Soal Essay Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam Beserta Jawaban

Hai kawan-kawan, berikut ini akan disajikan Soal Essay Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam Beserta Jawaban. Semoga saja Soal Essay Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam Beserta Jawaban ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1) Apa pengertian mitigasi bencana?

Jawaban:
mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Soal No. 2) Sebutkan apa saja bencana yang sering terjadi!

Jawaban:

  • Angin kencang.
  • Kebakaran hutan dan lahan.
  • Kekeringan.
  • Banjir.
  • Gelombang pasang.
  • Tsunami.
  • Tanah longsor.
  • Gempa bumi.
  • Letusan gunung berapi.
  • Gas beracun.
  • Kegagalan teknologi.
  • Wabah penyakit.

Soal No. 3) Apa sajakah prinsip-prinsip dalam melakukan mitigasi bencana?

Jawaban

  • Bencana yang terjadi adalah pelajaran saat terjadi bencana berikutnya.
  • Butuh kerja sama berbagai pihak.
  • Dilaksanakan secara aktif.
  • Harus lebih mendahulukan kelompok rentan supaya menghindari lebih banyak korban jatuh.
  • Harus selalu dipantau dan dievaluasi supaya hasilnya efektif.

Soal No. 4) Jelaskan Kegiatan dalam Mitigasi bencana!

Jawaban:

  • Mengenal dan memantau risiko bencana.
  • Membuat perencanaan partisipasi penanggulangan bencana.
  • Memberi awareness bencana bagi warga sekitar.
  • Mengidentifikasi dan mengenal sumber ancaman bencana.
  • Memantau penggunaan teknologi tinggi dan pengelolaan SDA.
  • Mengawasi pelaksanaan tata ruang.
  • Mengawasi pengelolaan lingkungan hidup.

Soal No. 5) Apakah tujuan Tujuan Mitigasi bencana?

Jawaban:

  • Meminimalisir risiko korban jiwa.
  • Meminimalisir kerugian ekonomi.
  • Meminimalisir kerusakan sumber daya alam.
  • Pedoman bagi pemerintah untuk membuat rencana pembangunan di masa depan.
  • Meningkatkan public awareness atau kesadaran masyarakat dalam menghadapi risiko & dampak bencana.
  • Membuat masyarakat merasa aman dan nyaman.

Soal No. 6) Sebutkan jenis Mitigasi bencana!

Jawaban
a. Mitigasi struktural
Mitigasi ini adalah upaya untuk meminimalkan bencana yang dilakukan dengan cara membangun berbagai prasarana fisik dan menggunakan teknologi. Misalnya dengan membuat waduk untuk mencegah banjir, membuat alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, membuat bangunan yang tahan gempa, atau menciptakan early warning system untuk memprediksi gelombang tsunami.

b. Mitigasi non struktural
Mitigasi ini adalah upaya untuk mengurangi dampak bencana selain dari cara-cara di atas, seperti membuat kebijakan dan peraturan. Contohnya, UU PB atau Undang-Undang Penanggulangan Bencana sebagai upaya non struktural dalam bidang kebijakan, pembuatan tata ruang kota, atau aktivitas lain yang berguna bagi penguatan kapasitas warga.

Soal No. 7) Sebutkan 4 kategori kegiatan penanganan bencana berdasarkan siklus waktunya!

Jawaban:

  • kegiatan sebelum bencana terjadi (mitigasi)
  • kegiatan saat bencana terjadi (perlindungan dan evakuasi)
  • kegiatan tepat setelah bencana terjadi (pencarian dan penyelamatan)
  • kegiatan pasca bencana (pemulihan/penyembuhan dan perbaikan/rehabilitasi)

Soal No. 8) Sebutkan contoh upaya dalam mitigasi bencana!

Jawaban
a. Mitigasi Bencana Tsunami, adalah sistem untuk mendeteksi tsunami dan memberi peringatan untuk mencegah jatuhnya korban. Ada dua jenis sistem peringatan dini tsunami, yaitu: Sistem peringatan tsunami internasional, dan Sistem peringatan tsunami regional.

b. Mitigasi Bencana Gunung Berapi

  • Pemantauan aktivitas gunung api. Data hasil pemantauan dikirim ke Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung dengan radio komunikasi SSB.
  • Tanggap darurat
  • Pemetaan, peta kawasan rawan bencana gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya, daerah rawan bencana, arah penyelamatan diri, pengungsian, dan pos penanggulangan bencana gunung berapi.
  • Penyelidikan gunung berapi menggukanan metode geologi, geofisika, dan geokimia
  • Sosialisasi, yang dilakukan pada pemerintah daerah dan masyarakat

c. Mitigasi Tanah Longsor

  • Hindari daerah rawan bencana untuk membangun pemukiman
  • Mengurangi tingkat keterjalan lereng
  • Terasering dengan sistem drainase yang tepat
  • Penghijauan dengan tanaman berakar dalam
  • Mendirikan bangunan berpondasi kuat
  • Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air cepat masuk
    Relokasi (dalam beberapa kasus)

Soal No. 9) Sebutkan Bentuk Mitigasi Bencana!

Jawaban
a. Pembangunan Infrastruktur
Ada yang pernah pergi ke Pantai Glagah yang ada di Yogyakarta? Kalau belum, fotonya ada di bawah deh aku lampirkan. Jadi, di pantai tersebut dibangun yang namanya pemecah ombak. Pemecah ombak adalah salah satu contoh infrastruktur yang ditujukan untuk mitigasi bencana.

Bencana apa tuh? Salah satunya adalah abrasi atau pengikisan oleh air. Laut selatan yang memang terkenal berombak besar dapat mengakibatkan dataran perlahan-lahan terkikis. Maka dari itulah dilakukan upaya preventif dengan membangun pemecah ombak. Kalau di tempat kamu, ada gak sih?

b. Penyuluhan
Jika dibandingkan dengan upaya mitigasi bencana lainnya, mungkin ini adalah upaya yang memakan biaya paling ringan. Bagaimana tidak, di saat melakukan pembangunan perlu biaya buat mengadakan berbagai hal, melakukan penyuluhan paling hanya perlu biaya untuk menyediakan konsumsi dan souvenir hehe.

Penyuluhan dapat menjadi upaya mitigasi yang bagus dan sangat membantu. Misalkan dengan mengadakan pelatihan menghadapi gempa. Memberikan bekal pengetahuan pada masyarakat juga bisa meminimalisasi dampak bencana.

c. Pemanfaatan Teknologi
Teknologi yang terus mengalami perkembangan juga harus dimanfaatkan untuk mitigasi bencana. Contohnya adalah alat pendeteksi tsunami. Lebih jauh lagi, manusia bahkan sudah bisa memodifikasi cuaca jika memang diperlulan seperti untuk menghalau hujan ekstrem.

Soal No. 10) Apa sajakah Manajemen Mitigasi Bencana?

Jawaban

  • Penguatan institusi penanganan bencana.
  • Meningatkan kemampuan tanggap darurat.
  • Meningkatkan kepedulian dan kesiapan masyarakat pada masalah-masalah yang berhubungan dengan risiko bencana.
  • Meningkatkan keamanan terhadap bencana pada sistem infrastruktur dan utilitas.
  • Meningkatkan keamanan tehadap bencana pada bangunan strategis dan penting.
  • Meningkatkan keamanan terhadap bencana daerah perumahan dan fasilitas umum.
  • Meningkatkan keamanan terhadap bencana pada bangunan industri.
  • Meningkatkan keamanan terhadap bencana pada bangunan sekolah dan anak-anak sekolah.
  • Memperhatikan keamanan terhadap bencana dan kaidah-kaidah bangunan tahan gempa dan tsunami serta banjir dalam proses pembuatan konstruksi baru.
  • Meningkatkan pengetahuan para ahli mengenai fenomena bencana, kerentanan terhadap bencana dan teknik-teknik mitigasi.
  • Memasukkan prosedur kajian risiko bencana kedalam perencanaan tata ruang/ tata guna lahan.
  • Meningkatkan kemampuan pemulihan masyarakat dalam jangka panjang setelah terjadi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *