Peringatan Untuk Kaum Wanita Muslimat

Wahai kaum muslimat, jalan surga bagimu memang terbuka lebar jika kamu mentaati Allah, rasulnya, Ulil Amri kaum mukminin. Tetapi jika kalian membantah aturan yang telah ditetapkan islam, api neraka pun tidak akan segan untuk menghancurkan tubuhmu. Kalau kalian ingkar, maka bukan lagi kecantikan diatas bidadari yang kau dapatkan, tetapi hanya gelegak api nerakalah yang kau dapat, yang satu jilatannya mengenai telapak kakimu saja, mendidihlah otakmu. Disana kalian dipaksa meminum darah yang bercampur nanah (QS. 14:16), diberi minuman dari cairan yang mendidih menghancurkan isi perut (QS. 47:15), atau cairan (lelehan) logam yang menghanguskan muka (QS. 18:29).

Didalamnya kalian merintih-rintih tersiksa, tubuhmu cacat tak seelok dulu. Kalian akan dipaksa malaikat untuk tidur di atas tikar api, dan api tersebut sangat bergejolak panas menutup tubuhmu (QS. 7:41). Hatimu hangus, kulit kepalamu terkelupas, kalau kau lapar makananmu adalah Zaqum, lalu perutmu akan mendidih bergelegak tak ubahnya seperti kotoran minyak panas. Kau tersiksa berabad-abad lamanya.

Pendapat dari Hadist

Rasulullah saw. bersabda : “Diperlihatkan padaku surga, aku lihat yang paling banyak penghuninya adalah kaum fakir, dan diperlihatkan kepadaku neraka, aku lihat banyak dihuni kaum wanita.”

Wahai kaum muslimat…
Kenanglah peringatan ini, agar tubuhmu selamat dari kemurkaan Allah :

1. Rasulullah saw. Bersabda : “Pertama urusan yang akan ditanyakan kepada istri di hari kiamat nanti ialah mengenai shalatnya. Dan mengenai suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya dengan baik atau tidak).”

2. Imam Thobroni menceritakan bahwa seorang istri tidak dianggap menjalankan kewajibannya kepada Allah, hingga ia menjalankan kewajiban kepada suaminya. Seandainya suami memintanya (untuk digauli) sedang dia berada diatas punggung unta, maka ia tak boleh menolak.

3. Rasulullah bersabda : “Apabila wanita lari dari rumah suaminya, maka tidak diterima shalatnya, hingga ia kembali dan mengulurkan tangannya kepada suaminya (minta maaf).”

4. Rasulullah bersabda : “Mana-mana perempuan yang memakai wangi-wangian, kemudian ia keluar melintasi kaum lelaki yang bukan muhrim, agar tercium bau harumnya, maka ia adalah perempuan dosa, dan tiap-tiap mata yang memandangnya itu dosa.” (HR. Ahmad, Thabrani, Baihaqi, Hakim)

5. Haram bagi wanita melihat laki-laki, sebagaimana haramnya laki-laki melihat wanita yang bukan muhrim (maksudnya menatap, memperhatikan tanpa ada keperluan yang diizinkan syara, lagi bukan karena tak sengaja), kecuali menuntut ilmu dan jual beli.

6. Bersumber dari Salman Al Farisyi ra, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah berkata, tak ada seorang istri yang memandang kepada selain suaminya dengan syahwat, kecuali kelak di hari kiamat matanya akan dipaku.”

7. Rasulullah bersabda : “Allah telah menciptakan tujuh puluh ribu malaikat di langit dan di dunia yang bertugas melaknati setiap istri yang berkhianat di dalam harta suaminya. Dan kelak di hari kiamat ia bersama-sama para tukang sihir, dan peramal nasib.” Bersumber dari Abu Ayyub Al Anshory ra.

8. Bersumber dari Umar Bin Khatab ra, ia berkata. Rasulullah bersabda : “Istri manapun yang mengeraskan suara melebihi suara suaminya, maka ia akan mendapat laknat dari segala sesuatu yang tersinari matahari”

9. Bersumber dari Salman Al Farisyi. Rasulullah bersabda : “Istri manapun yang berhias dan mengenakan wewangian, kemudian ia keluar rumah tanpa izin suaminya, maka berarti ia berjalan di dalam kemurkaan Allah dan benci-Nya, hingga ia pulang.”

10. Rasulullah bersabda : “Perempuan yang melabuhkan pakaiannya dalam keadaan berhias (bukan untuk suami dan muhrimnya), adalah gelap gulita pada hari kiamat, tiada cahaya baginya.” (HR. Tirmidzi)

11. Rasulullah bersabda : “ Mana-mana wanita yang bermasam muka, menyebabkan tersinggung hati suaminya, wanita itu dimurkai Allah, hingga ia bermanis muka dan tersenyum mesra kepada suaminya.”

12. Hendaklah istri berpuas hati (rela) dengan suaminya, yang telah dijodohkan Allah, baik si suami itu miskin atau kaya.

13. Ibnu Umar berkata : “Apakah hak suami atas istri?” Rasul menjawab : ”Engkau tunaikan hajatnya sekalipun engkau diatas punggung unta, jangan berpuasa sunat melainkan seizin suami, kalau kamu berpuasa juga, maka pahalanya untuk suami dan dosa untuk istri. Jangan keluar melainkan dengan izin suaminya, jika keluar juga, maka dilaknat oleh malaikat rahmat dan malaikat azab, hingga ia kembali ke rumah. “

14. Rasulullah bersabda : “Tidak boleh seorang istri mengerjakan puasa sunat, kalau suaminya ada di rumah, serta tidak seizin suaminya, dan tidak boleh ia memasukkan seorang lelaki ke rumah tanpa izin suaminya.”

15. Bersumber dari Aisyah ra, ia berkata Rasulullah saw bersabda : “Jika seorang istri berkata kepada suaminya. Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikanmu. Maka sia-sialah segala amalnya. (HR. Ibnu Adi & Ibnu Asakir). Walaupun kenyataannya suami seperti itu, si istri harus puasa mulut (tidak bicara), Allah nanti akan menggantinya dengan surga. Jadi jangan rugi dunia akhirat.

16. Bersumber dari Saad Bin Abi Waqqas, ia berkata. Aku mendengar Rasulullah bersabda :”Sesungguhnya istri jika tidak ikut melapangkan kesempitan suaminya, maka ia akan mendapat laknat dan murka Allah, serta kutukan malaikat.”

17. Sabda Rasulullah : “Apabila suami memanggil istrinya tidur, tetapi ia menolaknya, maka wanita itu tidur dalam laknat malaikat hingga pagi”. (HR. Bukhori Muslim)

18. Abu Bakar Ash Shidiq mengatakan, aku mendengar Rasulullah bersabda :“Wanita-wanita yang menggunakan lidahnya untuk menyakiti hati suaminya, ia akan mendapat laknat dari Allah, malaikat dan juga seluruh manusia.”

19. Keterangan dalam kitab Muhimah, Syekh Abdullah bin Abdul Rahim, bahwa termasuk durhaka istri jika :

a. Menghalangi suami dari bersuka cita dengan dirinya, baik untuk bersetubuh maupun menyentuh bagian tubuhnya.
b. Keluar rumah tanpa izin suami, baik ketika suami ada di rumah atau tidak
c. Enggan berhijrah bersama suaminya. (Hijrah : Pindah ideology dari Thogut ke Islam, Pindah dari tempat kafir ke tempat islam, pindah pola pikir, jalan hidup, dll.)
d. Mengunci pintu, tak mengizinkan suaminya masuk.
e. Bermasam muka di hadapan suami.
f. Minta thalaq (tanpa izin syariat).
g. Berpaling / membelakangi ketika bercakap.
h. Menyakiti hati suami baik, dengan sikap atau lisan.
i. Meninggalkan tempat tidur.
j. Memasukkan orang yang tidak disukai suami kerumahnya.

20. Dari Ali bin Abi Thalib, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Tiga golongan dari umatku akan mengisi jahanam selama tujuh kali umur dunia, mereka itu adalah orang yang gemuk kurus (wanita yang gemuk / sehat tubuhnya, tapi malas ibadatnya), orang yang berpakaian telanjang (wanita yang banyak pakaiannya, tetapi tak taat pada aturan agama, berpakaian tipis atau terlalu ketat, sehingga orang bisa melihat tubuhnya). Serta orang alim jahil (ulama yang menghalalkan yang haram, karena kepentingan duniawi.”

21. Rasulullah bersabda : “Aku melihat api neraka, tidak pernah melihatnya seganas hari ini, ada pemandangan yang amat dahsyat di dalamnya. Telah aku saksikan bahwa kebanyakan ahli neraka ialah perempuan. Rasulullah ditanya, mengapa mereka ya Rasulullah ? Dia menjawab, mereka wanita yang mengkufuri kebaikan suaminya. Jika suami berbuat baik kepada istrinya, si istri merasa belum puas dan tidak pernah merasa cukup, betapa pun banyaknya kebaikan suami.” (HR. Bukhari)

22. Sabda Nabi Muhammad saw, “Kebanyakan dari ahli-ahli neraka ialah wanita. Mendengar ini kaum wanita banyak yang menangis, lantas salah seorang dari mereka bertanya. Mengapa mereka jadi demikian ? Apakah karena mereka berzina ? Atau membunuh anak ? Atau kafir ? Nabi menjawab : Tidak ! Mereka shalat, puasa, mengaji, tetapi tidak bersyukur atas nikmat suaminya. Sesungguhnya tiap-tiap kamu dalam nikmat suaminya.”

23. Sayyidina Ali meriwayatkan hadist sebagai berikut : “Suatu hari aku (Ali) bersama istriku (Fatimah) masuk ke dalam rumah Rasulullah, tatkala pintu diketuk, bertanya Rasul. Siapakah Siti Fatimah ? menjawab Fatimah : Saya dan suami saya Ali, hamba datang hendak menghadap ayahku ya Rasulullah. Maka tatkala pintu terbuka, kami dapati Rasulullah sedang menangis teramat sangat. Ya Rasulullah apakah yang membuatmu menangis ? Rasul menjawab : Bahwa sesungguhnya aku telah melihat, pada malam aku diangkat ke langit (Mi’raj), beberapa dari umatku, kebanyakan wanita yang disiksa teramat sangat karena besarnya kesalahan mereka di dunia. Karena itulah aku menangis.

Aku bertanya: Bagaimana keadaan mereka itu ? Rasul menjawab : Aku melihat seorang wanita yang digantung dengan lidahnya, dan api neraka yang sangat panas itu dituangkan ke dalam lehernya. Aku melihat pula seorang wanita yang tergantung atas kedua kakinya dalam keadaan terikat lagi terlipat, malaikat menyiksa dia dengan cara mengeluarkan tangan dari bagian belakangnya, kemudian badannya dilumuri minyak dan air panas, dituangkan ke dalam tenggorokannya. Aku melihat wanita yang tergantung atas dua susunya, dan buah zaqum (buah neraka) itu dipaksa dimasukkan ke dalam mulutnya, amat pahit buah itu. Bila mereka memakan pohon (buah zaqum) itu, niscaya menggelegaklah seluruh isi perutnya, begitu pula otak dan gusi mereka, keluar lidah api dari mulutnya. Aku melihat seorang wanita yang digantung, sedang ia memakan dagingnya sendiri, dan api neraka menyala-nyala dibawahnya.

Aku melihat seorang wanita yang digantung, kakinya oleh malaikat diikatkan pada susunya, dan susunya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian didatangkan beberapa ekor ular dan kalajengking, kemudian binatang-binatang itu memakan daging wanita dan menghisap darahnya. Aku melihat seorang wanita digantung dalam keadaan buta, tuli lagi bisu dalam tenggorokannya menyala api neraka, dari kepala otaknya mengalir ke dalam hidung, seluruh tubuhnya berbau busuk, dia berputar-putar seperti kena penyakit yang berat. Aku melihat seorang wanita yang tergantung, sedang badannya dipotong-potong sampai belakangnya dengan gunting dari api neraka. Aku melihat pula seorang wanita tergantung dalam keadaan hitam, seluruh muka dan susunya, api neraka memakan isi perutnya.

Aku lihat juga seorang wanita digantung, sedang kepalanya seperti babi, tubuhnya seperti keledai dan diatasnya beribu-ribu warna dari azab. Aku melihat seorang wanita digantung, sedang wajahnya mirip anjing dan api neraka masuk dari bawah duburnya tembus sampai keluar dari mulutnya, dan malaikat memukul kepala serta badannya dengan pemukul dari api neraka. Sayyidina Ali berkata : Maka Siti Fatimah berdiri menghampiri Rasulullah saw, lalu berkata : Hai kekasihku, cahaya mataku, kabarkanlah kepadaku atas dosa apa hingga mereka disiksa sedemikian rupa ? Maka Rasulullah berkata :

• Adapun wanita yang tergantung pada rambutnya adalah wanita yang tidak mau menutup rambutnya dari pandangan lelaki yang bukan muhrimnya.
• Adapun wanita yang tergantung pada lidahnya adalah wanita yang menyakiti suaminya.
• Adapun wanita yang tergantung atas dua susunya adalah wanita yang memberikan air susunya kepada anak orang lain (bukan anak kandung) tanpa izin suami.
• Adapun wanita yang tergantung pada kedua kakinya sedang di dalam kerongkongannya membara api neraka adalah wanita yang keluar dari rumah tanpa izin suaminya.
• Adapun wanita yang tergantung dan memakan tubuhnya sendiri, sedang api neraka menyala dibawahnya adalah wanita yang berhias untuk orang lain, sedang untuk suaminya ia tidak mau berhias.
• Adapun wanita yang tergantung dan kedua kakinya diikat pada susunya sedang susunya ditarik diikatkan ke ubun-ubun, tubuhnya di makan ular dan kalajengking lagi dihisap darahnya adalah wanita yang tak hendak bersuci badannya, dan tak hendak mandi dari janabat, haid, nifas dan meringan-ringankan shalat.
• Adapun wanita yang tergantung dengan kepala seperti babi, berbadan seperti himar adalah wanita pengadu lagi pendusta.
• Adapun wanita yang tergantung berwajah seperti anjing keluar api dari mulutnya, masuk api neraka lewat duburnya adalah wanita pembangkit (membuat kesal) manusia dan pendengki.

24. Asma binti Khanyah Fazari diriwayatkan telah menasehati puterinya, di saat puterinya menikah.
“Wahai anakku, berbaktilah engkau kepada orang yang belum engkau kenal betul (itulah suamimu). Jadilah engkau tanah bagi suamimu (taat perintahnya yang baik), niscaya ia akan menjadi langit bagimu (tempat berlindung). Jadilah engkau sebagai lantai, supaya ia bisa menjadi tiang. Jangan engkau bebani ia dengan berbagai kesukaran, karena kalau demikian mungkin ia akan meninggalkanmu. Kalau ia mendekatimu, dekatilah ia dengan baik. Peliharalah dengan baik hidungnya, pendengarannya, matanya, dll. Janganlah suamimu mencium sesuatu darimu, melainkan keharuman (dianjurkan sekali istri memakai wewangian). Jangan pula ia mendengar melainkan yang enak. Jangan pula ia melihat melainkan yang indah-indah saja pada dirimu.”

25. Para ulama banyak yang menekankan agar wanita :
a. Mengekalkan malu suaminya.
b. Menundukkan mata ketika beradu pandang.
c. Mengikuti kata-kata dan suruhannya (selama tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah).
d. Mendengar dan diam ketika suami berkata.
e. Berdiri menyambut kedatangan suaminya.
f. Berdiri mengantar kepergiannya.
g. Hadir bersamanya ketika masuk tidur.
h. Memakai harum-haruman untuk suami.
i. Membersihkan dan menghilangkan bau mulutnya untuk suami.
j. Tidak berkhianat ketika suaminya pergi.
k. Memuliakan keluarga suaminya.
l. Memandang pemberian suami yang kecil lagi sedikit sebagai pemberian yang besar dan banyak.
m. Ketahuilah, surga dan neraka bagi seorang wanita tergantung dari pada ridho atau tidaknya suami terhadap istri.
Wahai kaum muslimat…

Boleh jadi engkau sempit nurani membaca semua peringatan ini, boleh jadi engkau merasa rugi dijadikan Allah sebagai seorang perempuan, karena harus memikul beban yang berat.

Kami katakan, justru engkaulah makhluk yang beruntung lagi dikasihi Allah. Bacalah hadist di bawah ini, niscaya engkau akan banyak bersyukur kepada Allah karena dicipta sebagai wanita.

Pada suatu hari Rasulullah saw, datang melewati anaknya Fatimah Az Zahra, didapatinya Fatimah sedang menangis, maka Rasul bertanya : “ Apakah yang membuat engkau menangis wahai Fatimah?” Kata Fatimah : “Wahai ayahku, aku menangis disebabkan keletihan yang tak terkirakan karena mengisar tepung dan menyediakan keperluan rumah tangga. Sekiranya ayah menyuruh Imam Ali membeli seorang wanita suruhan, tentu itu merupakan suatu pemberian yang besar artinya bagiku.”

Mendengar perkataan itu hati Rasulullah terharu, hingga berlinang air mata baginda. Lalu baginda duduk dekat alat pengisar itu, lalu mengambil segenggam gandum dan melafadkan Basmalah. Tatkala Rasulullah memasukkan gandum ke dalam alat pengisar, maka bergeraklah alat itu dengan sendirinya, sambil memuji Allah dalam bahasa yang amat indah dan suara yang merdu, hingga habis semuanya dikisar. Lalu baginda Nabi berkata : “Diamlah wahai engkau alat pengisar!”. Waktu itu Allah mengizinkan alat pengisar untuk bisa berkata.

“Demi Allah yang telah menghantarkan kamu dengan kebenaran sebagai Rosul, membawa berita gembira dan diberi amanah. Aku tidak akan diam selagi engkau tidak memberi jaminan dari Allah untuk menempatkan aku di dalam sorga dan menjauhkanku dari neraka.”

Rasulullah berkata : “Kau adalah batu, namun kau takut dengan api neraka.”

Alat pengisar berkata : “Wahai Rasulullah, aku mendengar kata-kata ini dalam Al Qur’an. “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia yang durhaka dan batu yang disembah (dijadikan berhala). Diatasnya terdapat malaikat yang garang dan panas, yang tak ingkar kepada perintah Allah.” (At-Tahrim ayat 6)

Maka Rasulullah berdo’a untuk keselamatan batu itu. Selesai berdo’a turunlah Malaikat Jibril dan berkata : “Wahai Muhammad, Tuhan yang untuk-Nya segala Puji lagi Maha Tinggi, mengirim salam dan penghormatan kepadamu dan berpesan kepadamu, berikanlah batu itu keselamatan dari api neraka, dan meletakkannya di antara batu-batu sorga, di dalam mahligai Fatimah, di mana ia bercahaya seperti matahari bercahaya di siang ini. “ Lalu disampaikanlah berita itu kepada batu.

Baginda memandang Fatimah dan berkata : “Wahai Fatimah, sekiranya begitu kehendak Allah, pengisar ini bisa bekerja otomatis setiap hari. Tapi Allah ingin mencatatkan untukmu perbuatan baik dan meninggikan derajatmu karena tanggung jawabmu yang berat itu. Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang berpeluh ketika membuat roti, Allah akan membina tujuh parit (sebagai dinding) antara dia dan api neraka, jarak antara parit adalah sejauh jarak langit dan bumi”.

“Wahai Fatimah, setiap wanita yang berair matanya ketika memotong bawang untuk suami dan keluarganya, Allah akan mencatatkan untuknya pahala seperti pahala orang yang menangis karena takutkan Allah.”

“Wahai Fatimah, setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak helai-helai benang yang dibuat dan menghapus seratus perbuatan jahat.”

“Wahai Fatimah, bagi wanita yang menganyam benang buatannya, Allah akan menentukan tempat yang khas untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

“Wahai Fatimah, Bagi setiap wanita yang memintal benang dan merajut untuk anak-anaknya, maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang lapar, dan pahala orang yang memberi pakaian kepada seribu orang telanjang”.

“Wahai Fatimah, setiap wanita yang meminyaki rambut anaknya, menyisir, mencuci pakaian mereka dan memandikan tubuh anak-anaknya, Allah akan mencatatkan baginya pahala pekerjaan baik sebanyak helai-helai rambut anak-anaknya, dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan yang jahat, dan dibuatnya diri dia berseri-seri di mata orang yang memperhatikan.” (Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh)

Wahai kaum wanita, tetaplah kamu memegang agama ! Allah hanya memberikan dua pilihan bagimu. Bertakwa kepada Allah dengan segala konsekwensinya, atau ingkar kepada Allah dengan segala akibatnya. Selain itu, tidak ada.

Dirangkum oleh Ustadz M. Aas Satibi (pondok pesantren Pulosari Leuwigoong Kab. Garut) dari berbagai macam kitab fikih