Wanita Yang Bahagia Menurut Islam

Dibawah ini akan dijelaskan hadist-hadist yang bisa membuat para wanita berbahagia

1. Rasulullah bersabda : “Wanita yang shalihat itu lebih baik dari seribu lelaki yang tidak shalih.”

2. Rasulullah bersabda : “Wanita apabila shalat lima waktu, puasa sebulan ramadhan, memelihara kehormatan serta taat kepada suaminya, maka masuklah ia dari pintu sorga mana saja yang ia kehendaki (HR. Ahmad Ibnu Hibban, Thabrani & Anas bin Malik)

3. Sebaik-baik wanita adalah yang tinggal di dalam rumah, tidak banyak keluar kecuali untuk hal-hal yang mustahak (amat penting). Apabila wanita keluar rumah ia akan dipersonakan iblis. Sabda Rasulullah “Perempuan itu Airot, maka apabila ia keluar, mendongak syetan memandang dia. (HR. Tirmidzi)

4. Rasulullah bersabda : “Dikawini wanita karena empat perkara, karena kecantikannya, karena hartanya, karena keturunannya, dan karena agamanya. Maka carilah olehmu hai lelaki muslim yang kuat agamanya, kalau tidak, meranalah kamu (HR. Bukhori)

5. Rasulullah bersabda : “Wanita yang taat pada suaminya, semua burung-burung di udara, ikan-ikan di air, malaikat-malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar (memintakan ampun) baginya, selama ia masih taat pada suaminya dan diridhoinya, serta menjaga shalat dan puasanya”.

6. Rasulullah bersabda : “Wanita yang taat berkhidmat pada suami, akan tertutup tujuh pintu neraka dan terbuka pintu-pintu sorga, masuklah ia dari pintu sorga mana saja yang ia sukai dengan tidak dihisab.”

7. Rasulullah bersabda : “Tidak putus ganjaran dari Allah kepada seorang istri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya”.

8. Dari Muadz bin Jabal, bersabda Rasulullah : “Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suami, sehingga muka dan tangannya kepanasan oleh api, maka diharamkan muka dan tangannya dari panasnya api neraka.”

9. Dan wanita yang menunggu suaminya pulang, lalu ketika suaminya datang diseka mukanya, dihamparkan bagi suaminya atau menatap wajah suaminya dan memegang tangannya, memperelok (memperlezat) hidangan untuk makannya, memelihara anak-anaknya atau memanfaatkan harta
suaminya karena mencari keridhoan Allah. Maka dicatatkan baginya akan tiap-tiap kalimat ucapannya, tiap-tiap langkahnya, tiap renungan (tatapan) pada suaminya sebagaimana pahala memerdekakan seorang budak. Allah limpahkan cahaya, hingga tercengang wanita mukmin atas karunia keramat itu. Tiada seorang pun yang sampai pada derajat itu kecuali nabi-nabi.

10. Dari Thabit Al Bannany berkata : Seorang wanita dari Bani Isroil buta sebelah matanya, tetapi ia sangat baik pada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan bagi suaminya, ia pegang pelita penerang hingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambil rambutnya, ia jadikan sumbu, esok harinya mata dia kembali sembuh. Ia (Allah) telah karuniakan keramat (kemuliaan) pada perempuan itu, karena memuliakan serta menghormati suaminya.

11. Dari Ibnu Mas’ud bersabda Rasulullah : “Tiap-tiap wanita yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkannya ke dalam surga lebih dulu dari suaminya (sepuluh ribu tahun). Karena dia memuliakan suaminya di dunia, maka dia mendapat pakaian dan wewangian surga untuk turun ke mahligai, menemui suaminya.”

12. Sabda Rasulullah saw, : “Sebaik-baik perempuan adalah seorang istri yang jika kau pandang dia, ia menyenangkanmu, jika kau perintah ia mentaatimu, jika kau pergi darinya, ia menjaga harta dan memelihara kehormatan dirinya”.

13. Bersumber dari Ummu Salamah, bahwa nabi bersabda : “Jika seorang istri meninggal dunia, sedang suaminya senang dan ridha padanya, maka masuklah ia ke dalam surga. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)

14. Pernah ada seorang perempuan datang kepada Nabi Muhammad saw. Ia berkata : “Ya Rasulullah, saya ini delegasi kaum wanita, diutus untuk menghadapmu. Jihad telah diwajibkan oleh Allah kepada kaum lelaki. Jika mereka terluka, maka mereka mendapat pahala besar. Jika mereka terbunuh, maka mereka sebetulnya hidup di sisi Allah (QS. 3:169), dan juga diberi rizki. Sedangkan kita para perempuan telah membantu mereka. Maka dari itu, apakah bagian pahala untuk kita ?” Rasulullah menjawab : ”Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai, bahwa mentaati suami dan mengakui hak-hak suami adalah membandingi pahala jihad. Tetapi sedikit dari kalian yang mau mengerjakan hal itu.” (HR. Bazzar & Thabrani)

15. Rasulullah bersabda : “Wanita yang mau tinggal di dalam rumah bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Nabi Muhammad saw) di dalam surga.”

