Sistem hormonal amfibi

Amfibi membentuk kelompok hewan yang berfungsi sebagai model untuk berbagai studi komparatif dan fisiologis, karena mereka mewakili hubungan antara kehidupan akuatik dan terestrial pada vertebrata. Seperti struktur hewan lainnya, sistem hormonal amfibi menghadirkan adaptasi dan fungsi yang berkaitan dengan kehidupan yang terbagi antara lingkungan akuatik dan terestrial, ciri khas kelompok ini.

Sistem hormonal amfibi, seperti pada hewan lain, terlibat dalam proses metabolisme dan pengaturannya. Ada homologi penting antara beberapa struktur sistem ini dan kelompok vertebrata tetrapoda lainnya, seperti kelenjar tiroid dan hormon yang dihasilkannya. Pada amfibi, sistem hormonal memainkan peran mendasar dalam metamorfosisnya, serta dalam beberapa proses dan perilaku yang berkaitan dengan reproduksi, seperti perubahan warna kulit selama amplexus.

Saat ini, sejumlah besar spesies amfibi dipengaruhi oleh efek senyawa kimia, kebanyakan berasal dari manusia, yang bertindak sebagai pengganggu proses endokrin. Beberapa di antaranya, seperti agrokimia, terakumulasi di badan air tawar dangkal, yang merupakan tempat vital bagi perkembangan amfibi seperti katak dan kodok. Studi tentang sistem hormonal amfibi sangat penting untuk mengembangkan alternatif yang mengurangi efek negatif dari senyawa jenis ini pada kehidupan hewan tersebut.

Peran sistem hormonal amfibi dalam metamorfosis

Metamorfosis terdiri dari proses perkembangan pasca-embrionik, di mana perubahan drastis terjadi pada berbagai struktur dan sistem, menandai perjalanan menuju kedewasaan. Proses ini, begitu kompleks dan mengesankan, menampilkan serangkaian kontrol, di mana sistem hormonal amfibi memainkan peran penting. Kontrol hormonal dasar metamorfosis telah dipelajari sejak paruh pertama abad ke-20.

Respon sistem hormonal amfibi, selama fase ini, memiliki pengaruh penting pada berbagai aspek seperti perubahan sistem peredaran darah, pematangan sistem saraf, respons fisiologis pada kulit, pembentukan sistem pencernaan yang berkembang dengan baik, ginjal dan perubahan hati. , resorpsi ekor postcloacal dan perubahan pada tingkat tulang.

Selama metamorfosis terjadi interaksi dua senyawa dalam sistem hormonal amfibi, yaitu hormon tiroid dan prolaktin [...]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *