Bagaimana Reproduksi Angiospermae dan Gymnospermae

Hai teman-teman, selamat berjumpa kembali. Kali ini admin akan mencoba menjelaskan mengenai reproduksi pada Angiospermae dan Gymnospermae. Okay, selamat menyimak.

Reproduksi Gymnospermae

Tumbuhan Gymnospermae menghasilkan heterospora yaitu berupa mikrospora dan megaspora. Mikrospora berkembang menjadi mikrogametofit (gametofit jantan) dan berisi serbuk sari. Sementara itu, megaspora berkembang menjadi megagametofit (gametofit betina). Pada bakal biji (megaspora) terdapat struktur liang biji ( mikrofil) dan kantong serbuk sari (pollen chamber) yang mengganti fungsi bunga sebagai organ reproduksi betina.

Setelah serbuk sari dilepas, butir serbuk sari berkembang menjadi sperma. Pada saat penyerbukan, serbuk sari melekat pada bakal biji. Selanjutnya, sperma bergerak menuju sel telur melalui buluh sebuk sari. Jika terjadi pembuahan, akan terbentuk zigot yang berkembang menjadi embrio dan biji. Jika biji tersebut jatuh pada tempat yang sesuai, biji akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru. Penyerbukan pada Gymnospermae dilakukan dengan perantara angin (anemokori).

Reproduksi Gymnospermae

Gymnospermae belum memiliki bunga yang sesungguhnya. Alat reproduksi disebut konus atau runjung yang dilindungi oleh sisik. Runjung ada 2 macam yaitu runjung betina dan runjung jantan. Runjung jantan mempunyai beberapa mikrosporofil. Setiap mikrosporofil mempunyai dua mikrosporangium yang di dalamnya terbentuk sel induk mikrospora.

Sel induk mikrospora akan mengalami meiosis menghasilkan empat mikrospora yang haploid. Runjung betina terdiri atas sumbu tengah yang dilekati sisik. Setiap sisik terdapat dua ovul (bakal biji). Setiap ovul dilapisi oleh integument yang bersatu dengan megasporangium. Di dalam megasporangium terdapat satu sel induk megaspore yang akan mengalami meiosis menghasilkan empat megaspore.

Tiga diantara megaspore akan mereduksi diri sehingga tinggal satu megaspore yang fungsional. Proses penyerbukan dan pembuahan terjadi sebagai berikut: Serbuk sari mulai berkecambah dan membentuk tabung sari serta masuk ke jaringan megasporangium. Sel generatif membelah menjadi sel tangkai dan sel tubuh. Sel tubuh membelah membentuk gamet jantan atau sperma. Tabung serbuk sari akan menembus sel leher dari arkegonium dan melepaskan isinya kedalam sel telur. Salah satu sel sperma akan bersatu dengan sel telur dan semua sisa dari inti gametofit jantan akan tereduksi.

Reproduksi Angiospermae

Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi tanpa melalui peleburan gamet jantan dan betina. Sifat dari reproduksi vegetatif adalah menghasilkan keturunan yang identik (sifat sama) dengan induknya.

reproduksi angiospermae

Reproduksi Generatif

Reproduksi Generatif adalah cara reproduksi tanpa melalui peleburan gamet jantan dan betina. Bunga adalah alat reproduksi seksual(generatif) pada tumbuhan angiospermae. Fungsi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan dan gamet betina untuk menghasilkan biji.

Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae

a. Perbedaan Biji

Biji pada tumbuhan gymnospermae terbuka sehingga mampu terlihat dari luar di antara daun-daun. Sedangkan biji tumbuhan angiospermae tertutup daun buah hingga tidak bisa dilihat dari luar.

b. Perbedaan Alat Reproduksi

Alat reproduksi pada gymnosperma yaitu strobilus. Strobilus adalah kumpulan sporofil yang membentuk struktur berupa kerucut pada ujung tunas fertile. Alat reproduksi pada angiosperma yaitu bunga yang terdiri dari putik sebagai alat kelamin betina dan benang sari sebagai alat kelamin jantan. Benang sari menghasilkan serbuk sari yang jika masuk ke dalam putik akan terjadi pembuahan.

c. Perbedaan Pembuahan

Proses pembuhan tumbuhan gymnospermae berupa pembuahan tunggal yang hanya terjadi satu kali pembuahan antara ovum (n) dan sperma (n). Pada pembuahan tunggal ada satu sel sperma yang membuahi satu sel telur hingga membentuk zigot.

Proses pembuahan pada tumbuhan angiospermae berupa pembuahan ganda. Disebut pembuahan ganda karena ada dua inti sperma yang melebur.

Pembuahan ganda berlangsung dua kali. yang pertama yaitu spermatozoa 1 membuahi ovum menghasilkan zigot (2n) yang berkembang menjadi biji, sedangkan yang kedua yaitu spermatozoa 2 membuahi kandung lembaga sekunder dan menghasilkan endospermae (3n) yang menjadi daging buah.

d. Perbedaan Bentuk Daun

Bentuk daun tumbuhan gymnospermae kaku dan sempit. Pada tumbuhan pakis haji misalnya yang bentuk daunnya menyerupai palem. Daunnya bersifat majemuk dan bentuk tulang daun yang tidak beragam.

Bentuk daun tumbuhan angiospermae pipih dan lebar dengan susunan tulang daun yang bervariasi. Bentuk tulang daun tumbuhan dikotil ada yang menyirip dan menjari. Sedangkan bentuk tulang daun tumbuhan monokotil ada yang sejajar dan melengkung.

e. Perbedaan Ovarium

Tumbuhan gymnospermae tak mempunyai ovarium. Sedangkan tumbuhan angiospermae memiliki ovarium berupa putik.

f. Perbedaan Akar

Tumbuhan gymnospermae berakar tunggang. Sedangkan tumbuhan angiospermae akarnya bervariasi. Tumbuhan dikotil berakar tunggang sedangkan tumbuhan monokotil berakar serabut

g. Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae: Batang

Batang tumbuhan gymnospermae berkambium. Kambium yaitu jaringan tumbuhan yang ada diantara xilem dan floem. Kambium ini yang membuat batang tumbuhan menjadi berkayu. Sedangkan batang tumbuhan angiospermae ada yang berkambium dan ada juga yang tidak berkambium. Tumbuhan dikotil mempunyai kambium sedangkan tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium.

Manfaat dan Peranan Angiospermae

  • Sebagai tanaman hias, misalnya cempaka, mawar, kembang sepatu, kaktus, bunga matahari, bunga sedap malam, bunga gladiol, anggrek, dll.
  • Bahan bumbu dapur, misalnya kemiri, lada, cengkeh, pala, ketumbar, temu-temuan, dll.
  • Sumber makanan berupa sayuran, misalnya tomat, kubis, sawi, lobak, terong, bayam, labu siam, kentang, dll.
  • Buah-buahan, misalnya apel, pir, arbei, pisang, mangga, jambu, anggur, jeruk, nangka, rambutan, pepaya dll.
  • Sumber protein yang berasal dari tumbuhan, seperti kacang kedelai, kacang tanah, kacang merah, dll.
  • Bahan baku industri furnitur/alat-alat rumah tangga, misalnya bambu, rotan, kayu jati, kelapa, kayu meranti, dll.