Arsy Ciptaan Allah

Ats Tsa’labi berkata mengenai firman Allah dalam surat Al Haaqah ayat 17, “Dan memikul Arsy Tuhanmu di atas mereka pada hari itu delapan malaikat.”

Dari Ali bin Husain, dia berkata, “Sesungguhnya Allah menciptakan Arsy dan tidak menciptakan sebelumnya kecuali tiga hal, “Al Qalam, udara dan nur. Kemudian Dia menciptakan Arsy itu dari beberapa nur yang berbeda-beda. Di antara nur-nur itu ada nur yang hijau dan terjadilah warna hijau dari nur hijau itu, nur kuning dan terjadilah warnakuning karena nur kuning itu, nur merah dan terjdilah warna merah karena itu, dan ada pula nur putih, dan terjadilah karena nur putih itu nur dari semua nur dan cahaya siang. Kemudian Allah menjadikan nur itu 70 juta lapisan, tidak sebuah lapisan pun dari lapisan-lapisan itu kecuali semuanya membaca tasbih kepada Allah dengan memuji-Nya dan menyucikan-Nya dengan suara yang berbeda-beda. Seandainya Allah mengijinkan segala sesuatu ini dapat mendengar suara itu tentu hancurlah semua gunung dan gedung dan menjadi sirnalah semua lautan.”

Kemudian Ats Tsa’labi berkata lagi mengenai firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 21, “Dan tidak ada sesuatupun kecuali di sisi Kami terdapat simpanannya.”

Telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Muhammad dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Di Arsy ada contoh dari apa saja yang diciptakan Allah di daratan maupun di lautan. Itu adalah pengertian dari firman Allah tersebut.”

Di dalam Al Khabar disebutkan, “Sesungguhnya Allah swt telah memerintahkan semua malaikat untuk memberi salam kepada para malaikat pemikul Arsy di waktu pagi dan di waktu sore, karena memuliakan pemikul Arsy itu atas malaikat-malaikat yang lain.”

Al Baghwawi menafsirkan firman Allah, “Kursyi Allah meliputi langit dan bumi.” (Al Baqarah: 255)

Abu Hurairah berkata, “Al Kursi itu diletakkan di depan Arsy.”  Sedangkan Ali dan Muqatil berkata, “Setiap tiang dari Al Kursyi, panjangnya seperti langit tujuh dan bumi seluruhnya. Ia berada di muka Arsy.”

Rasulullah saw bersabda, “Hai Abu Dzar, tidaklah langit-langit tujuh dibandingkan dengan Al Kursyi kecuali hanya seperti sebuah lingkaran kecil yang terlempar di padang luas. Sedang keutamaan Arsy atas Al Kursi adalah seperti keutamaan padang luas atas lingkaran kecil itu.”

Abusy Syaikh mengeluarkan dari Hammad, dia berkata, “Allah swt telah menciptakan Arsy dari zamrud hijau, menciptakan empat kaki baginya dari yaqud merah, menciptakan baginya seribu buah lidah, dan menciptakan dibumi ini seribu umat, setiap umat membaca tasbih dengan lidah dari lidah-lidah Arsy itu.”

Abusy Syaikh mengeluarkan pula dari Umar, dia berkata, “Allah telah menciptakan empat hal dengan tangan-Nya (kekuasaan-Nya): Adam, Arsy, Al Qalam, dan surga Aden serta berfirman kepada segala makhluk, ‘Jadilah engkau.’ Lalu adalah ia.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Kapankah Arsy Diciptakan?

Diceritakan dari para ahli ilmu bahwa sebelum Allah menciptakan bumi tempat Arsy adalah air dan Arsy itu menetap di atas air. Lalu Allah swt memerintahkan Arsy untuk naik di atas air dan naiklah Arsy itu. Bertindaklah Arsy itu naik ke atas dan jadilah tempat air itu Ka’bah. Air pun mengiringkan Arsy dan naik bersamanya sampai ke tempat yang dikehendaki Allah. Allah lalu memerintahkan air kembali ke tempatnya semula. Berkatalah air, “Seandainya Allah tidak memerintahkan aku untuk kembali ke tempatku, tentu aku akan mengiringkanmu ke tempatmu.”

Akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada air itu, “Karena engkau telah memuliakan Arsy yang mengiringkannya karena perintah-Ku, maka Aku jadikan tempatmu sebagai tempat yang paling utama. Akupun menjadikanmu sebagai kiblat bagi semua makhluk dan sebagai harapan untuk dipenuhi segala macam hajat.”

