14 Perkara Yang Membatalkan Shalat

Ada beberapa perkara yang merusak sholat, sehingga dimana-mana mengerjakan sholat kemudian kedatangan salaha satu perkara tersebut, maka tidak jadi/tidak sah sholatnya. Macam-macam pembagian yang membatalkan sholat ada 14, yaitu :

1. Disebabkan hadast (asgor ataupun akbar), walaupun tidak disengaja atau dipaksa.

2. Tertimpa najis yang tidak dimaafkan, kalau tidak buru-buru dilempar/dibuang saat itu juga

3. Terbuka ‘aurat (sebagian ataupun semuanya), kalau tidak buru-buru ditutup lagi saat itu juga.

4. Bicara minimal dengan 2 huruf yang terus-terus, walupun tidak kepahami dua huruf tersebut, seperti huruf ‘an, atau timbulnya dua huruf itu dari berdehem, keculali kalau berdehem yang penting banget, sehingga kalau tidak berdehem tidak akan lancar bacaan fatihah, itu boleh ketika ditengah-tengah bacaan fatihah. Atau diucapkannya itu 1 huruf yang memberi arti seperti “qi” yang diambil dari lafad wiqooyati yang artinya harus menjaga kalian. Atau “ ‘i “ atau “si”, nah itu mengandung arti.

5. Mengerjakan perkara yang bisa membatalkan puasa sambil disengaja, kecuali makan banyak tapi lupa, nah kalau demikian maka membatalkan sholat tetapi tidak membatalkan puasa.

6. Makan banyak walaupun lupa atau bodoh ma’dzur, kecuali orang yang baru masuk islam maka tidak batal sholatnya.

7. Berobah 3 kali (gerakan) berturut-turut, walupun lupa.

8. Loncat yang kenceng, loncat dari tempat sholat atau merubah seluruh badan

9. Memukul yang kenceng

10. Nambahin rukun pekerjaan sambil disengaja

11. Mendahuluinya ma’mum ke imam dengan 2 rukun pekerjaan, seperti ruku’ atau sujud, atau menghilangkan 2 rukun pekerjaan dengan tidak ada ‘udzur.

Diperbolehkannya (uzur) ma’mum meninggalkan imam ada 11, yaitu :

  • Kalau kendor bacaannya ma’mum serta sedang bacaan imam, dan kendornya bukan disebabkan was was yang berat.
  • Tahu atau was was di sebelum ruku’ imam dan disebabkan ninggalin fatihah.
  • Apabila si ma’mum lupa membaca fatihah sampai dengan ruku’ nya imam, dan sadarnya ma’mum sebelum ruku’.
  • Kalau ma’mum muwafiq yang katungkul dengan mengerjakan pasunatan.
  • Kalau ma’mum menunggu bacaan imam setelah imam membaca fatihah.
  • Kalau ma’mum ketiduran di tahiyat awal, yang tidurnya mutamakin, ketika bangun imam sedang ruku’.
  • Kalau ma’mum keliru ke takbir nya imam
  • Kalau ma’mum menyempurnakan tahiyat awal setelah berdirinya imam, baik disengaja ataupun lupa.
  • Kalau ma’mum lupa bahwa dirinya ma’mum.
  • Kalau ma’mum was was bahwa dirinya jadi ma’mum muwafiq atau ma’mummasboq.
  • aKalau ma’mum memanjangkan sujud yang akhir.

12. Niat memutuskan sholat, secara niatnya orang tersebut di roka’at yang awal

13. Niat menempelkan memutuskan sholat ke 1 perkara, walupun tidak hasil perkara tersebut

14. Was was /mikir-mikir mutusin sholat.

 

Diambil dari kitab Syafinatunnnaja Fiusuluddin Walfikhi karangan Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi