Jelaskan Perbedaan Korion dan Amnion

Perbedaan yang ada diantara korion dan amnion adalah :

  • Amnion diisi dengan cairan ketuban, yang membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan embrio, sementara korion bertindak sebagai pelindung.
  • amnion adalah membran dalam yang mengelilingi rongga ketuban sementara korion adalah membran luar yang mengelilingi amnion, disebut yolk sac dan alantois.
  • amnion terdiri mesoderm dan ektoderm sementara korion terbuat dari trofoblas dan mesoderm.
  • Korion memiliki struktur seperti jari yang disebut Vili korionik.

Apa itu Amnion

Amnion adalah membentuk dinding ruang amnion, ruangan yang dilapisi oleh selaput janin (amnion dan korion) berisi air ketuban (liquor amnii). Cairan amnion diproduksi oleh sel-sel dinding amnion.

Cairan amnion adalah warnanya putih keruh, berbau amis, dan terasa manis. Reaksinya agak alkalis sampai netral dengan berat jenis 1,008. Volume cairan amnion mencapai 1000-1500 cc (99% air dan 1% glukosa, protein, garam mineral) pada akhir kehamilan. Cairan amnion terus bersirkulasi dan 1/3 volumenya tiap jam mengalir, sehingga urin ibu hamil meningkat.

Perkembangan janin membuat ruangan amnion semakin membesar, amnion dan korion menjadi lisut, tali penghubung bersama dengan yolk sac membentuk tali pusat. Bila tidak ada cairan amnion yang memadai selama hamil, janin akan mengalami hipoplasia paru bahkan kematian.

Kandungan cairan amnion antara lain: prolaktin, Alpha-feto protein, lesitin-sphingomielin, sitokin, Interleukin-1-beta, prostaglandin dan Platelet-activing factor (PAF).

Aminon asalnya adalah dari sisi embrio kemudian membentuk sebuah lipatan dari selapis mesoderm dan ectoderm. selanjutnya tumbuh dan meninggalkan embrio. Lapisan-lapisan yang ada pada inti akan bersatu di bagian atas kemudian membentuk sebuah kantung yang memiliki dinding 2 lapis dimana lapisan tersebut yang menyelubungi embrio pada usia 18 hari usia kehamilan dan itulah yang disebut amnion atau biasa juga disebut kantung air karena berisi cairan bening yang bersifat merendam embrio.

Adapun fungsi amnion yakni sebagai sebuah bantalan yang dapat melindungi embrio pada goncangan dan tekanan dari luar berisi cairan amnion yang asalnya dari bagian bagian ginjal fetus, yang berfungsi sebagai kelenjar mulut dan sebagai alat pernafasan sebagai tempat embrio untuk mengambang, dan membantu embrio agar memungkinkan melakukan pergerakan tungkai dan tubuh pada embrio.

Fungsi amnion adalah :

  • Menjaga perkembangan dan pertumbuhan normal dari paru-paru dan traktus gastro intestinal
  • Melindungi janin dari trauma atau benturan dengan benda di luar uterus
  • Menstabilkan suhu tubuh janin agar tetap hangat
  • Memungkinkan janin bergerak bebas
  • Sebagai pembersih/pelicin jalan lahir
  • Menahan tekanan uterus
  • Tempat perkembangan muskuloskeletal

Cairan amnion dapat diketahui dengan menggunakan kertas lakmus, secara makroskopis (berbau amis, terdapat lanugo, verniks caseosa dan mekonium), secara mikroskopis (terdapat lanugo dan rambut) dan secara laboratorium (kadar ureum rendah bila dibandingkan dengan air kemih).

Apa itu korion

Yang dimaksud dengan korion adalah selaput luar yang menutupi embrio sebagian besar mamalia dan membantu pembentukan plasenta. Korion adalah membran konsentris dengan amnion, yang mengelilinginya, serta membran janin lainnya.

Ciri dan karakteristik korion

Korion memiliki karakteristik khusus yang disebut korion vili, yang bertindak seperti penghalang antara darah ibu dan darah janin. Menyerap darah ibu untuk bahan embrio dan kebutuhan lainnya sementara amnion memainkan bagian dalam tahap pengiriman. Pecahnya membran merupakan sinyal bahwa janin sepenuhnya terbentuk siap untuk keluar dari rahim.

Struktur Korion

Korion terdiri dari dua lapisan, lapisan luar yang dibentuk oleh ektoderm atau trofoblas primitif dan lapisan dalam yang dibentuk oleh mesoderm somatik yang berkontak dengan amnion. Trofoblas terdiri dari sel-sel internal, kubik atau prismatik yang disebut lapisan sitotrofoblas atau Langhans dan lapisan sel kaya nukleasi dengan sitoplasma kontinyu yang disebut sinsitiotrofoblas.

Korion dengan cepat berkembang biak dan membentuk sejumlah juluran yang disebut villi korionik, yang menyerang dan menghancurkan desidua uterus dan pada saat yang sama menyerap nutrisi untuk pertumbuhan janin. Vili korionik kecil dan non-vaskular pada awalnya dan secara eksklusif terdiri dari trofoblas, tetapi seiring waktu mereka bertambah besar dan bercabang. Di sisi lain, mesoderm, yang melibatkan cabang-cabang pembuluh darah umbilical, tumbuh di dalam vili korionik dan dengan demikian menjadi vaskularisasi.

Darah mencapai vili melalui cabang-cabang arteri umbilical dan, setelah beredar melalui kapiler vili, dikembalikan ke embrio melalui vena umbilical. Sampai akhir bulan kedua kehamilan, vili berukuran seragam, setelah itu mereka tumbuh dengan jelas.

Fungsi Korion

Fungsi korion adalah melindungi embrio dan memelihara embrio. Untuk melindungi embrio, korion menghasilkan cairan yang dikenal sebagai cairan korionik.

Cairan korionik terletak di rongga korionik, yang merupakan ruang antara korion dan amnion. Cairan korion melindungi embrio dengan menyerap kejutan yang berasal dari kekuatan seperti gerakan.

Untuk memelihara embrio, pada korion tumbuh vili torionik, yang merupakan perluasan dari korion yang melewati uterus desidua (endometrium) dan akhirnya terhubung dengan pembuluh darah ibu.