Kita Harus Hati-Hati Terhadap Fitnah Anak dan Istri

Kata fitnah di atas dimaksudkan untuk kata fitnah dalam pengertian bahasa arab bukan bahasa Indonesia. Memang, dalam bahasa kita fitnah itu mempunyai arti menuduh, menyebarkan berita bohong..

Seperti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan bahwa fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang.

Lalu apa yang dimaksud dengan kata fitnah dalam bahasa arab.Kalau kita membuka kamus Arab – Indonesia “Al Munawwir”, kita akan mendapatkaan beberapa pengertian dari kata “Fitnah”(bhs .arab) yaitu berarti kesesatan, kekufuran, batu ujian, cobaan, aib, noda, kegilaan, siksaan, penyakit, kegaduhan, kerusuhan, huru-hara serta harta dan anak-anak. Dari pengertian di atas kiranya kita dapat memahami kalau ada orang yang menyatakan bahwa “anak kita itu fitnah, istri kita juga fitnah.”

Jadi bahwa anak-anak kita itu kadang kala karena kenakalanya, kelakuannya yang sulit diatur, atau hal lain yang diluar kendali kita dapat menjadi cobaan dan ujian bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini.

Mereka juga dapat menjadi aib dan noda bagi kita kerena mereka selalu dihubungkan dengan kita sebagai orang tuanya. Mereka dapat membuat kita hancur, gila, tersiksa, karena masalah yang ditimbulkan mereka. Bahkan mereka dapat menggiring kita pada kesesatan dan kekafiran kalau kita tak mampu mengendalikan diri. na’udzu billah min dzalik.

Istri juga demikian, mereka karena ulahnya juga bisa menjadi cobaan dan ujian bagi kita. Mereka jadi aib dan noda, karena prilaku mereka selalu saja dihubungkan dengan kita sebagai suaminya. Mereka bisa jadi sumber kehancuran kalau kita selalu menuruti hawa nafsunya yang tidak terkendali, apalagi kalau kita terlalu cinta kepadanya sehingga membutakan mata hati kita. Bahkan mereka juga dapat menyeret kita pada kesesatan dan kekufuran kalau kita tidak mampu memgendalikan mereka dan diri kita masing-masing.

Yang baik itu, kalau anak-anak kita itu shalih-shalih, Istri kita juga shalihah. Mereka bisa menjadi “qurrota a’yun” bagi kita, mereka juga sedap dipandang, mereka dapat menyejukkan dan menentramkan hati kita. Mereka bisa menjadi motivator dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak..

Istri yang shalihah dapat memberikan keturunan yang baik-baik bagi kita, serta dapat mendidik dan membimbing anak-anaknya menjadi anak-anak yang shalih. Dan anak yang shalih dapat menjadi amal jariah, yang pahalanya terus mengalir walaupun kita sudah meninggal. Sehingga mereka dapat menghantarkan kita kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak