Skala

Skala adalah tabel perhitungan atau seperangkat aturan yang menetapkan seperangkat kriteria untuk mengukur atau mengevaluasi manfaat, kerusakan, atau kontribusi yang diberikan oleh seseorang atau lembaga.

Dalam pengertian ini, konsep skala dapat didekati dari dua perspektif. Di satu sisi, itu bisa menjadi tabel perhitungan yang mencoba menawarkan serangkaian perhitungan yang sudah dilakukan kepada masyarakat tertentu atau umum. Atau, di sisi lain, norma-norma yang ditetapkan suatu lembaga untuk mengukur kebaikan yang dihadirkan seseorang. Di sela-sela ilmu lain, seperti kedokteran, juga menghadirkan makna alternatif yang memberi makna lain pada konsep tersebut.

Skala, misalnya, biasanya menunjukkan kisaran perhitungan di mana kemungkinan situasi yang berbeda ditetapkan.

Misalnya, skala pemungutan pensiun, tergantung pada iuran yang dibayarkan, jumlah yang berbeda yang dapat diberikan oleh pensiun. Semua ini, di garpu sudah dihitung.

Dalam dunia asuransi, timbangan adalah tabel yang digunakan untuk mengukur tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh suatu kecelakaan, dan yang dikenakan ganti rugi.

Bagaimana cara membuat skala?

Membangun skala adalah menetapkan nilai skor yang diperoleh dengan instrumen yang memungkinkan mereka untuk diukur dan ditafsirkan. Untuk melakukan ini, dengan menghubungkan masing-masing dari mereka nilai tertentu.

Untuk melakukan ini, bayangkan kita memiliki hadiah sebesar $10.000 untuk dibagikan kepada 5 orang.

Namun, kita ingin menetapkan jumlah ini berdasarkan serangkaian prestasi yang, sebagai kejuaraan sepak bola, akan terkait dengan jumlah gol yang telah dicetak.

Untuk melakukan ini, dan karena kita memiliki modal yang terbatas, kita menetapkan skala yang menetapkan kebutuhan untuk mencetak 5 gol untuk menetapkan kandidat.

Nanti kita bayangkan ada 3 orang yang sudah mencetak 5 gol dan menjadi kandidat untuk penghargaan tersebut.

Untuk mendistribusikan modal, kita membuat skala baru yang menetapkan bahwa pemenang akan menerima 1.000 dolar; sementara, untuk setiap gol tambahan, tambahan $1.000 harus dialokasikan ke pencetak gol.

Dengan cara ini, kita akan membuat distribusi sebagai berikut:

  • Pencetak gol 1 – 6 gol = $1.000 + $1.000: $2.000.
  • Pencetak gol 2 – 7 gol = $1.000 + $2.000 = $3.000.
  • Pencetak 3 – 9 gol = $1.000 + $4.000 = $5.000.

Dengan cara ini, seperti yang kita lihat, hadiah didistribusikan di antara para pemenang. Dengan menetapkan skala yang secara otomatis memberikan modal kepada para pemenang.

Contoh skala

Mari kita bayangkan kita mengalami kecelakaan.

Saat mengkomunikasikan klaim kepada perusahaan asuransi kita, ia menetapkan bahwa, sesuai dengan kerusakan, manfaat yang akan kita peroleh terletak dalam skala antara 1 dan 10. Artinya, tergantung pada tingkat kerusakan, kecelakaan kita akan diklasifikasikan dalam skala yang berosilasi antara 1 dan 10.

Tergantung pada sejauh mana kita merujuk, manfaat tersebut akan berupa satu atau lain jumlah. Dengan cara ini, kita dapat mengetahui apa yang sesuai dengan kita bahwa kita dibayar untuk kecelakaan tersebut.

Contoh lain dari skala ditemukan dalam skenario di mana kita akan mengadakan oposisi.

Untuk ini, kita harus memberikan jasa pribadi yang diperoleh sehingga lawan tersebut menghitung poin tambahan yang sesuai dengan kita untuk jasa tersebut.

Poin tambahan ini diklasifikasikan dalam skala yang, tergantung pada manfaatnya, akan menetapkan beberapa poin atau lainnya. Oleh karena itu, jika kita mengetahui kelebihan kita, skala bertugas menentukan poin mana yang sesuai dengan kita.

Related Posts

© 2023 News Fiqihislam