Keistimewaan Puasa di Bulan Rajab

Banyak sekali hadis yang menjelaskan mengenai keutamaan berpuasa di bulan Rajab, diantaranya adalah yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi:

Nabi Muhammad bersabda, “Di dalam surga ada sebuah sungai yang disebut Rajab, lebih putih dari susu dan lebih manis daripada madu. Barang siapa yang berpuasa satu hari dari bulan Rajab maka Allah akan memberinya minum dari sungai itu.”

Telah diriwayatkan dari Abi Qilabah, bahwa dia berkata, “Di dalam surga terdapat sebuah gedung untuk orang-orang yang berpuasa dalam bulan Rajab.”

Ibnu Abbas tidak melakukan puasa pada seluruh hari bulan Rajab. Imam Ahmad pun juga tidak menyukainya. Dia berkata, “Berbuka sehari dari bulan Rajab itu atau dua hari.”

Imam Al Mawardi mengatakan bahwa sunah berpuasa bulan Rajab dan bulan Sya’ban.

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq, dia berkata, “Apabila telah lewat sepertiga malam dari bulan Rajab pada malam Jum’at yang pertama, tidaklah tersisa malaikat-malaikat di langit maupun di bumi kecuali berkumpul di Ka’bah. Lalu Allah memandang mereka dan berfirman, “Hai malaikat-malaikat-Ku, mintalah apa yang kamu suka!” mereka berkata, “Ya Tuhan kami, hajat kami adalah agar Engkau mengampuni orang yang berpuasa pada bulan Rajab.” Allah berfirman, “Aku benar-benar telah mengampuni mereka.”

Dari Aisyah, dia berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Semua manusia kelaparan di hari kiamat kecuali para Nabi dan keluarganya serta orang yang berpuasa di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Mereka kenyang tidak merasa lapar dan haus.”

Kisah orang shalih karena memuliakan bulan Rajab

Ada seorang perempuan di Baitul Maqdis, dia seorang yang ahli ibadah, ketika bulan Rajab dia membaca Qul huwallaahu ahad, sebelas kali dalam setiap hari karena memuliakan bulan Rajab.

Dia melukar pakaian mewahnya dan memakai pakaian yang usang. Pada suatu Rajab dia jatuh sakit dan berwasiat kepada anak laki-lakinya agar jika mati dia membungkusnya dengan pakaian usang itu. Tetapi anaknya malah mengkafaninya dengan kain yang mewah karena riya kepada manusia.

Anak itu lalu bermimpi bertemu ibunya, ibunya berkata, “Hai anakku, mengapa engkau tidak melaksanakan wasiatku. Aku kecewa kepadamu.”

Terbangunlah anak itu dan menggali kembali kubur ibunya, tetapi dia tidak menemukannya. Dia menangis tersedu-sedu, lalu didengarlah sebuah suara yang berkata, “Apakah engkau tidak mengetahui bahwa orang yang memuliakan bulan kami Rajab, tidak akan dibiarkan sendirian dalam kuburnya.”

Sumber: Durrotun Nasihin

Keistimewaan Bulan Rajab

Pada bulan Rajab banyak sekali terdapat keutamaan dan fadhilahnya. Bahkan keutamaan ini dikatakan sendiri oleh Nabi Muhammad seperti dalam hadis berikut ini.

Nabi Muhammad bersabda, “Jika kamu mengharapkan kenyamanan ketika mati tidak merasakan haus, mengharap keluar dari dunia dengan membawa iman dan selamat dari syaithan, maka muliakanlah bulan-bulan ini seluruhnya, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab. Dengan cara banyak berpuasa, menyesali dosa-dosa yang telah berlalu, dan ingatlah kepada Tuhan Pencipta manusia tentu kamu masuk surga Tuhanmu dengan selamat.”

Dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa dirinya pernah bertemu dengan Mu’adz bin Jabal, lalu bertanya, “Dari mana engkau datang? Hai Mu’adz” dia menjawab, “Aku datang dari Rasulullah.” Anas bertanya lagi, “Apa yang engkau dengar dari beliau?” dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa yang membaca Laa ilaaha illallaah dengan bersih dan ikhlas niscaya dia masuk surga. Barang siapa yang berpuasa sehari dari bulan Rajab dengan mengharap ridha Allah niscaya dia masuk surga.”

Kemudian Anas masuk kepada Rasulullah dan berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya Mu’adz telah telah bercerita kepadaku begini dan begini.” Nabi menjawab, “Mu’adz benar.”

Rasulullah telah bersabda dalam khutbah hari raya Qurban pada hji wada’: “Ingat, bahwa sesungguhnya masa telah berputar seperti keadaannya pada hari Allah menciptakan bumi dan langit. Setahun adalah tetap 12 bulan dan diantaranya ada 4 bulan haram. Yang 3 beruntun, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram, dan Rajab Mudhar  (bulan suku Mudhar) adalah berada di antara Jumaadi dan Sya’ban.”

Maksudnya adalah masa yang terbagi menjadi bulan dan tahun akan kembali kepada asal mulanya, dan tahunpun kembali kepada asal hitungan yang dipilihkan oleh Allah pada hari diciptakan-Nya langit dan bumi, serta haji akan kembali pada bulan Dzul Hijjah juga, setelah sebelumnya pernah orang-orang jahiliyah menggesernya dari waktu yang sebenarnya dengan “nasi” (pengunduran) yang dibuat baru oleh mereka dan disebutkan Allah dalam kitab-Nya.

Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 37, “Sesungguhnya pengunduran waktu bulan-bulan haram hanyalah menambah kekafiran saja.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan rajab adalah bulan yang urutannya sebelum sya’ban dan ramadhan. Bulan rajab memiliki berbagai macam keistimewaan. Banyak sekali dalil baik dari Al Qur’an maupun dari hadis Nabi yang menjelaskan keutamaan-keutamaan bulan rajab ini.

Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Nabi Muhammad bersabda, “Aku telah melihat pada malam mi’raj sebuah sungai yang airnya lebih manis daripada madu, lebih sejuk daripada es, dan lebih harum daripada misik. Bertanyalah aku kepada Jibril, ‘Hai Jibril, untuk siapa sungai ini?’ dia menjawab, ‘Untuk orang yang membaca shalawat kepadamu di bulan Rajab.”

Nabi Muhammad bersabda, “Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, mohon ampunlah kepada Allah dari dosa-dosamu dan jauhilah perbuatan-perbuatan durhaka di bulan haram, yaitu rajab.”

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 217, “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) mengenai berperang di bulan haram, katakanlah, ‘Berperang di dalamnya adalah dosa besar.”

Perbuatan durhaka pada bulan ini adalah lebih jahat karena kehormatan bulan itu di sisi Allah, sebagaimana taat di dalamnya akan dilipatkan pahalanya. Allah menyebutnya bulan haram karena diharamkannya berperang.  Tetapi kemudian keharaman itu di nasakh keharaman perang dalam bulan-bulan itu dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 191, “Dan bunuhlah mereka dimana mereka kamu temukan.”

Kehormatan bulan itu tetap, dosa-dosa juga diampuni, ketaatan diterima dan pahala akan dilipatkan dalam bulan haram tersebut. karena kebaikan satu dalam semua bulan akan dilipatkan sepuluh kali, sebagaimana firman Allah dalam surat Al An’aam ayat 160, “Barang siapa yang datang dengan membawa sebuah kebaikan maka baginya sepuluh kali kelipatannya.”

Sedangkan dalam bulan rajab dilipatkan 70 dan dalam bulan sya’ban dilipatkan 700 serta dalam bulan ramadhan dilipatkan seribu kali. Kelipatan-kelipatan pahala kebaikan ini tidak diberikan kecuali pada umat Nabi Muhammad secara khusus.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Inilah Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Rajab

Bulan Rajab memiliki banyak sekali keutamaan, terlebih lagi bila setiap manusia mengisinya dengan beribadah kepada Allah. seperti yang diuraikan di bawah ini.

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq, dia berkata, “Apabila sepertiga malam berlalu dari bulan Rajab, pada Jum’at pertama tidaklah tertinggal satupun malaikat di langit dan di bumi kecuali mereka berkumpul di Ka’bah. Allah memandang mereka dan berfirman, ‘Hai para malaikatku, mintalah apa saja yang kamu kehendaki.’ Mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, hajat kami adalah agar Engkau mengampuni orang yang berpuasa pada bulan rajab.’ Allah berfirman, “Aku benar-benar telah mengampuni mereka.”

Nabi Muhammad bersabda, ‘Semua manusia akan lapar di hari kiamat kecuali para Nabi dan keluarga mereka serta orang-orang yang berpuasa bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Mereka kenyang, tidak ada lapar atau haus bagi mereka.”

Diriwayatkan di dalam hadits bahwa apabila datang hari kiamat berserulah para malaikat, “Di manakah orang-orang yang suka menghormati bulan Rajab?” Lalu keluarlah sebuah nur dan malaikat Jibril, Mikail mengikuti nur itu, serta mengikutinya pula orang-orang yang suka menghormati bulan Rajab. Kemudian mereka melewati Shirath seperti kilat yang menyambar. Bersujudlah mereka kepada Allah karena bersyukur dapat melewati Shirath dengan selamat.

Tetapi lalu Allah swt berfirman, “Wahai orang-orang yang suka menghormati bulan Rajab, angkatlah kepalamu pada hari ini. Kamu telah menunaikan sujud di dunia pada bulan-Ku. Sekarang berangkatlah menuju tempat-tempatmu.”

Rajab

Diceritakan dari Tsauban, bahwa dirinya pernah bersama Nabi Muhammad. Lewatlah mereka pada sebuah kuburan, Nabi Muhammad berhenti lalu menangis tersedu-sedu, kemudian berdoa kepada Allah.

Bertanyalah Tsauban kepada Nabi Muhammad, “Mengapa engkau menangis Ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Hai Tsauban, mereka sedang disiksa dalam kuburnya, dan aku mendoakan mereka lalu Allah meringankan siksa dari mereka.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Hai Tsauban, seandainya mereka itu berpuasa satu hari dari bulan Rajab dan tidak tidur dalam bulan Rajab itu barang semalam, tentu mereka tidak disiksa di kuburnya seperti itu.”

Tsauban bertanya, “Apakah puasa sehari dan beribadah satu malam dalam bulan rajab itu dapat menghalangi siksa kubur?” Nabi Muhammad bersabda, “Hai Tsauban, demi Tuhan yang telah mengutus aku dengan haq sebagai seorang Nabi, tidaklah seorang muslim laki-laki atau perempuan yang mau berpuasa sehari dan beribadah semalam dalam bulan Rajab dengan mengharapkan ridha Allah, kecuali Allah menulis baginya ibadah setahun, berpuasa siang harinya dan beribadah malam harinya.”

Keistimewaan Puasa di Bulan Rajab

Puasa merupakan salah satu syariat islam. selain puasa wajib ada juga puasa sunnah. Puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Rajab memiliki banyak keutamaan, seperti keterangan di bawah ini.

Nabi Muhammad bersabda, “Ingat, sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan Allah yang tuli. Maka barang siapa yang berpuasa satu hari dari bulan ini dengan beriman dan mencari pahala, tentu Allah mengharuskan keridhaan Allah yang besar padanya. Barang siapa yang berpuasa dua hari tentu dia mendapatkan kemuliaan di sisi Allah yang tidak dapat diterangkan oleh orang-orang yang mau menerangkan dari penghuni-penghuni langit dan bumi.

Barang siapa yang berpuasa tiga hari diselamatkanlah dia dari bala’ dunia dan siksa akhirat, dari sakit gila, lepra, sakit belang dan dari fitnah Dajjal. Barang siapa yang berpuasa tujuh hari ditutuplah pintu neraka dari dirinya. Barang siapa yang berpuasa 8 hari dibukalah baginya 8 buah pintu surga.

Barang siapa yang berpuasa 10 hari maka dia tidak meminta sesuatu kepada Allah kecuali Allah akan memberinya. Dan barang siapa yang berpuasa 15 hari maka Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dari dosa-dosanya dan mengganti kebaikan pada kejahatannya. Dan barang siapa yang menambah dari lima belas hari maka Allah pun akan menambah pahalanya.”

Abu Muhammad Al-Khalal meriwayatkan tentang keutamaan-keutamaan bulan rajab dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Puasa hari pertama bulan rajab menghapus dosa tiga tahun, hari kedua menghapus dosa dua tahun, hari ketiga menghapus dosa satu tahun.”

Rajab

Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya Nabi Muhammad tidak berpuasa setelah ramadhan kecuali rajab dan sya’ban.”

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah sungai yang disebut rajab, lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu. Barang siapa yang berpuasa satu hari dari bulan rajab maka Allah akan memberinya minum dari sungai itu.”

Nabi Muhammad bersabda, ‘Semua manusia akan lapar di hari kiamat kecuali para Nabi dan keluarga mereka serta orang-orang yang berpuasa bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Mereka kenyang, tidak ada lapar atau haus bagi mereka.”