Apa tujuan Belanda mendirikan VOC

Belanda mendirikan VOC adalah dengan tujuan sebagai berikut:

  • supaya bisa bersaing dengan kongsi dagang dari bangsa lain seperti Portugis dan Spanyol
  • menghindari persaingan diantara sesama pengusaha Belanda; Salah satu tujuan VOC dibentuk adalah untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama pedagang Belanda. Dengan adanya VOC selaku badan yang menaungi para pedagang Belanda, maka diharapkan tidak ada persaingan antar sesama pedagang Belanda.
  • memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya;

Latar belakang pendirian VOC

Pedagang dari bangsa Barat datang ke Indonesia dengan itikad baik dan mulai membentuk sebuah kongsi dagang. Seiring berjalannya waktu, kongsi dagang di Nusantara semakin banyak sampai timbul persaingan antara kongsi dagang satu dengan lainnya. Persaingan tersebut semakin ketat sampai tidak mengenal kongsi sesama bangsa. Hal ini mengakibatkan kerugian terhadap pemerintah Belanda karena para pedagang Belanda juga saling berseteru.

Sehubungan dengan hal itu, pada tahun 1598 pemerintah dan Parlemen Belanda (Staten Generaal) khususnya Johan van Oldenbarneveldt mengusulkan untuk membentuk sebuah kongsi dagang yang lebih besar dengan membentuk perusahaan dagang, seperti yang sudah dilakukan oleh Inggris (EIC) dan Perancis (French East India Company pada tahun 1604).

Usulan tersebut mendapat sambutan baik, dan pada 20 Maret 1602 didirikanlah sebuah kongsi dagang “Persekutuan Perusahaan Hindia Timur” atau lebih dikenal dengan sebutan VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie).

Faktor penyebab kehancuran dan kemunduran VOC

  • Banyak pegawai yang korupsi
  • Perubahan politik Belanda dari berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal dengan menganjurkan perdagangan bebas
  • VOC terjerat banyak hutang
  • Pembiayaan perang
  • Banyaknya persaingan dagang di Asia khususnya Inggris dan Perancis

Hak Istimewa VOC

Hak-hak istimewa yang tercantum dalam oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 maret 1602 meliputi:

  • Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
  • Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
  1. Memelihara angkatan perang,
  2. Memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian,
  3. Merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda,
  4. Memerintah daerah-daerah tersebut,
  5. Menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan
  6. Memungut pajak.

Sejarah VOC

Di antara semua perserikatan dagang yang ada di abad ke-17 dan ke-18, Perserikatan Dagang Hindia Timur (VOC), yang didirikan pada tahun 1602, pasti merupakan yang paling sukses. Tidak lama sesudah kelahirannya, badan ini berhasil menyingkirkan orang Portugis, yang satu abad sebelumnya telah membangun imperium perdagangan di Asia, dan hampir menyisihkan saingan di perdagangan Asia-Eropa itu.

Saingan utama VOC, yaitu East India Company (EIC), yang telah didirikan di London pada tahun 1600, mulamula tidak cukup memiliki kemampuan keuangan dan kehandalan keorganisasian, serta tidak cukup mendapat dukungan dari pihak pemerintah Inggris, sehingga tidak dapat menandingi Kompeni Belanda itu. Baru pada akhir abad ke- 17 EIC berkembang sebagai lawan yang benarbenar patut disegani, yang kemudian, di sepanjang abad ke-18, mengungguli saingannya di beberapa bidang.

Bagaimanapun, sampai akhir sejarahnya pada tahun 1800 VOC tetap merupakan yang terbesar di antara perusahaan-perusahaan dagang yang beroperasi di Asia.1 Kompeni Belanda itu bertumbuh pesat berkat beberapa faktor. Pertama sekali, berlimpahnya modal di Republik memungkinkan VOC maju jauh dibandingkan dengan lawannya. Dengan demikian VOC mampu membiayai operasi-operasi militer yang perlu untuk meraih kedudukan sebagai pemegang monopoli sedunia dalam hal perdagangan rempah-rempah.

Penaklukan Kepulauan Banda pada tahun 1622 membuat VOC memperoleh monopoli pala dan kembang pala. Sebaliknya, upaya memonopoli cengkih membutuhkan jangka waktu yang lebih lama. Dengan jalan menghancurkan pohon-pohon cengkih di sejumlah pulau di Kepulauan Maluku, VOC berhasil memusatkan pembudidayaan rempah ini di Ambon.

Makassar merupakan pelabuhan terakhir tempat para saudagar dari Eropa dan Asia masih sempat memasok rempahrempah bukan dengan perantaraan VOC – yang oleh VOC dipandang sebagai ‘penyelundupan’ – tetapi penaklukan kota itu pada tahun 1667 berarti jalur itu pun tertutup. Terakhir, monopoli dalam perdagangan kayu manis diperoleh dengan cara mengusir orang Portugis dari Sri Lanka. Hal ini terjadi dalam dua tahap: antara tahun 1627 dan 1642, dan dalam kurun waktu 1654-1658.

Gubernur Jenderal VOC

Pieter Both (Gubernur Jenderal Pertama, tahun 1610-1614)

Pieter Both lahir pada tahun 1568 dan meinggal tahun 1615. Ditunjuk sebagai gubernur jenderal pertama pada bulan NOvember 1610 sampai 1614 dengan tugas utama yaitu menciptakan monopoli pergadangan di Nusantara. Peter pertama kali mendirikan pos perdangan di Banten dan Jakarta pada tahun 1610 lalu membangun markas besar VOC di Ambon.

J.P Coen atau Jan Pieterzoon Coen (Gubernur Jenderal kedua, tahun 1619)

Di Bawah pimpinan J.P. Coen VOC berhasil merebut Jayakarta pada tahun 1619. Orang -orang Banten yang berada di Jayakarta diusir. Kota Jayakarta dibakar pada tanggal 30 Mei 1619. Kota Jayakarta diganti nama menjadi Batavia oleh J.P. Coen, nenek moyang bangsa Belanda bangsa Bataf. Batavia kemudian menjadi markas besar VOC

Apa itu VOC

VOC ialah singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie, yang didirikan pada 20 Maret 1602. VOC merupakan sebuah perusahaan patungan dalam adanya sebuah perdagangan terbesar di berbagai nusantara sebagai menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur untuk memperkuat posisi Belanda di Indonesia.