yang bersin.

Di dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan sebagai berikut:

Kewajiban seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam perkara, yaitu: apabila engkau bersua dengannya, ucapkanlah salam kepadanya; apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; apabila ia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah dia; apabila ia bersin, lalu mengucapkan pujian kepada Allah swt, maka tasymit lah (jawablah) dia; apabila ia sakit, jenguklah dia; dan apabila ia meninggal dunia, antarkanlah (jnazahnya sampai ke kuburan).

Adab-Adab Bersin dan Menguap Dalam Islam

Menjawab Orang Yang Bersin dan Hukum Menguap

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari melalui Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw yang bersabda:

Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila seseorang diantara kalian bersin, hendaklah ia memuji Allah swt, dan sudah merupakan hak bagi setiap orang muslim yang mendengar pujian tersebut untuk mengucapkan,

يَرْحَمُكَ اللّٰه

Yarhamukallaaha.

“Semoga Allah merahmatimu.”

Adapun menguap merupakan perbuata setan. Bila seseorang diantara kalian hendak menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin. Sesungguhnya jika seseorang diantara kalian menguap, setan menertawakannya.

Ulama mengatakan bahwa bersin itu penyebabnya terpuji, yaitu dakibatkan oleh kekeringan pada tubuh mengingat menipisnya endapan yang merusak dan ringannya makanan. Sedangkan hal tersebut merupakan hal yang dianjurkan; mengingat mengurangi makan dapat melemahkan nafsu syahwat dan memudahkan untuk taat, sedangkan menguap sebaliknya.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari melalui Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw pernah bersabda:

Apabila seseorang diantara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan:

اَلْحَمْدُلِلّٰهِ

Alhamdulillaahi.

“segala puji bagi Allah.”

Dan hendaklah saudaranya atau temannya mengucapkan kepadanya

َرْحَمُكَ اللّٰه

Yarhamukallaahu.

“Semoga Allah merahmatimu.”

Lalu ia membalasnya:

يَهْدِيْكُمُ اللّٰهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Yahdii kumullaahu wayush lihu baa lakum.

“Semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Anas r.a. yang menceritakan:

Ada dua orang lelaki bersin di hadapan Nabi saw, lalu beliau men-tasymit (menjawab) salah seorang dari keduanya, sedangkan yang lain tidak beliau jawab. Maka berkatalah orang yang tidak di tasymit, “Si Fulan telah bersin, lalu engkau men tasymitnya; sedangkan ketika aku bersin, engkau tidak mentasymitku.”

Nabi saw menjawab, “Orang ini memuji kepada Allah, sedangkau engkau tidak memuji kepada Allah swt.”