Adab-Adaban Berdoa

Kita meminta dari Allah merupakan tuduhan kepada Allah. Kita meminta untuk dekat ke Allah yaitu kita merasa jauh dari Allah. Dan meminta kita bukan karena Allah, itu disebabkan sedikitnya rasa malu. Serta meminta kita selain ke Allah, itu disebabkan jauhnya kita dari Allah.

Berdoa kepada Allah, walaupun diperintahkan ke semua ‘abdi untuk meminta kepada Allah, itu tetap harus dibarengin dengan adab-adaban. Sehingga menjadikan keuntungan, sebab ada 4 rupa (macam) permintaan kalau diteliti dengan penelitian yang lebih dalam permintan itu kurang tepat dan kurang sopan, sehingga dengan memintanya tidak jadi keuntungan. Maka dalam meminta ke Allah harus semata-mata melaksanakan terhadap adab-adaban.

  1. Pantasnya ‘abdi meminta ke Allah, sebab Allah swt tidak suka terhadap orang yang tidak minta-minta ke Allah. Tegasnya orang yang tidak butuh Allah, tidak meminta ke Allah, orang itu dibenci oleh Allah.
  2. Yang keduanya harus semata-mata ibadah dengan berdoanya, sebab seperti di hadist addu’aa u huwal ‘ibaadatu.
  3. Niat melaksanakan perintah Allah, sebab Allah memerintahkan, ud’uunii astajib lakum.
  4. Niat memperlihatkan sifat butuhnya ‘abdi kepada Allah, sehingga cirinya dengan meminta-minta kepada Allah. Sebab orang yang tidak butuh tidak meminta-minta ke Allah, malahan tidak kenal Allah.

Apabila kita berdoa diluar dari adab-adaban diatas, maka berdoanya seolah-olah punya sangkaan buruk, sebab segala kebutuhan itu sudah di tanggung oleh Allah dan sudah ditentukan dari dulunya oleh irodat-Nya sudah diketahui oleh sifat ilmu-Nya, tercatat di lauh mahfud, dan di bukunya malaikat.

  1. Maka kalau oleh kita diminta berarti dengan mintanya takut tidak diberi dan karena takut Allah nya lupa, sangkaan ini jadi suul ‘adab yang akhirnya tidak jadi untung dengan memintanya.
  2. Bagi orang saliikin yang terus-terusan mendekatkan dirinya kepada Allah, maka tidak pantes berdoa ingin dekat dengan Allah, sebab minta dekat berarti merasa jauh. Karena apabila merasa dekat tidak akan berdoa ingin dekat. Bagi orang di luar saliikin yang jauh disebabkan banyak dosa dan kurang tho’at nya, maka itu pantas ingin dekat dirinya ke Allah.
  3. Minta ke Allah di luar karena Allah dan ridho-Nya Allah, seperti minta ke Allah ingin punya pangkat dan keindahan dunia yang dibenci Allah, itu keluar dari rasa malu terhadap Allah. Seperti ‘abid yang di bawah ratu, yang ingin keluar, memburu yang tidak disukai ratu, nah orang ini tidak malu terhadap ratu.
  4. Meminta ke selain Allah, untuk menghasilkan tujuan datang ke dukun atau lainnya. Itu disebabkan jauhnya dirinya dari Allah, karena kalau merasa dekat pasti mintanya ke Allah.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (Hikmah Kedua puluh satu)