Apa Saja Contoh Flagellata

Contoh flagellata adalah :

  • Leismania donovani: hidup dalam darah manusia. menimbulkan penyakit Kalaazar banyak dijumpai di negara-negara sekitar Laut Tengah India dan berasal dan Mesir. Vektornya nyamuk Aedes
  • Trypanosoma cruzi: banyak terdapat di Amerika Tengah menyebabkan penyakit anemia (kurangnya butir-butir darah merah di dalam darah) pada anak-anak.
  • Trypanosomagambiense merupakan salah satu protozoa yang bisa mengakibatkan sebuah penyakit tidur yang dapat terjadi pada manusia.
  • Noctilucamiliaris merupakan salah satu protozoa yang habitatnya berada pada daerah laut dan seringkali bisa menyebabkan lautan memancarkan cahaya pada saat malam hari tiba.
  • Myxotricha merupakan salah satu protozoa yang hidupnya berada pada bagian usus rayap dan selanjutnya akan membantu rayap dalam proses pencernaan kayu. Hal ini bisa terjadi karena adanya enzim selulosa yang terkandung di dalamnya.
  • Euglena sanguinea: hidup sebagai plankton di dalam air. mempunyai pigmen phycoerythrin (butir zat warna merah).
  • Nocticula miliaris: mempunyai dua flagel. satu panjang, satu pendek, hidup di laut menyebabkan laut nampak bercahaya di waktu malam. Sering bersimbiosis dengan jenis alga tertentu.
  • Volvox globator: hidup di air tawar sebenarnya merupakan kumpulan dan ribuan hewan yang bersel satu. masing-masing mempunyai 2 flagel dan berkloropil.
  • Trypanosoma evansi: hidup dalam darah ternak merupakan penyebab penyakit Surrah pada ternak perantaranya lalat Tabanidae.
  • Trypanosoma gambience dan T. rhodosiense: hidup dalam plasma darah dan menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Banyak dijumpai di Afrika Tengah – Asia, vektornya lalat Glosina palpalis.
  • Trypanosoma brucei: hidup dalam darah ternak, menimbulkan penyakit pada ternak yang disebut penyakit Nagano.

Pengertian Flagellata

Flagellata  (dalam bahasa Latin diambil dari kata “flagell” yang berarti cambuk) atau Mastigophora (dari bahasa Yunani,”mastig” yang berarti cambuk, dan “phora” yang berarti gerakan), dalam taksonomi kuno Flagellata merupakan salah satu kelas dalam filum protozoa atau protista yang mirip hewan, namun dalam taksonomi modern menjadi superkelas yang dibagi menjadi dua kelas, yaitu fitoflagelata dan zooflagelata.

Ciri-ciri Flagellata

  1. Mempunyai alat gerak yaitu flagel (bulu cambuk).
  2. Hidup sebagai parasit atau hidup bebas di habitat air laut dan air tawar.
  3. Permukaan tubuhnya dilapisi oleh kutikula sehingga bentuknya tetap.
  4. Bentuk tubuh lebih tetap tanpa rangka luar, tubuhnya dilindungi olah suatu selaput yang fleksibel yang disebut pellicle, di sebelah luarnya terdapat selaput plasma.).
  5. Memiliki dua macam protoplasma, yaitu, ektoplasma (lapisan luar) yang memadat dan lapisan dalam berupa endoplasma yang berwujud agak encer.
  6. Hidup secara soliter dan ada juga yang Uniseluler atau berkoloni.
  7. Bersifat mikroskopis ( hanya bias dilihat dengan mikroskop).
  8. Berkembang biak secara seksual dan aseksual, secara seksual di lakukan dengan konjugasi sedangkan secara aseksual di lakukan dengan pembelahan diri.
  9. Bentuk Tubuh Flagellata sangat beragam, ada yang berbentuk lonjong, menyerupai bola, memanjang, dan polimorfik (memiliki berbagai bentuk morfologi).

Reproduksi Flagellata

Untuk Flagellata jenis fitoflagellata, bereproduksi melalui dua cara yaitu secara seksual dengan konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri. Sedangkan untuk Flagellata jenis zooflagellata, reproduksi terjadi secara aseksual dengan pembelahan biner membujur (longitudinal) sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui.

Reproduksi secara vegetatif: pembelahan biner

Pembelahan biner pada flagellata berlangsung secara longitudinal. Menurut Smith (2010), pembelahan sel dimulai dengan menduplikasi DNA-nya untuk membuat dua set lengkap. Sel terus tumbuh dan set DNA bergerak ke ujung berlawanan pada sisi sel. Setelah sel telah mencapai ukuran yang tepat, sel membagi menjadi dua sel anak dengan DNA yang identik. Fusi biner adalah cara reproduksi klasik yang digunakan ketika suatu organisme hidup dalam lingkungan yang stabil.

Waktu pembelahan biner ini penting, karena organisme harus melakukannya pada saat yang tepat. Proses ini sebagian diatur oleh septum cincin, yaitu cincin protein yang terbentuk disekitar pertengahan sel. Septum cincin ini mendorong sel untuk dibagi secara merata tanpa merusak DNA atau dinding sel. Kesalahan dalam proses fusi dapat menyebabkan pembentukan sel anak dengan DNA tidak lengkap, atau salinan tambahan gen tertentu. Cincin septum dirancang untuk mencegah hal ini.

Reproduksi secara generatif: persatuan antara ovum dan spermatozoid

Selain reproduksi secara vegetative (pembelahan biner), kelompok flagellata juga melakukan perkembangbiakan secara generatif. Reproduksi ini sangat diperlukan untuk memperkaya variasi genetic, sehingga akan meningkatkan kemampuannya untuk hidup pada kondisi lingkungan yang baru.

Contoh flagellate yang memiliki proses secara generative adalah Volvox sp. Volvox merupakan kandidat protozoa yang unik untuk diteliti. Catatan penting untuk membahas Volvox adalah Volvox merupakan Flagellata yang berkoloni membentuk suatu bola.

Reproduksi aseksual terjadi pada garis ekuator, sel ini berkembang menjadi “germ cell”, kelompok individu jantan dan individu betina terbentuk pada koloni yang berbeda. Sel-sel germinal betina tidak membagi, melainkan semakin membesar untuk membentuk sebuah ovum.

Manfaat Flagellata

Flagellata adalah bahan yg dimiliki rayap yg mampu menghasilkan enzim selulosa .rayap mampu mencerna kayu bukan karena mempunyai enzim yg dapat mencerna kayu , melainkan karena di dalam usus nya terdapat hewan flagellata yg mampu mencernakan kayu.

Flagellata memiliki peranan yang penting dalam lingkungan perairan. Flagellata berperan sebagai predator karena memangsa organisme uniseluler atau ganggang, bakteri, dan microfungi, sehingga populasi organisme dapat dikendalikan. Selain berfungsi sebagai pengendali, Flagellata yang bersifat saprofitik berperan sebagai dekomposer dalam rantai makanan.

Di lingkungan perairan flagellata berperan sebagai phytoplankton dan zooplankton sebagai sumber pakan alami ikan dan udang.Euglena viridis dapat digunakan sebagai sumber Protein Sel Tunggal (PST), karena memiliki kandungan protein yang sangat tinggi.Trichonympha dan Myxotricha yang hidup di dalam usus rayap dapat menghasilkan enzim selulosa, sehingga membuat partikel kayu tersebut menjadi lebih lunak dan dapat dicerna rayap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *