taksonomi amfibi

Amfibi membentuk kelompok hewan yang menarik dan telah menjadi pusat studi berbagai cabang biologi. Taksonomi amfibi merupakan salah satu aspek yang paling banyak dipelajari dan dalam banyak kasus menimbulkan kontroversi, terutama pada kelompok anuran (kodok dan katak). Saat ini diperkirakan ada sekitar 8420 spesies amfibi yang telah dideskripsikan, melebihi mamalia dalam jumlah spesies.

Salah satu aspek amfibi yang paling menarik bagi para peneliti adalah bahwa hewan ini mewakili transisi antara kehidupan akuatik dan terestrial dalam sejarah evolusi tetrapoda. Saat ini, spesies yang masih ada dikelompokkan ke dalam ordo Anura (kodok dan katak), Caudata (salamander dan kadal air) dan Gymnophiona (caecilian). Dalam beberapa dekade terakhir, sekitar 100 spesies amfibi baru telah dideskripsikan setiap tahun, meskipun banyak yang terancam punah.

Taksonomi amfibi telah menghasilkan banyak minat saat ini, berkat kolaborasi dan kumpulan data, serta kemajuan alat pengurutan gen. Kemajuan ini juga memungkinkan untuk memasukkan data tipe individu (spesimen yang dijelaskan) dalam rekonstruksi filogenetik amfibi. Tujuan ahli taksonomi adalah untuk mempercepat deskripsi spesies yang belum dipelajari, terutama spesies yang rentan dan mungkin hilang dalam beberapa tahun.

Sejarah taksonomi amfibi

Dalam taksonomi amfibi, klasifikasi pertama dibuat oleh naturalis Swedia Linnaeus, yang mencatatnya dalam karyanya Systema Naturae. Di antara deskripsi ini terdapat spesies amfibi yang sangat representatif dan terkenal, seperti kodok Suriname ( Pipa pipa ), katak paradoks ( Pseudis paradoxa ) dan caecilian tentakel ( Caecilia tentaculata ). Semua spesies yang diklasifikasikan oleh Linnaeus dideskripsikan menggunakan kurang dari 20 karakter.

Namun, jumlah karakter diagnostik yang digunakan untuk mengklasifikasikan spesies dalam taksonomi amfibi telah meningkat pesat sejak abad ke-18. Dengan cara ini, ahli taksonomi menggunakan ratusan dan ribuan karakter, di antaranya aspek morfologis, genetik, bioakustik, dan ekologis diperhitungkan.

Sejak klasifikasi pertama, taksonomi amfibi harus beradaptasi dengan evolusi berbagai teori, dari seleksi alam yang dikemukakan oleh Darwin, hingga sintesis modern dan genetika populasi [...]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *