Perbedaan elektrolit kuat dan elektrolit lemah

Pada dasarnya perbedaan yang ada diantara larutan elektrolit kuat dengan elektrolit lemah dilihat dari reaksi ionisasi yaitu larutan elektrolit terionisasi sempurna, sedangkan larutan non elektrolit terionisasi sebagian.

Kemudian bila ditinjau dari Perbedaan larutan elektrolit kuat dengan elektrolit lemah bila dilihat dari daya hantar listrik yaitu larutan elektrolit kuat bisa menghantar listrik dengan baik, sedangkan larutan elektrolit lemah hanya bisa menghantar listrik secara kurang baik.

Dan terakhir, perbedaan larutan elektrolit kuat dengan elektrolit lemah bila dilihat dari derajat ionisasi adalah derajat ionisasi larutan elektrolit kuat adalah 1,  sedangkan derajat ionisasi larutan elektrolit lemah adalah anatar 0 dengan 1.

Berdasarkan kuat-lemahnya daya hantar listrik, larutan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Larutan elektrolit kuat dan Larutan elektrolit lemah. Larutan elektrolit kuat yaitu larutan elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna. Indikator pengamatan: lampu menyala terang dan timbul gelembung gas. Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang mengalami sedikit ionisasi (terion tidak sempurna). Indikator pengamatan: lampu tidak menyala atau menyala redup dan timbul gelembung gas pada elektrode.

Pengertian elektrolit

Elektrolit adalah zat yang saat dilarutkan ke air, memecah menjadi kation (ion plus) dan anion (ion minus). Mereka terionisasi, bedanya Elektrolit kuat mengionisasi sepenuhnya (100%), sedangkan elektrolit lemah hanya sebagian (biasanya 1-10% saja). Artinya spesies utama dalam larutan elektrolit kuat adalah ion, sedangkan untuk elektrolit lemah adalah senyawa yang tidak terionisasi.

Sifat larutan elektrolit:

  • Dapat menghantarkan listrik
  • Memiliki derajat ionisasi yang berkisar antara 0 < α ≤ 1
  • Jika dinyalakan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan banyak, lampu menyala
  • Penghantar listrik yang baik
  • Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
  • Contoh dari elektrolit kuat (HCl, H2SO4, H3PO4, HNO3, HF); Basa kuat (NaOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, LiOH).

Sifat larutan non elektrolit:

  • Tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak dapat terionisasi
  • Memiliki derajat ionisasi α = 0 (tidak terionisasi)
  • Tidak dapat menyalakan lampu dan tidak menghasilkan gelembung pada elektroda, karena tidak dapat menghantarkan listrik
  • Derajat ionisasi = 0, contohnya adalah larutan gula, larutan alkohol, larutan urea.

Ciri-ciri larutan elektrolit kuat adalah :

  • Larutan terionisasi secara sempurna
  • Pada uji nyala lampu, dapat membuat lampu bercahaya terang dan terdapat banyak gelembung
  • Derajat ionisasi elektrolit kuat adalah 1
  • Dapat menghantarkan arus listrik dengan baik
  • Jenis ikatan pada larutan elektrolit kuat adalah ikatan ionik atau ikatan kovalen polar
  • Bersifat polar

Contoh larutan elektrolit kuat

  • Natrium klorida
  • Natrium hidroksida
  • Asam klorida
  • Asam sulfat
  • Kalium klorida
  • Magnesium hidroksida

Contoh larutan elektrolit lemah

  • Asam asetat
  • Asam sianida
  • Perak peroksida
  • Kalium sulfida
  • Alumunium hidroksida
  • Asam fospat

Manfaat Larutan Elektrolit bagi Kehidupan

Larutan Elektrolit memilik banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Pada bagian mesin kendaraan, larutan elektrolit digunakan untuk sel elektrokimia seperti pengisi Aki, baterai, ataupun jembatan garam. Larutan elektrolit juga digunakan sebagai parameter pencemaran air di suatu tempat. Indikator pencemaran air menggunakan larutan elektrolit adalah sebagai berikut:

  1. pH, yaitu tingkat keasaman yang dimiliki oleh air.
  2. DO (Dissolved Oxygen), yaitu jumlah oksigen yang terlarut dalam air.
  3. BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup dalam air untuk hidup.
  4. COD (Chemical Oxygen Demand) yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk melakukan reaksi kimia dalam air.  BOD dan COD yang tinggi akan menurunkan nilai DO.
  5. TDS (Total Dissolved Solid), yaitu jumlah zat yang terlarut dalam air.

Suatu wilayah yang memiliki air yang baik jika air tersebut memiliki pH sekitar 7 (netral), DO yang tinggi, BOD, COD, dan TDS yang rendah. Sedangkan suatu wilayah yang memiliki air yang buruk jika air yang memiliki pH <7 (asam) atau pH >7 (basa), DO yang rendah, BOD, COD, dan TDS yang tinggi.

Dalam tubuh manusia, keberadaan cairan elektrolit sangat penting. Karena fungsi cairan elektrolit ini terkait dengan mekanisme metabolisme tubuh seperti ion pengaktif enzim, pembentuk hormon, dan melancarkan impuls pada syaraf.

Sejarah penemuan larutan elektrolit

Gagasan atau ide lahirnya larutan elektrolit berasal dari percobaan Svante August Arrhenius (1859-1927), seorang ilmuwan asal Swedia. Menurut Arrhenius, zat elektrolit dalam larutannya akan terurai menjadi partikel-partikel yang berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ion.

Ion-ion zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Oleh sebab itu, Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dan non elektrolit juga didasarkan pada keberadaan ion dalam larutan yang akan menghantarkan arus listrik.

Apabila dalam larutan terdapat ion, larutan tersebut bersifat elektrolit. Sedangkan jika larutan tersebut tidak terdapat ion larutan tersebut bersifat non elektrolit. Sehingga Arrhenius menyimpulkan bahwa larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.