16. Rasulullah bersabda : “Wanita yang mati dalam keadaan suaminya ridho (tidak marah) padanya, niscaya ia masuk sorga. (HR. Tirmidzi)

17. Nabi Muhammad bersabda : “Apabila seorang wanita melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaan ketika ia dilahirkan ibunya”.

18. Dalam kitab Muhimah. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah keluar mengiringi jenazah, baginda mendapati kaum wanita di tempat itu. Dia bertanya : “Adakah kamu mengusung mayat ?” “Tidak.” Jawab mereka. Baginda berkata : “Baiklah kamu sekalian, tiada ziarah dan tiada pahala bagimu. Tetapi tetaplah di dalam rumah, dan berkhidmat pada suami, niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat lelaki.”

Duhai wanita, betapa mudahnya engkau memperoleh pahala dari Allah. Betapa sayangnya Allah kepadamu, iri hati kami dibuatnya. Tetapi tidak apa-apa, belalah kami dengan akhlaq baikmu, dengan tertutupnya tubuhmu, berhijablah dari kami, agar kami tak digoda syaitan karena indahmu………
Dia agungkan Allah lewat shalatnya
Puasa dijadikan kebiasaannya
Al Qur’an menjadi hiburan dan akhbarnya
Rumah menjadi kebanggaan dan gelanggangnya
Anak-anaknya menjadi murid
Dialah mursyid (penunjuk ke jalan yang bersih dari dosa)
Harta suami dijaganya dengan sempurna
Dilepaskan suami berjuang dengan rela dan bangga, di rumah dan diluar rumah dijaga muru’ahnya.
Hilanglah letih suami
Merasa cukup dengan yang ada
Tak meminta yang tak ada
Tahu kesulitan suaminya
Sanggup hidup berdua dengan suaminya, karena mencari ridho Allah.
Mampu membaca jiwa suami
Jika suaminya tidak kaya, dia menjadi bank bagi suaminya, teliti menjaga harta, hemat dalam belanja.
Bersama-sama menegakkan agama Allah, Al Islam
Kasih sayang kepada suaminya dapat dibaca dari raut wajahnya
Suami merasa, rumah itulah wajahnya
Menjadi sumber kekuatan jiwanya (Baiti Zannati)
Wahai kaum muslimat….
Percikan ketenangan surga dapat kami rasakan disini, karena baik budi akhlaqmu….
Kaki kami menjadi tegak di jalan Allah
Besar harapan kami untuk menang di masa datang
Karena engkaulah yang akan melahirkan bala bantuan generasi baru tentara Allah (lihat QS. 37;173, QS. 58;22, QS. 5;54)

19. Rasulullah bersabda : “Empat golongan wanita yang berada di surga, yaitu :

  1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram, lagi berbakti kepada Allah dan suaminya.
  2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi sabar, serta menerima dengan senang hati keadaan serba kurang (dalam kehidupan) bersama suaminya.
  3. Perempuan yang bersifat malu, dan jika suaminya pergi ia menjaga diri dan harta suaminya. Jika suaminya datang, ia mengekang mulut dari perkataan yang tidak layak kepada suaminya.
  4. Perempuan yang ditinggal mati suaminya, lalu ia bersabar hati untuk tetap mengurusi anak-anaknya, mendidik dan memperlakukan mereka dengan baik, dan tidak bersedia kawin karena khawatir putera-puterinya terlantar. (kecuali kalau yakin bahwa dengan menikah lagi, anak-anaknya makin terjaga pendidikan dan kehidupannya)

Dan empat golongan wanita yang berada dalam neraka, yaitu :

  1. Wanita yang kotor mulut kepada suaminya, jika suaminya pergi ia tidak menjaga dirinya, dan jika suaminya datang ia memarahinya.
  2. Wanita yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang suaminya tidak mampu.
  3. Wanita yang tidak menutup dirinya (berjilbab dan berhijab) dari lelaki yang bukan muhrimnya, dan dia keluar rumah dengan menampakkan perhiasannya, serta memperlihatkan kecantikannya.
  4. Wanita yang tidak mempunyai tujuan hidup, kecuali makan, minum, tidur, serta tak senang (malas) berbakti kepada Allah dan suaminya.”