Karena itulah Nabi Muhammad bersabda:

“Barang siapa yang mengiringkan tamunya tujuh langkah, maka Allah mengunci tujuh buah pintu Jahannam daripadanya. Apabila dia mengiringkannya sampai delapan langkah, maka Allah membukakan baginya delapan buah pintu surga sehingga dia memasukinya dari pintu manakah dia suka.”

Apakah Yang Pertama Diciptakan Allah?

Disebutkan bahwa sesuatu yang pertama-tama diciptakan Allah adalah Al Qalam, kemudian Lauhul Mahfudh. Lalu Allah memerintahkan Qalam supaya menulis pada Lauhul Mahfudh apa saja yang terjadi sampai hari kiamat. kemudian menciptakan apa saja yang dikehendakinya sesuai dengan kehendak-Nya ketika Azal. Kemudian Dia baru menciptakan Arsy, kemudian malaikat-malaikat pemikul Arsy, kemudian menciptakan langit dan bumi. Sesungguhnya Allah menciptakan Arsy hanyalah untuk kepentingan hamba-hamba-Nya agar mereka dapat mengetahui kemanakah mereka harus menghadap dalam doanya, supaya tidak menjadi kebingungan di dalam doa. Seperti halnya Dia telah menciptakan Ka’bah agar mereka mengetahui kemanakah mereka harus menghadap dalam ibadah.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Apakah Yang Dimaksud Arsy?

Imam Al Qurthubi berkata, “Pendapat-pendapat ahli tafsir adalah bahwa Arsy itu sebuah singgasana, dan bahwa ia sesuatu yang ada bendanya yang diciptakan Allah serta memerintahkan para malaikat-Nya untuk memikul Arsy itu dan menyuruh mereka beribadah dengan mengagungkan Arsy itu dan mengelilinginya. Seperti halnya Allah telah menciptakan sebuah rumah (bait) di bumi dan memerintahkan anak cucu Adam untuk thawaf pada rumah itu untuk mengagungkan dan memuliakan.”

Menurut Iman Al Qusyairi bahwa telah datang dalam sebagian hadis yang menyatakan ada satu malaikat berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku ingin agar melihat Arsy.” Lalu Allah menciptakan baginya 30 ribu sayap, dan dia tebang dengan sayap itu selama 30 tahun. Berfirmanlah Allah swt, “Apakah engkau telah mencapai Arsy?” malaikat menjawab, “Aku belum dapat menempuh sepersepuluh dari tinggi Arsy.” Maka malaikat itupun meminta izin untuk kembali ke tempatnya semula.

Siapakah yang memikul Arsy?

Syahru bin Hausyab berkata, “Sesungguhnya malaikat-malaikat pemikul Arsy itu ada delapan. Empat diantaranya selalu membaca Subhanaakallaahumma wa bi hamdika, walakal hamdu ‘alaa hilmika wa ‘ilmika (Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji Engkau, bagi-Mu segala puji atas kesantunan-Mu dan ilmu-Mu). Sedangkan empat yang lain selalu membaca Subhaanakallaahumma wa bihamdika wa lakal hamdu ‘alaa ‘afwika ba’da qudratika (Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, bagi-Mu segala puji atas ampunan-Mu setelah kekuasan-Mu).” Syahru bin Hausyab berkata lagi, “Dan seakan-akan mereka telah melihat dosa-dosa anak cucu Adam, maka mereka beristighfar untuk orang-orang yang beriman dan memohon pada Allah ampunan untuk mereka.”

Dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Setelah Allah swt menciptakan Arsy yang besar, maka dia mengerti bahwa dia adalah yang terbesar diantara makhluk. Dia berkata, ‘Allah tidak menciptakan satu makhluk pun yang lebih besar daripada aku. Lalu bergerak-geraklah dia, dan Allah menciptakan seekor ular yang membelit Arsy itu. Ular tersebut mempunyai 70 ribu sayap, setiap sayap terdapat 70 ribu bulu, setiap bulu mempunyai 70 ribu wajah, setiap wajah mempunyai 70 ribu mulut dan pada setiap mulut terdapat seribu lidah, yang setiap harinya keluar dari mulut-mulutnya itu bacaan tasbih sebanyak tetesan air hujan, sebanyak bilangan daun pepohonan, bilangan batu kerikil, bilangan hari-hari dunia dan bilangan malaikat seluruhnya. Maka ular itu membelit Arsy, sedang Arsy adalah setengah dari ular itu.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin