Bagaimana Klasifikasi Coelenterata ( Cnidaria ) ?

Coelenterata adalah hewan air diploblastik simetris radial dengan sistem saraf difus. Sel menyengat atau nematocyst hadir untuk pertahanan. Sistem pencernaan dalam rencana kantung buta, dengan mulut sebagai satu-satunya lubang. Siklus hidup menunjukkan semacam pergantian generasi yang disebut metagenesis. Beberapa klasifikasi Coelenterata ( Cnidaria ) adalah:

Kelas Hydrozoa

Soliter atau kolonial, dengan polip sebagai panggung dominan. Mesogloea adalah aseluler. Cnidocytes terbatas pada epidermis. Gonad bersifat epidermis. Ex. Ular naga; Bougainvillea; Obelia; Millepora; Stylaster; Physalia; Vellela; Porpita.

Kelas Scyphozoa

Hewan laut soliter, dengan medusa sebagai panggung dominan dan tanpa velum. Mesogloea sangat diperbesar dengan sel. Organ reproduksi adalah gastrodermal. Organ-organ indera berada di margin bel. Ex. Aurelia; Pelagia; Cyanea.

Kelas Cubozoa

Mirip dengan Scyphozoa tetapi lebih kecil dan memiliki nematocyst yang kuat. Umumnya dikenal sebagai tawon laut. Simetri quadriradial, dengan lonceng 4 sisi dan memiliki 4 ikat tentakel. Lengan oral tidak ada. Ex. Chironex; Tripedalia; Tamoya; Carybdea.

Kelas Anthozoa (= Actinozoa )

Coelenterata hanya terjadi dalam bentuk polip. Bentuk medusa tidak ada. Faring hadir dengan dua alur bersilia yang disebut siphonoglyphs. Mesogloea adalah seluler dan gastrodermal gonad.

Subkelas OCTOCORALLIA (= ALCYONARIA)

Polip dengan 8 tentakel dan 8 septa. Hanya bentuk kolonial. Ex. Tubipora; Alcyonium; Heliopora; Gorgonia; Corallium; Pennatula; Renilla.

Subkelas HEXACORALLIA (= ZOANTHARIA)

Soliter atau kolonial; polip dengan 6 atau kelipatan 6 tentakel. Ex. Zoanthus; Metridium; Adamsia; Antipathes; Jamur; Astraea; Madrepora; Meandrina.

Karakteristik atau ciri-ciri Phylum Coelenterata

  1. Coelenterata adalah organisme multiseluler, menunjukkan tingkat jaringan organisasi
  2. Coelenterata diploblastik, dengan dua lapisan sel, lapisan luar yang disebut ektoderm dan lapisan dalam yang disebut endoderm. Ada lapisan non-seluler yang merupakan mesoglea di antara ectoderm dan endoderm.
  3. Coelenterata menunjukkan simetri radial.
  4. Coelenterata memiliki satu celah di dalam tubuh di mana makanan diambil dan juga limbah dikeluarkan.
  5. Bukaan di tubuh dikelilingi oleh tentakel.
  6. Pencernaan terjadi di rongga tubuh yang merupakan coelenteron
  7. Coelenterata dapat hidup di habitat laut atau air tawar.
  8. Coelenterata bisa menyendiri atau hidup di koloni. Setiap individu adalah zooid.
  9. Organisme ini menunjukkan dua bentuk morfologis – Polip dan Medusa.
  10. Polip mengandung exoskeleton dan endoskeleton.
  11. Kerangka terdiri dari kalsium karbonat.
  12. Sebagian besar jika coelenterate bersifat karnivora dengan beberapa pengecualian seperti karang. Coelenterata mendapatkan makanan dari hewan lain yang hidup secara simbiosis di dalamnya.
  13. Pencernaan bersifat intraseluler dan ekstraseluler.
  14. Tentakel memiliki struktur khusus yang dikenal sebagai nematocyst yang membantu dalam menangkap dan melumpuhkan mangsa. Coelenterate hanya melambaikan tentakelnya dan ketika mangsa bersentuhan, nematocyst menyuntikkan racun yang melumpuhkan atau membunuh mangsanya. Nematocyst adalah fitur yang paling membedakan dari filum ini.
  15. Coelenterates tidak memiliki organ sensorik.
  16. Respirasi dan ekskresi terjadi melalui difusi sederhana.
  17. Sistem peredaran darah tidak ada.
  18. Reproduksi aseksual terlihat dalam polip, melalui tunas dan reproduksi seksual terlihat dalam bentuk medusa, melalui gametik