20 soal essay dan jawaban tentang peta mental

Peta mental adalah sebagai pengetahuan seseorang terhadap lingkungan disekitarnya, berikut ini akan disajikan 20 soal essay dan jawaban tentang peta mental. Mudah-mudahan saja 20 soal essay dan jawaban tentang peta mental ini memberikan manfaat yang banyak.

Soal No. 1) Terangkan lima unsur untuk mengukur peta mental.

Jawaban:
Peta mental seseorang dapat diukur melalui aspek-aspek sebagai berikut.
a. tanda-tanda yang mencolok (landmarks);
b. jalur-jalur jalan ( paths );
c. titik temu antar jalur (nodes);
d. batas-batas wilayah (edges);
e. distrik (district).

Soal No. 2) Uraikan tiga rangkaian langkah pembuatan peta.

Jawaban:
Proses pembuatan peta terdiri atas tiga tahap, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian kembali data.

Soal No. 3) Bagaimanakah proses kerja pantograf?

Jawaban:
Pantograf terdiri atas empat bilah kayu kaku yang membentuk sebuah jajaran genjang. Salah satu bilahnya memiliki kedudukan tetap, sedangkan bilah kayu lainnya dapat digunakan untuk menyalin gambar.

Soal No. 4) Apa yang disebut peta mental?

Jawaban:
Peta mental (mental map) adalah proses yang memungkinkan manusia mengumpulkan, mengorganisasikan, menyimpam dalam ingatan, memanggil, dan menguraikan kembali informasi mengenai lokasi relatif serta tanda-tanda mengenai lingkungan

Soal No. 5) Deskripsikan tiga faktor pembeda peta mental.

Jawaban:
Faktor-faktor pembeda peta mental antara lain sebagai berikut.
a. Gaya Hidup
b. Keakraban dengan Lingkungan
c. Keakraban Sosial

Soal No. 6) Terangkan metode memperbesar dan memperkecil peta dengan menggunakan sistem grid.

Jawaban:
Metode memperbesar dan memperkecil peta dengan menggunakan sistem grid dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a. Buatlah kotak-kotak pada peta asal.
b. Buatlah kotak-kotak pada kertas yang baru dengan ukuran kotak yang berbeda dengan peta asal sesuai dengan kebutuhan (diperbesar atau diperkeci l ).
c. Setelah kotak-kotak tersebut selesai dibuat, berilah angka urut 0, 1, 2, 3, dan seterusnya, serta huruf a, b, c, dan seterusnya. Kemudian, pindahkan bentuk peta pada setiap kotak di kertas yang akan digambar.

Soal No. 7) Terangkan perbedaan antara data primer dan data sekunder.

Jawaban:
Data primer adalah jenis data yang diperoleh langsung di lapangan melalui proses pengukuran, pengamatan, dan wawancara. Adapun data sekunder adalah jenis data yang diperoleh dari sumber data yang telah didokumentasikan oleh berbagai lembaga, seperri BPS, UPI, dan LAPAN.

Soal No. 8) Bagaimana cara mendapatkan data yang diperlukan untuk membuat peta curah hujan?

Jawaban:
Jika akan membuat peta curah hujan di daerah tempat tinggal, data yang diperlukan yaitu data intensitas curah hujan yang dapat diperoleh dari stasiun cuaca, deparremen percanian, arau insransi­ instansi lain yang terkait.

Soal No. 9) Tuliskan lima tujuan dilakukannya pemetaan.

Jawaban:
a. menimbulkan daya tarik pada objek yang dipetakan;
b. memperjelas atau menonjolkan objek penting secara sederhana;
c. sumber data yang indah dan menarik;
d. untuk memudah kan analisis objek geografi;
e. agar dapat memudahkan pemanfaatan objek geografi.

Soal No. 10) Tuliskan tiga cara untuk mengubah ukuran peta.

Jawaban:
Ukuran peta dapat diubah dengan cara difotokopi, menggunakan pantograf, dan menggunakan sistem grid (garis koordinat).

Soal No. 11) Uraikan perbedaan antara kartografi dan kartografer.

Jawaban:
Kartografi adalah ilmu yang mempelaj ari tentang pemetaan. Adapun karrografer adalah orang yang ahli dalam membuat peta.

Soal No. 12) Sebutkan minimal enam syarat kartografis tersebut.

Jawaban:
Syarat-syarat kartografis meliputi judul skala, legenda, petunjuk arah, tanda orientasi, dan lembaga serta tahun pembuatan peta.

Soal No. 13) Mengapa sebuah peta yang akan dibuat harus memenuhi persyaratan equidistant, conform, dan equivalent?

Jawaban:
Sebuah pera yang akan dibuat harus memenuhi persyaratan equidistant, conform, dan equivalent karena peta harus dapat memberi kan informasi yang benar dan sesuai dengan judul serta temanya, sesuai dengan kenyataan sesungguhnya, sesuai dengan bentuk sesungguhnya, dan sama dengan luas sesungguhnya.

Soal No. 14) Perubahan ukuran skala peta berbanding lurus dengan perubahan ukuran peta. Terangkan maksud pernyataan tersebut.

Jawaban:
Semakin besar skala peta, semakin besar pula ukuran peta. Begitu juga sebaliknya. Semakin kecil skala peta, semakin kecil pula ukuran peta.

Soal No. 15) Berikanlah beberapa contoh jenis- jenis data primer dan data sekunder.

Jawaban:
Contoh jenis data primer ancara lain wawancara terhadap penduduk, pengamatan jenis tanaman, pengukuran luas lahan, dan pengecekan jenis tanah di laboratorium . Adapun contoh data sekunder antara lain data kependudukan dari Badan Pusat Statistik, data curah hujan dari scasiun cuaca, dan data jalur transportasi dari Dinas Lalu Limas.

Soal No. 16) Apa yang dimaksud dengan peta dasar dalam sketsa (peta mental)?

Jawaban:
Peta dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar unuik pembuacan peta lainnya

Soal No. 17) Apakah perbedaan antara equidistant dan equivalent?

Jawaban:
Equidistant adalah peta yang harus memiliki perbandingan ukuran jarak yang sesuai dengan kenyataan sesungguhnya di permukaan bumi. Adapun equivalent adalah perbandingan luas daerah-daerah atau bidang-bidang yang digambarkan pada peta harus sama dengan luas daerah sesungguhnya di permukaan bumi.

Soal No. 18) Tentukan jenis data apakah yang harus dikumpulkan untuk membuat peta persebaran tanah di Indonesia.

Jawaban:
Jika kamu akan membuat peta persebaran jenis tanah, kamu harus mencari data sekunder berupa jenis-jenis tanah di daerah yang akan dipetakan. Data tersebut dapat kamu peroleh di Badan Pertanahan Nasional, Departemen Pertanian, atau instansi-instansi lain yang terkait.

Soal No. 19) Sebutkan lembaga- lembaga atau instansi-instansi yang berwenang membuat peta.

Jawaban:
Instansi-instansi yang berwenang membuat peta antara lain Bakosurtana l, Bappeda, Lipi, LAPAN, dan Direktorat Geologi.

Soal No. 20) Sebutkan dan jelaskan tiga jenis grafik yang disajikan dalam langkah terakhir dalam pembuatan sebuah peta.

Jawaban: Bentuk grafik dapat dibedakan acas tiga macam, yaitu sebagai berikut.
a. Grafik lingkaran, yaitu grafik yang berupa lingkaran dengan jari-jari lingkaran yang dibagi secara proporsional sesuai dengan persentase datanya.
b. Grafik barang, yaitu grafik yang berupa segi empat, baik vertikal maupun horizontal.
c. Grafik garis, yaitu grafik yang berupa titik-titik atau garis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *