Bagaimana Jadinya Kaum Muslimin Apabila Wanitanya Tidak Shaleh

Rasulullah saw. bersabda : “Setelah aku tiada, tidaklah ada fitnah yang tertinggal yang melebihi besarnya fitnah perempuan”.

Mujahid pernah menulis : Jika seorang perempuan menghadap (kepada lelaki yang memandangnya), maka iblis akan duduk dikepalanya untuk menghias bagi si pemandang itu. (maksudnya diperindah bentuknya agar lelaki tergiur). Dan jika ia membelakanginya, maka iblis duduk diatas pantatnya, dan menghiasnya untuk pemandangnya (agar lelaki tergiur).

Rasulullah saw. bersabda : “Takutlah kalian akan fitnah dunia dan fitnah perempuan dalam hikayat. Sungguh permulaan fitnah bagi Bani Isroil juga terjadi dari arah perempuan.”

Dalam HR Bukhori Muslim tercatat satu hadist : “Abu Huroiroh berkata : Bersabda Nabi Muhammad saw. Telah tercatat pada anak Adam bagiannya dari zina, yang pasti terkena. Zina mata adalah melihat, telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berkata, tangan zinanya menyentuh, kaki zinanya berjalan, dan hati yang punya keinginan & membenarkannya. Dari semua itu adalah kemaluan, benar terjadinya atau tidak, bagian zina tetap tercatat baginya. Tentunya semua itu bukan yang halal. “

Wahai kaum wanita ! Lihatlah hadist diatas ! Betapa mudahnya kaum lelaki terjerumus ke dasar neraka karena engkau. Tubuhmu memang indah, itulah yang sering digunakan oleh syetan untuk memperdayakan lelaki, bukankan engkau makhluk yang halus perasaannya, mudah terharu ? Tegakah engkau melihat lelaki timbul tenggelam dalam lautan nanah dan darah, karena engkau menampakkan aurat.

Bagimu mungkin bisa menjadi objek kepuasan diri. Kau perlihatkan rambut, si pemandang kagum, hatimu bangga… Kau buka betis, mata lelaki terbelalak, girang hatimu…

Hadist : “Barang siapa yang melihat aurat wanita, kelak matanya akan ditetesi timah yang mencair (saking panasnya).” Betapa lelaki tersiksa karena ulah sebagian kaum wanita. Apabila lelaki keluar rumah, kemana pun mata memandang, terpikul dosa di pundak para lelaki.

Ikhwan dan Akhwat, itulah ungkapan yang sering terdengar di kalangan orang-orang yang masih cinta pada islam. Kita juga maklum, bahwa semakin porak-porandanya nilai moral di negeri ini, salah satu faktornya ialah ulah sebagian wanita yang begitu ikhlas hati memperlihatkan bagian tubuhnya kepada siapa saja, sekalipun bukan suaminya.

Saudaraku, jawablah pertanyaanku :
• Bisakah kau mengharap, dari tubuh seorang gadis liar, yang hidupnya telah tercelup pola budaya barat / kafir, akan lahir seorang anak yang penuh cinta kepada islam ?
• Bisakah kau mengharap, dari gadis berpakaian setengah telanjang, dan menikah dengannya, dia akan menciptakan suasana damai di rumah ?
• Bisakah kau mengharap kesetiaan seorang gadis, yang ketika remajanya sudah terbiasa bergaul bebas tanpa aturan.
• Bisakah kau mengharap, bahwa seorang gadis yang terbiasa dengan gemerlapnya lampu ruang dansa, bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya? Ibu yang membimbing anaknya mengenal ajaran Allah, sebagai bekal hidup di akherat.
Akh… kalau bukan karena hidayah dari Allah, jauh dari harapan, gadis-gadis itu bisa bermanfaat buat Al Islam, agama yang lebih dicintai dari diri kita sendiri.

Mungkin merekalah yang dimaksud Nabi Nuh dalam doanya : “Ya Tuhanku, janganlah engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.”

Bagaimana mungkin mereka bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik ? Sedang sifat keibuan pun sudah tidak ada pada mereka. Mereka tidak berjilbab, bahkan memakai pakaian yang mengundang syahwat lelaki. Tak perlu kiranya diterangkan lebih lanjut, betapa para lelaki menderita kerugian akibat ulah para wanita yang tidak shalih.

Jika kaum wanita rela diatur oleh ajaran Allah, mau menutup aurat, itu merupakan andil besar untuk perjuangan kaum muslimin. Akan beninglah mata kaum lelaki, lebih mudah untuk khusyu. Akan lebih konsentrasi pemikiran lelaki muslim pada usaha merealisasikan surat At Taubah ayat 33.

Beberapa kewajiban kaum muslimat :

  1. Menutup seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan.
  2. Tidak berbicara lembut / manja di hadapan lelaki yang bukan muhrimnya (QS. 33:32)
  3. Menghindar dari berdua-duaan dengan lelaki ajnabi tanpa muhrim.
  4. Membatasi pembicaraan sekecil mungkin dengan lelaki ajnabi, selain dalam menuntut ilmu dan jual beli.
  5. Tidak berdandan di hadapan lelaki ajnabi.
  6. Tidak merelakan diri untuk disentuh bagian tubuhnya oleh lelaki ajnabi (kecuali untuk hal yang darurat), sampai mereka Allah halalkan (lewat nikah).
  7. Mendalami ilmu agama dan hal-hal yang berhubungan dengan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.
  8. Menjawab seruan Allah dalam surat 61:14, dan bekerja untuk itu di lapangan yang telah Allah tentukan.
  9. Sadar bahwa dirinya merupakan bagian penting dari kejayaan agama islam.
  10. Jika sudah berkeluarga : Taat pada Allah, Rasul, Ulil Amri kaum mukminin, suaminya, menciptakan rumah tangga yang tenteram, mengkader anak-anaknya untuk menjadi anshor-anshor Allah. QS. 61:14
  11. Mentaati kewajiban lain yang disyariatkan Allah.

Jika semua itu dilakukan dengan ikhlas, tiada balasan bagi mereka kecuali Ridho Allah dan surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, dimana didalamnya mereka menjadi wanita-wanita surga yang lebih cantik dan anggun dari bidadari-bidadari surga itu sendiri.

Kepada Kaum Adam. Sebelum membaca sebaiknya tenangkan dulu pikiran. Jangan dulu iri, lapangkan dada, sebab ini akan membahas dosanya kaum Hawa kepada suaminya. Bukan kepada kaum laki-laki umumnya, sebab laki-laki juga sama kalau berbuat dosa, apabila mati belum bertobat akan tetap celaka.

Dirangkum oleh Ustadz M. Aas Satibi (pondok pesantren Pulosari Leuwigoong Kab. Garut) dari berbagai macam kitab fikih