Inilah Pengertian dan hubungan Ilmu Tauhid, Akhlak, Tasawuf

Ilmu tauhid adalah ilmu untuk mengetahui akidah agama yang didapat dari dalil yakiniah. (definisi ta’rif). Ma’rifat kepada Allah harus dengan yakin. Maksudnya adalah bukan dengan melihat dan meraba, karena zat Allah tidak akan terjangkau oleh akal manusia. Tapi yang wajib itu cukup mengetahui sifat-sifatNya. Yaitu yang teriri dari 20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, serta 1 sifat yang zais (boleh). Semua ini dinamakan Aqoid Illahiyat.

Aqoid Illahiyat.

Sifat wajib dan mustahilnya Allah, yaitu :

  1. Wujud artinya Allah itu ada (adanya sekalian makhluk), dan mustahilnya Adam yaitu tidak ada.
  2. Qidam artinya tidak ada permulaan, mustahilnya Hudus yaitu ada permulaan.
  3. Baqa, artinya tidak ada akhirnya, mustahilnya Fana yaitu rusak.
  4. Mukhalafatu lilhawadisi artinya tidak menyerupai kepada makhluk, mustahilnya Mumashalah yaitu menyerupai makhluk.
  5. Qiyamuhu Binafsihi, adalah Allah ada dengan sendirinya (tidak butuh kepada tempat dan kepada yang mewujudkan / membuat). Mustahilnya Al Ihtiyaju artinya butuh. Kalau seandainya Allah membutuhkan tempat dan yang menciptakan, berarti Allah itu baru. Kalau Allah baru, berarti membutuhkan yang lain lagi.
  6. Wahdaniat, artinya tunggal, baik itu sifatnya, dzatnya, perbuatannya, dll. Tidak ada duanya, berarti tidak disusun-susun. Mustahilnya ta’alul, artinya lebih dari satu. Kalau seandainya Allah bisa dibilang, maka tidak akan terbukti semua makhluk.
  7. Qudrot, artinya kuasa. Mustahilnya tidak kuasa
  8. Iradat, artinya menghendaki sesuatu. Mustahilnya Al Karohatu yaitu terpaksa.
  9. Ilmu, artinya maha mengetahui semua perkara. Mustahilnya Al Jahlu yaitu bodoh.
  10. Hayat, artinya hidup. Mustahilnya Al Mautu yaitu mati.
  11. Sama, artinya maha mendengar. Mustahilnya As Somamu yaitu tuli.
  12. Basor, artinya melihat. Mustahilnya Al’Ama yaitu buta.
  13. Kalam, artinya bicara. Mustahilnya Al Bukmu yaitu bisu.
  14. Kaunuhu Qodiron, artinya adanya Allah yang maha kuasa. Mustahilnya Kaunuhu Azizan, yaitu adanya Allah yang lemah.
  15. Kaunuhu Muridan, artinya adanya Allah yang menghendaki. Mustahilnya Kaunuhu Karihan, yaitu adanya Allah yang terpaksa.
  16. Kaunuhu Aliman, artinya adanya Allah yang mengetahui. Mustahilnya Kaunuhu Jahiron, yaitu adanya Allah yang bodoh.
  17. Kaunuhu Hayyan, artinya adanya Allah yang hidup. Mustahilnya Kaunuhu Mayyittan, yaitu adanya Allah yang mati.
  18. Kaunuhu Sami’an, artinya adanya Allah yang mendengar. Mustahilnya Qaunuhu Asomman, yaitu adanya Allah yang tuli.
  19. Kaunuhu Basiron, artinya adanya Allah yang melihat. Mustahilnya Kaunuhu A’ma, yaitu adanya Allah yang buta.
  20. Kaunuhu Mutakaliman, artinya adanya Allah yang maha bicara. Mustahilnya Qaunuhu Abkama, yaitu adanya Allah yang bisu.

Sedangkan yang Zaiz / boleh yaitu menciptakan semua makhluk.

Yang Wajib Di Rosul / Aqoid Nabawiyah
1. Sidiq artinya benar. Mustahilnya Kidib yaitu bohong
2. Amanah artinya terpercaya. Mustahilnya Khianat.
3. Fatonah artinya pintar. Mustahilnya Biladdah yaitu bodoh.
4. Tabligh, artinya menyampaikan semua hukum syara. Mustahilnya tidak menyampaikan / menyimpan.
Yang boleh dinamakan A’rod basyariah, artinya beberapa sifat kemanusiaan yang tidak mengurangi martabat rosul.

Mugayyaba

Yaitu perlu ditekadkan adanya, tapi tidak terlihat (wajib diyakini) :

  1. Siksa kubur. Yang disebut alam barzah, pemisah antara dunia dan akhirat. Yang dapat menolak siksa kubur adalah doa orang yang masih hidup, shadaqah, shalat, puasa, dan semua amal kebaikan sewaktu hidup. Jika ingin bertemu dengan mayit dalam tidur (mimpi). Shalatlah 4 rakaat ba’da isya, bacaan sesudah Fatihah adalah surat Al hakumul Takasur, sesudah itu bacalah shalawat sampai tidur.
  2. Nikmat Kubur. Diantaranya adalah dibesarkan kuburannya, dibuatkan damar, dibukakan pintu surga, dipenuhi dengan wewangian.
  3. Pertanyaan Munkar dan Nakir.
  4. Bangun dari kubur (Ba’ast)
  5. Hasyar, dikumpulkan di padang mahsyar.

Sepuluh golongan yang tidak hancur dikubur, yaitu :

  • Para nabi
  • Para syahid
  • Yang membiasakan membaca Al Qur’a
  • Tukang adzan (2 tahun tidak pernah terlewat)
  • Pemimpin yang adil
  • Istri yang meninggal di dalam nifas
  • Yang dibunuh karena dizalimi.
  • Yang meninggal hari jum’at (malam jum’at)
  • Orang alim yang berilmu, dan mengamalkan ilmunya.
  • Yang banyak dzikir

.f. Hisab (diadili). Ada 70.000 umat rasul yang tidak dihisab. Yang tidak dihisab :
– Yang buta tuli, tapi sabar sampai mati.
– Yang meninggal dalam perjalanan haji.
– Yang mencari ilmu.
– Wanita yang taat pada suami.
– Orang yang berbakti terhadap orang tua.
– Yang membantu kebutuhan orang muslim.
– Yang mendidik anak sampai bisa mengerti kalimat ikhlas atau Lailaha Ilallah.
– Yang meninggal hari jum’at atau malam jum’at.
– Yang membaca surat Al Qadr 3 x sesudah wudhu.
– Yang membuat sumur untuk orang lain dengan karena Allah.

g. Adanya kiamat (hari penghabisan). Dunia 3 hari 3 malam akan padam, setelah itu matahari muncul dari sebelah barat, kemudian ada zalzalatul ardi (gempa besar)

h. Pahala, yaitu pembalasan dari Allah kepada orang yang taat dengan surga. Ada sebagian pahala yang diberikan di dunia, yaitu untuk orang yang suka membaca al Qur’an terus menerus, berwudhu dua kali, mustahid, orang yang suka bershadaqah, dll.

i. Siksa, yaitu hukuman Allah kepada orang yang berdosa dengan dimasukan kedalam neraka.

j. Timbangan amal. Timbangannya lebih besar dari bumi.

k. Neraka

– Jahanam (untuk mukmin yang berdosa)
– Ladzo (yahudi)
– Hutomah (nasrani)
– Sa’ir (sebagian nasrani)
– Saqar (majusi)
– Jahim (untuk orang yang beribadah kepada berhala)
– Hawiyah (orang munafik)

l. Jembatan Shirotol Mustaqim

m. Telaga Nabi

n. Syafaat

o. Surga : Firdaus, Ma’wa, Na’im, Aden, Darussalam, Darul Jalal, Darul Huldi, Darul Qoron.

p. Abadi (keabadian). Mukmin tempatnya di surga, sedangkan kafir di neraka.

Tasawuf yaitu ilmu untuk membersihkan hati, artinya mengosongkan hati hanya kepada Allah, menganggap hina / kecil makhluk Allah. Akahlaq yaitu menjaga hati yaitu dengan cara meninggalkan semua yang wajib ditinggal (dosa), dan melaksanakan segala hal yang wajib dipatuhi.

a. Ma’asil Qolbi :

1. Tidak yakin adanya Allah (termasuk dosa hati yang paling besar)
2. Merasa aman dari cobaan Allah.
3. Putus asa dari nikmat Allah.
4. Besar kepala (takabur)
5. Ingin dipuji oleh manusia (riya)
6. Merasa bangga dengan ibadah (ujub)
7. Iri (hasad)
8. Kesal (hikdun)
9. Membiasakan dosa
10. Bakhil
11. Suudzon (berprasangka buruk), termasuk kepada manusia maupun kepada Allah.
12. Menganggap hina kepada apa-apa yang dianggap agung oleh Allah.

b. Thoatul Qolbi (ibadah hati), artinya nasihat :

• Iman kepada Allah (Ilahiyat)
• Iman kepada Malaikat (Sam’iah)
• Iman kepada Rasul (Nabawiah)
• Iman kepada Kitab Allah (Sam’iah)
• Iman kepada Kiamat (Sam’iah)
• Iman kepada Qada & Qadar (Sam’iah)

Ada 10 Malaikat yang wajib diketahui, sedangkan Nabi dan Rasul yang wajib diketahui ada 25. Kitab Allah ada 104. Yang 100 merupakan shuhuf-shuhuf, sedangkan sisanya adalah Taurot, Zabur, Injil dan Al Qur’an.

Yakin. Beragama islam, cirinya adalah mengucapkan dua kalimah Syahadat.

Ikhlas (Lugowi). Artinya bersih dhohir dan batin. Maksudnya beribadah semata-mata hanya karena Allah. Ikhlas dibagi 3

– Ibadah karena takut oleh siksa Allah.
– Ibadah karena menginginkan pahala dari Allah.
– Ibadah tidak karena takut siksa Allah, dan tidak ingin pahala dari Allah. Ibadahnya dilakukan hanya karena Allah. Ini merupakan tingkatan yang paling tinggi derajatnya.

Rendah Diri. Merupakan ibadah yang paling utama.

Nasihat Kepada Sesama Muslim
1. Memberi tahu orang lain tentang agama.
2. Melarang kemaksiatan.
3. Memberi kepada yang butuh.
4. Menjauhi penipuan.

Banyak memberi kepada orang lain. (Sakho), Berprasangka baik kepada Allah. Mengagungkan ciri-ciri agama Allah (mesjid dan tempat ibadah lainnya). Mensyukuri nikmat Allah. Nikmat yang besar terdiri dari nikmat islam dan iman, tho’at (ibadah), sehat, serta nikmat yang kecil.

Sabar, terbagi kedalam 3 bagian, yaitu sabar terkena musibah (cobaan dari Allah), contohnya sakit, matinya orang yang dikasihi, habis harta benda, dimusuhi orang lain, ganjarannya 300 pahala. Lalu sabar di dalam tho’at (ibadah), contohnya shalat, ngaji, dll, ganjarannya 600 pahala. Serta sabar dalam menjauhi maksiat (dosa-dosa), akan diganjar 900 pahala.

Assyqo, hanya kepada Allah berharap rizki, karena sudah janji Allah.

Tidak senang terhadap dunia. Memusuhi nafsu dan syetan. Ada macam-macam nafsu, yaitu : lupa daratan, nafsu syahwat, kikir, keras hati, kelakuan buruk, bercita-cita terlalu muluk, menyenangi kepunyaan orang lain, kesal, mencari rizki tanpa memperhatikan halal haramnya. Termasuk ke dalam teman syetan, yaitu : dzalim, khianat, tidak menjaga titipan orang lain, kufur nikmat, mengadu domba, munafik, menipu, buruk sangka dengan adanya Allah, melupakan sunat Rasul.

* Cinta kepada Allah, artinya melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
* Cinta kepada Rasul, mentaati perintah Rasul dan meneladani akhlak Rasul.
* Ridho kepada Allah.
* Tawakal kepada Allah (I’timadul Qolbi), berserah diri hanya kepada Allah.
* Merasa sedih dengan kemaksiatan.
* Meyakini dan membenarkan kepada apa-apa yang didatangkan oleh Nabi & Rasul.

Dirangkum oleh Ustadz M. Aas Satibi (pondok pesantren Pulosari Leuwigoong Kab. Garut) dari berbagai macam kitab fikih