Apakah Sifat dan Kegunaan Logam Alkali Tanah ?

Apakah kamu mengetahui apa yang dimaksud dengan logam alkamli tanah? Bila belum, atau sudah tahu tetapi belum terlalu memahaminya, maka berikut ini akan dijelaskana mengenai pengertian dari logam alkali tanah, sifat logam alkali tanah, dan kegunaan alkali tanah.

Yang dimaksud logam alkali tanah adalah enam unsur kimia dalam kolom (golongan) 2 pada Tabel periodik. Mereka adalah berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Unsur-unsurnya memiliki sifat yang sangat mirip: mereka semua adalah logam berkilau, putih keperakan, agak reaktif pada suhu dan tekanan standar.

Logam Alkali Tanah

Secara struktural, mereka memiliki kesamaan yaitu kelopak elektron s terisi penuh; artinya, orbital ini lengkap berisi dua elektron, sehingga unsur-unsur ini mudah kehilangan kedua elektron terluarnya untuk membentuk kation dengan muatan +2, dan tingkat oksidasi (bilangan oksidasi) +2. Semua logam alkali tanah yang ditemukan terdapat di alam. Percobaan telah dilakukan untuk mencoba mensintesis unsur 120, calon anggota berikutnya pada golongan ini, namun mereka semua mengalami kegagalan.

Kegunaan logam alkali tanah

Berilium (Be)

  1. Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih kuat, akan tetapi bermasa lebih   ringan. Biasanya paduan ini digunakan pada kemudi pesawat Zet.
  2. Berilium digunakan pada kaca dari sinar X
  3. Berilium digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada reaktor nuklir
  4. Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat listrik, maka  Berilium sangat penting sebagai komponen televisi.

Magnesium (Mg)

  1. Magnesium digunakan untuk memberi warna putih terang pada kembang api dan pada lampu Blitz.
  2. Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku, karena senyawa MgO memiliki titik leleh yang tinggi
  3. Senyawa Mg(OH)2 digunakan dalam pasta gigi untuk mengurangi asam yang terdapat di mulut dan mencagah terjadinnya kerusakan gigi, sekaligus sebagai pencegah maa
  4. Mirip dengan Berilium yang membuat campuran logam semakin kuat dan ringan   sehingga biasa digunakan pada alat alat rumah tangga.

Kalsium (Ca)

  1. Kalsium digunakan pada obat obatan, bubuk pengembang kue dan plastik.
  2. Senyawa CaSO4 digunakan untuk membuat Gips yang berfungsi untuk membalut tulang yang patah.
  3. Senyawa CaCO3 biasa digunakan untuk bahan bangunan seperti komponen semen dan cat tembok.Selain itu digunakan untuk membuat kapur tulis dan gelas.
  4. Kalsium Oksida (CaO) dapat mengikat air pada Etanol karena bersifat dehidrator,dapat juga mengeringkan gas dan mengikat Karbondioksida pada cerobong asap.
  5. Ca(OH)2 digunakan sebagai pengatur pH air limbah dan juga sebagai sumber basa yang harganya relatif murah
  6. Kalsium Karbida (CaC2) disaebut juga batu karbit merupakan bahan untuk pembuatan gas asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan.
  7. Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang berfungsi sebagai pembentuk tulang dan gigi.

Stronsium (Sr)

  1. Stronsium dalam senyawa Sr(NO3)2 memberikan warna merah apabila digunakan untuk bahan kembang api.
  2. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer.

Barium (Ba)

  1. BaSO4 digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena mampu menyerap sinar
  2. BaSO4 digunakan sebagai pewarna pada plastic karena memiliki kerapatan yang tinggi dan warna terang.
  3. Ba(NO3)2 digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang api.

Sifat logam alkali tanah

Sifat fisis

Titik leleh, titik didih, dan kekerasan logam alkali tergolong relatif rendah. Dari Li ke Fr, titik leleh, titik didih, dan daya hantar listrik dan panas semakin menurun, kecuali daya hantar listrik dan panas pada logam Na dan K justru bertambah. Hal ini terkait dengan ikatan logam pada logam alkali. Semakin banyak elektron yang terlibat pada pembentukan ikatan logam, semakin kuat ikatan; semakin besar jari-jari atom, semakin lemah ikatan. Pada atom Na dan K elektron cenderung lebih mudah bergerak bebas.

Sifat kimia

Logam alkali bersifat sangat reaktif, sebagaimana terlihat dari energi ionisasinya yang relatif rendah. Kereaktifan logam alkali meningkat dari Li ke Fr, begitu juga dengan sifat reduktor yang semakin kuat. Hampir senyawa logam alkali bersifat ionik dan mudah larut dalam air.