Ingatlah, Wahai kaum wanita……
Semua perhiasan diri, kecantikan yang Allah anugerahkan kepadamu, semua itu hanya untuk suamimu.
Wahai muslimah…..
Membaca hadist diatas, seakan terbayang oleh kami bahwa surga itu sepertinya hanya akan menjadi milik kaummu saja.

Wahai muslimah…..
Betapa mudahnya jalan menuju surga bagimu.
Allah lapangkan jalan, bukakan pintu lebar-lebar
Asal kau menempuhnya, rela hidup dalam naungan islam, menjadi muslimah yang kaffah (QS. 2:208)

Wahai muslimah, pelita zaman.
Engkaulah yang jilbabnya menjadi hijab, pemelihara kehormatan kami.
Berakhlaq bak Fatimah Az Zahra, kembang mawarnya rumah tangga Rasulullah saw. Menjadi mulia yang berjihad di balik hijab, mencipta rumah tangga sakinah, tempat putera puterimu berlindung dari fitnahnya zaman, dan madrasah untuk mereka.
Bisikan dari bibirmu adalah do’a untuk kejayaan islam. Ingatlah, wahai pemanis zaman, sebaik-baiknya kesenangan dunia, anak-anakmu yang kau didik dengan ajaran suci Illahi, sehingga mereka sangat cinta kepada Allah dan rasul-Nya.
Mereka tumbuh mereguk air susumu yang penuh berkah.
Setiap isak tangis mereka di malam senyap. Dikala sujud merindukan Allah.
Setiap tetesan keringat mereka, rasa letih di jalan Allah, akan diganjar pahala.

Wahai engkau yang kokoh berdiri di balik hijab…
Pemelihara nikmat syariat Allah, berteguh hatilah melaksanakan syariat Allah,. Karena darimu lah, akan tumbuh generasi tauhid yang dicintai Allah lagi mencintai Allah, yang bersikap lemah lembut terhadap mukmin, membela agamanya, serta tak takut dicela para pencela. Sebagaimana janji Allah dalam surat Al Maidah ayat 54.
Renungkanlah ayat Allah ini : “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rosul-Nya, agar rosul menghukum (mengatur kehidupan) di antara mereka (dengan ajaran islam), mereka berkata : kami mendengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang yang beruntung.”(QS. 24;51)
“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, mereka itulah orang yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam surga kenikmatan.

Mereka berada di atas dipan, sofa yang bertahtakan emas dan permata, seraya duduk diatasnya berhadap-hadapan.
Mereka dikelilingi anak-anak muda yang kekal mudanya, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karena meminumnya, tidak pula mabuk karenanya.

Dan anak-anak muda itu membawa buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan di dalam surga itu ada bidadari yang bermata jeli. Laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan dari apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar didalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.” (QS. Al Waqiah ayat 11-26)

Wahai muslimat, jika karena taatmu engkau masuk surga, jadilah engkau wanita surga yang lebih cantik dari bidadari itu. Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah saw, “Perempuan duniakah yang lebih utama atau hurun in (bidadari surga) ?” Rasul menjawab “Tentu wanita dunia lebih utama dari Hurun In, seperti lebih utamanya baju bagian luar dari pada lapisannya (bagian dalam)”. Ummu Salamah bertanya lagi ”Dengan apa mereka, wanita dunia menjadi lebih utama ?”

Rasulullah menjawab ”Dikarenakan sembahyang mereka, puasa dan ibadat mereka kepada Allah swt.”
Ummu Salamah bertanya lagi : “Seorang perempuan dari kita pernah kawin didunia dengan 2 atau 3 suami (suami yang dulu meninggal, atau menthalaqnya lalu ia kawin lagi), kemudian ia (perempuan itu) masuk surga dan bekas suaminya pun masuk surga. Maka suami yang manakah yang akan menjadi suaminya di akhirat ?”
Rasul menjawab : “Hai Ummu Salamah dia akan diperkenankan memilih (oleh Tuhannya), lalu ia memilih yang paling baik akhlaknya.”

Bidadari saja sudah demikian cantiknya, apalagi engkau wahai muslimah. Di sana engkau hidup abadi tak pernah mati, rambutmu tetap legam tak pernah putih, kulitmu tetap halus tak pernah keriput. Wahai muslimah, katakan kepada kami, adakah yang lebih kamu dambakan dari semua ini ?

Dirangkum oleh Ustadz M. Aas Satibi (pondok pesantren Pulosari Leuwigoong Kab. Garut) dari berbagai macam kitab fikih